post Category: puisi,sosial post Comments (54) postJanuary 6, 2012

Bak penari, gerakan tanganmu piawai

Tak peduli peluh berkejaran basahi bumi.

Semilir sang bayu ikut bersatu

Mewarnai canda ria daun padi

Yang tak lelah menari

Menjawab harapmu..

Petani..

Dibuai suara desingan peluru TNI AD

Tepatkan sasaran tembak.

Dihujani suara auman walet besi, TNI AU Iswahyudi

Yang sesekali bermanufer cantik

Melenggak-lenggok..

Menambah riuh harimu.

Sejauh mata memandang..

Warna hijau berselimut pematang.

Aku yakin,

Bangsa ini tak mungkin kelaparan karenamu

Petani..

Kau keluar saat mentari masih bermimpi

Dan melangkah pulang saat petang.

Terima kasih..

Terima kasih teruntuk engkau, dari kami.

 

Dibawah Langit Magetan, 4 Januari 2012

Horaayy..there are 54 comment(s) for me so far ;)

#1

terima kasih pak tani :)

Maya wrote on January 6, 2012 - 3:10 pm
#2

Wah terima kasih kembali Ya Mba MAY..
Saya mewakili dari petani mengucapkan terima kasih kembali..

choirun nangim wrote on January 6, 2012 - 10:56 pm
#3

tanpamu petani
perutku tak terisi
tubuh tak bergizi

tanpamu petani
tak ada hasil bumi
tak ungkin masak nasi

trimakasih banyak sekali
untukmu petani

anisayu wrote on January 7, 2012 - 12:10 am
#4

Seandainya semua petani menolak berkerja di sawah dan di ladang karena hasil produksi mereka selalu dibayar tak sebanding dengan usaha yg dikeluarkan, apa jadinya peradaban kita ya?

Evi wrote on January 7, 2012 - 1:23 am
#5

terima kasih atas torehan puisi atas petani Mba Anis…

choirun nangim wrote on January 7, 2012 - 9:27 am
#6

Wah sulit di prediksi mba Evi…
Mungkin kita sibuk menanam padi sendiri..

choirun nangim wrote on January 7, 2012 - 9:28 am
#7

Subhanallah…
Pekerjaan yang sangat berdedikasi adalah menjadi petani…

kakaakin wrote on January 7, 2012 - 9:33 am
#8

puisi yg sangat keren gan!!

Belajar All wrote on January 8, 2012 - 5:35 am
#9

nice post and nice blog

Arif Blogger’s wrote on January 8, 2012 - 5:36 am
#10

Iya Mba … Petanimendedikasikan dirinya buat kita…
thanks ya Mba, berkenan mampirr..

choirunnangim wrote on January 8, 2012 - 1:08 pm
#11

Ah bisa aja.. Ni juga baru belajar…
Thanks for Your visit..

choirunnangim wrote on January 8, 2012 - 1:10 pm
#12

Thanks alot..

choirunnangim wrote on January 8, 2012 - 1:10 pm
#13

aku hidup juga di lingkungan yang banyak petaninya :)

Ely Meyer wrote on January 8, 2012 - 1:58 pm
#14

trimakasih kembali :)

anisayu wrote on January 8, 2012 - 2:31 pm
#15

wow puisinya panjang banget

narno wrote on January 8, 2012 - 2:58 pm
#16

terima kasih juga gan
terima kasih buat para petani yang bekerja keras untuk negeri ini

obat sakit 2011 wrote on January 9, 2012 - 12:31 am
#17

tak ada petani, kita tak mungkin bisa makan :D

tunsa wrote on January 9, 2012 - 2:04 am
#18

Iya ya Mba.. tidak ada mereka ga tau deh apa jadinya kita..
thanks Mba..

choirun nangim wrote on January 9, 2012 - 3:33 am
#19

petani juga pahlawan, jangan anggap sebelah mata pekerjaannya
nggak ada petani, kita pasti kelaparan
terima kasih petani :D

misstitisari wrote on January 9, 2012 - 5:08 am
#20

mbah saya juga petani mas.. tapi mbah saya selalu bilang, “ndak usah jadi petani nok, susah”.. gitu, hehe :D

dhenok habibie wrote on January 9, 2012 - 5:17 am
#21

generasi sekarang jarang sekali yang mau jadi petani, pinginnya jadi pegawai saja

narno wrote on January 9, 2012 - 5:54 am
#22

puisinya keren, ada bawa-bawa nama TNI segala.

21inchs wrote on January 9, 2012 - 6:26 am
#23

itu saat saya berada tepat dibawah LANUD ISWAHYUDI dan saat TNI AD sedang latihan menembak di daerah MAGETAN JAWATIMUR Mas..

choirunnangim wrote on January 9, 2012 - 9:06 am
#24

Iya Mas…Jrang sekali yang mau meneruskan usaha orangtuanya sebagai petani.. saya juga termasuk Mas..

choirunnangim wrote on January 9, 2012 - 9:11 am
#25

petani di ibaratkan penari. kreatif sekali :)

armae wrote on January 9, 2012 - 10:27 am
#26

mbahku petani, tp anak2nya ga ada yg jd petani. Kliatannya profesi petani makin ga diminati ya..

covalimawati wrote on January 10, 2012 - 2:54 am
#27

kasian petani sekarang, udah nanem susah2 eh pemerintah malah impor ini itu :P

Mila wrote on January 10, 2012 - 3:17 am
#28

apik tenan mas puisinya, saya anak petani terharu membacanya :)

feat everyone wrote on January 10, 2012 - 4:12 am
#29

Tangannya yang selalu bergerak itu lho Mba..

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 5:53 am
#30

orangtua saya juga petani Mba Cov..

ya Mba kecenderungannya begitu.. Petani makin kurang diminati.. thanks Mba Cov..

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 5:54 am
#31

Ya Mba Mila.. thats right, tapi apa mau dibilang memang begitu kebijakan yang berlaku..

tapi harga gabah sejak musim kemarin agak lumayan lho… begitu menurut penuturan salah satu petani di jawatimur saat saya tanya.
thanks mba Mila..

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 5:57 am
#32

apik pripun tho Mba…?
itu juga belajar buat puisi..
thanks ya Mba..
Saya juga sama anak petani..

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 5:58 am
#33

ya sama Mba Dhen…. orang tua saya juga petani.. lantas yang meneruskan perjuangannnya siapa ya kalo cucu dan anaknya tidak boleh? hehe..

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 6:00 am
#34

terima kasih Mba Miss…
Dengan adanya mereka kita bisa menikmati hasil panenan mereka..

terima kasih pahawan..

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 6:01 am
#35

berarti ini puisi on the spot.

21inchs wrote on January 10, 2012 - 8:18 am
#36

itu yang di dalam puisi petani mana pak?

tina latief wrote on January 10, 2012 - 8:21 am
#37

Ketika panen raya Padi tentu harga akan ikut meluncur turun. Namun demikian mereka banyak yang tidak kapok untuk tetap menanam Padi. Beras memang menjadi makanan pokok petani. Tentu rasanya ‘ayem’ bila panen melimpah dan tidak terserang hama dan penyakit tanaman. Terkadang habis tandas diserang hama wereng, tikus, dan busuk batang. Namun mereka tetap tekun untuk sebuah harapan. Jasamu begitu besar pak tani. Hidup memang harus saling tolong menolong. Salam sukses dari lereng Gunung Lawu.

Info Seputar Kita wrote on January 10, 2012 - 9:31 am
#38

Jasa Membuat back link

udin wrote on January 10, 2012 - 9:51 am
#39

tersenyum bak petani yang ga lelah ke sawah
kudatang kembali dg senyum indah

anisayu wrote on January 10, 2012 - 11:23 am
#40

jasa back link

udin wrote on January 10, 2012 - 12:20 pm
#41

Petani banyak jasanya, kalo bukan karena petani kita gak bisa makan

rizki_ris wrote on January 10, 2012 - 2:04 pm
#42

Petani, kau sungguh keren…
Tapi pada dasarnya semua orang itu juga keren, lho…
(?)

Falzart Plain wrote on January 10, 2012 - 3:13 pm
#43

iya bener banget ya.. Dengan mereka kita bisa,..
thanks berkenan mampir..

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 10:10 pm
#44

Setuju… Kita semua punya kontribusi yang satu dengan yang lain berbeda..

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 10:12 pm
#45

Wah terima kasih Mas…

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 10:16 pm
#46

Petani Di daerah Magetan Jawatimur..

choirunnangim wrote on January 10, 2012 - 10:39 pm
#47

loh kok dibawah langit Magetan? anak Magetankah??

Petani sejahtera bangsa berjaya ^_^.

Fifin wrote on January 11, 2012 - 12:47 am
#48

makasih pak tani~

saya belum bisa bertani

jiah al jafara wrote on January 11, 2012 - 1:42 am
#49

Oh itu saat sedang main kerumah Nenek seminggu yang lalu…

choirunnangim wrote on January 11, 2012 - 3:15 am
#50

Iya tidaka mengapa Mba ..dan terima kasih pula berkenan berkunjung..

choirunnangim wrote on January 11, 2012 - 3:18 am
#51

Wah ada-ada saja Mas..

choirunnangim wrote on January 17, 2012 - 11:54 pm
#52

dan ia berharap
esok akan cerah
secerah harap dalam asa indah

choirunnangim wrote on January 19, 2012 - 10:31 pm
#53

kalo gak ada petani, kita gak bisa makan nasi dong, hehe. saya datang berkunjung mas choir :)

Silvyzahara wrote on January 24, 2012 - 8:01 pm
#54

Wah maaf saya baru mengetahui bahwa ada tamu disini… maaf suguhannya telat Mba Silvy,.. maaf banget..

choirunnangim wrote on January 28, 2012 - 9:38 pm
You can leave a response, or trackback from your own site.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.
 

Please copy the string 46P2Ky to the field below: