1. PENDAHULUAN

Psikologi dakwah merupakan salah satu bidang kajian ilmu dakwah yang khusus mengkaji tentang fenomena-fenomena dakwah dari sudut pandang psikologi. Lebih spesifik, psikologi dakwah, dapat di definisikan sebagai ilmu yang mempelajari perilkau manusia yang berakitan dengan dakwah.

  1. MATURASI KEBERAGAMAAN DIMATA PSIKOLOGI PERKEMBANGAN
  2. Pengertian maturasi keberagamaan
  3. Perkembangan kehidupan beragama
    1. Agama masa kanak-kanak
    2. Agama masa remaja
    3. Agama masa dewasa
    4. Pengertian maturasi keberagamaan

Kematangan (maturity)  dicapai seseorang melalui perkembangan hidup yang berakumulasi dengan berbagai pengalaman. Dalam menjalani berbagai fase kehidupan, manusia memperoleh pengalaman dan mengolah berbagai pengalaman hidup baik pengalaman fisik, psikologis, sosial maupun spiritual.

Akumulasi pengalaman hidup itu terefleksi dalam pandangan hidup, sikap, dan perilaku sehari-hari

III. PERKEMBANGAN KEHIDUPAN BERAGAMA

  1. Agama Masa Kanak-Kanak

Perkembangan potensi beragama pada masa kanak-kanak sangat diengaruhi oleh lingkungan dan aspek kepribadian yang lain, baik kognitif maupun afektif.

Pengaruh lingkungan keluarga sangat dominan bagi perkembangan keagamaan seorang anak.

Mekanisme psikologis yang sangat menonjol adalah mekanisme imitasi yaitu menirukan apa yang diyakini dan dilakukan oleh orang tuanya.

  1. Agama Masa Remaja

Perkembangan agama pada masa remaja sejalan dengan perkembangan kognitifnya, menurt Piaget, fase ini disebut dengan formal operational, yaitu fase dimana seseorang mulai dapat berpikir secara abstrak, teoritik, kritis.

Menurut Clark karakteristik kehidupan beragama pada remaja adalah timbulnya keragu-raguan dalam beragama (religious doubt).

Kehidupan beragama pada remaja juga banyak diwarnai oleh timbulnya konversi keagamaan (religious convertion).

  1. Agama Masa Dewasa

Pada masa dewasa perkembangan keagamaan idealnya sudah berada pada koridor kematangan.

Menurut Allport ada enam kriteria sebagai indikasi kehidupan keberagamaan yang matang:

  • Terdiferensiasi dengan baik
  • Dinamis
  • Konsisten
  • Komprehensif
  • Integral
  • Heuristik

IV. DAKWAH DAN MATURASI KEBERAGAMAAN

Antara dakwah dan maturasi keberagamaan sama-sama merupakan proses yang akan dapat diraih dengan baik manakala dilakukan melalui proses yang sungguh-sungguh dan kontinyu.

Beberapa hal penting yang berkaitan dengan persoalan dakwah dan maturasi kebergamaan

Pertama, dakwah dan maturasi keberagamaan membentuk sebuah informasi yang saling menyapa dan terkait.

Kedua, untuk menjadikan maturasi keberagamaan seseorang, maka dakwah harus teraplikasi dengan melihat fase-fase keberagamaan seseorang.

Ketiga, untuk menjadikan pribadi yang utuh dan matang haruslah tidak dengan paksaan

Nilai-nilai keagamaan yang membentuk kepribadian yang matang

  • Iman
  • Islam
  • Ihsan
  • Takwa
  • Ikhlas
  • Tawakkal
  • Syukur
  • Sabar

Nilai sosial yang perlu mendapat perhatian dalam dakwah

  • Silaturrahim
  • Persaudaraan
  • Persamaan
  • Adil
  • Baik sangka
  • Rendah hati
  • Tepat janji
  • Lapang dada
  • Dapat dipercaya
  • Perwira
  • Hemat
  • Dermawan
  1. PENUTUP

Dakwah dalam aplikasinya mempunyai tugas untuk mengembangkan potensi manusia agar sampai kepada kepribadian yang matang terutama pada agamanya. Untuk menciptakan hal tersebut dakwah harus mampu mencermati fase demi fase perkembangan manusia dan harus mampu menumbuhkan kesadaran. Bukanlah dengan sebuah paksaan menanamkan dan membentuk kepribadian seseorang agar matang beragama, tapi sebaliknya harus dengan cara arif dan bijaksana berusaha memangkitkan kesadaran manusia terhadap kewajiban agamanya agar memperoleh kebahagiaan yang sempurna serta tidak memunculkan sikap antipati terhadap agama.

diajukan sebagai tugas mata kuliah METEDOLOGI DAKWAH di PUTM