semesterV

Hanya Blog UMY situs lain

10 mimpi/ harapan setelah mengikuti mata kuliah Perekonomian Indonesia:

  1. Bisa memahami jelas kondisi perekonomian indonesia mulai dari awal berdirinya negara indonesia.
  2. Setelah memahami dengan jelas harapannya juga bisa mendapatkan nilai yang sempurna untuk mata kuliah ini (A).
  3. Bisa menciptakan ide-ide yang baik dan sempurna untuk kemajuan perekonomian indonesia.
  4. Mampu menjelaskan dan mendeskripsikan dengan baik kondisi perekonomian indonesia.
  5. Memperluas wawasan dalam pengetahuan dalam penerapan ilmu ekonomi yang sebenarnya.
  6. Setelah mempelajari mata kuliah ini diharapkan juga dapat mendorong dan mendukung untuk memahami mata kuliah yang lainnya.
  7. Menjadi lebih baik lagi dalam mengambil keputusan ekonomi, karena telah mengevaluasi hal-hal yang salah dari perekonomian tahun-tahun yang sudah lampau.
  8. Bisa mendapat nilai A dalam semua mata kuliah semester ini.
  9. Bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.
  10. Lebih semangat lagi mempelajari semua bidang studi ekonomi.

 

 

Kondisi perekonomian indonesia tahun 2017-2018

 

Pada tahun 2017 perekonomian indonesia meningkat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2015 pertumbuhan perekonomian indonesia mencapai kisaran 4,88%, kemudian di tahun selanjutnya yaitu tahunn 2016 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,02%. Adapun sejauh ini sampai dengan kuartal III-2017 BI membocorkan bahwa pertumbhan perekonomian indonesia mencapai kisaran 5,06%. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan investasi, ekspor dan impor. Neraca perdagangan pada tahun 2017 ini juga mengalami peningkatan jumlah surplus nya dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2017 surplus neraca perdagangan sebesar US$ 12 miliar. Hal ini lebih besar jika dibandingkan dengan surplus neraca perdagangan pada tahun 2016 senilai US$ 8,48 miliar. Pertumbuhan ekonomi yang kian membaik juga dapat dilihat dari deficit transaksi berjalannya. Deficit transaksi berjalan pada tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini (2017) deficit transaksi berjalan sebesar 1,56% dari GDP (gross domestic product) sedangkan pada tahun sebelumnya (2013-2014) deficit transaksi berjalan sempat mencapai 4,2%. Indikator pertumbuhan ekonomi juga dapat dilihat dari cadangan devisa Indonesia tercatat US$ 125,9 miliar atau setara dengan 8,1 bulan impor dan pembayaran kewajiban Indonesia ke luar negeri. Dari sisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, tahun 2017 ini memiliki volatilitas yang terjaga.

 

Adapun kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2018 triwulan-1 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp3 505,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2 498,4 triliun.

Ekonomi Indonesia triwulan I-2018 terhadap triwulan I-2017 tumbuh 5,06 persen (y-on-y) meningkat dibanding capaian triwulan I-2017 sebesar 5,01 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 8,69 persen. Dari sisi Pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga NonProfit yang Melayani Rumah Tangga yang tumbuh 8,09 persen. Ekonomi Indonesia triwulan I-2018 terhadap triwulan sebelumnya turun sebesar 0,42 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Sementara dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan antara lain oleh kontraksi pada Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah; Pembentukan Modal Tetap Bruto; dan Ekspor. Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan I-2018 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 58,67 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,54 persen, dan Pulau Kalimantan sebesar 8,24 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 3,03 persen. Sementara kontribusi terendah ditorehkan oleh kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua.

 

 

Jika dilihat dari jumlah persentasenya, pertumbuhan ekonomi memang naik setiap tahunnya. Namun, BI ataupun pemerintah tidak pernah transparent mengenai target pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya. Karena kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi setiap tahunnya belum tentu telah mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dimana seharusnya masyarakat mengetahui secara terbuka kinerja pemerintah dalam membangun perekonomian Indonesia. Sehingga akan lebih baik apabila pertumbuhan perekonomian Indonesia mencapai target setiap tahunnya, bukan hanya dinilai bertumbuh dari tahun-tahun sebelumnya. Karena setiap tahun inflasi, kurs, kemiskinan, pengangguran juga berubah persentasenya dan bisa saja mengalami kenaikan. Maka kenaikan persentase pertumbuhan ekonomi belum tentu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif apabila persentase persentase tersebut masih dibawah target

 

 

Daftar Pustaka

https://finance.detik.com/moneter/d-3788899/bi-beberkan-kondisi-ekonomi-ri-sepanjang-2017

https://www.bps.go.id/pressrelease/2018/05/07/1520/ekonomi-indonesia-triwulan-i-2018-tumbuh-5-06-persen.html

 

 

Najwa Farrah

20160430268

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Najwa Farrah


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Tinjauan Perekonomia

10 mimpi/ harapan setelah mengikuti mata kuliah Perekonomian Indonesia: Bisa ...

Perekonomian Indones

Kondisi perekonomian Indonesia 5 tahun terkahir Tahun 2013 adalah tahun ...

Annotated Bibliograp

Atmadja, A. S. (2000). Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia : ...

Analisis Faktor yang

  ANALISIS PENGARUH EKSPOR, PENGELUARAN APBN, DAN CADANGAN DEVISA TERHADAP UTANG ...