Hikmah Mendirikan Ibadah Sholat dalam Kehidupan Sehari-hari – Shalat diwajibkan Allah SWT. atas hamba-Nya untuk menjadi tanda kesyukurannya atas segala nikmat-Nya yang tidak terhitung banyaknya. Dan juga shalat mempunyai pengaruh positif yang bersifat pendidikan spiritual, baik bagi pribadi maupun masyarakat, antara lain adalah:1

Bersifat pendidikan spiritual

a) Shalat memperkokoh hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya.

b) halat merupakan jalan mencapai kemenangan dan keuntungan serta menghapus dosa dan kesalahan.

Bersifat Pendidikan Pribadi 

a) Shalat merupakan ibadah yang terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. sesuai dengan tujuan penciptaan manusia itu sendiri.

b) Shalat mensucikan hati membersihkan jiwa, dan menguatkan kemauan untuk mencapai kemuliaan karena Allah dan melatih diri untuk  mengalahkan pengaruh negatif dunia berupa harta benda, pangkat dan kedudukan.

c) Shalat adalah penenang hati, dan penenteram jiwa, serta mencegah kelengahan yang sering memalingkan manusia dari tugasnya yang mulia dan utama.

d) Shalat merupakan latihan untuk membudayakan sikap disiplin dalam segala tugas dan kewajiban di dalam kehidupan, dengan melaksanakannya tetap dalam  waktu-waktu tertentu  dengan teratur.

e) Shalat mengandung pendidikan tentang kesopanan, ketenangan dan latihan mengkonsentrasikan pikiran terhadap hal-hal yang baik dan bermanfaat.

f) Shalat merupakan pendidikan moral yang praktis, tentang keutamaan, kebenaran dan kejujuran serta menghindarkan diri dari perbuatan fasya’ dan mungkar.

Yang bersifat pendidikan kemasyarakatan ialah:

a) Shalat merupakan pernyataan aqidah yang universal bagi setiap anggota masyarakat, dan aqidah itu yang  mendasari kehidupan sosial dalam perasaan ukhuwah islamiyah.

b) Shalat berjamaah banyak mendatangkan manfaat yang di antaranya adalah:

1) Menyadarkan perasaan dengan menunjukkan kenyataan persamaan derajat umat manusia.

2) Melatih kedisiplinan dan ketaatan dalam perintah umum dengan mengikuti komando imam yang sesuai  dengan perintah Allah SWT.

3)  Merupakan isyarat dalam sistem organisasi untuk memperkuat barisan perjuangan Islam dengan satu komando (pemimpin) yang menghadapi musuh.

4). Membulatkan cita-cita, menuju suatu tujuan yang tunggal mulia, yaitu mencapai keridhaan Allah SWT.

c). Dengan shalat jamaah kaum muslimin dapat bertemu untuk bersama-sama  melaksanakan  ibadah  yang  sama.  Hal  ini memberikan dampak positif antara lain:

  1. Saling mengenal lahir-batin sebagai muslim dan mukmin dan berbagai lapisan masyarakat, yang dapat menimbulkan rasa ukhuwah di antara mereka.
  2. Menimbulkan rasa solidaritas di antara mereka sehingga dapat saling membantu dan tolong menolong dalam kebaikan di antara mereka.
  3. Menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, baik yang bersifat vertikal, maupun yang bersifat horisontal.

d) Shalat merupakan garis pemisah antara orang-orang muslim dengan orang-orang non muslim (kafir ).

Di samping itu, shalat wajib yang kita kerjakan menurut Syeikh  Najmudin adalah sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT. atas nikmat badan. Nikmat badan itu terletak pada indera yang lima, yaitu perabaan, penciuman, pendengaran, penglihatan dan perasaan. Dari tiap-tiap indera tersebut terdapat beberapa nikmat, yaitu sebagai berikut:2

  1. Indera perabaan, nikmat perabaan ada dua, yaitu apabila anda meletakkan tangan di atas sesuatu dan merabanya tentu Anda akan mengetahui bahwa benda tersebut kasar atau lembut, nikmat tersebut disyukuri dengan melaksanakan shalat dua rakaat, yaitu shalat Subuh.
  2. Indera penciuman, Anda dapat mencium bau-bau dari  empat sudut.  Nikmat tersebut disyukuri dengan  melaksanakan shalat empat rakaat (di waktu siang) yaitu shalat Dzuhur.
  3. Indera pendengaran, Anda dapat mendengar suara yang datang dari empat sudut. Nikmat tersebut disyukuri dengan melaksanakan shalat empat rakaat (menjelang sore), yaitu shalat Asar.
  4. Indera penglihatan, jika diam di suatu tempat Anda dapat melihat apa-apa yang ada di sebelah kanan, kiri dan di hadapan Anda. Nikmat tersebut disyukuri dengan melaksanakan shalat tiga rakaat, yaitu shalat Maghrib.
  5. Indera perasaan, anda dapat mengetahui panas, dingin, manis dan asam. Nikmat tersebut  disyukuri  dengan  melaksanakan  shalat empat rakaat, yaitu shalat Isya.

Adapun hikmah menjalankan shalat sunah adalah sesuai dengan shalat sunah apa yang dikerjakan. Namun hikmah menjalankan shalat sunah secara umum adalah sebagai tambahan atau penyempurna shalat wajib yang lima. Meskipun kita telah melaksanakan semua shalat wajib (lima kali sehari semalam) tidak menutup kemungkinan  shalat  yang kita kerjakan terdapat cacat dan kekurangan. Di sinilah peran shalat sunah sebagai penyempurna shalat fardhu kita yang terdapat cacat dan kekurangan.

Baca Juga: Tata Cara Mandi Wajib sesuai Sunnah Nabi SAW

Catatan Kaki

  1. Muhammadiyah Djafar, Pedoman Ibadah Muslim dalam Empat Mahzab Sunni dengan Dalil-dalilnya, Jilid II, (Pasuruan: Garuda Jaya Indah, 1995), hlm. 31-39.
  2. Maman Abdul Djaliel (ed), Menyingkap Rahasia Isra’ Mi’raj Rasulullah, (Bandung: Pustaka Setia, 2000), hlm. 563.