Memiliki Mobil Adalah Respresentasi Kemapanan? Benarkah?

Tuesday, April 14, 2015
mobil honda mobilio

Berbicara mengenai kemapanan tentu saja setiap orang memiliki persepsi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun umumnya di Indonesia, orang melihat kemapanan itu berdasarkan 2 (dua) hal yakni memiliki mobil pribadi dan juga rumah pribadi.

Namun terkadang menjadi sebuah pertanyaan bagi saya pribadi bahwa apakah dengan memiliki mobil itu menandakan bahwa seseorang sudah mapan dalam hidupnya? Kalau saya pribadi boleh menjawab, maka saya katakan TIDAK sebab tidak sedikit yang beranggapan bahwa itu hanya semata karena gengsi dan kebutuhan. Hal ini bisa dibuktikan dari beberapa orang yang pernah saya tanyakan tentang anggapan diatas dan bagi mereka yang benar-benar butuh, misalkan harus ke kantor ataupun kegiatan berhubungan lainnya.

Dari beberapa penggal kata diatas tentu saja masing-masing individu akan memiliki opini yang berbeda-beda. Berpatokan dari segala pengeluaran maupun biaya yang dikeluarkan tentu saja memiliki mobil akan membutuhkan dana tambahan atau bisa dikatakan sebagai dana tak terduga sebab kita sama sekali tak bisa memprediksi kerusakan yang kelak terjadi pada komponen yang ada pada mobil yang digunakan. Perbedaan pandangan yang sering terjadi antara kebutuhan dan representasi kemapanan sebenarnya bukanlah hal baru apalagi dimasa-masa dimana Indonesia masih saja lekat dengan predikat sebagai negara berkembang.

Kini disaat perekonomian dan pola pikir publik yang semakin maju, barang-barang yang sebelumnya hanya dimiliki oleh kalangan tertentu saja dan dianggap barang mewah, kini sudah dapat dimiliki oleh semua orang seiring dengan giatnya para produsen otomotif untuk menghadirkan produknya di Indonesia, seperti yang sudah dilakukan oleh Honda yang memang fokus menggenjot pasar otomotif dengan embel-embel mobil murah yang detailnya bisa anda lihat melalui situs www.hargaHondaMobilio.com

Jogjakarta sendiri sebagai kota pelajar yang memang sebelumnya kebanyakan menjadikan sepeda ontel sebagai alat transportasi pribadi maka ditahun 2015 ini rasanya segalanya mulai berubah dimana sebagian penduduknya kini mulai wara-wiri dengan menggunakan mobil pribadi bahkan mahasiswa/mahasiswi yang datang dari berbagai daerah dengan perekonomian orang tuanya yang berkecukupan maka keseharian mereka juga menjalani aktivitas perkuliah dengan menggunakan mobil pribadi. Simbol kematangan ekonomi keluarga memang terlihat namun karena mereka dapat fasilitas yang lebih menurut hemat saya hal itu menjadikan motivasi tambahan agar mampu menyelesaikan studi sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh perguruan tinggi juga bertanggung jawab terhadap harapan dan kepercayaan yang telah diberikan oleh kedua orang tua mereka masing-masing.

Setelah menekuni aktivitas tambahan sebagai penulis otomotif rasanya saya ingin terus untuk mengulas semua hal yang berhubungan dengan mobil dan motor dan terus terang saya sangat menikmatinya. Kegiatan perkuliahan yang dijalani setiap hari tentu saja perlu diisi dengan hal-hal baru yang kelak akan mengasah kemampuan apalagi dengan menulis. Saya jamin dengan menulis hal-hal baru tentu saja akan menambah pengetahuan sekaligus perbendaharaan kata yang kita miliki sehingga diera yang penuh dengan kompetisi ini kita akan mampu bersaing dengan yang lainnya jadi tak hanya bermodalkan ijazah namun dengan keahlian yang dimiliki maka kita dapat membagi hal-hal yang positif dengan yang lainnya. Saya memilih otomotif sebagai salah satu topik yang ada pada blog ini tentu saja punya alasan tersendiri karena menurut saya, otomotif tak akan termakan oleh waktu dan akan selalu up-to-date yang dilakukan oleh para produsen otomotif diseluruh dunia.

Mari Kita Coba Beraktivitas Menggunakan Mobil (Transportasi Umum)

Tak bisa dipungkiri bahwa kemacetan lalu lintas yang dialami oleh penduduk yang berada dikota-kota besar tentu saja diakibatkan oleh membludaknya jumlah kendaraan pribadi baik roda dua maupun kendaraan roda empat. Pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan transportasi masal namun kebanyakan mereka yang memiliki mobil pribadi lebih memilih untuk beraktivitas menggunakan mobil pribadi, baik itu ke kantor maupun menjalankan aktivitas diluar rumah lainnya. Kita tak bisa menyalahkan para pemiliki kendaraan bermotor karena itu adalah hak mereka karena pajak yang sudah dibayar juga hal-hal lainnya. Beruntungnya saya yang notabene berdomisili di Yogyakarta, masih bisa bernapas lega karena beberapa ruas jalan yang belum semua diisi oleh kendaraan bermotor pada jam-jam sibuk namun bagi mereka-mereka yang hidup di Jakarta tentu saja kemacetan lalu lintas sudah menjadi bagian hidup sehari-hari.

Meski memiliki kendaraan pribadi namun disaat jam-jam sibuk, mengalah untuk sesaat dan menggunakan transportasi umum tentu saja akan sangat membantu dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Betapa tidak, kemacetan yang terjadi karena jumlah kendaraan yang makin banyak dan pemerintah sekalipun terus berupaya membangun infrastruktur tetap saja akan menemui kendala yang sama karena disisi lainnya, otomotif juga memberikan masukan bagi negara terutama untuk urusan pajak dimulai dari bea masuk hingga pada pajak kendaraan bermotor itu sendiri.

Makin Mudah Memiliki Mobil Membuat Masyarakat Berlomba-lomba Mendapatkannya

Salah satu alasan mengapa populasi kendaraan bermotor khususnya roda empat terus bertambah adalah bahwa saat ini banyak sekali perusahaan leasing yang memberikan kemudahan dimana masyarakat dengan mudah mengajukan aplikasi kredit dengan beberapa persyaratan administrasi yang kemudian lembaga pembiayaan akan memutuskan apakah pengajuan kredit tersebut benar-benar memenuhi syarat atau tidak karena berdampak pada komitmen nasabah untuk membayar angsuran setiap bulan sesuai dengan yang disepakati bersama. Hal ini sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu dimana untuk memiliki mobil saja masyarakat harus membelinya secara tunai melalui dealer dan semua ini adalah hasil dari perkembangan bisnis keuangan atau Finance yang berkembang sangat pesat di Indonesia. Bisa kita lihat di Yogyakarta saja banyak sekali lembaga-lembaga pembiayaan yang menawarkan jasa kredit mobil baik itu mobil baru maupun bekas dengan rate bunga yang sangat bersaing pula.

Semua kemajuan baik itu dibidang teknologi maupun bisnis keuangan tentu saja ada plus dan minusnya. Plusnya adalah bagi mereka yang belum memiliki dana yang cukup akan dapat memiliki mobil melalui kredit dengan Total DP yang lebih terjangkau sedangkan minusnya adalah kemacetan lalu lintas yang justru dapat menjadi boomerang karena dapat menjadi kendala untuk bisnis lainnya. Contoh yang paling nyata adalah bisnis transportasi umum yang belakangan ini sering dikeluhkan oleh para pelaku bisnis tersebut karena untuk menempuh tujuan yang satu ke lainnya membutuhkan waktu berjam-jam selain itu membuat konsumsi bahan bakar pada kendaraan bermotor terus bertambah ditengah kenaikkan berkala yang dilakukan oleh pemerintah melalui PT PERTAMINA. Mari, saya menghimbau melalui blog Nagekeo UMY kepada saudara/saudari yang memiliki mobil pribadi untuk secara perlahan menggunakan transportasi umum demi kenyamanan berlalu lintas kita bersama.