ekonomi

Hanya Blog UMY situs lain

annotated bibliography

Posted by 20160430083 0 Comment

ANALISIS PENGARUH, JUMLAH  UANG BEREDAR, KURS  TERHADAP  EKSPOR DI INDONESIA

TAHUN 2014 – 2016

Negara dengan sistem perekonomian terbuka tak dapat menghindar dari arus perdagangan internasional. Perdagangan luar negeri juga membuka kesempatan bagi suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efsien dan cara-cara manajemen yang lebih modern. Aktifitas perdagangan internasional juga menghadapi berbagai tantangan dan risiko akibat keputusan politik pemerintah sepert perjanjian antar negara dan jalur distribusi. Selain kurs, ekspor juga dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Hal ini disebabkan karena inflasi akan mendorong pelemahan daya saing dan akhirnya menyebabkan penurunan ekspor. Jumlah uang yang beredar berpengaruh terhadap neraca transaksi berjalan Indonesia karena jumlah uang beredar yang banyak akan menyebabkan inflasi yang tinggi yang kemudian akan mengganggu keseimbangan transaksi berjalan. Neraca perdagangan suatu negara dapat dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar melalui mekanisme harga barang ekspor dan harga barang impor. Apabila jumlah uang yang beredar naik, harga domestik naik dan harga barang impor turun. Hal ini menyebabkan ekspor turun dan impor naik. Akibatnya, posisi neraca perdagangan akan defisit, demikian sebaliknya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar periode lalu baik jub(1) berpengaruh negatif terhadap ekspor periode sekarang. Hubungan tersebut menjelaskan bahwa ketika jumlah uang beredar itu meningkat, neraca pembayaran pada nilai ekspor mengalami surplus, berarti ada devisa yang masuk ke dalam negara, maka jumlah uang beredar di periode lalu itu akan menurunkan jumlah uang beredar.  Kurs(-1) atau ekspor periode lalu berpengaruh positif terhadap ekspor periode sekarang. Itu berarti sesuai dengan hipotesis dan sesuai dengan teori yang ada, yaitu ketika kurs mengalami depresiasi nilai mata uang dalam negeri secara relatif terhadap mata uang asing menurun, volume ekspor akan menaik.

 

 

  1. I Gede Yoga Mahendra, I Wayan Wita Kesumajaya.(2015) Analisis Pengaruh Investasi, Inflasi, Kurs Dollar Amerika Serikat dan Suku Bunga Kredit Terhadap Ekspor Indonesia Tahun 1992 – 2012. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan 4, No. 5, Mei 2015.

https://media.neliti.com/media/publications/44541-ID-analisis-pengaruh-investasi-inflasi-kurs-dollar-amerika-serikat-dan-suku-bunga-k.pdf

Dalam jurnal ini mengetahui pengaruh investasi, inflasi, kurs dollar Amerika Serikat d.an suku bunga kredit secara serempak maupun parsial terhadap ekspor Indonesia tahun 1992-2012. Serta untuk mengetahui variabel bebas yang ber.pengaruh dominan terhadap ekspor Indonesia tahun 1992-2012. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara serempak investasi, inflasi, kurs dollar Amerika Serikat dan suku bunga kredit berpengaruh terhadap ekspor Indonesia tahun 1992-2012. Secara parsial, kurs dollar Amerika Serikat dan suku bunga kredit berpen.garuh signifikan terhadap ekspor Indonesia tahun 1992-2012, sedangkan nvestasi dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap ekspor Indonesia tahun 1992-2012. Selanjutnya, variabel kurs dollar Amerika Serikat merupakan variabel yang berpengaruh dominan terhadap ekspor Indonesia tahun 1992-2012.

Secara kumulatif, nilai total ekspor Indonesia dari tahun 1992-2012 mencapai angka 1.770.574,3 juta US $ dan cenderung meningkat dengan persentase perkembangan rata-rata total ekspor sekitar 8,66 persen setiap tahun. Tahun 2010 pencapaian total ekspor Indonesia mencapai nilai 157.779,1 juta US $ dengan peningkatan perkembangan ekspor tertinggi yaitu sebesar 35,42 persen dari tahun sebelumnya dan penurunan perkembangan total ekspor tertinggi terjadi pada tahun 2009 sebesar -14,97 persen dari tahun sebelumnya dengan nilai 116.510,0 juta US $. Tahun 2011 pencapaian total ekspor Indonesia mencapai nilai tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya selama periode 1992-2012 yang menyentuh angka 203.496,6 juta US $ dan ekspor yang paling rendah terjadi pada tahun 1992 yaitu sebesar 33.967,0 juta US $. Keadaan ekspor di Indonesia yang berfluktuasi pada tahun 1992-2012 menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan, terutama keadaan menurunnya ekspor Indonesia tahun 1992-2012.  Pemerintah beserta Bank Indonesia sebagai otoritas moneter supaya tetap menjaga tingkat suku bunga kredit agar selalu rendah dan juga menjaga kestabilan kurs dollar Amerika Serikat, karena kudua variabel tersebut sangat berpengaruh terhadap ekspor Indonesia. Selain itu kurs dollar Amerika Serikat mempunyai pengaruh yang dominan terhadap ekspor Indonesia tahun 1992-2012 dan sangat mudah mengalami fluktuasi akibat goncangan ekonomi. Adanya kebijakan dari permerintah dan Bank Indonesia dalam menekan tingkat suku bunga kredit serta menstabilkan kurs dollar Amerika Serikat diharapkan dapat meningkatkan ekspor Indonesia dari tahun ke tahun, sehingga pendapatan nasional bertambah melalui devisa yang diperoleh dari kegiatan ekspor tersebut.

 

  1. RAy Fani Arning Putri, Suhadak, Sri Sulasmiyati. (2016) . Pengaruh Inflasi dan Nilai Tukar Terhadap Ekspor Indonesia Komoditi Tekstil dan Elektronika Ke Korea Selatan (Studi Sebelum dan Setelah ASEAN Korea Free Trade Agreement Tahun 2011). Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) Vol. 35 No. 1 Juni 2016.

https://media.neliti.com/media/publications/86958-ID-pengaruh-inflasi-dan-nilai-tukar-terhada.pdf

Dalam jurnal ini mengetahui pengaruh inflasi dan nilai tukar secara simultan dan parsial terhadap ekspor Indonesia komoditi tekstil dan elektronika ke Korea Selatan sebelum dan setelah pemberlakuan ASEAN Korea Free Trade Agreement (AKFTA) tahun 2011. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan data time series dari inflasi, nilai tukar, dan ekspor Indonesia komoditi tekstil dan elektronika ke Korea Selatan. Sebanyak 36 data periode Januari 2009-Desember 2011 dan Januari 2012-Desember 2014 dijadikan sampel penelitian.
Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa inflasi dan nilai tukar berpengaruh signifikan secara parsial dan simultan terhadap ekspor Indonesia komoditi elektronika ke Korea Selatan sebelum AKFTA tahun 2011 namun sisanya tidak berpengaruh secara signifikan.

FTA merupakan perjanjian kerjasama perdagangan antar dua negara atau lebih yang terbentuk untuk mengurangi dan menghilangkan hambatan perdagangan, tariff, dan non-tarif” (BPPK Kemenlu RI, 2010:1). FTA terus menerus mengalami peningkatan terbukti dengan semakin banyaknya negara yang berminat besar untuk melakukan FTA baik secara bilateral maupun regional. Salah satu kerjasama yang terbentuk secara regional adalah ASEANKorea Free Trade Agreement.Kawasan perdagangan bebas yang tercipta karena adanya AKFTA, membuka peluang lebar bagi Indonesia untuk meningkatkan transaksi internasionalnya yaitu dengan melakukan ekspor. Industri tekstil dan elektronik memiliki peran yang cukup besar dalam ekspor. Hasil industri tekstil dan elektronik menduduji peringkat pertama dan kedua dalam sepuluh besar
hasil industri utama Indonesia yang diekspor ke Korea Selatan, disamping olahan karet, minyak
kelapa sawit, hasil hutan, alas kaki, otomotif, udang, cokelat, dan kopi (Kementrian Perindustrian
Republik Indonesia, 2015). Pemberlakuan AKFTA tersebut tidaklah cukup untuk mengukur nilai ekspor Indonesia ke Korea Selatan. Angka-angka yang menunjukkan kontribusi positif terhadap ekspor tersebut memerlukan tinjauan lebih lanjut terkait dengan indikator makroekonomi yang mempengaruhinya. Hasil penelitian ini dapat dipertimbangkan bagi pemerintah untuk mengevaluasi perjanjian bilateral terkait pembebasan tarif pada sektor perdagangan sehingga diharapkan pembebasan tarif ini dapat berperan sebagai stimulus ekspor. Selain itu hasil penelitian ini diharapkan dapatmenjadi pertimbangan bagi Bank Indonesia dalam menyusun kebijakan moneter terkait inflasi dan nilai tukar.

 

  1. Muhammad Fuad Anshari, Adib El Khilla, Intan Rissa Permata. (2017) . Analisis Pengaruh Inflasi dan Kurs Terhadap Ekspor Di Negara ASEAN 5 Periode Tahun 2012 – 2016. Politeknik Keuangan Negara STAN. Jurnal Info Artha Vol.1, No.2, 2017.

http://jurnal.pknstan.ac.id/index.php/JIA/article/download/130/118

Dalam jurnal membuktikan apakah terdapat pengaruh antara nilai tukar dan inflasi terhadap ekspor di negara ASEAN-5 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan
Thailand) dengan menggunakan metode analisis ordinary least square dan data dari periode tahun 2012 – 2016. Hasil penelitan menunjukkan bahwa secara simultan inflasi dan
kurs berpengaruh signifkan terhadap nilai ekspor di negara ASEAN-5. Sedangkan secara parsial depresiasi kurs berpengaruh negatf signifkan terhadap ekspor negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura namun berpengaruh positf signifkan di Filipina. Hasil lainnya menunjukkan bahwa variabel Inflasi hanya berpengaruh secara positf signifkan di Filipina.

Penelitan ini menggunakan metode Ordinary Least Square dengan basis data bulanan serta menggunakan data inflasi dengan satuan yoy dimana masih dapat dikembangkan dengan menggunakan berbagai metode analisis dan data lainnya sehingga diharapkan akan mendapatkan hasil korelasi r square yang lebih bagus. Jurnal ini dapat memberikan kontribusi
untuk pengembangan keilmuan di bidang ekonomi dan dapat bahan pertmbangan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait perdagangan internasional khususnya ekspor.

 

  1. Bekti Setyorani. (2018). Pengaruh nilai tukar terhadap ekspor dan jumlah uang beredar di Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya. FORUM EKONOMI, 20 (1) 2018, 1-11.

http://journal.feb.unmul.ac.id/index.php/FORUMEKONOMI/article/download/3307/312

Jurnal ini diketahui dengan data nilai ekspor Indonesia dari kurun waktu 2006-2015 secara umum menunjukkan tren yang positif. Namun pada tahun 2012-2015 nilai ekspor mengalami penurunan pada tahun 2012 terjadi pelemahan perekonomian global yang berdampak pada turunnya ekspor Indonesia. Penurunan ekspor ini sebagai akibat dari penurunan permintaan dari Negara tujuan utama ekspor Indonesia seperti India dan China. Perlambatan ekspor yang paling utama yaitu pada sektor pertambangan dan manufaktur. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar secara umummenunjukkan kenaikan. Hal ini berarti pada tahun 2006-2015 nilai tukar terdepresiasi atau semakinmelemah. Nilai tukar yang terus melemah ini juga diikuti dengan pertambahan jumlah uang beredar yang semakin meningkat pada kurun waktu tersebut. Pada periode jangka panjang variabel nilai tukar dan jumlah uang beredar memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap jumlah ekspor dengan tingkat signifikansi 0,000. Hubungan antaranilai tukar dengan ekspor adalah negative. Pada hasil output diatas kenaikan nilai tukar sebesar $1 akan menurunkan jumlah ekspor sebanyak 2,1 juta dollar. Sementara itu, hubungan antara jumlah uang beredar dan ekspor adalah positif atau berbanding lurus. Ketika jumlah uang beredar naik satu triliun rupiah maka jumlah ekspor akan naik sebesar 4,595 juta rupiah. Asumsi dari ketiga variabel tersebut pada kondisi ceteris paribus. R-square menunjukkan jumlah 0,79 artinya variabel nilai tukar dan jumlah uang beredar mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi jumlah ekspor sebesar 79%. Sisanya sebesar 21% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Disamping itu, nilai dari variabel error menunjukkan kointegrasi atau memiliki hubungan dalam jangka panjang.

Sedangkan pada periode jangka pendek koefisien dari a2 atau variabel error sebesar 0,5 berarti proses penyesuaian kebijakan untuk menuju keseimbangannya adalah paling cepat setengah tahun.Artinya apabila pemerintah melakukan kebijakan menaikan atau menurunkan nilai tukar dan jumlahuang beredar maka akan membutuhkan proses untuk menuju keseimbangan jumlah ekspor paling sedikit setengah tahun. Nilai negatif menunjukkan bahwa apabila nilai ekspor mengalami kenaikan terus menerus maka harus diturunkan agar berada pada perekonomian yang kembali stabil atau seimbang.

 

  1. Jan Horas V Purba, Annaria Magdalena. (2017). Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Ekspor dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. STIE Kesatuan, Bogor. Jurnal Manajemen Vol. 12 No. 2, September 2017.

https://www.researchgate.net/publication/320562862_Pengaruh_Nilai_Tukar_Terhadap_Ekspor_Dan_Dampaknya_Terhadap_Pertumbuhan_Ekonomi_Indonesia_The_Effect_of_Exchange_Rates_on_Exports_and_its_Impact_on_Indonesia’s_Economic_Growth

Jurnal ini menganalisis pengaruh nilai tukar terhadap ekspor dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Metode  analisis  data  dilakukan  dengan  analisis  jalur,  dengan  menggunakan  data  historis  1970-2015.  Hasil  penelitian  menunjukkan:

(a)  Nilai  tukar  (Rp/USD)  secara  parsial  memiliki  pengaruh  positif dan  signifikan terhadap volume ekspor Indonesia, dengan total pengaruh sebesar 71,57%,

(b) Perubahan ekspor secara parsial memiliki  pengaruh  positif dan  signifikan  terhadap  pertumbuhan  ekonomi  Indonesia, dengan  total  pengaruh  sebesar 65,29%,

(c) Perubahan kurs secara parsial memiliki  pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap  pertumbuhan  ekonomi  Indonesia,  dengan  total  pengaruh  sebesar  1,19%

(d)  Perubahan  nilai  tukar  dan

perubahan  ekspor  memiliki  pengaruh  positif  terhadap  pertumbuhan  ekonomi  Indonesia, dengan  pengaruh  langsung 77,38% dan pengaruh tidak langsung-6,36% dan kedua variabel eksogen berpengaruh sebesar 71,02%  terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Perdagangan  internasional  melalui  ekspor  impor  merupakan  kegiatan  yang  dijalankan eksportir  maupun  produsen  eksportir  dalam  transaksi  jual  beli  suatu  komoditi  dengan  orang  asing,  bangsa  asing,  dan  negara  asing.  Kemudian  penjual  dan  pembeli yang  lazim disebut  eksportir dan  importir  melakukan  pembayaran  dengan  valuta asing.  Pengutamaan ekspor  bagi Indonesia  sudah digalakkan sejak tahun 1983. Sejak  saat  itu,  ekspor  menjadi  andalan  dalam  memacu  pertumbuhan  ekonomi  seiring  dengan berubahnya strategi industri alisasi  dari  penekanan  pada  industri  substitusi  impor  ke  industri  promosi  ekspor.  Konsumen  dalam negeri  membeli  barang  impor atau konsumen luar negeri membeli  barang  domestik,  menjadi  sesuatu  yang  sangat  lazim.  Persaingan  sangat  tajam  antar berbagai  produk.  Selain  harga,  kualitas atau  mutu barang  menjadi faktor  penentu daya saing suatu produk.

 

 

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

20160430083


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Perekonomian Indones

Tuliskan impian Anda (harapan) setelah menyelesaikan semester ini! (setidaknya ...

perekonomian indones

Nama  : Mutiara Pintami Nim     : 20160430083 Perekonomian Indonesia “A” , UK ...

annotated bibliograp

ANALISIS PENGARUH, JUMLAH  UANG BEREDAR, KURS  TERHADAP  EKSPOR DI INDONESIA ...

DEVISA DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL Mutiara Pintami 20160430083/ A PEREKONOMIAN INDONESIA   PENDAHULUAN Perdagangan internasional merupakan kegiatan ...