Asslamu alaikum wr wb!!!!

Artikel ini merupakan artikel kelanjutan dari artikel bagian pertama dan kedua. Artikel bagian ke tiga ini khusus berbicara tentang dasar dan tujuan pendidikan islam. jika sobat mangkasaraka berminat mebca artikel sebelumnya silahkan ke link berikut:

Hakekat dan karakteristik pendidikan islam

Tugas dan Fungsi pendidikan islam

Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam

Komponen dasar pendidikan Islam

 

Berbicara tentang dasar pendidikan Islam tidak pernah terlepas dari dua pedoman hidup umat Islam al Qur’an dan al Hadits karena dari kedua warisan itu pula lahir berbagai macam ilmu pengetahuan.[1] Al Qur’an tidak pernah berubah semenjak diturunkan kepada nabi Muhammad sampai sekarang. Walaupun demikian selalu melahirkan berbagai teori pada setiap waktu seperti di bidang ekonomi, sosial, politik, kebudayaan yang spirit nafasnya dari al Qur’an. Sebagaimana disebutkan di dalam Qs. Ali Imran: 164.

Artinya:

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

2.. Al hadits

 حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ قَالَ أبو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَن    [2]

Tuan Guru Haji Muhammad Soleh Chambali sepakat al Qur’an sebagai dasar ilmu pengetahuan, sehingga beliau menyebutkan beberapa refrensi tentang kelebihan ilmu pengetahuan yang bersumber dari al qur’an di dalam kitabnya:

Soal         : Berapa kelebihan ilmu itu dan apa dia

Jawab     : Bermula kelebihan ilmu yang memberi manfaat itu amat banyak yang tersebut di dalam qur’an dan hadits nabi,….[3] 

Penjabaran dari kedua dasar di atas (al Qur’an dan al Hadits) terdapat dalam enam  asas ke imanan danlimadasar ke Islaman, bila di pandang dari aspek kehidupan nilai-nilai keIslaman tersebut dapat dikategorikan ke dalam tiga macam yaitu:

  1. Dimensi yang mengandung nilai yang meningkatkan kesejahteraan hidup manusia di dunia. Dimensi nilai kehidupan ini mendorong kegiatan manusia untuk mengelola dan memanfaatkan dunia ini agar menjadi bekal/ sarana bagi kehidupan akherat.
  2. Dimensi yang mengandung nilai yang mendorong manusia berusaha keras untuk meraih kehidupan di akherat yang membahagiakan. Dimensi ini menuntut manusia untuk tidak terbelenggu oleh rantai kekayaan duniawi atau materi yang dimiliki, namun kemelaratan atau kemiskinan dunia harus diberantas, sebab kemelaratan duniawi bisa menjadi ancaman yang menjerumuskan manusia kepada kekhufuran.
  3. Dimensi yang mengandung nilai yang memadukan (mengintegrasikan) antara kepentingan hidup duniawi dan ukhrawi. Keseimbangan dan keserasian antara kedua kepentingan hidup ini menjadi daya tangkal, terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari berbagai gejolak kehidupan  yang menggoda ketenangan hidup manusia, baik yang bersifat spirituil, sosial, kultural, ekonomis, maupun ideologis dalam hidup pribadi manusia[4]

Dalam konfrensi Islam Sedunia yang pertama di Mekkah pada tahun 1977, diungkapkan mengenai tujuan pendidikan Islam berhasil dirumuskan secara komprehensip sistematik sebagai berikut: Pendidikan harus bertujuan mencapai pertumbuhan kepribadian manusia yang menyeluruh secara seimbang melalui latihan jiwa, intelek, diri manusia yang rasional, perasaan dan indera. Karena itu pendidikan harus mencapai pertumbuhan manusia dalam segala aspeknya: spiritual, intelektual, imajinatif, fisik ilmiah, bahasa, baik secara individual maupun kolektif. Dan mendorong semua aspek ini ke arah kebaikan dan mencapai kesempurnaan. Tujuan terakhir pendidikan muslim terletak dalam perwujudan ketertundukan yang sempurna kepada Allah baik secara pribadi, komunitas maupun seluruh umat manusia.[5]

Mengenai beberapa kaidah tentang tujuan pendidikan Islam di atas, Muhammad Soleh Chambali melukiskanya di dalam Ta’lim al Shibyan Bighayatu al Bayan Sebagai berikut:

“Tiada diharap dari hasil yang demikian itu melainkan bagi orang yang shah dari padanya niatnya, dan bermula shahnya yang demikian itu adalah kehendaknya di dalam menuntut ilmu itu menuntut akan yang digemari Allah Ta’ala yaitu mengerjakan taat dan menjauhkan maksiat dan lagi diamalkannya ilmunya pada yang memberi manfaat padanya dan isyarat keluar daripada kalam jahil kepada terang ilmu, maka inilah yaitu niat yang shahih yang dipuji atas kemudiannya itu di dalam dunia wabillahittaufiq[6].

Tujuan pendidikan Islam yang lebih terperinci mengenai tugas manusia sebagai individu dihadapan Allah antara lain pernyataan beliau:

Soal                    : apakah yang wajib atas tiap-tiap mukallaf menunaikan dia itu?

Jawab                 : wajib atasnya menunaikan sekalian barang yang diwajibkan dia  oleh Allah atasnya, seperti sembahyang dan umpamanya.

Soal                    : apa yang wajib atas tiap-tiap mukallaf pula?

Jawab                 : wajib atasnya pula bahwa ditunaikannya akan yang wajib itu dengan segala rukunnya dan syaratnya dan menjauhi ia akan

segala yang membatalkannya

Soal                    : apa yang wajib pula atas tiap-tiap mukallaf pula?

Jawab                 : wajib atasnya pula pula ketika balignya bahwa ‘azam ia yakni menyengaja dan meniatkan ia akan memperbuat tiap-tiap yang

wajib atasnya dan bahwa ‘azam ia pula akan meninggalkan tiap tiap yang haram atasnya.[7]

 

Tujuan Pendidikan Islam berkaitan dengan sosial, yang mendorong manusia bekerja keras untuk kehidupan akherat.

(Yaa Ali) Perbuat olehmu akan kebajikan dan jikalau serta orang hina sekalipun, kata Sayyidina Ali apakah yang hina itu yaa rasulullah? Sabdanya yaitu: orang yang diberi ingat akan dia tiada menerimanya akan peringatan dan apabila ditegah akan dia tiada tertegah dan tiada memperdulikan dengan barang yang dikata kepadanya.

(Ya Ali) Bermula sedekah sembunyi itu memadamkan ia akan murka Tuhannya dan membawa ia akan berkah dan rizki yang banyak dan berpagi-pagi olehmu dengan sedekah maka bahwasanya bala’ itu turun sebelum pagi maka menolak ia pada hawa yakni udara.[8]

Tujuan pendidikan Islam yang berkaitan dengan pekerjaan sebagai profesi misalnya:

Hai saudaraku, adapun menuntut dunia dan rizki yang halal karena buat nafkah dirinya dan nafkah anak bininya itu wajib pada hukum syara’ atas mukallaf, dan dunia membantukan agama itu dari pada agama juga. Seperti sabda nabi Saw:

Artinya: “bermula menuntut yang halal itu wajib atas tiap-tiap orang Islam”, dan lagi sabda nabi Saw:

Artinya: “Bermula dunia itu tempat berbidang (bertanam) akhirat, yakni dunia itu tempat menghasilkan akan bekal di dalam akherat karena dunia itu tempat perniagaan akhirat”. Dan lagi sabda Nabi Saw: “Bermula dunia ini manis lagi hijau, barang siapa mengusahai dari padanya harta dari pada yang halalnya dan mengeluarkan dia akan dia di dalam yang sebenarnya niscaya diberi Allah akan dia pahala dan memasukkan akan dia di dalam sorga dan barang siapa mengusahai dari padanya akan harta dari pada yang tiada halalnya dan dibelanjakan di dalam tiada sebenarnya niscaya memasukkan Allah Ta’ala akan dia ke dalam negeri yang hina, yaitu neraka jahannam.

Hai saudaraku, adapun menuntut dunia yang menjadi aib dan keji pada hukum syara’ lagi dibenci oleh Allah ta’ala itu yaitulah yang dibuat kekayaan dan kemegahan dan kebesaran semata bukan karena di belanjakan berbuat kebajikan dan bekal menuntut ilmu atau mengajar akan dia dan bersedekah dan barang sebagainya, atau dengan pencarian yang haram atau buat nafkah dan belanja yang haram karena sekaliannya itu membinasakan agama, seperti sabda Nabi Saw:

Artinya: dan jikalau adalah mencari itu karena takabbur dan kebesaran dan buat kelebihan semata-matanya niscaya adalah ia di dalam jalan syaiton.[9]

Dari ungkapan di atas tujuan pendidikan Islam adalah sebgai berikut:

  1. Tujuan pendidikan Islam itu tergantung dari pada niat pencari pendidikan
  2. Pendidikan Islam berujuan mencapai ridha Allah, dan menjauhi larangan-Nya
  3. Pendidikan Islam bertujuan untuk melakukan tranmisi pengetahuan dengan cara mengamalkan apa yang telah di dapatkan selama belajar.
  4. Pendidikan Islam bertujuan untuk menghilangkan manusia dari alam kebodohan

 

Sumber Tulisan

[1] Muhammad Quthb bercerita tentang dirinya sebagai seorang penulis: sudah sekian lama saya membaca quran tapi masih belum menyadari kenyataan itu. Namun, saya merasa bahwa di dalam alQur’an tampaknya terdapat banyak sekali tuntunan-tuntunan mengenai pendidikan, bahwa tuntunan-tuntunan itu mempunyai pengaruh tertentu dalam jiwa seseorang bila sudah merasakan dan menghayatinya, pasti akan mempunyai cara tertentu dalam bertingkah laku, berfikir dan merasa. Ia akan lebih dekat kepada kebenaran dan ketakwaan :akan menjadi seorang yang lebih peka dan lebih berperi kemanusiaan. Saya merasakan hal itu, karena logis dan jelas, tidak memerlukan suatu pemikiran yang sulit dan berat. Lih. Muhammad Quthb, Sistem…, hlm. 11.

[2]  Sunan At Tirmidzi, Bab Ilmu (CD Kutub al Tis’ah), Hadits ke 2570.

[3] Soleh Chambali, Ta’lim…, hlm. 4.

[4] Prof. M Arifin, M.Ed., Filsafat…, hlm 109.

[5] Ali Ashraf, Horison Baru Pendidikan Islam, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996), Cet III, hlm. 107. Selanjutnya disebut “ Horison”

[6] Soleh Chambali, Ta’lim…, hlm. 7.

[7] Ibid., hlm. 20.

[8] Soleh Chambali, Wasiat…, hlm7-8.

[9] Soleh Chambali, … Perniagaan, hlm. 6-7.