Mungkin sudah banyak kajian yang memperbincangkan akan makna shalat berjamaah bagi kita ummat Islam. Tapi boleh kiranya saya melihat dari sudut pandang yang mungkin ngawur atau yang lain.
Shalat jamaah merupakan cerminan bagi kita sebagai pemeluk agama yang notabenenya berbeda-beda dalam beberapa segi. Misal saja berbeda dalam bahasa warna kulit, Ras, Suku, dan lain-lain. Dengan adanya shalat berjamaah tentu kesemuanya yang membedakan kita diatas akan melebur dengan sendirinya. Dimana dalam shalat berjamaah tidak kita ketemukan untuk membedakan satu sama lain. Yang ada hanyalah satu tujuan yakni tujuan menyembah dengan tunduk dan patuh terhadap Alloh swt.
Siapapun yang datang terlebih dahulu ia berhak mendapatkan shaf yang terdepan, begitu pula sebaliknya. Barang siapa yang datang belakangan maka ia harus berada dishaf yang belakang juga.
Begitu pula dengan hitung-hitungan amal yang akan diperoleh dengan kita shalat berjamaah. Kita telah mafhum bahwa dengan shalat kita berjamaah maka shalat kita akan mendapat 27 derajat amal.
Pengetahuan diatas memang sudah mengakar dan bahkan mungkin sudah mendarahdaging dalam benak dan ingatan kita. Satu hal yang mesti diingat, bahwa pengetahuan itu hanya berkisar pada ranah kognisi saja belum masuk dalam ranah psikomotor kita. Pasalnya dengan seluruh pengetahuan yang ada dan telah tertanam diatas sama sekali tidak merubah shaf-shaf yang ada di Masjid dan Mushola.
Secara kasat mata dan dalam penelitian kasar-kasaran dapat kita ketahui bersama bahwa banyak dari kita justru lebih gandrung berjamaah bola, ketimbang mengikuti jamaah dimasjid yang hanya memakan waktu yang singkat. Kita akan lebih asyik didepan televisi (TV) dan asyik dengan kesibukan yang lain.
Jangankan ikut shalat berjamaah, menjawab Adzan dari para Muadzin saja kita enggan. Yang lebih memilukan lagi mereka yang ikut berjamaah adalah orang-orang tua, jarang sekali ditemukan para jamaah itu pemuda/i. Jika ada paling hanya beberapa persen dari yang tua itu.
Pada zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup, hukuman bagi mereka yang tidak ikut sahalat berjamaah adalah membakar rumah mereka. Namun bagaimana jika hal serupa kita praktekkan dalam kehidupan keseharian kita. Pasti banyak rumah yang habis dilalap sijago merah.
Ada pula pendapat bagi jamaah wanita, bahwa ada sebagian yang memegang kepercayaan bahwa wanita lebih baik melaksanakan shalat dirumah saja. Memang apabila dikaji secara mendalam itu benar adanya. Dengan catatan, untuk keperluan selain shalatpun wanita juga harus tetap didalam rumahnya saja. Seperti pergi kepasar dan lain sebagainya.
Nabi pernah mengatakan bahwa seburuk-buruk tempat adalah Pasar, dan sebaik-baik tempat adalah Masjid. Namun apa yang kita lihat saat ini, Mall dan tempat perbelanjaan yang dapat diidentikkan dengan pasar justru ramai dikunjungi ketimbang Masjid. Jalan tengah untuk permasalahan ini cukup mudah sebenarnya, yakni dengn mengajak Anak, Istri dan seluruh keluarga untuk ikut shalat berjamaah. Maka dengan perilaku demikian kemungkinan terjadinya fitnah bagi kalangan jamaah waniat akan dapat di atasi.
November 15, 2011
Horaayy..there are 21 comment(s) for me so far ;)
hhehe….ya…begitula coy..klo gila dunia sudah merasuk…bola kelihatan lebih indah dari sholat berjamaah
Banyak orang yang tahu tapi sedikit yang menjalankannya dengan konsisten…
terima kasih sudah di ingatkan ^__^
Thanks…
Gila Bola.. Begitu ya Mba…
Wah,saya sendiri juga tidak konsisten..
saya jamaah di rumah saja sama anak-anak
assalamu’alaikum…
terima kasih telah berkenan mampir..
Ya ndak apa-apa Mba, jamaah dirumah sekaligus bersama buah hati..
luar biasa..banyak sekali orang yang mengabaikan shalat berjamaah.. semoga kita tidak termasuk kedalam orang-orang seperti itu..amien.
jaman semakin kritisss…
jama’ah sdh jrgggg……
Ide yg sangat bagus
masyaalah semakin lengkap pengatahua sy tentang pentingnya berjamaah , nice sob
padahal kalo di masjid itu uuuuuadem banget enak banget pokoke
jadi bahan renungan lagi, espescially buat saya. hehehe.
Ajakan dan menjadi pengingat yang sangat bermanfaat.
Jika mengingat ujung kehidupan dunia, jangankan shalat berjamaah yang pahalanya jelas berbeda, hal-hal lain pun yang sekiranya patut dijalankan Insya Allah banyak yang mengupayakan.
ok sipp, terima kasih..
pasar gabisa dibilang buruk …
kan dagang juga dianjurkan oleh agama untuk menyeimbangkan dunia akheratya
tiap waktu di masjid dna ga pernah ke pasar tar pincang dong…
hehehe piss
Shalat berjamaah sangat indah
Pahalapun berlimpah
Senyumpun terasa mudah…
jadi ke ingetan. U.u
heeh nih..
saya juga ko mas..
betul banget mba Anis, than for yuor visit..
Bener nii Haha..