Judul Buku : Metodologi Ilmu Dakwah

Pengarang : Dr. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag.

Diselaraskan oleh : Muh. Husain Kamaruddin dan Prehatin

Sebagai tugas Mata Kuliah Metodologi Dakwah

 Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta

Angkatan 2009

 1. PENDAHULUAN

Awal mula agama asli bangsa Indonesia adalah animisme dan dinamisme, akan tetapi secara berangsur-angsur agama keyakinan ini semakin menghilang dean akhirnya di ganti dengan agama yang telah kita kenal sampe sekarang ini. Secara garis besar agama-agama yang diakui di Indonesia adalah islam, Kristen, hindu, budha, aliran kepercayaan seperti konghucu. Namun yang lebih dominan diantara agama-agama tersebut adalah islam dan Kristen. Karena kedua agama ini diyakini paling berpengaruh dan paling benar diantara agama-agama yang ada, karena kedua agama ini adalah warisan dari nenek moyang yang sama yaitu nabi Ibrahim sa.

Karena masing-masing dari kedua agama ini menganggap dirinya paling benar, oleh karenanya yang paling genjar dan bersemangat di Indonesia adalah kedua agama ini.

2. LANDASAN NORMATIF DAKWAH DAN MISI

sudah menjadi kewajiban yang pasti bahwa setiap agama itu memerintahkan kepada setiap pemeluknya untuk menyampaikan ajaran agamanya kepada orang lain. Dalam agama islam sering kali disebut dengan dakwah. Dakwah menurut bahasa dari kata دعي –  يدعو – دعوة ”   “ yang artinya mengajak, menyeru, mengundang. Kemuadian kalau diartikan secara meluas dakwah bisa bearti mendidik, memperbaiki, memberi motivasi, menasehati, menceramahi, purifikasi (pemurnian kembali). Menurut istilah dakwah adalah mengajak atau memberi motivasi kepada manusia untuk menuju kebaikan dan petunjuk, mencegah kemungkaran mengajak kepada kebaikan, sehingga member manfaat di dunia dan di akhirat. Ini didasarkan pada Quran surat al-Imran : 104.

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-Imran:104)

Ini disarkan pada surat al-imran ayat 104, yang berbunyi: “Dan hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar”.

Sedangkan dalam ajaran agama kristen dakwah diartikan dengan misi. Sebagaimana kutipan ayat dalam kitab mereka, yang berbunyi: “pergilah kamu keseluruh bumi, berikanlah injil itu kepada sekalian alam (markus, 16:15), dan sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu muridku serta membabtiskan dia dengan nama bapa, anak, dan ruhul kudus (matius, 28:19)

3. KRISTENISASI DAN PENJAJAHAN

Pembahasan ini lebih bersifat mengenai sejarah kritenisasi, yakni diawali pada abad pertengahan ketika umat islam mengalami masa-masa keemasan, tepatnya masa pemerintahan bani umayyah dan abbasiyah, ketika itu umat kristen adalah umat yang terpojok, disebut dengan second class. Pada masa itu umat kristen indentik dengan kegelapan dan nestapa. Mereka terbagi menjadi dua bagian : 1. Kristen barat yang berpusat di roma dengan ibu kota vatikan, 2. Kristen timur yang berpusat di konstantinopel.

Perpecahan mereka disebabkan karena dua hal pokok, yaitu berkaitan dengan ruhul kudus, dan berkaitan dengan kepemimpinan gereja. Sebagai puncak dari perpecahan ini adalah terjadinya perang salib, perang salib diklaim untuk menyatukan mereka, akan tetapi musuh bersama mereka yang sebenarnya adalah umat islam. Karena tujuan utama dari perang salib adalah mengahancurkan dan membasmi umat islam, sehingga mereka tertindas dan akhirnya umat islam mengikuti ajaran mereka. Dan inilah misi yang selalu digembor-gemborkan oleh umat kristen hingga sekarang, temasuk para penjajah bangsa indonesia yang tidak lepas dari tujuan ekonomis dan untuk menyebarkan ajaran mereka yakni ajaran kristen. Sekarang lebih dikenal dengan kristenisasi.

4. KRISTENISASI DI INDONESIA

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa sebelum islam dan kristen masuk di indonesia, ternyata indonesia telah mengenal aliran kepercayaan yakni kepercayaan animisme dan dinamisme. Buktinya saya kira masih dirasakan sampai sekarang, yaitu ada sebagian orang yang masih percaya dengan roh dan hantu gentayangan.

Kemudian setelah masa animism dan dinamisme ini, datanglah agama hindu dan budha yang hampir mendominasi keberagamaan seluruh wilayah indonesia, bukti dominasi agama tersebut adalah berdirinya beberapa kerajaan yang cukup berusia panjang, seperti kerajaan sriwijaya, kerajaan kutai, dan lain sebagainya, terbukti juga dengan adanya beberapa candi yang berdiri, seperti candi prambanan, Borobudur, mendut, dan lain lain, karena mendominasinya kedua agama ini, sehingga aura ajarannya masih dapat dirasakan oleh masyarakat indonesia sampai sekarang.

Kemdudian setelah itu masuklah agama islam yang dibawa oleh kaum hujarat, akhirnya secara berangsur-angsur dominasi kedua agama ini semakin melemah, dan kemudian digantikan oleh agama islam. Ini terbukti dengan berdirinya kerajaan-kerajaan islamm di indonesia, seperti kerejaan demak, samudra pasai, dan lain-lain. Dominasi islam pun tak kalah pentingnya dari agama hindu da budha, terbukti agama islam masih dapat dirasakan sampai sekarang ini.

Bersamaan dengan itu lalu datanglah agama kristen yang dibawa oleh para penjajah indonesia, yakni ada belanda, jepang, portugis, dll.  kemudian para penjajah itu memperkenalkan ajaran mereka kepada penduduk indonesia secara merata. Karena salah satu tujuan dari para penjajah adalah mengahancurkan dan membasmi umat islam, sehingga mereka tertindas dan akhirnya umat islam mengikuti ajaran mereka. Dan inilah misi yang selalu digembor-gemborkan oleh umat kristen hingga sekarang. Dan pada masa Sekarang lebih dikenal dengan sebutan kristenisasi.

Dengan demikian sepanjang sejarahnya penduduk indonesia yang semula beragama anisme dan dinamisme kemudian mengalami hinduisasi, budhaisasi, islamisasi, dan yang terakhir disusul oleh kristenisasi.

Secara garis besar kristenisasi di indonesia dibagi menjadi dua, yaitu periode katolik (periode utama) dan periode protestan (periode kedua). Periode katolik ini dibagi lagi menjadi tiga periode:

  1. Periode pertama terjadi abad XVI-XVII.

Dibawa oleh portugis dan spanyol yang masuk pada wilayah Maluku setelah sebelumnya mampir ke Sumatra. Pada periode ini para analisis berbeda pendapat, pendapat yang pertama mengatakan bahwa kristen masuk di indonesia sejak periode bapa-bapa kristen awal ( perkataan muller kruger). Perkataan ini didasarkan pada sumber arab kuno yang menyatakan bahwa pada pertengahan kedua abad ketujuh, kelompok kristen sudah ada yang tinggal di sibolga (Sumatra) dan sudah mempunyai gereja.

Pendapat kedua mengatakan bahwa masuknya kristen di indonesia bersamaan dengan era kolonialisme internasional pada akhir abad 15 yaitu sejak kolombus menemukan jalan ke amerika pada tahun 1542, ini ditemukan oleh portugis yang melakukan perjalanan menuju asia lewat afrika selatan.

2. Periode kedua terjadi pada tahun 1808-1900

Periode ini ditandai dengan mulai diperbolehkannya kembali misionaris katolik untuk melakukan misinya setelah sempat diberhentikan karena masuknya penjajah belanda ( yang protestan) ke wilayah indonesia. Pada abad inilah munculnya kristen protestan, secara lebih rinci beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya protestan adalah :

  1. Tidak tolerannya terhadap perbedaan interpretasi alkitab dan mensikapi perbedaan itu dengan kekerasan.
  2. Kontrol terhadap ilmuan gereja, sehingga banyak ilmuan yang di hukum bakar karena pendapatnya bertentangan dengan injil, meskipun pendapat itu tidak berkaitan langsung dengan agama, sperti masalah astronomi.
  3. Terjadinya perebutan kekuasaan antara raja dan paus.
  4. Lembaga kepausan pecah dan kehidupan mereka yang mewah melebihi kemewahan raja prancis dan inggris.
  5. Gereja mewajibkan upeti dan pajak kepada rakyat.
  6. Periode ketiga, pada tahun 1900 sampai sekarang.

Pada periode ini dikenal dengan periode pembagian wilayah gerejani, sehingga wilayah indonesia terbagi menjadi beberapa daerah misi, dan menurut mereka ada beberapa wilayah yang dikenal dengan agama tertentu.

5. STRATEGI KRISTENISASI

Sebelum membahas mengenai strategi orang-orang kristen dalam menyebarkan agama mereka, alangkah baiknya kami kutipkan ayat al-Qur’an yang menyatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan pernah puas dan rela dengan orang islam, sehingga mengikuti ajaran mereka. Oleh karenanya, kita sebagai umat islam harus senantiasa waspada terhadap gerakan dan kegiatan-kegiatan mereka.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS. Al-Baqarah; 120)

6. JALUR-JALUR STRATEGI DITERAPKAN DANGAN BERBAGAI CARA

1. MELALUI INVASI KEBUDAYAAN

Dengan mempengaruhi pola pikir

  1. Strategi ini diterapkan karena ada ajaran dalam Matius 9: 37-38à tahun 2006 ditetapkan sebagai tahun penunaian besar-besaran=tahun pemurtadan. Dengan meminjam tenaga dari orang Islam yang berpola pikir bebas tanpa batas untuk dijadikan corong pengaburan ajaran islam. Seringkali yang dijadikan senjata adalah ayat al-qur’an surat al-baqarah 62/al-maidah:69 dalih bahwa semua agama itu sama, atau al-maidah:5 dijadikan legalitas kawin campur.
  2. Sampai saat ini strategi Snaugh Horgronye masih diterapkan, yakni menghadapi kaum muslimin bukan dengan kekerasan tetapi merusak Islam dari dalam dengan cara :
    1. Pendangkalan aqidah, yang ditonjolkan adlah mistiknyam khurafat agar mendekati syirik.
    2. Menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam yang sebenarnya, hindarkan mereka menghindari ayat al-qur’an tetapi doronglah pada lagu qiraatnyaà kadang kita terjebak pada tadarus pada percepatannya bukan pada tadarus lafdhiyyah (perhatian pada makhraj dan tajwid dan sangat kurang pada tadabbur (pencermatan) ayat dikaitkan dengan ayat lain atau hadist, mungkin dirunut juga asbabun nuzulnya. Diperkuat dengan pernyataan missionaris Zwemmer pada Konferensi Missionaris :

1)             “misi kita bukan menghancurkan muslim, tetapi memisahkan mereka dari ajaran Islam, agar menjadi muslim yang tidak berakhlak, dengan begitu akan membuka kemenangan imperialis di negeri Islam. Tujuan kalian dalma missionaris memepersiapkan generasi baru sesuai kehendak penjajah.

2)             Merusak moral angkatan muda Islam :

a)             Atas nama anak gaul, anak Islam dibujuk senang pada pesta valentine dan halowen yang kadang mengarah pada kebebasan pergaulan.

b)             Kasus Doulos anak-anak Muslim yang dicekoki miras dan narkoba bahkan pengakuan John F. Tenker dari Manado (informasi Ulil Albab, Kodiran Salim) bahwa narkoba merupakan alat yang merusak kaum muda Islam, meski dalam hal ini sulit dibuktikan

2. MELALUI INVASI KEKERASAN

Cara yang diterapkan adalah dengan:

  1. Psywar berupa teror dan pembentukan opini bahwa Islam adalah identik dengan kekerasan, dengan penggunaan ayat-ayat al-Qur’an tentang peperangan dan menunjukkan beberapa kesadisan yang dilakukan Islam(contoh film fitnah)
  2. Menimbulkan konflik di daerah-daerah tertentu seperti Maluku dan Poso
  3. Penculikan dan dicuci otaknya gadis MAN di Padang, Akbid ‘Aisyiyah di Jawa barat, Mahasiswa di Lampung, dst

3. MELALUI JALUR EKONOMI

Dengan jargon pengentasan kemiskinan sangat strategis untuk pemurtadan, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan berupa:

  1. Pemberian atau peminjaman modal
  2. Bantuan/pembebasan SPP
  3. Bantuna menyalurkan tenaga kerja
  4. Pembagian sembako/ bahkan ada yang berani menggunakan bingkisan lebaran
  5. Pemberdayaan masyarakatàACT, Action Church together

4. MELALUI PENDIDIKAN

    1. Secara terang-terangan menolak sikdiknas terutama pasal penyediaan guru agama yang sejenis agama anak didik.
    2. Mendirikan beberapa perguruan tinggi yang mengajarkan Islamologi sebanyak 36-40 SKS seperti Institut Teologi Kalimatullah(ITK) pimpinan Josias Lengkong, sekolah Tinggi Teologi(STT), Apostolos pimpinan Yusuf Roni. Mereka memiliki ayat-ayat favorit dari al-Qur’an untuk legalisasi ajaran mereka. Dengan persiapan matang mendompleng kajian bersama dan mengetengahkan ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan senjata untuk memukul umat Islam
    3. Program Asrama Daniel, Salatiga: Beasiswa Info Internasional

5. JALUR POLITIK

Melalui politik praktis ataupun mempengaruhi kebijakan, misalnya

  1. Pendekatan pada pemegang kekuasaan, melakukan intervensi kebijakan, agar mereka menjalankan pemerintahan sesuai pesanan sang majikan.
  2. PDS adalah keberhasilan persatuan mereka meraih akses kekuasaan, meski perolehan belum mencukupi tetapi bisa menjadi kekuatan mereka dalam menduduki kekuasaan.
  3. Beberapa daerah yang rawan konflik menjadi pemicu SARA, contohnya RMS sejatinya bukan Rakyat Maluku Selatan tetapi Rakyat Maluku Seraini, di Poso. Hal ini selain dapat menjatuhkan citra pemerintah juga bertujuan untuk menyakiti umat Islam
  4. Proyek Yosef(2004)=PDS dan Proyek Daud(2009)=PKD(Partai Kristen Demokrat). Target mereka: DPRD kab/kota:286 kursi, DPRD Propinsi: 54 kursi, DPRRI:13 kursi dan melirik RI 1 atau RI 2
  5. Politik Mapping(pemetaan Politik)

6. JALUR KESEHATAN SANGAT POTENSIAL

Bahkan dokter aktifis penginjil berpendapat seorang dokter lebih efektif dan efisien melakukan pengabaran injil daripada sepuluh penginjil

  1. Pemanfaatan waktu ketika menghadapi pasien
  2. Pemanfaatan waktu ketika pasien merasa takut di operasi
  3. Memberikan pengobatan dan pemeriksaan gratis
  4. Pengobatan massal Pendeta Youngren

7. PEMANFAATAN MEDIA TULIS

Berupa buku-buku yang ditulis murtadian, leflet dan brosur serta lukisan,

misalnya

  1. The Islamic invasion karya Robert Morrey yang kemudian telah dijawab oleh ibu Irene Handono
  2. Buku upacara Haji tulisan Drs Poernama Winangun(murtadin)
  3. pengakuan gadis kristen (NITA) yang mempertanggungjawabkan imannya di pusat pengginjilan Nehemia yang memojokkan pemuda Islam(EKY) yang kemudian dikristenkan.
  4. leflef yang sarat dengan ayat al-qur’an dan hadist, seperti rahasia menuju jalan surga, keselamatan Iman dan Ketaatan pada sirathal mustaqim, alamat postboxnya sama dengan penginjil Nehemiaà pengakuan Ihsan Mokoginta(Muhtadin)
  5. Yesus dalam Al-Qur’an tulisan Abdul Yadi/Pariyadi(murtadin) yang juga ahli menulis kaligrafi

8. PEMANFAATAN MEDIA SENI BUDAYA

  1. Membangan tempat ibadah yang sesuai dengan kebudayaan setempat, gereja berbentuk rumah gadang, gereja denngan kubah, gereja menyerupai rumah tinggal
  2. Pengamen mulai melanyanyikan lagu gerejani
  3. Kaligrafi

9. MEMINJAM TENAGA YANG TIDAK KASAT MATA, ATAU DENGAN DENGAN CARA MISTIK

  1. Meminjan tenaga jin, ada yang kerasukan da menyebut Yesus. Hal ini tidak aneh karena menurut korintus 2:11-14=iblis dapat menyamar menjadi malaikan terang
  2. Pengobatan yang tiba-tiba dapt sembuh, walau nanti jika kekuatan jinnya tak ada kembali sakit lagi

10. PERKAWINAN/PERGAULAN MUDA

Dengan beberapa metode, diantaranya :

  1. D3 (dipacari, dihamili dan dimurtadkan) atau metode hamilisasi, diterapkan kepada sesama anak muda
  2. Angkut penumpang, jika pasangannnya kembali ke Islam maka yang terpenting anak-anak didiknya ikut ke kristen.
  3. BERKEDOK ISLAMI
    1. Shalawatan, tetapi yang dibaca adalah doa dalam Matius 6:9-13 (abanaldzi fi samawati, lataqaddasi ismuka, liyakti malakuutuka, latakun masyiyatuka…dst) = bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datangkanlah kerajaan-Mu, jadikanlah kehendak-Mu.
    2. Melakukan tilawatil injil
    3. Membuat kaligrafi juga seperti dalam doa matius 6:9-13
    4. Mempelajari ayat-ayat al-Qur’an tertentu untuk legalisasi ajaran mereka
    5. Mereka melakukan sholatul sab’u karangan pendeta yusuf Roni:
    6. Tabarokallahu ilahuna kulahinin wa ana kullu awwanin wa dahradahirin. Amen. Bismi abi wa ibni wa rukhil quddusi al ilaha wahid. Ketika pendeta mengakhiri sholat mmembaca “assalamu li jami’ikum, jama’ah menjawab wa ma’a ruhika aidhon
    7. Pendeta Ignatius Soetawan lulusan sekolah tinggi Prajnawidya Yogyakarta, berhasil menciptakan shalat rabbaniyah yang doanya dengan bahas Arab menggunakan Injil matius 6:9-1

7. TRIK PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN

  1. Menerapkan injil Matius 10:16,, halus seperti merpati tetapi licik seperti ular
  2. Kamuflase atau penyamaran, karena memang diajarkan oleh Paulus dalam Korintus 1, 9:29, pura-pura fasih berbahasa Arab/al-Qur’an
  3. Kadang membolehkan dusta atau peniouan dan memang diperbolehkan dalam Roma 3:7, kegiatan tanpa identitas
  4. Teori makan bubur panas: pemurtadan diawali dari daerah pinggiran dan pedesaan baru pada pusat desa atau kota
  5. Debat, namun sasarannya orang yang lemah pengetahuannya
  6. Tebar pesona: menunjukkan sikap baik suka membantu, ramah, sopan, span aktif di masyaarakat, menunjukkan kasih ke setiap orang.

“Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendirir, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka. Sampai Allah mendatangkan perintah-Nya*. Sesungguhnya Allah maha Kuasa Atas segala sesuatu.

*maksudnya: keizinan mamerangi dan mengusir orang Yahudi.

Matius 28:19, Amanat Agung, perintah memberitkan injil

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

(ayat ini termasuk yang diklarifikasi menurut Robert Funk guru besar di Havard University ahli pneliti kitab perjanjian baru, ayat ini tambahan)

LOGIKA

Gereja dan pendeta membutuhkan jema’at. Jema’at yang sudah ada milik gereja dan pendeta tertentu. Tiada jalan lain selain memurtadkan umat lain.

Proses perjuangann kaum salibis/palangis untuk kristenisasi di Indonesia melalui proses panjang, berawal dari truma perang salib, kemudian dikembangkan dengan ekspedisi portugal dalma misi TRIPPLE MiSSIONS yaitu god(kejayaan), glory(kekuasaan), gospel(penyebaran agama). Pada masa penjajahan pun telah diterapkan krisrening polotok(1916) melalui misi dan zending yang mat giat upaya pemurtadannya. Sampai KHA. Dahlan pernah debat dengan pendeta Dimine Bakker, Zwemmer, dan Loberton. Ahli kitab (orang yang pernah mendapat kitab), baik Yahudi maupun Nashara à sekarang kristen(kis 11:26). Akan selalu mencari cara maupun celah untuk melaksanakan panggilan/ misi amanat agung tersebut.

8. GRAND STRATEGI

Dalam sidang Luar Biasa Dewan Gereja Indonesia di Hotel Sahid Surabaya tanggal 8-10 Juni 2001 mereka memutuskan tahapan strategi kristenisasi.

1. Strategi jangka panjang

  1. Mewujudkan pemerintahan yang diisi oleh pejabat kristen
  2. Mewujudkan agama Kristen sebagai komunitas mayoritas
  3. Mewujudkan negara Kristen di Indonesia

2. Strategi jangka menengah

  1. Mungupayakan pendirian gereja di seluruh pelosok tanah air
  2. Membentuk pasukan yang siap untuk menghadapi musuh kristen
  3. Mewujudkan sistem ekonomi terpusat di setiap daerah di Indonesia

3. Strategi jangka pendek

  1. Merekrut jama’ah Kristen dengan jalan pemurtadan atau dengan kekayaan/uang
  2. Membuat posko pengaduan segala macam kasus

Anggaran untuk grand strategi adalah 200 trilyunn, diantaranya untuk: proyek Yerico,Proyek Andalas, Proyek Rencong, Proyek DKI, dll.

KOMENTAR/KRITIK PENYUSUN MAKALAH

  1. Melihat begitu gencarnya para misionaris dalam menjalankan misinya maka pada institusi-institusi Islam di Indonesia agar pelajaran “Kristologi Islam” tidak dianggap remeh.
  2. Para da’i dan ustadz harus memiliki metode-metode yang menarik dalam penyampaian dakwahnya untuk membentengi para misionaris yang juga memiliki metode lebih bagus sehingga mudah untuk merekrut umat Islam ke dalam agamanya.