Teknik Bercocok Tanam di Lahan Sempit

Teknik Bercocok Tanam di Lahan Sempit

Pada saat ini ketersediaan lahan untuk bercocok tanam mulai susah didapati didaerah – daerah perkotaan yang padat akan penduduk. Lahan didaerah perkotaan banyak digunakan sebagai lahan untuk pembangunan hunian – hunian, pertokoan, serta mall. Hunian yang ada didaerah perkotaan juga tidak mempunyai lahan lebih disekitaran rumah untuk bercocok tanam, Karena tidak tersedianya lahan yang mendukung untuk melakukan kegiatan bercocok tanam, sebagian orang memilih untuk tidak bercocok tanam sendiri disekitaran rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan seperti: sayur – sayuran serta buah – buahan.

Namun sekarang telah ada inovasi baru yang bisa mendukung kegiatan bercocok tanam dilahan yang sempit yaitu dengan menggunakan teknik vertikultur. Vertikultur berasal dari bahasa inggris, yaitu vertical dan culture sehingga vertikultur dapat diartikan sebagai teknik bercocok tanam diruang atau lahan sempit dengan memanfaatkan bidang vertikal sebagai tempat bercocok tanam yang dilakukan secara bertingkat.

Tujuan vertikultur adalah untuk memanfaatkan lahan yang sempit secara optimal . Sistem bertanam secara vertikultur sekilas memang terlihat rumit, tetapi sebenarnya sangat mudah dilakukan. Tingkat kesulitan bertanam secara vertikultur tergantung kepada model dan sistem tambahan yang dipergunakan. Dalam model sederhana, struktur dasar yang digunakan mudah diikuti dan bahan pembuatannya mudah ditemukan, sehingga dapat diterapkan di rumah – rumah. Sistem tambahan yang memerlukan keterampilan dan pengetahuan khusus, contohnya penggunaan sistem hidroponik atau irigasi tetes (Temmy, 2003).

Kelebihan sistem pertanian vertikultur:

1. Efisiensi dalam penggunaan lahan yang sedikit.

2. Penghematan pemakaian pupuk dan pestisida.

3. Hemat dalam penggunaan air.

4. Dapat dipindahkan dengan mudah karena tanaman diletakkan dalam wadah tertentu.

5. Mudah dalam hal pemeliharaan tanaman.

6. Dapat dilakukan oleh siapa saja.

Bercocok tanam yang dilakukan secara vertikultur dapat dilakukan di dalam ruangan maupun luar ruangan. Tanaman yang ditanam juga tidak hanya tanaman untuk kebutuhan pangan tetapi bisa juga untuk tanaman-tanaman hias yang mampu menciptakan suasana sejuk alami disekitar rumah. Dengan model sesuai keinginan kita, vertikultur memiliki bentuk bermacam-macam ada yang berbentuk persegi panjang, segitiga, tabung, serta seperti piramida/ anak tangga. Bahan yang diperlukan dapat berupa bambu atau pipa paralon, botol-botol bekas, kaleng bekas, serta kemasan makanan bekas pun bisa digunakan sebagai wadah menanam karena salah satu tujuan vertikultur adalah memanfaatkan benda-benda bekas di sekitar kita menjadi barang yang mempunyai daya tarik lebih dan tidak memerlukan biaya yang banyak serta proses pembuatannya yang mudah dan tidak rumit bisa dilakukan secara berkelompok agar lebih cepat.

Langkah-langkah dalam pembuatan vertikultur :

  1. Pertama, siapkan barang (botol bekas) yang akan digunakan sebagai tempat tumbuh tanaman.
  2.  Buat sebuah lubang besar berbentu persegi panjang dibagian tengah botol dengan lebar sekitar 3-4 cm atau sesuai ukuran tanaman.
  3. Buatlah beberapa lubang kecil dengan menggunakan paku dibagian bawah lubang persegi panjang yang telah dibuat. Lubang berfungsi mengeluarkan air pada saat penyiraman.
  4. Selanjutnya, membuat lubang dibagian ujung kanan dan kiri botol hingga menembus bagian dalam botol untuk gantunganya.
  5. Setelah itu masukkan tali ke lubang-lubang tersebut lalu diikat membentuk simpul.
  6. Masukkan tanah sebagai media tanam dan bibit tanaman yang akan ditanam pada botol.
  7. Terakhir, susun botol-botol yang telah di tanami tanaman kemudian gantung di dinding rumah.

Jenis-jenis tanaman yang dapat di budidayakan dengan menggunakan teknik vertikultur yaitu: cabai, selada, tomat, sawi, bayam, terong, seledri, daun mint serta buah-buahan seperti strawberry, dan masih banyak lagi tanaman yang bisa ditanam asalkan bukan tanaman yang memiliki batang kayu berat dan berdaun rimbun seperti mangga. Karena tanaman yang ditanam harus sesuai dengan ukuran wadah tanam yang disediakan yaitu tanaman jenis kecil dengan perakaran pendek.

Mudah bukan untuk memulai teknik vertikultur di rumah?? Selamat mencoba 🙂

10 thoughts on “Teknik Bercocok Tanam di Lahan Sempit

  1. Jadi tidak semua tanaman dapat dibudidayakan di lahan yang sempit ya nad? kalau tanaman berkayu berat dan berakar panjang apa yang akan terjadi jika aku menanam di lahan yang sempit

    1. Iya mel, untuk tanaman berkayu berat dan berakar panjang sebaiknya ditanam di lahan yang cukup luas dikarenakan apabila ditanam di lahan yang sempit tanaman akan kekurangan unsur hara dan perpanjangan akarnya terbatas sehingga tidak dapat tumbuh dengan baik

  2. Saran untuk langkah² pembuatan diberikan foto stiap langkahnya sehingga pembaca bsa mnerapkan dengan baik dan benar :))
    Hal ini jg bisa mengurangi polusi sampah plastik 👍
    Terimakasih, ttap semangat 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *