Catatan Must-fee

Accounting Zone

Ditulis oleh Indra Riana
Thursday, 13 March 2008
Harian kompas, pada tanggal 13 maret 2008 memberitakan bahwa Kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus terjadi akhir-akhir ini membuat pengusaha sulit memutar usahanya. Selain mereka harus membeli bahan baku yang mahal, pendapatan mereka juga menurun karena berkurangnya pembeli. Melihat kondisi pasar yang tak kondusif itu, pengusaha meminta dukungan pemerintah berupa pengurangan pajak. “Jika pajak dikurangi, harga bisa bersaing dan terjangkau, “kata Thomas Darmawan, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia, di Jakarta.

Tuntutan Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia ini terasa sangat wajar di saat perekonomian sedang sulit sepert ini. Karena industri restoran ini merupakan salah satu industri kerakyatan yang mendukung perekonomian Indonesia dan menampung banyak tenaga kerja. Apabila banyak restoran yang tutup tentunya banyak karyawannya yang menjadi korbannya. Sayangnya, tidak ada catatan berapa banyak restoran yang tutup di karenakan kenaikan harga bahan pokok yang semakin mahal ini. Apabila pemerintah menurunkan pajak restoran yang merupakan tarif tertinggi saat ini sebesar 10% tentunya yang sangat diuntungkan adalah masyarakat, karena akan meningkatkan dayabeli mereka. Sudah menjadi pilihan masyarakat untuk makan direstoran saat ini, karena ternyata makan direstoran lebih murah di bandingkan dengan masak sendiri bagi kaum bujangan dan keluarga kecil tentunya.

Namun ada satu hal yang pula diperbaiki oleh Pemerintah Daerah untuk meningkatkan daya saing industri restoran ini yaitu dengan menurunkan batasan peredaran usaha (omset) pengusaha restoran yang harus memungut Pajak Restoraan ini. Berdasarkan Peraturan Daerah / Perda No. 8 Tahun 2003 Tentang Pajak Restoran Wilayah Provinsi DKI Jakarta, Restoran atau rumah makan yang memiliki omset atau peredaran usaha di bawah 30 juta rupiah pertahun tidak perlu memungut Pajak Restoran ini.

Adilkah batasan 30 juta rupiah pertahun ini ?. Apabila restoran beroperasi selama 360 hari maka batasan omset perharinya adalah sebesar Rp 30 Juta/ 360 hari, yaitu sebesar Rp 83.333 perhari. Artinya adalah seorang tukang mie ayam pinggir jalan pun seharusnya sudah terkena Pajak Restoran ini apabila menjual 20 mangkok mie ayam seharga Rp 5.000 setiap harinya. Sudah tentu penjual mie ini tidak perlu membayar pajak apapun juga karena usahanya di pinggir jalan ini. Bayangkan seorang pengusaha restoran yang menjual menjual 20 mangkok mie ayam seharga Rp 5.000 setiap harinya, masih harus memungut pajak restoran sebesar 10% dan harus membayar pajak-pajak lainnya.

Bandingkan dengan batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai yang tidak perlu mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan No.552/KMK.04/2000, bahwa pengusaha yang memiliki Barang Kena Pajak dengan jumlah peredaran bruto tidak lebih dari Rp 360.000.000,00 (tiga ratus enam puluh juta rupiah) per tahun atas penyerahan barangnya tidak perlu memugut PPN . Batasan Pajak Pertambahan Nilai menurut UU PPN ini sangat lebih manusiawi dan memihak rakyat kecil, karena dengan omset perhari sebesar Rp 1 juta baru seorang pengusaha harus mengenakan PPN.

Apabila Pemerintah Daerah mengenakan batasan ini dalam pengenaan Pajak Restoran tentunya seorang pengusaha restoran tidak perlu cemburu dengan seorang tukan mie ayam dan biaya pengawasan yang di lakukan Pemda menjadi lebih murah serta lebih memberikan kesempatan kepada industri restoran kecil berkembang. Jangan lupa industri restoran membuka banyak kesempatan kerja bagi tenaga yang tidak memiliki pendidikan yang tinggi

Untuk warga Jakarta tinggal kita serahkan pada “Ahlinya” saja, bukan !

Categories: perpajakan, UMKM

About mohammad alfian

mahasiswa akuntansi UMY yang mencoba menuliskan apa yang dia tahu, dan membaginya walau pun cuman sedikit pengetahuan Q, semoga bisa bermanfaat>>>>>>>>>

PROFIL AKU

mohammad alfian

mahasiswa akuntansi UMY yang mencoba menuliskan apa yang dia tahu, dan membaginya walau pun cuman sedikit pengetahuan Q, semoga bisa bermanfaat>>>>>>>>>


Popular Posts

Cara Memperbaiki Fla

Cara Memperbaiki Flashdisk Yang Tidak Terbaca Di Komputer. kali ini ...

Makalah Saham

URAIAN TEORITIS 2.1 Ruang Lingkup Saham 2.1.1 Pengertian Saham Saham (stocks) adalah surat ...

Hello world!

Welcome to Blog UMY. This is your first post. Edit ...

Pembahasan pajak tun

Kontanonline.com, 1 Juni 2011 JAKARTA. Masyarakat penikmat film harap ...

Dampak Kenaikan harg

Dalam situasi ekonomi masyarakat yang sedang sulit, dan ekonomi makro ...