music every where

Just another Blog UMY site

Alam Indonesia sangat kaya. Selain memiliki banyak gunung berapi aktif juga memiliki banyak sungai. Sungai-sungai ini membentang di semua pulau dan menjadi salah satu sumber air di bumi memiliki banyak manfaat bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan keseimbangan alam semesta.

Sungai merupakan sumber air yang berawal dari mata air tertentu atau kumpulan dari beberapa mata air yang menyatu dan mengalir di sepanjang aliran dan jalur hingga berpuncak pada satu tujuan yaitu muara sungai. Sungai-sungai ini membentang di seluruh pulau di Indonesia, salah satunya adalah pulau Jawa . Berikut sungai-sungai yang populer di Pulau Jawa.

1. Bengawan Solo

Berdasarkan data dari riverspace.org, Bengawan Solo adalah sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Jawa. Dua kata yang berarti “tawanan” atau “sungai besar”, Solo (Jawa, ejaan klasik) yang harus ditulis Sala, nama sebuah desa di wilayah Karesidenan Surakarta.

Selain itu,Sungai Bengawan Solo juga mempunyai dua aliran hulu dari daerah Gunung Kidul, Wonogiri dan Ponorogo, kemudian bermuara di daerah Gresik.

Panjang sungai tersebut kurang lebih 548,53 km dan mengalir di dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain itu, Sungai Bengawan Solo juga dikagumi oleh masyarakat dunia, khususnya Jepang karena terinspirasi dari lagu keroncong Gonang yang berjudul sama yaitu Bengawan Solo.

2. Sungai Brantas

Sungai Brantas juga termasuk daftar sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah sungai Bengawan Solo. Terletak di Provinsi Jawa Timur. Sungai ini memiliki hulu di Desa Sumber Brantas, Kesamaan Bumiaji, Kota Batu yang airnya berasal dari cadangan air Gunung Arjuno.

Sungai ini mengalir melalui beberapa daerah di Jawa Timur antara lain Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, dan Mojokerto. Panjangnya mencapai 320 km (panjang sungai utama). Di sungai ini Anda bisa menemukan jembatan besar di tengah aliran ini.

3. Sungai Serayu

Panjang Sungai Serayu membentang dari timur laut hingga barat daya Provinsi Jawa Tengah sejauh 181 km, melewati lima kabupaten yaitu Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan bermuara di Samudera Hindia di wilayah Kabupaten Cilacap.

Sungai tersebut terletak di lereng Gunung Prahu di Dieng, Wonosobo. Mata airnya dikenal dengan nama Tuk Bima Lukar (mata air Bima Lukar). Dengan banyak anak sungai, luas wilayah sungai Serayu adalah 4.375 km². Alirannya kurang lebih barat-barat daya, di sisi selatan dibatasi oleh rangkaian perbukitan yang disebut Pegunungan Serayu Selatan.

4. Sungai Citarum

Citarum merupakan sungai terpanjang dan terbesar yang ada di Pulau Jawa, yakni terletak di Jawa Barat. Dan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar. Sungai Citarum mengalir dari hulu di Gunung Boneka di selatan Bandung mengalir ke utara dan bermuara di Laut Jawa. Citarum berjalan melalui 12 kabupaten / kota.

Citarum memasok air untuk kebutuhan mata pencaharian 28 Juta jiwa, sungai yang menjadi sumber air minum bagi masyarakat Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung. Dengan panjang sekitar 269 km itu juga mengeringkan lahan irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hektare. Citarum merupakan sumber denyut perekonomian Indonesia sebesar 20% PDB (Produk Domestik Bruto) dengan bentangan industri di sepanjang sungai Citarum.

5. Sungai Ci liwung

Mendengar kata sungai Ci Liwung tentunya kita terbayang dengan Ibukota Jakarta dan juga banjir. Sungai Ci Liwung merupakan salah satu sungai terpenting di Tanah Pasundan. Aliran sungai ini sangat terkenal sebab dianggap sebagai salah satu sungai yang setiap tahunnya selalu membawa banjir di wilayah DKI Jakarta karena banjir.

Sungai Ci Liwung memiliki aliran utama sepanjang hampir 120 km. Daerah tangkapan air mencakup 387 km². Kondisi Ciliwung sugai semakin prihatin dengan banyaknya sampah yang berserakan di badan sungai hingga setiap datang musim hujan terjadi banjir.

6. Sungai Pesanggrahan

Sungai Pesanggrahan merupakan salah satu sungai yang terletak di ibu kota Jakarta. Cukup terkenal hampir di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jakarta. Pesanggarahan mengalir dari Kabupaten Bogor, lalu ke kami Depok, berakhir di Tangerang. Beberapa kabupaten yang dilewati sungai ini, seperti Kecamatan Tanah Sereal, Kabupaten Bojong Gede, Kecamatan Sawangan, Kecamatan Limo, dan lain-lain.

Pesanggrahan adalah salah satu sungai paling terkenal di wilayah DKI Jakarta. Namun jika dibandingkan dengan sungai lainnya, sungai Pesanggrahan bisa dikategorikan sebagai sungai terbersih. Sehingga tidak terjadi banjir yang terjadi akibat aliran sungai.

7. Sungai Kali Angke

Mendengar nama Kali Angke tentunya juga menjadi sesuatu yang asing di telinga kita. Kali Angke adalah salah satu nama sungai yang ada di Jakarta. Sungai yang terkenal di Pulau Jawa ini mempunyai hulu di desa Menteng, Bogor yang kemudian melewati Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan kemudian bermuara di Jakarta Barat, tepatnya di Muara Angke.

Ini merupakan sungai yang tidak mudah kering meski musim kemarau tiba. Ini karena sungai ini memiliki hulu di pegunungan secara langsung. Air di sungai seringkali berwarna coklat. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa kandungan lumpur di sungai ini yang membuat air yang mengalir terlihat berwarna coklat.

8. Sungai Cisadane

Ci Sadane adalah salah satu sungai besar di Jawa Barat, Pulau Jawa, yang bermuara di Laut Jawa. Dahulu sungai ini juga disebut dengan nama Ci Gede. Sungai Cisadane mempunyai sumbermata air di Gunung Kendeng, sedangkan hulu sungai ini berada di lereng Gunung Pangrango.

Selain itu, terdapat juga beberapa anak sungai yang berasal dari Gunung Salak. Aliran ini melintasi sisi barat Kabupaten Bogor, terus menuju Kabupaten Tangerang dan bermuara di sekitar Tanjung Burung.

Jika secara keseluruhan, total panjang sungai Ci Sadane kurang lebih sekitar126 km, serta bagian hilirnya cukup lebar dan bisa dilalui perahu kecil. Barulah sekitar abad ke-16 Tangerang (disebut oleh Tome Pires sebagai Tamgaram) yang terletak di tepi sungai ini, telah menjadi salah satu pelabuhan penting tetapi kemudian hilang dengan perkembangan Banten dan Batavia.

9. Sungai Kalimas

Sungai ini tidak terkenal karena panjangnya, akan tetapi memiliki catatan sejarah yang cukup banyak. Kalimas ini  melewati kota Surabaya hanya memiliki panjang 13 km. Hingga saat ini sungai tersebut diabadikan dan di beberapa tempat dijadikan sebagai objek wisata. Salah satu obyek wisata di sungai Kalimas ini terletak di jalan Gubernur Suryo. Berbagai event yang tersedia di sekitar sungai Kalimas bisa Anda nikmati.

Jika Anda sedang menyusuri sungai Kalimas di Surabaya, Anda bisa menyimpan banyak keindahan. Selain sungai yang bersih, Anda juga bisa melihat banyak taman di pinggir sungai. Selama ini bantaran sungai identik dengan daerah kumuh namun dengan pengelolaan Pemkot yang baik, kesan Surabaya bisa hilang.

10. Sungai Progo

Sungai Progo merupakan salah satu sungai besar yang melintasi Kota Yogyakarta. Wilayah Sungai Progo memiliki luas 2.380 km2 yang melintasi Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan panjang 140 km. Namun 75% wilayah Sungai Progo berada di Yogyakarta.

Daerah di sekitar sungai ini cocok untuk lahan pertanian. Di Kecamatan Ngluwar Kabupaten Magelang, Belanda telah merusak Sungai Progo sebagai sarana irigasi bagi masyarakat Yogyakarta. Bendungan ini dikenal dengan nama “Ancol Bligo” yang saat ini digunakan sebagai tempat rekreasi.

Aliran irigasi ini mengalir dari Ngluwar ke arah timur yang membelah Kabupaten Sleman hingga Kabupaten Klaten dan dikenal dengan sebutan Mataram Sewer atau Van Der Wick.

Itulah sepuluh sungai populer di Jawa. Masing-masing memiliki fungsi masing-masing yang telah bermanfaat bagi kehidupan manusia. Masyarakat di pulau Jawa harus menjaga kebersihannya agar tidak terjadi banjir lagi.

Categories: Uncategorized