PENGGUNAAN TEPUNG IKAN FERMENTASI DALAM RANSUM AYAM BROILER TERHADAP KADAR LEMAK DAGING DAN PERSENTASE LEMAK ABDOMEN

  peternakan, UMKM   June 11, 2011

Makalah Seminar Usulan Penelitan

PENGGUNAAN TEPUNG IKAN FERMENTASI DALAM RANSUM AYAM BROILER TERHADAP KADAR LEMAK DAGING DAN PERSENTASE LEMAK ABDOMEN

Oleh :

KIKI NUR SULISTRIYONO

D1C006031

Pembimbing I : Dr. Ir. Ning Iriyanti, MP.

Pembimbing II : Dr. Ismoyowati, SPt. MP.

Seminar Dilaksanakan pada Hari/ tanggal : ……………………

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS PETERNAKAN

PROGRAM STUDI NUTRISI DAN MAKANAN TERNAK

PURWOKERTO

2009


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kebutuhan protein asal ternak akan meningkat sejalan dengan bertambahnya penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi bagi kesehatan. Ayam broiler merupakan salah satu komoditas peternakan yang dapat dijadikan sarana pemenuhan kebutuhan protein tersebut, mengingat ayam broiler dalam waktu yang relatif singkat dapat menghasilkan daging, digemari masyarakat dan harganya relatif terjangkau.(Fadilah, 2005). Keberhasilan suatu usaha peternakan ayam broiler sangat ditentukan oleh bibit unggul, tatalaksana pemeliharaan yang baik, dan ransum yang seimbang (Roni Fadilah,dkk, 2007).

Bahan pakan penyusun ransum yang biasa digunakan adalah jagung, tepung ikan, bungkil kedelai, dedak, topmix, kapur dan minyak. Tepung ikan lokal di Indonesia memiliki potensial sangat besar sebagai bahan baku untuk membuat tepung ikan. Namum produk yang kaya dengan protein dan mineral ini, kualitasnya masih rendah dengan kadar garam dan kadar air yang cukup tinggi. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas tepung ikan adalah dengan cara fermentasi, mengunakan mikroba (mikroba isolat N3, hasil penelitian Iriyanti,dkk, 2008), hasil fermentasi tepung ikan dengan mikroba isolat N3 ternyata mampu meningkatkan kadar protein dan menurunkan kadar lemak yang disebabkan mikroba N3 mampu menghasilkan enzim lipase dan protease yang dapat meningkatkan kecernaan nutrien.

Perumusan Masalah

Bahan ransum ternak terutama bungkil kedele, jagung, tepung ikan sampai sekarang masih merupakan bahan ransum impor, sehingga ketersediaannya bergantung dari luar negeri, sedangkan tepung ikan yang berasal dari dalam negeri kurang dapat dimanfaatkan karena kualitasnya rendah dengan kadar garam dan kadar air yang cukup tinggi. Untuk meningkatkan kualitas tepung diperlukan suatu perlakuan yaitu dengan difermentasi mengunakan mikroba yang mampu meningkatkan kualitas tepung ikan. Salah satu mikroba yang digunakan untuk menurunkan kualitas tepung ikan adalah mikroba isolat N3 (hasil penelitian Ning Iriyanti,dkk,2008). Adanya mikroba isolat N3 yang mampu menghasilkan enzim lipase dan mampu meningkatkan kecernaan lemak, diharapkan dengan pemberian tepung ikan fermentasi mengunakan isolat N3 dapat menurunkan kadar lemak daging dan persentase lemak abdomen.

Hipotesis

Penggunaan tepung ikan fermentasi pada ransum ayam broiler sampai level 6%  mampu menurunkan kadar lemak daging dan persentase lemak abdomen.

Tujuan penelitian

Mengkaji pengaruh pengunaan tepung ikan fermentasi dalam ransum ayam broiler terhadap kadar lemak daging dan persentase lemak abdomen.

Manfaat penelitian

  1. Memberikan informasi tentang pengunaan tepung ikan fermentasi dalam ransum ayam broiler terhadap kadar lemak daging dan persentase lemak abdomen.
  2. Memberikan informasi tentang alternatif peningkat kualitas tepung ikan lokal dengan melalui fermentasi.


TINJAUAN PUSTAKA

Tepung ikan

Menurut Mardiyani dkk (2008), proses pembuatan tepung ikan adalah sebagai berikut :

Ikan dibersihkan dari kotoran yang mungkin          Ikan direbus selama 30 menit

ada berupa kertas, ranting, atau mata kail                dan selanjutnya ditiriskan

Ampas hasil pengepresan segera                 Selanjutnya dilakukan pengepresan

Dijemur sampai kering                           untuk memisahkan cairan lemak

yang dikandungnya

Ampas yang telah kering segera                             Tepung ikan

digiling sampai halus dan diayak

Fermentasi

Proses fermentasi sering didefinisikan sebagai proses pemecahan karbohidrat dan asam amino secara anaerobik, yaitu tanpa memerlukan oksigen. Senyawa yang dapat dipecah dalam proses fermentasi adalah karbohidrat, sedangkan asam amino hanya dapat dipecah oleh beberapa mikroba tertentu (Fardiaz, 1992). Pengawetan dapat dilakukan dengan fermentasi, yaitu dengan melibatkan peran mikroorganisme. Faktor-faktor yang mempengaruhi fermentasi, antara lain: asam, penggunaan kultur murni, suhu, oksigen, dan bakteri asam laktat. (Nuraini, 2008), fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa organik menjadi senyawa sederhana yang melibatkan mikroorganisme.

Ayam Broiler

Ayam broiler merupakan salah satu ternak unggas yang dapat menyediakan daging dalam waktu relatif cepat dibandingkan ternak lain, harganya relatif murah, dapat diterima oleh berbagai kalangan (Suharno, 2002). Ayam niaga pedaging dapat dipasarkan sesuai dengan permintaan atau keinginan konsumen. Konsumen ada yang menyukai ayam niaga pedaging dengan umur lima minggu yang mempunyai bobot badan antara 1 sampai 2,5 kg (Suharno dan Nazarudin, 1994).

Kadar lemak daging dan persentase lemak abdomen

Lemak daging merupakan lemak yang berada dibagian tubuh (karkas) yang sangat menentukan dalam kualitas dari ayam pedaging. Semakin besar persentase lemak daging, maka semakin menurun kualitas daging ayam pedaging tersebut sebab konsumen menghendaki kadar lemak dalam daging yang rendah. Havenstein et. al. (2003) menjelaskan bahwa lemak dalam ayam pedaging (umur 43 hari) sekitar 10-15% dari total bobot karkas.

Lemak abdomen merupakan lemak yang terdapat disekitar organ dalam yang melekat pada empedal dan sepanjang usus halus, disekitar cloaca dan berakhir pada pertemuan antara proventiculus dengan venticulus (Becker et al., 1981). Persentase lemak abdomen berhubungan erat juga dengan ransum yang terkonsumsi. Deaton et al (1980) menyatakan bahwa semakin tinggi lemak dalam ransum, semakin tinggi pula kadar lemak abdominalnya.

METODE PENELITIAN DAN ANALISIS

Materi Penelitian

Materi yang digunakan adalah DOC ayam broiler sebanyak 80 ekor dengan strain Loghmann “millennium” dari CV. Multibreeder, isolat bakteri N3, jagung, dedak, bungkil kedelai, tepung ikan, minyak, tepung ikan fermentasi, tepung batu kapur, garam, DL-Meth, lysis, topmix.

Alat dan Bahan yang digunakan dalam penelitian

Adapun peralatan yang digunakan kandang sebanyak 20 petak, lampu 60 watt sebanyak 20 buah, tempat pakan dan minum masing- masing 20 buah, ember, oven, mesin crumbel, timbangan, alat hitung, kandi, terpal, termometer, hidrometer, plastik, tambang, kawat, tang, pisau, alat tulis, alat vaksin.

Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah percobaan eksperimental, secara in vivo dengan pemeliharaan ayam broiler selama 35 hari.

Rancangan Percobaan

Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalam penelitian ini adalah penambahan tepung ikan fermentasi dengan perlakuan sebanyak 4 dan ulangan 5 kali, dengan setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam.

Macam perlakuan yang diterapkan sebagai berikut :

R0 = Pakan kontrol

R1 = Pakan kontrol  + tepung ikan fermentasi 2 %

R2 = Pakan kontrol  + tepung ikan fermentasi 4 %

R3 = Pakan kontrol  + tepung ikan fermentasi 6 %

Sesuai dengan rancangan yang digunakan dan perlakuan yang diuji maka model matematisnya adalah:

Yij =  + i + ij

Keterangan:

Yij =  Hasil  perlakuan ke i dan ulangan ke j

=  Nilai tengah perlakuan

i =  Pengaruh perlakuan ke- i

ij =  Galat percobaan

i        =  1 – 4 (banyaknya perlakuan)

j        =  1 – 5 (banyaknya ulangan)

Macam Peubah yang Diamati

Peubah yang diukur adalah kadar lemak daging (%) dan persentase lemak abdomen ayam broiler(%).

Metode Pengambilan Sampel dan Analisis Data

Pengambilan sampel

Variabel yang diukur untuk mengetahui pengaruh level pemberian tepung ikan terfermentasi pada ayam broiler adalah persentase lemak daging dan persentase lemak abdomen. Penghitungan Persentase lemak daging adalah persentase lemak dalam tiap 100 g daging yang di ambil pada bagian dada. Persentase lemak abdomen adalah bobot lemak abdomen yang diperoleh dari penimbangan lemak abdomen yang terdapat di sekitar organ dalam yang melekat pada empedal, sepanjang usus halus, di sekitar kloaka, dan anus. (Rose, 1997)

Rumus persentase lemak abdomen =

Rumus persentase lemak daging  =

Analisis lemak kasar: satu set alat sokhlet, kertas saring bebas lemak, eksikator, timbangan analitik merk shimandzud kapasitas 200.000 miligram dengan ketelitian 0.0001 gram.

Analisis Data

Data yang diperoleh dimasukan dalam tabulasi data yang tertera pada tabel, dan analisis menggunakan analisis variansi (Steel dan Torrie, 1991). Selanjutnya apabila analisis menunjukan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Orthogonal Polynomial.

Tabel 1 . Data hasil Penghitungan kadar lemak daging dan persentase lemak abdomen.

Perlakuan Ulangan
1 2 3 4 5 Yi
R0

R1

R2

R3

Yij
Total Y..

Tabel 2. Analisis Variansi

Sumber Variasi Derajat Bebas Jumlah Kuadrat Kuadrat Tengah F hitung F tab

0.05         0.01

Perlakuan

Galat

JKP

JKG

2

18

KTP

KTG

KTP/KTG

= ….

Total JKT 20 KK=……

Kriteria Penerimaan Hipotesis

Kriteria penerimaan hipotesis apabila p>0,05 maka H0 diterima, jika  p<0,05 maka H1 diterima. Jika H0 diterima berarti tidak ada beda pada perlakuan dan H1 diterima berarti ada beda pada perlakuan.

Tata Urutan Kerja

1. Tahap Penyiapan Tepung Ikan yang Difermentasi mikroba isolat N3

Tepung ikan difermentasi menggunakan bakteri isolat N3. tepung ikan sebanyak 500 gram ditambah dengan aquadest 1: 0,5 ditambah dengan mineral 1 (K2HP4 0,6 g dalam 100 ml aquadest) dan mineral II (NaCl 1,2 g; (NH4)2 SO4 1,2 g; KH2PO4 0,6 g; CaCL2 0,12 g; MgSO4.7H2O 0,25 g  dalam 100 ml aquadest), disterilkan menggunakan autoclave pada suhu 121 OC selama 20 menit. Tepung ikan diinokulasikan dengan inokulum sebanyak 10% dari bobot substrat dengan kandungan mikroba sebesar 106-108 sel/ml diinkubasi secara batch culture pada pH 6,8 dan pada suhu ruang, waktu inkubasi selama 5 x 24 jam. Pemanenan hasil fermentasi dilakukan dengan cara : tepung ikan fermentasi dioven pada suhu 40 OC selama 2 hari untuk menghentikan aktivitas mikroba. Setelah kering dilakukan analisis Bahan Kering, Protein Kasar, dan Lemak Kasar. (AOAC, 1994).

2. Tahap persiapan kandang

Membersihkan kandang serta menyiapkan perlengkapan kandang, mensucihamakan kandang dan peralatannya dengan menyemprotkan disinfektan  dan pengapuran kandang, serta pengacakan kandang dan pemberian tanda pada tiap petak kandang untuk membedakan perlakuan dan ulangan.

3. Tahap pelaksanaan

Pemeliharaan dilakukan selama 35 hari dengan cara pemeliharaan Penimbangan DOC dan memasukan ke dalam kandang yang sebanyak 4 ekor setiap petak kandang, Pemberian ransum disesuaikan dengan perlakuannya secara ad libitum terkontrol dan pemberian air minum secara ad libitum serta melakukan penimbangan pada ayam broiler setiap minggu

Tahap terakhir setelah pemeliharaan selesai adalah tahap prosesing untuk memperoleh persentase lemak abdomen dan lemak daging dengan cara sebagai berikut :

a.          Menimbang bobot hidup ayam, kemudian ayam dipotong darah dibiarkan mengalir sampai berhenti,

b.         Siapkan air panas, ayam dimasukan kedalam air panas ( suhu 650-800 C ) selama 5-30 detik,

c.          pencabut bulu,Kepala, leher, ceker, dan ujung kedua sayap dipotong dan dipisahkan ,viscera ayam dikeluarkan,

d.         pengambilan lemak abdomen dan lemak daging.

Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal ……… sampai tanggal ……… 2009 yang bertempat di Experimental  Farm dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan ternak, Fakultas Peternakan,UNSOED, Purwokerto.

Jadwal Kegiatan

Tabel 5. Jadwal Kegiatan

No Jenis Kegiatan Bulan
1 2 3 4
1. Persiapan X X
2 Pelaksanaan Penelitian X X X X X
3. Pengambilan data dan analisis data XX
4. Pembuatan laporan X X X X

Keterangan : X = minggu

Daftar Pustaka

AOAC. 1990. Offical Methods of Analysis.associatioan of  Official Analytical Chemists. Washington D.C. USA.

Deaton, J. W., J. L. Mc Naughton, F. N. Reece and B.D. Lott. 1980.  Abdominal fat of  broiler as influenced by dietary level of Animal Fat. Poultry Scince 60 : 1250-1253.

Fadilah, R. 2005. Panduan mengelola peternakan Ayam Broiler Komersial. Agromedia Pusaka. Jakarta. Hal : 34-90

Fadilah, R., Polana, A., Alam, S., dan Parwanto, E., 2007. Sukses beternak ayam Broiler. Agromedia Pusaka. Jakarta. Hal : 18-45

Fardiaz, S. 1992. Mikrobiologi Pangan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Havenstein, G. B., P. R. Ferket, and M. A. Qureshi. 2003. carcass composition and yield of 1957 versus 2001 broilers when fed representative 1957 and 2001 broiler diets. Poultry Scince. 82:1509–1518.

Iriyanti, Ning., Rustomo B., dan Aris R.I. 2008. Isolasi Dan Identifikasi Mikroba Rumen  Penghasil Antihistamin “ Histamine Methyl Transferase “. Laporan hasil Penelitian Fundamental.Fakultas Peternakan UNSOED. Purwokerto. Hal : 1-4.

Mardiyani, Yatik; Itsna Nofianti F; Amin Mustaqim; Sri Utami; Wisnu Hidayat. 2008. Peningkatan Keterampilan Pengolahan Bahan Makanan Berbahan Dasar Ikan dan Singkong (Pengabdian Pada Masyarakat dalam Rangka Meningkatkan Status Gizi Keluarga Desa Tempuran Kecamatan blora). Program Kreativitas Mahasiswa; Bidang Kegiatan PKMM. Universitas Negeri Semarang. Semarang.

Nuraini, Rahma. 2008. Teknik Pengawetan Ikan untuk Dikonsumsi dengan Metode Fermentasi Ensiling. Tugas Bioteknologi. Program Studi Biologi Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung. http://www.sith.itb.ac.id/profile/pdf/paksonyheru/Teknologi%20Pengawetan%20Ikan-1.pdf. Diakses pada tanggal 4 Juni 2009

Soeharno dan Nazarudin.  1994.  Ternak Komersial.  Panebar Swadaya.  Jakarta.

Steel , R.G.D. and J.H. Torrie. Principles and prosedures of statistics. Terjemahan oleh B. Sumantri. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika suatu pendekatan Biometrik. Edisi kedua. PT. Gramedia Pusaka Utama. Jakarta. Hal: 237-267.

Suharno, B. 2002. Agribisnis Ayam Ras. Penebar Swadaya. Jakarta.

Tags:

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.