Raih Syurga

Ibadah Menuju Syurga

Zaman memang benar berputar, ini selaras dengan pepatah bahwa “kehidupan seolah roda pedati yang kadang diatas dan kadang pula dibawah.” Nah, lalu mengapa mesti roda pedati yang kemudian menjadi sasaran sebuah ungkapan. Mungkin saja karena laju roda pedati lebih lambat  ketimbang roda kendaraan para menteri.

Dahulu menjadi seorang Guru ajar disetiap jenjang sekolah merupakan prestige bagi  pandangan sebagian  mayoritas masyarakat, lain halnya dengan hari ini. Banyak dari para wali murid mengeluh dengan biaya pendidikan yang konon katanya gratis tapi justru malah mencekik kantong. Pandangan dan sikap hormat masyarakat terhadap guru mulai memudar “dalam tanda kutip”seiring perkembangan zaman. Ya mungkin juga dikarenakan segelintir oknum guru yang berbuat cela, yang kemudian berdampak pada seluruh ikatan guru yang ada.

Guru yang dahulu pada masa 80an hanya berpenghasilan kecil dan berumah mungil. Kini sedikit berbeda dan memang harus demikian adanya, sebab Guru adalah panutan. Jika Gurunya saja tidak sukses dan terpandang, lantas bagaimana kata orang sekarang.  Maka dengan perjuangan dan peluh yang tercecer terciptalah sebuah lagu yang mengangkat perjuangan seorang  guru yang  gigih, jujur berbakti dan hampir seluruh umurnya didedikasikan untuk pendidikan.  Nah apakah visi dan misi guru sekarang sama dengan apa yang ada dalam lagu tersebut. Semoga saja iya..

Mungkin benar bahwa para murid hasil didikan bapak Oemar Bakrie  kini telah banyak yang menjadi para menteri dan memiliki pemikiran seperti  Prof. Dr. B.J.Habibie yang tak dipakai dinegeri sendiri. Atau justru menjadi pengusaha seperti Bapak Aburizal Bakrie yang nama belakangnyapun sama persis dengan nama guru kebaggaan kita itu.

Roda pedati berputar lamban seiring waktu berjalan. Dan kini menjadi seorang guru semakin diburu, karena gaji dan beberapa tunjangannya yang jelas menjanjikan. Meski dengan kasak-kusuk ikut terdaftar sebagai guru yang tersertifikasi. juga bagi diriku yang bercita-cita menjadi guru. Dan persetan dengan tujuan mulia, karena aku hanya ingin dengan kepintaran dan kecakapan yang kumiliki aku dapat menghidupi keluarga kecilku dan mengisi penuh perutku.

Ada seorang guru bijak berkata “bahwa saya hanya  tahu lebih dulu ketimbang kalian anak-anakku dan ini hanya persolan waktu saja.”  Dan dengan semangat yang demikian maka sang guru tidak lantas menggurui, ia selalu memberi semangat, motivasi dan selalu menghargai proses Kegiatan Belajar Mengajar.

Sedikit kritikan bagi pemerintah, bahwa seharusnya bukan hanya gaji guru saja yang terus ditingkatkan akan tetapi sarana dan prasarana pendidikan juga perlu dibenahi. Contoh riil bahwa kurangnya perhatian dari pemerintah dan pihak terkait adalah ambruknya gedung sekolah yang terjadi saat para siswa yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar di Jawa timur belum lama ini..

Categories: cinta, kebangsaan, Preventif, sosial

PROFIL AKU

Profile photo of choirunnangim

choirunnangim


Popular Posts

Ia Pergi

Ia berlalu pergi.. Setelah sebelumnya, dinanti oleh banyak hati Dinanti akan kedatangannya ...

Moral Generasi

  Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi sekarang ini, telah banyak membantu ...

Belajar Dari Tukang

Pasti telah banyak tulisan yang membahas mengenai tema ini, tapi ...

SHALAT BERJAMAAH

Mungkin sudah banyak kajian yang memperbincangkan akan makna shalat berjamaah ...

FASILITATOR

Gadingsari, Yogyakarta_Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri dapat berada ditengah para ibu-ibu ...