post Category: Dakwah,kebangsaan,Preventif,sosial post Comments (13) postJanuary 17, 2012

Sedikit berbagi ceritaku hari ini.

Tidak seperti biasanya, pagi ini aku telah siap untuk melengkapi referensi skripsiku. Dengan doa dihati, hari ini aku berencana mencarinya ke Badan Perpustakaaan Dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DIY. Sepeda motor(pinjaman) telah dicuci, mesinpun sedari pagi  telah dipanaskan, semua siap dan akhirnya tombol starter tertekan oleh Jempol jari tangan kananku… Tujuan awalku yakni menuju kampus, sebab untuk mendapatkan izin meminjam atau membaca di PERPUSDA DIY harus menyertakan rekomendasi dari kampus terlebih dahulu. Dan setelah mendapat rekomendasi yang dbutuhkan akupun langsung segera menuju pada lokasi yang akan dituju.

Diperjalanan, seperti biasa masih saja banyak aku jumpai pelanggaran/kesalahan yang dilakukan oleh beberapa pengendara kendaraan baik mobil maupun pengendara sepeda motor. Kesalahan yang biasa dan sengaja dilakukan adalah melanggar marka pembatas, mendahului/berbelok tanpa sebelumnya memberi aba-aba lampu, tidak menyalakan lampu bagi sepeda motor dan tentunnya banyak lagi kesalahan yang semestinya tidak dilakukan oleh pengendara baik sengaja ataupun lupa. Sebab sekecil apapun kesalahan yang dilakukan akan berpotensi pada kecelakaan yang tentu saja dapat menimbulkan korban dan berpotensi menambah kemacetan arus lalulintas.

Memang kejadian seperti demikian sudah mendarah daging di Indonesia, serasa sulit untuk barang sedikit berubah dan membenahinya. Kedisplinan yang ada serasa terabaikan, kedisiplinan hanya cukup diketahui dalam ranah kognitif saja belum/tidak terefleksikan pada perilaku atau psikomotor. Harapannya hanyalah tertumpu pada generasi selanjutnya agar lebih memiliki budaya disiplin demi kemajuan bangsa ini.

Seperti biasanya saat tiba di simpangan perempatan jalan kami diberhentikan oleh warna merah lampu trafic light tanda berhenti.  Dan seperti yang kita ketahui bahwa sistem yang ada dalam ‘traffic light’ sama seperti arah putaran jarum jam. Yakni kita akan mendapat giliran melaju saat setelah sebelah yang berada disisi kanan kita telah melaju. Setelah sesaat menunggu, warna lampu yang paling disuka oleh para pengendara menyala. Dan apa yang terjadi dengan hari ini? Ternyata dari sisi arah jalan sebelahpun lampunya menyala  hijau pula. Ini terbukti karena dari sisi arah jalan tersebut kendaraanpun ikut melaju. Dan tentu saja kemacetan ditengah-tengah perempatan jalan tak terlakkan lagi. Dan yang paling disayangkan.. Tak ada seorang petugaspun yang berjaga disana, yang paling tidak memberi aba-aba dengan suara peluit kesayangannya itu.

Namun dengan sedikit saling toleransi yang dimilliki para pengendara dan jerit suara klakson yang bersahutan, akhirnya kami dapat melewati perempatan yang  sudah gaduh sepagi itu. Meski dengan menyisakan tanya dalam benak kami masing-masing. Mengapa itu bisa terjadi..?? Tapi sesaat pertanyaan itu dijawab sendiri oleh kami “ah mungkin hanya waktu itu saja”.

Singkat cerita, saatnya pulang tiba.. Dan apa yang terjadi  saat aku melewati perempatan yang pagi tadi semula akau lewati..?! Ternyata kejadian yang sepagi tadi telah terjadi ternyata terulang kembali sore ini. Akhirnya saya yakin benar bahwa sedari pagi ‘traffic light’ itu mengalamii kerusakan ( error). Demikian kisahku…

Horaayy..there are 13 comment(s) for me so far ;)

#1

salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas adalah karena kebanyakan pengendara merasa lebih penting dari yang lain sehingga inginnya lebih cepat meinggalkan budaya saling menghormati

narno wrote on January 18, 2012 - 3:15 am
#2

itu bapak polisi nya kemanaaa?? >,<
kalau ada yang celaka bagaimana itu? haduuhh

misstitisari wrote on January 18, 2012 - 2:39 pm
#3

Hmmm… menyimak…
Kalau masalah di jalan raya, kayaknya banyak yang tidak disiplin, termasuk saya juga… Lampu kuning itu artinya sebenarnya hati-hati atau buruan sih?

Falzart Plain wrote on January 18, 2012 - 3:47 pm
#4

Semoga saja ada warga yang berbaik hati mau melaporkan kondisi itu ke kantor polisi. :)

kakaakin wrote on January 18, 2012 - 4:30 pm
#5

Iya Mas narno, kebanyakan dari kita melupakan akan kepentingan orang lain.. terima kasih Mas..

choirunnangim wrote on January 18, 2012 - 10:19 pm
#6

Masih pagi Mba. biasa.. mungkin lagi pada breafing dikantor…

choirunnangim wrote on January 18, 2012 - 10:21 pm
#7

Wah ternyata, salah dalam menaksirkan lampu…
Semestinya pelan-pelan dan hati-hati, ini malah jadi kebut-kebutan..

choirunnangim wrote on January 18, 2012 - 10:23 pm
#8

iya ya Mba semoga saja, tapi maaf saya tidak melaporkannya Mba.. Sebenarnya ditepat itu juga ada post polisi, menjadi kritik bagi petugas..

choirunnangim wrote on January 18, 2012 - 10:26 pm
#9

kalau di sini walau lampu mati misalnya, org tetap berkendara dengan tertibnya sesuai dengan yg dipelajari saat bersekolah mengemudi , jadi tak pernah saya lihat pak polisi di jalan, atau bisa dikatakan tak pernah kudengar klakson di jalan karena memang nggak dibutuhkan

Ely Meyer wrote on January 19, 2012 - 2:03 pm
#10

Jadi ngiri Mba Ely…
budaya disini susah.. kemarin saya sampe sempet emosi Mba Ely..
saya menendang bagian belakang kendaraan seorang yang terang-terang mengambil hak orang banyak, sebab karena kesalahannya itu laju kendaraan semapt lambat dan terhenti…
saat ia dekat dengan laju kendaraan saya lansung saja saya tendang ytuh bagian belakangnya dan banyak yang lihat lagi.. tapi masa bodo amat bagi saya itu pelajaran bagi dia agar lebih disiplin…

choirunnangim wrote on January 19, 2012 - 9:06 pm
#11

Kadang kita tak disiplin karena ketika kita disiplin menjadi aneh dan salah dimata para indisipliner :)

achoey el haris wrote on January 21, 2012 - 9:07 am
#12

Nah itu dia yang saat ini menjadi masalah utama mas Achoey…
Banyak dari kita tahu bahwa itu benar, tapi malu melakukannya. Sebab akan dikatakan sebagai orang yang asing. Nyelenehh..
Thanks Mas ..

choirunnangim wrote on January 21, 2012 - 9:04 pm
#13

sekecil apapun bentuk kedisiplinan kita pasti berdampak positif untuk lingkungan sekitar dan orang lain pastinya.

hipnoterapi surabaya wrote on July 12, 2013 - 9:50 am
You can leave a response, or trackback from your own site.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.