makalah pengembangan diri

  Uncategorized   May 28, 2011

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Kepribadian manusia adalah suatu kebiasaan atau suatu tindakan yang dilakukan sehari-hari. Pada dasarnya kepribadian manusia adalah kepribadian baik dan kepribadian buruk. Kepribadian manusia terbentuk oleh keadaan sekitar manusia itu hidup atau interaksi manusia tersebut dengan daerah sekitar.

Pada dasar nya kepribadian seseorang sangat berpengaruh terhadap Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ),Yang termasuk dalam IQ adalah Logis Matematis, Linguitis dan Verbal, yang termasuk dalam EQ adalah Interpersonal, Yang termasuk dalam SQ adalah Substansial dan eksistansial.

Orang yang sukses adlah orang yang dapat mengendalikan EQ, IQ, SQ, dan OQ. oleh karena itu apabila seseorang ingin mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya maka orang tersebut harus dapat menguasai ke-4 faktor tersebut.

Saya sebagai manusia biasa belumdapat mengendalikan fektor-faktor tersebut, tetapi setelah membaca materi tentang Pengembangan diri saya telah sedikit tau bagaimana cara untuk dapat menjadi seseorang yang sukses.

  1. B. Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka dapat  dibatasi masalah sebagai berikut ;

  1. Pribadi orang sukses
  2. Pribadi  dan kelemahan saya .
  3. Cara saya menjadi orang sukses.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pribadi Orang Sukses

  1. A. KARAKTER-KARAKTER ORANG SUKSES

1.Karakter yang pertama dalah menjadi orang yang Proaktif terhadap kejadian-kejadian yang dialami.

Orang yang memiliki sikap proaktif pada kejadian-kejadian yang dialami yaitu apa bila mengakami kejadian tik akan melakukan tindakan tindakan bodoh yang dapat merugikan diri nya sendri.

2.Karakter yang ke dua adalah memiliki bahasa-bahasa proaktif, bahasa-bahasa proaktif

Orang yang sukses pasti memiliki bahasa-bahasa yang proaktif, bahasa proaktif yaitu : Akan kukerjakan, Takkan kubiarkan suasana hatimu yang jelek itu   menular kepadaku, Pasti ada jalan, Aku memilihnya, Yuk kita pelajari

kemungkinankemungkinannya, Seharusnya aku bisa lebih   baik dari pada itu

3.Karakter yang ke tiga adalah Memiliki sikap Optimis.

Sikap  Optimis yaitu sikap yang akan menganggap seluruh permasalahan dapat diselesaikan.

Contoh sikap optimis : selalu bertindak bukanlah sebagai korban, memiliki solusi dan pilihan dalam mengatasi suatu masalah,dan lain-lain.

4.Karakter yang ke empat yaitu mengetahui jalan mana yang haus diambil dalam mengarungi kehidupan.

Orang yang sukses adalah orang yang mengerti akan dibawa kemana arah hidupnya dan jalan mana yang akan diambil, bukanlah manusia yang tidaktau arah dan tujuan hidupnya.

  1. B. Kebiasaan-kebiasaan Orang Sukses

Kebiasaan pertama dari Orang sukses adalah selalu berfikir akan keberhasilan bukanlah kegalan yang akan dicapanya. Langkah-langkah yang harus dicapai agar terwujud kemenangan tersebut seperti : mengerti bidang apa saja yanga dapat diwujudkan agar berhasil, selalu sportif dalam berbagai kegiatan, selalu mengingatkan orang lain akan apa yang harus dikerjakannya tanpa harus menyinggung perasaannya.

Kebiasaan kedua dari Orang sukses adalah selalu memahami perasaan orang lain,bkanlah meminta untuk dipahami oleh orang lain. Kebanyakan dari kita tidak mau mengerti perasaan orang lain tetapi selalu menginginkan dimengerti oleh oleh orang lain, hal tersebut dapat menjadikan oranglain akan menjauhi kita.

Kebiasaan selanjutnya yaitu selalu berbuat yang berguna bagi oranglain, dan berperilaku yang enak dilihat oleh oranglain.

  1. C. Mampu memaksimalkan IQ,EQ,SQ.

Manusia diberi Allah dengan multi kecerdasan. Masing-masing harus dapat kita optimalkan agar kita manusia benar-benar menjadi makhluk terbaik di muka bumi ini.

Hal ini lah yang diperhatikan dan diterapkan oleh orang-orang sukses dalam menjalankan dan menentukan arah hidup mereka sehingga mereka dapat menjadi orang yang sukses.

Intelligence Quotient  (IQ) adalah Kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio. Contoh dari IQ adalah Contoh : 3 x 2 = 6,jika IQ manusia unggul hanya dinkmati untuk diri sendiri.namun bila hanya IQ manusia yang tinggi akan berakibat seperti ilmuan yang buta akan hatinya. Hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memerhatikan sekitar nya. IQ saya tidak terlau tinggi dan saya terkadang tidak menyadari kelemahan saya tersebut.

Spiritual Quotient (SQ) adalah Kemampuan memberi makna hidup sebagai puncak spritual (ultimate meaning). Contoh : Semua aktivitas harus bernilai ibadah, Jika SQ manusia unggul maka manusia tersebut unggul di sisi Alloh saja, manusia tersebut hanya memeikirkan segala sesuatu nya hanyalah agama saja, tidak memikirkan yang lainnya. Jika hal ini terjadi maka manusia tersebut bagaikan manusia yang hanya bertapa dikarenakan hana memkirkan akhirat saja.

Emotional Quotient (EQ) adalah Kemampuan mengendalikan emosi dan mendengar suara hati sebagai sumber informasi. Contoh : komitmen, loyalitas , kepekaan, motivasi dan empati. Jika EQ manusia unggul maka manusia tersebut unggul bersama orang lain orang lain. Jika hal ini terjadi manusia tersebut akan menjadi profokataor dan koruptor, dikarenakan manusia tersebut dapat membohongi dan mempengaruhi oranglain dengan baik.namun orang seperti ini tidak dapat berfikir tentang dampak apa yang telah dilakukan nya.

  1. Pribadi saya

A. Karakter-karakter saya

1.Karakter yang pertama dalah saya terkadang  orang yang Proaktif dan terkadang juga merupakan orang yang reaktif terhadap kejadian-kejadian yang dialami. Hal ini terjadi pada saat saya menghadapi masalah terkadang saya masih melakukan tindakan-tindakan bodoh yang mengakibatkan kerugian terhadap saya pribadi.

2.Karakter yang ke dua adalah memiliki bahasa-bahasa proaktif, bahasa-bahasa proaktif dan juga bahasa reaktif.

bahasa proaktif yaitu : Akan kukerjakan, Takkan kubiarkan suasana hatimu yang jelek itu   menular kepadaku, Pasti ada jalan, Aku memilihnya, Yuk kita pelajari

kemungkinankemungkinannya, Seharusnya aku bisa lebih   baik dari pada itu. Namun terkadang saya juga menggunakan bahasa-bahasa reaktif yaitu : saya sudah menyerah untuk mengerjakannya,sudahlah sampai sini saja pemahamannya, saya sudah lelah menghadapi masalah ini.

3.Karakter yang ke tiga adalah Memiliki sikap Optimis dan terkadang saya juga menjadi orang yang pesimis.

Sikap  Optimis yaitu sikap yang akan menganggap seluruh permasalahan dapat diselesaikan. Sikap pesimis yaitu sikap yang menganggap permasalahan yang dihadapi tidak dapat terselesaikan

Contoh sikap optimis : selalu bertindak bukanlah sebagai korban, memiliki solusi dan pilihan dalam mengatasi suatu masalah,dan lain-lain.

Contoh sikap pesimis  : selalu menantikan terjadi apa adanya, selalu memikirkan masalah dan hambatannya.

4.Karakter yang ke empat yaitu mengetahui jalan mana yang haus diambil dalam mengarungi kehidupan.

Saya  adalah orang yang mengerti akan dibawa kemana arah hidupnya dan jalan mana yang akan diambil, bukanlah manusia yang tidaktau arah dan tujuan hidupnya.

B. Kebiasaan-kebiasaan Saya

Kebiasaan pertama dari Saya  adalah selalu berfikir akan keberhasilan bukanlah kegalan yang akan dicapanya namun terkada saya masih memikirkan sesuatu hal yang selalu difikirkan takut akan kegagalan. Langkah-langkah yang harus dicapai agar terwujud kemenangan tersebut seperti : mengerti bidang apa saja yanga dapat diwujudkan agar berhasil, selalu sportif dalam berbagai kegiatan, selalu mengingatkan orang lain akan apa yang harus dikerjakannya tanpa harus menyinggung perasaannya.

Kebiasaan kedua dari Saya adalah selalu memahami perasaan orang lain,bukanlah meminta untuk dipahami oleh orang lain, Namun terkadang saya masing memkirkan Ego saya pribadi. hal tersebut dapat menjadikan oranglain akan menjauhi saya.dan akhirnya terkadang memikirkan kembali apa yang telah saya lakukan.

C. Kurang Mampu memaksimalkan IQ,EQ,SQ.

Manusia diberi Allah dengan multi kecerdasan. Masing-masing harus dapat kita optimalkan agar kita manusia benar-benar menjadi makhluk terbaik di muka bumi ini.

Hal ini lah yang diperhatikan dan diterapkan oleh orang-orang sukses dalam menjalankan dan menentukan arah hidup mereka sehingga mereka dapat menjadi orang yang sukses. Namun hal tersebut belum terlalu mengerti buat saya lakukan.

Intelligence Quotient  (IQ) adalah Kemampuan intelektual, analisis, logika dan rasio. Contoh dari IQ adalah Contoh : 3 x 2 = 6,jika IQ manusia unggul hanya dinkmati untuk diri sendiri.namun bila hanya IQ manusia yang tinggi akan berakibat seperti ilmuan yang buta akan hatinya. Hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memerhatikan sekitar nya. Saya kurang mampu memaksimalkan IQ yang saya miliki dikarenakan masih sedikitnya ilmu pengetahuan yang saya miliki.

Spiritual Quotient (SQ) adalah Kemampuan memberi makna hidup sebagai puncak spritual (ultimate meaning). Contoh : Semua aktivitas harus bernilai ibadah, Jika SQ manusia unggul maka manusia tersebut unggul di sisi Alloh saja, manusia tersebut hanya memeikirkan segala sesuatu nya hanyalah agama saja, tidak memikirkan yang lainnya. Jika hal ini terjadi maka manusia tersebut bagaikan manusia yang hanya bertapa dikarenakan hana memkirkan akhrat saja. Saya merasa Spiritual Quotient saya masih rendah karena terkadang saya mesih melalaikan perintah Alloh untuk melakukan kegiatan yang lainnya.

Emotional Quotient (EQ) adalah Kemampuan mengendalikan emosi dan mendengar suara hati sebagai sumber informasi. Contoh : komitmen, loyalitas , kepekaan, motivasi dan empati. Jika EQ manusia unggul maka manusia tersebut unggul bersama orang lain orang lain. Jika hal ini terjadi manusia tersebut akan menjadi profokataor dan koruptor, dikarenakan manusia tersebut dapat membohongi dan mempengaruhi oranglain dengan baik.namun orang seperti ini tidak dapat berfikir tentang dampak apa yang telah dilakukan nya. Saya merasa Emotional Quotient saya masih perlu ditngkatkan karena saya masih memiliki sikap egois yang tinggi dan canggung terhadap dunia yang baru saya masuki, sehingga saya masih lambat dalam bergaul dan masih lambat dalam menerima hal-hal yang baru saya temui.

  1. Cara Saya Menjadi Orang Sukses

  1. A. Peluang dan kesempatan karir saya

Hal – hal yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang dapat mencapai keberhasilannya dalam karir adalah Hard skills, Soft skills, Praktikal skills, Praktikal skills.

Hard skills adalah kemampuan atau pemahaman yang dimiliki seseorang dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi,menggambarkan wawasan intelektualitas seseorang.  Hard skills diperoleh dari pendidikan seperti sekolah, bacaan atau informasi yang selalu didapat.

Hard skills yang saya miliki :

  1. Saya sangat menguasai ilmu akuntansi karena saya mendalami dari buku-buku yang saya miliki, jurnal-jurnal yang saya baca.
  2. Saya memiliki pengetahuan yang sangat banyak tentang perkembangan bisnis global dari media cetak (Koran) dan media elektronik (TV radio) yang selalu saya ikuti.

Soft skills adalah kemampuan seseorang dalam bersikap pada diri sendiri dan orang lain. Memahami diri diwujudkan dalam bentuk : Percaya diri, Kemampuan komunikasi, Sikap hidup (tanggung jawab, mandiri, dewasa), Motivasi  diri, dan Komitmen . Memahami orang lain diwujudkan dalam bentuk membangun empati dan networking kepada orang lain. Soft skills bersumber pada hati.

Soft skills yang saya miliki :

  1. Banyak orang bilang bahwa saya orang yang mempunyai rasa percaya diri tinggi terutama menyampaikan gagasan/ berbicara di depan orang lain.
  2. Saya mempunyai sikap belum akan menikah sebelum memiliki penghasilan sendiri.
  3. Banyak orang lain bilang terutama orang tua saya bahwa saya orangnya tanggung jawab.

Praktikal skills adalah kemampuan seseorang dalam olah fisik. Contoh praktikal skills adalah kemampuan membuat makanan, kemampuan bercocok tanam, ahli computer, ahli elektronik, pertukangan, otomotif, main musik, olah raga dan lain-lain. Praktikal skills seseorang diperoleh dari belajar praktek langsung.

Praktikal skills yang saya miliki :

  1. Saya dapat menyusun laporan keuangan ( neraca, laba rugi) perusahaan dengan baik.
  2. Saya bisa main sepak bola dengan baik
  3. Saya dapat memperbaiki kerusakan sepeda motor.
  4. Saya dapat menggunakan software keuangan perusahaan seperti DEA,Accurate,dll .

Life skills adalah  kemampuan atau keterampilan seseorang untuk bekal hidup atau menjalani hidup dan kehidupan. Life skills seseorang mayoritas ditekankan pada dua bidang yaitu dapat memiliki sumber keuangan dan dapat membangun keluarga.

Life skills yang saya miliki adalah :

  1. Saya mempunyai pengetahuan yang cukup seputar dunia perbankan, saya dapat menyusun informasi keuangan.
  2. saya mempunyai dedikasi yang kuat dan motivasi tinggi bekerja sebagai Accounting.
  3. setelah  saya mendapatkan penghasilan sendiri maka siap menikah.
  4. B. Hambatan Saya Menjadi Orang Sukses

Hambatan saya menjadi orang sukses terdiri dari beberapa faktor, faktor-faktor tersebut berasal dari dalam diri saya dan juga berasal dari luar diri saya atau lingkungan sekitar saya.

Hambatan-Hambatan tersebut adalah

  1. Hambatan yang berasal dari IQ yang saya milki sekarang masih kurang tinggi atau masih perlu ditingkatkan lagi dan masih perlu banyak belajar hal ini dapat menghambat kemampuan saya dalam menganalisa permasalahan – permasalahan yang saya alami.
  2. Hambatan yang berasal dari SQ yang saya miliki masih cukup rendah dikarenakan masih banyaknya perintah-perintah Alloh SWT yang masih saya tinggalkan dan terkadang masih banyaknya larangan-larangan Nya yang terkadang saya lakukan, hambatan tersebut dapat menghambat saya dalam bertindak dan iman saya.
  3. Hambatan yang berasal dari EQ yang saya miliki masih cukup rendah dikarenakan saya masih memiliki sikap egois yang tinggi dan canggung terhadap dunia yang baru saya masuki, sehingga saya masih lambat dalam bergaul dan masih lambat dalam menerima hal-hal yang baru saya temui, hambatan tersebut sangat menghambat saya dalam memperoleh banyak informasi dan relasi yang saya miliki.
  4. Hambatan yang berasal dari Hard skill yang saya miliki masih cukup rendah dikarenakan masih sedikitnya buku-buku yang saya baca, dan terbatasnya media informi yang saya miliki.
  1. Hambatan yang berasal dari  Soft skill   yang saya miliki masih perlu ditingkatkan dikarenakan masih sedikitnya latiahan saya terhadap soft skill saya hal tersebut terjadi dikarenakan terbatasnya wadah untuk saya untuk mengembangkan soft skill yang saya mliki.
  2. Hambatan yang berasal dari  Praktikal skills skill   yang saya miliki masih perlu ditingkatkan dikarenakan masih sedikitnya wadah saya untuk mempraktekkan teori – teori yang selama ini saya dapat di bangku perkuliahan.
  3. Hambatan yang berasal dari  Life skills yangsaya miliki masih perlu ditingkatkan dikarenakan life skill yang saya miliki belum saya terapkan pada dunia yang nyata.

BAB III

PENUTUP

  1. Cara Saya Menjadi Orang Sukses

  1. Empati adalah Keadaan mental yang membuat seseorang merasa dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang lain atau kelompok lain. Dengan empati orang-orang disekitar kita akan merespon baik kepada kita.

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam membangun empati :

  1. Memenuhi jani-janji yang pernah kita buat dengan orang lain.

Contoh janji-jaji yang dapat dilakukan :

  1. Pada saat kita keluar rumah untuk main tepati janji kepada orang tua kapan kita akan pulang dan kemana kita pergi.
  2. Sebelum kita memberikan janji-janji kepada orang lain seperti mengajak makan siang bareng atau yang lainnya, sebaiknya kita ingat apakah kita dapat memenuhinya atau tidak.
  3. Lakukan perbuatan – perbuatan baik terhadap orang lain.

Contoh perbuatan baik yang dapat dilakukan :

  1. Menolong teman yang membutuhkan sepeda motor pada teman yang membtuhkannya.
  2. mengucapkan terima kasih kepada orang/pihak-pihak yang telah membantu kita
  3. Peliharalah kesetiaan.

Contoh ksetiaan  yang dapat dilakukan :

  1. Cobalah untuk melakukan percakapan-percakapan yang baik.
  2. cobalah untuk menahan diri untuk tidak membicarakan oranglain.
  3. Dengarkanlah pendapat oranglain.

Contoh saat-saat untuk mendengarkan pendapat oranglain:

  1. Mencobalah untuk mendengarkan pendapat oranglain daripada memberikan pendapat yang tidak jelas.
  2. ingat-ingatlah kepada siapa saja kamu tidak pernah meluangkan waktu untuk mendengarkan pendapat oranglain.
  3. Hal-hal yang dilakukan dalam meningkatkan IQ adalah
    1. Perbanyak membaca buku-bacaan yang berguna.
    2. Perbanyak melakukan latihan-latihan mengerjakn soal-soal.
    3. Hal-hal yang dilakukan dalam meningkatkan dalam meningkatkan SQ adalah
      1. Memperbanyak mendengarkan siraman rohani.
      2. Memperbanyak tadarus setelah sholat.
      3. Hal-hal yang dilakukan dalam meningkatkan dalam meningkatkan  EQ adalah
        1. Benyak mengikuti organisasi-organisasi kemahasiswaan.
        2. Ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan di kampus.
        3. Hal-hal yang dilakukan dalam meningkatkan Hard skill adalah

untuk meningkat kan kemampuan Hard skill sama dengan usaha untuk meningkatkan kemampuan IQ.

  1. Hal-hal yang dilakukan dalam meningkatkan soft skill adalah memerbanyak pelatihan-pelatihan untuk berinteraksi dengan masyarakat.
  2. Hal-hal yang dilakukan dalam meningkatkan praktikal skill adalah dengan memperbanyak pelatihan teori-teori yang sudah kita dapat dari bangku kuliah.
  3. Hal-hal yang dilakukan dalam meningkatkan Life skill adalah dengan banyak melihat kejadian-kejadian nyata yang terjadi di masyakat.

DAFTAR PUSTAKA

Danu Pranata, 2006, Mata Kuliah Pengembangan Diri, Fe UMY, http//fe.umy.co.id/upgrade/course/viewphp?id=54, 18 September 2010.

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.