post Category: cinta,kebangsaan,Preventif,sosial post Comments (37) postDecember 6, 2011

Zaman memang benar berputar, ini selaras dengan pepatah bahwa “kehidupan seolah roda pedati yang kadang diatas dan kadang pula dibawah.” Nah, lalu mengapa mesti roda pedati yang kemudian menjadi sasaran sebuah ungkapan. Mungkin saja karena laju roda pedati lebih lambat  ketimbang roda kendaraan para menteri.

Dahulu menjadi seorang Guru ajar disetiap jenjang sekolah merupakan prestige bagi  pandangan sebagian  mayoritas masyarakat, lain halnya dengan hari ini. Banyak dari para wali murid mengeluh dengan biaya pendidikan yang konon katanya gratis tapi justru malah mencekik kantong. Pandangan dan sikap hormat masyarakat terhadap guru mulai memudar “dalam tanda kutip”seiring perkembangan zaman. Ya mungkin juga dikarenakan segelintir oknum guru yang berbuat cela, yang kemudian berdampak pada seluruh ikatan guru yang ada.

Guru yang dahulu pada masa 80an hanya berpenghasilan kecil dan berumah mungil. Kini sedikit berbeda dan memang harus demikian adanya, sebab Guru adalah panutan. Jika Gurunya saja tidak sukses dan terpandang, lantas bagaimana kata orang sekarang.  Maka dengan perjuangan dan peluh yang tercecer terciptalah sebuah lagu yang mengangkat perjuangan seorang  guru yang  gigih, jujur berbakti dan hampir seluruh umurnya didedikasikan untuk pendidikan.  Nah apakah visi dan misi guru sekarang sama dengan apa yang ada dalam lagu tersebut. Semoga saja iya..

Mungkin benar bahwa para murid hasil didikan bapak Oemar Bakrie  kini telah banyak yang menjadi para menteri dan memiliki pemikiran seperti  Prof. Dr. B.J.Habibie yang tak dipakai dinegeri sendiri. Atau justru menjadi pengusaha seperti Bapak Aburizal Bakrie yang nama belakangnyapun sama persis dengan nama guru kebaggaan kita itu.

Roda pedati berputar lamban seiring waktu berjalan. Dan kini menjadi seorang guru semakin diburu, karena gaji dan beberapa tunjangannya yang jelas menjanjikan. Meski dengan kasak-kusuk ikut terdaftar sebagai guru yang tersertifikasi. juga bagi diriku yang bercita-cita menjadi guru. Dan persetan dengan tujuan mulia, karena aku hanya ingin dengan kepintaran dan kecakapan yang kumiliki aku dapat menghidupi keluarga kecilku dan mengisi penuh perutku.

Ada seorang guru bijak berkata “bahwa saya hanya  tahu lebih dulu ketimbang kalian anak-anakku dan ini hanya persolan waktu saja.”  Dan dengan semangat yang demikian maka sang guru tidak lantas menggurui, ia selalu memberi semangat, motivasi dan selalu menghargai proses Kegiatan Belajar Mengajar.

Sedikit kritikan bagi pemerintah, bahwa seharusnya bukan hanya gaji guru saja yang terus ditingkatkan akan tetapi sarana dan prasarana pendidikan juga perlu dibenahi. Contoh riil bahwa kurangnya perhatian dari pemerintah dan pihak terkait adalah ambruknya gedung sekolah yang terjadi saat para siswa yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar di Jawa timur belum lama ini..

Horaayy..there are 37 comment(s) for me so far ;)

#1

berkunjung sob..salam blogger
sukses selalu ..:)

Outbound Malang wrote on December 7, 2011 - 12:56 am
#2

Setuju 100%

abu faqih wrote on December 7, 2011 - 7:50 am
#3

sekarang banyak guru yang gajinya gedhe loh, aku sebagai sesama guru sering bahas itu

Ratnawati Utami wrote on December 7, 2011 - 1:26 pm
#4

aduh …. aku baru tahu kalau ada gedung sekolah yg mabruk saat siswa sedang belajar. Semoga nggak ada korbannya ya

aku dulu juga guru tapi cuma sebatas guru les privat, krn bagiku menyenangkan nggak hrs terikat spt guru di sekolah, dan kata saudaraku guru guru skrg memang gajinya sdh lbh bagus dr guru guru jaman dulu

btw, apa kabar ? :)

Ely Meyer wrote on December 8, 2011 - 6:51 am
#5

mestinya tinggi rendahnya gaji sesorang pagawai sesuai dengan prestasi kerjanya, sayang kini pemerintah gampang saja menaikkan gaji guru padahal sebagian besar guru-guru kita tak berkualitas

M A Vip wrote on December 8, 2011 - 7:22 am
#6

setuju…

azoel wrote on December 8, 2011 - 7:57 am
#7

terima kasih Mas…
thanks for Your visit…

choirun nangim wrote on December 9, 2011 - 1:48 pm
#8

Wah jadi malu Pak..
matur nuwun…

choirun nangim wrote on December 9, 2011 - 1:52 pm
#9

assalamu’alaikum…
Wah maaf ya Ibu Utami.. saya tidak bermaksud menyinggung..
Saya sih setuju saja dengan gaji yang besar dengan konsekuensi apa yang diajarkan seperti guru Oemar Bakrie dan seperti yang Ibu ajarkan..
sekali lagi maaf..

choirun nangim wrote on December 9, 2011 - 1:56 pm
#10

wah baru balas Mba …
kabar baik….

ada sih korbannya tapi hanya tertimpa reruntuhan dan tidak dalam kategori parah..

Than ya Mba Elyku..

choirun nangim wrote on December 9, 2011 - 1:58 pm
#11

wah emang begitu banget ya Mas A Vip…
saya malah baru tahu kalo sebagian besar…

choirun nangim wrote on December 9, 2011 - 2:00 pm
#12

Terima kasih Mas Zoell..
Mari bersam memajukan negeri..

choirun nangim wrote on December 9, 2011 - 2:01 pm
#13

syukurlah kalau nggak ada korban jiwanya, semoga nggak terulang lagi kasihan murid2nya apalagi kalau msh SD

selamat berakhir pekan ya :) ditunggu cerita selanjutnya

Ely Meyer wrote on December 9, 2011 - 2:19 pm
#14

se 7 bangt tu

apalagi sistem pendidikan sekarang sangat gak stabil …
contohnya aja sistem pendidikan di kota ama di desa ama di kota ssngat jauh bagt perbdaanya………
baik dari segi pengajarnya ataupun fasilitasnya ………….
seolah2 pemerintah memberi jarak terhadap keduanya

anang feriansah wrote on December 9, 2011 - 2:22 pm
#15

Guruku juga umar bakrie :)

Persadablog wrote on December 9, 2011 - 8:22 pm
#16

jika gaji seorang guru itu layak ya sudah seharusnya
jangan seperti dulu hanya dikasih gelar’ Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’
Sementara mengajar perlu tenaga pikiran untuk mendidik murid2nya
kalo mikirin ekonomi ga cukup ntar marah sama anak didiknya :D

anisayu wrote on December 9, 2011 - 11:46 pm
#17

Zippp makasi ya Mba Ely…

choirunnangim wrote on December 10, 2011 - 3:37 am
#18

Ada jarak dengan sarana dan pra sarana.. tapigaji tetp sama….

choirunnangim wrote on December 10, 2011 - 3:40 am
#19

Wah panjenengan juga punya Guru yang namanya Pak Bakrie..
terima kasih ya mas. berkenan mampir..

choirunnangim wrote on December 10, 2011 - 3:44 am
#20

oh betul sekali Mba Anis…
Mesti seiring sejalan ya..

focus dalam mengajar itu yang diharapkan….

choirunnangim wrote on December 10, 2011 - 3:46 am
#21

kalau bisa sih, gaji guru-guru itu lebih besar dari pada gaji DPR dan MPR :D

intan wrote on December 10, 2011 - 5:20 am
#22

Kek lagu Iwan Fals ya, guru Oemar Bakri :P

Oh ya, thank sdh singgah di Jejak lalu.

Salam.. .

Mood wrote on December 10, 2011 - 1:09 pm
#23

hehehe.. Setujuh pak, jangan hanya gaji yang naik ditambah lagi tunjangan2..
Namun sarana pra sarana serta kualitas sang guru perlu ditingkatkan juga..

Salam kenal.. :D

V-MediaKom wrote on December 11, 2011 - 12:26 am
#24

ada lagunya kan? heheee

mila wrote on December 11, 2011 - 6:20 am
#25

iyaa mas, setuju.. oknum2 guru yang melakukan perbuatan tercela itu secara tidak langsung sudah membuat coreng seluruh guru di negeri kita.. sedih saya mendapati kabar bahwa ada guru yang memperkosa muridnya, guru yang pake narkoba.. padahal seharusnya mereka adalah panutan, contoh, tapi mereka tidak bisa menjiwai profesi mulia mereka sebagai seorang guru..

dhenok habibie wrote on December 11, 2011 - 6:56 am
#26

oemar bakri ini terkenal sekali ya :)

Lidya wrote on December 11, 2011 - 7:46 am
#27

iya terima kasihya mba Intan…
Supaya banyak anak negeri yang pandai…

choirunnangim wrote on December 11, 2011 - 10:15 pm
#28

terima kasih kembali …
Emng terinsprasi dari lagu itu…

salam kembali…

choirunnangim wrote on December 11, 2011 - 10:16 pm
#29

iya mba Lid…

Secara getohh..
Guru terbaik, tapi belum masuk dalam rekor MURI

choirunnangim wrote on December 11, 2011 - 10:17 pm
#30

Subhanalloh Mba DHEn..
Trenyuh saya memabac comen t Mba..
terima kasih sekali…
say jadi ikut sedih…

choirunnangim wrote on December 11, 2011 - 10:19 pm
#31

Iya Mba Mila…
Salah satu baitnya..

Gayuh sepeda kumbang dijalan berlubang
selalu begitu dari dulu waktu zaman jepang.

choirunnangim wrote on December 11, 2011 - 10:21 pm
#32

salam kenal kembali…

terimakasih atas partisipasinya…

sarana dan prasarana memang sangat menunjang bagiterciptanya pendidikan baik di negeri ini.

choirunnangim wrote on December 11, 2011 - 10:23 pm
#33

guru itu profesi yg mulia.. tp kembali ke masing2 pribadi, ada guru yg bnr2 mengabdi sepenuh jiwanya, ada jg guru yg asal ngajar asal dpt uang. Aku jg pernah jd guru.. guru privat.. ‘n I like it.. walopun duitnya g seberapa.. cm bt jajan doank.. hehehe..

covalimawati wrote on December 12, 2011 - 12:50 am
#34

Wah pernah jadi guru juga Mba Cova,,
SERU JADI GURU

choirunnangim wrote on December 13, 2011 - 3:39 pm
#35

Guru adlh “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa…” Apakah masih ada di jaman sekarang ini??? entahlah… semoga masih ada…

yayan wrote on December 14, 2011 - 9:57 am
#36

semoga masih ada.. aku masih yakin seyakin-yakinnya..

choirun nangim wrote on December 15, 2011 - 2:55 pm
#37

gimana caranya ya biar pemerintah tergerak untuk memperbaiki gedung2 sekolah yang rusak

rumputilalang wrote on December 16, 2011 - 5:28 am
You can leave a response, or trackback from your own site.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.