post Category: kebangsaan,sosial post Comments (35) postJanuary 21, 2012

 

Hukum di negeri ini mungkin hampir mati, terutama bagi kaum ‘kawula alit’ (rakyat jelata) yang mengharapkan keadilan. Bagi yang merasa sebagai rakyat jelata tentu hukum tidak berlaku dan tidak ada lagi. Sebab penegakan hukum di negeri ini hanya memandang sebelah mata bagi mereka kaum jelata. Hukum hanya akan “tajam kebawah dan tumpul keatas” hukum di Indonesia justru terkesan sebagai sumber ketidakadilan itu sendiri, kebanyakan hukum di negeri ini berpihak kepada kekuasaan dan modal, bukan lagi berpihak pada kebenaran. Keadilan hanya ditentukan oleh kepentingan, uang, kekuasaan dan jabatan saja.

Kondisi ini menjadikan hukum di Indonesia menjadi seperti ‘hukum rimba’, yang mana siapa yang kuat dialah yang menang. Ini terlihat pada proses penyelesaian hukum yang melibatkan para elit penguasa sebagai terdakwanya. Dapat kita lihat setiap para pembesar negeri yang bersalah (mencuri/korupsi) mereka hanya akan dihukum beberapa saat saja dan di jerat dengan pasal lentur atau pasal negosiasi dan pasal deal-dealan politik. Lain halnya dengan masyarakat kecil yang bermasalah dengan hukum. Ia akan dijerat dengan pasal baja/besi beton yang tak punya belas kasihan dan kaku.

Putusan yang dijatuhkan kepada pelaku kejahatan yang menyangkut rakyat jelata selalu bersifat legalistik, putusan hukum yang dijatuhkan terkesan kaku dan hakim tidak dapat memahami arti dan makna akan kearifan yang terkandung dalam aturan hukum yang ada. Indriyanto mengatakan, Semestinya hakim mengambil pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) dalam memutuskan kasus ringan yang dilakuakan oleh masyarakat. Sehingga dalam memutuskan kasus pidana tentang pencurian kakao, pisang dan sandal jepit tidak lantas seenak hati sang hakim.

Hakim dituntut untuk arif dalam menilai kerugian dan dampak yang di timbulkan oleh pencurian yang  terjadi. Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia, Amir Syamsudin sedang memikirkan payung hukum terkait para pelaku pidana dalam kasus kecil/ringan yang terjadi dimasyarakat.

Untuk lebih jelasnya berikut beberapa perbandingan kasus hukum yang terjadi antara kaum elit dan kaum papa:

 A.      JERAT HUKUM KAUM ELIT

No NAMA KASUS JERAT HUKUM Dan WAKTU
1 ARTALYTA SURYANI

 

Penyuapan dalam kasus

BLBI yang

melibatkan pemilik BDNI

Pada 7/2008

5 th penjara pengadilan

Tipikor Jakarta, bebas setelah

2/3 massa hukuman

2 AGUSRIN

M NAJMUDIN

Korupsi dana bagi hasil

PBB 2006

-2007 senilai Rp 21,3 Miliar

Pada 5/2011

Divonis bebas PN Jakarta

Pusat

3 EEP HIDAYAT

(Bupati Subang)

Korupsi biaya pemungutan PBB Rp 14 miliar Pada 8/2011

Divonis bebas PN Tipikor

Bandung

4 MOCHTAR MUHAMMAD

(wali kota Bekasi)

Suap anggota DPRD Rp 16 Miliar. Penyalahgunaan uang

makan minum Rp  639 juta,

suap pila adipura 2010 Rp 500

juta dan suap BPK Rp 400 juta

Pada 10/2011

Divonis bebas PN Tipikor

Bandung

5 ANDI AHMAD

SAMPOERNA JAYA

(mantan Bupati

Lampung Tengah)

Korupsi APBD senilai Rp 28

Miliar

Pada 10/2011

Divonis bebas oleh PN Tanjung Karang

6 14 Anggota DPRD

KUTAI KERTA

NEGARA

Korupsi dan APBD KUKAR 2005 sebesar Rp 2,6 Miliar Pada 10/2011

Divonis bebas PN Samarinda

7 OEI SINDHU

STEFANUS Direktur PT

Karunia Prima

Sedjati

Korupsi sistem informasi

Adminiistrasi Kependidikan

(SIAK) Online Kabupaten Cilacap

Rp 16,7 Miliar

Pada 10/2011

Divonis bebas PN Semarang

 

 

 B.      JERAT HUKUM KAUM PAPA

 

NO NAMA KASUS JERAT HUKUM Dan WAKTU
1 AMINAH (55) Pencurian tiga buah Kakao

Rp 2.100 di Darmakradenan,

Ajibarang, Kabupaten

Banyumas

Pada 10/2009

Divonis 1bulan 15 hari oleh PN Purwekerto

2 MANISIH (39)

SRI SURATMI (19)

JUWONO (16)

RUSNOTO (14)

Pencurian satu karung plastik buah Kapuk/Randu Rp 12.000 di Batang, Jateng. Pada 2/2010

Divonis 24 hari di PN Batang

3 AGUS BUDI

SANTOSO (25)

Pencurian seekor ayam jago di Balen, Bojonegoro Jatim Pada 9/2010

Di PN Bojonegoro

4 SUPRIYADI (40) Pencurian dua batang Singkong dan satu batang bambudi Pasuruan Jatim Pada 10/2010

I bulan 30 hari kurungan oleh PN Bangil

5 AMIRAH Pekerja Rumah Tangga yang dituduh mencuri sarung bekas seharga Rp 3.000 Di Pamekasan Jatim Pada 7/2012

Dipenjara 3 Bulan 24 hari

6 AAL (15) Pencurian Sandal diPalu Sulteng Pada 1/2012

Dinyatakan bersalah dan di kembalikan ke orangtuanya di PN Palu

Sumber: Litbang kompas dan harian kompas edisi 6 Januari 2012

 

Dari tabel diatas jelas bahwa hukum di Indonesia selalu dan selalu tajam kebawah. Hukum identik hanya berlaku bagi orang-orang kecil yang jelas-jelas membutuhkan keadilan akan tetapi yang terjadi adalah mereka justru terexploitasi oleh hukum itu sendiri. Ketika hukum berhadapan langsung dengan para elit negeri ini, maka hukum akan tumpul, tak bertaji dan tak memiliki fungsi sebagaimana mestinya.

Horaayy..there are 35 comment(s) for me so far ;)

#1

nampaknya hukum yang ada masih belum mampu menangani kasus besar. seperti KPK dengan ketua yang baru, berjanji jika tidak mampu mengungkap kasus besar maka akan pulang kampung..(apa iya?) selain itu kasus besar yang muncul selalu ada seperti pengalihan isu. century misal, yang kasus sendiri masih belum selesai penanganannya tapi sudah memakan korban yang dipenjara. aduh… *kacang…kacang…kacang…

cakbas88 wrote on January 22, 2012 - 10:18 am
#2

Moga ada perbaikan
moga hukum di negeri ini benar2 menjunjung keadilan

achoey el haris wrote on January 22, 2012 - 10:56 am
#3

yang paling sedih waktu itu ketika melihat kasusnya mbah Aminah yang mengambil kakao 3 buah.. bener2 gila mah hukum Indonesia.. cuma kakao 3 biji aja, nenek2 mau dipenjarain.. astaghfirullah..

dhenok habibie wrote on January 22, 2012 - 12:32 pm
#4

Iya tuh Mba Dhenn, masa segitunya hukum kita ya…
Ada-ada saja..

choirunnangim wrote on January 22, 2012 - 12:44 pm
#5

Iya Mas Achoey….
Semoga saja demikian. dan semoga tidak ada lagi hukum yang tumpul buat para elit kita…
Makasih Mas..

choirunnangim wrote on January 22, 2012 - 12:49 pm
#6

wah saya juga tidak yakin badan hukum yang menanngani kasus ini(KPK) mampu menangani kasus ribet yang melibatkan para elit…
kacau kali Mas Bas, bukan KACANG….
terima kasih Mas

choirunnangim wrote on January 22, 2012 - 12:54 pm
#7

Maaf ini data dari mana ya…?

islamickamalcenter wrote on January 22, 2012 - 5:51 pm
#8

Dooh… kejadian2 diatas hanya semakin memperbesar ketidak percayaan akan hukum di negri ini ya… :(

kakaakin wrote on January 22, 2012 - 7:47 pm
#9

wah dah mule greget ni tulisan tulisannya. . . .. jadi ngiri. . .

Susu Segar wrote on January 22, 2012 - 9:03 pm
#10

Aamiin. Tak ada yang tak mungkin jika Allah berkehendak. Yang terjadi pasti berbuah hikmah :)

achoey el haris wrote on January 23, 2012 - 10:20 am
#11

jadi skeptis sama negeri sendiri, semoga keadilan bener-bener bisa ditegakkan dimanapun itu

raden ikhwan wrote on January 23, 2012 - 1:34 pm
#12

Iya ya Mas semoga aja demikian..

choirunnangim wrote on January 23, 2012 - 4:30 pm
#13

Oke greget Bosss..
Matur nuwun, kapanb pulang nih…

choirunnangim wrote on January 23, 2012 - 4:31 pm
#14

Iya ya mba terus kemana lagi kita mesti menyandarkan diri…

choirunnangim wrote on January 23, 2012 - 4:32 pm
#15

hehe… dibaca dulu Boss..

choirunnangim wrote on January 23, 2012 - 4:34 pm
#16

ngenes aku baca postingan ini, mengharapkan saja semua kedepan akan lebih baik nggak akan menyelesaikann masalah, harus ada yg berani melawan dan membongkar kebusukan hukum itu sendiri, keterlaluan sekali mereka

Ely Meyer wrote on January 23, 2012 - 5:33 pm
#17

Sistem gak bakal berubah kalau pemerintahnya pun masih yang tidak prorakyat, kapitalis, dan sekular … semoga segera keadilan itu lahir di bumi nusantara …

#mari kibarkan bendera setengah tiang …

Elfarizi wrote on January 23, 2012 - 6:16 pm
#18

gak akan pernahjj berubah klo gda kecaman keras..
karena mnurutku rakyat kita adalah tip yug g akan bergerak tanpa adanya paksaan..
ya mau gmna lagi.. kita hnya bisa berharap.. suatu saat kita juga bisa ikut andil merubahnya mnjadi jauh lebih baik,,

Si Galau wrote on January 23, 2012 - 6:26 pm
#19

Wah Mba Ely jadi naik pitam tuhh… Wah maaf jika postingan saya memmbuat geram yang membaca..
Tapi jujur dari dalam hati ini hanya untuk menjelaskan lebih luas bahwa hukum yang ada belum berjalan dengan baik..
Bener Mba mereka keterlaluan..

choirunnangim wrote on January 23, 2012 - 9:05 pm
#20

iya ya Mas, mengibarkan bendera setengah tiang tanda kita semua kecewa atas jerih payah para pahlawan yang hanya diisi oleh pencuri negeri..

choirunnangim wrote on January 23, 2012 - 9:06 pm
#21

Yapz benar itu Mas…
Semoga kita dapat istiqomah dan lebih memberikan contoh..

choirunnangim wrote on January 23, 2012 - 9:17 pm
#22

dalam bahasa yang sangat kasar dapat disebutkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat tipis antara PEJABAT dan PENJAHAT

masgiy wrote on January 23, 2012 - 10:24 pm
#23

Perbedaan yang sangat tipis Mas ii saya sertakan alamat tulisan Mba Menone yang juga hampir sama dengan tulisan saya diatas..

http://menone.wordpress.com/2012/01/22/ada-dimana-kalian-yang-mengaku-wakil-rakyat/#comment-54638

choirunnangim wrote on January 23, 2012 - 11:10 pm
#24

hanya bisa ngelus dada…
#sangatprihatin

bensdoing wrote on January 24, 2012 - 12:30 am
#25

akhirnya … bisa mendarat juga disini dengan selamat, setelah berkali2 gagal karena di hadang oleh Open DNS, sama yang punya blog maaf ya, bukan gak maksud gak mau berkunjung, tapi kesulitannya ya itu dia, selalu terhadang Open DNS, tapi sekarang tenang aja udah di simpen di bookmark alamatnya, :)

kita do’akan semoga nergi ini menjadi negri yang benar2 bersih dari segala kebejatan petinggi kita, mungkin mereka seperti itu karena mereka sebenarnya bodoh ;)

stupid monkey wrote on January 24, 2012 - 12:47 am
#26

Selamat pagi menjelang siang sobat :)

achoey el haris wrote on January 24, 2012 - 10:28 am
#27

tulisantulisan macem ini yang bikin saya suka mendadak pengen pindah dari Indonesia *jujur* :D
tapi siapa yang mau nampung :P

misstitisari wrote on January 24, 2012 - 11:04 am
#28

Ke negara Brunai Darusalam saja Mba Miss… Brang kali masih ada tempat buat kita, yuk, yuk..

choirunnangim wrote on January 24, 2012 - 11:24 am
#29

Iya mas Achoey.. sama-sama..

choirunnangim wrote on January 24, 2012 - 11:25 am
#30

Wah-wah ketiban durian saya Mas…
terima kasih kiranya telah dan dapat berkenan mengunjugi rumah ini… Dan maaf beribu maaf juka kadang memang susah untik meng akses dan masuk kesini.. sampe-sampe keluhan serupa juga di alami oleh Mba Anisa Sang pembuat PUISI itu Mas..
Dan iya juga sebagi warga negara yang baik tyentu kita saling mendoakan agar pemimpin negeri ini lebih bijak dalam berbagai hal Mas..

choirunnangim wrote on January 24, 2012 - 11:28 am
#31

uay mas setidaknya kita masih berupaya untuk menjadikan negara tempat kita tinggalini menjadi lebih baik..
terima kasih ya Mas…

choirunnangim wrote on January 24, 2012 - 11:29 am
#32

sungguh memprihatinkan.. bikin speechless deh klo kek gini.. braninya ma rakyat jelata doank.. huuh..

covalimawati wrote on January 24, 2012 - 1:00 pm
#33

Huwww. baru liat Mba Cova naik pitammm.. Sereum juga ya..

Tenang Mba Cova… Kita tunggu saja kawula alit yang terluka oleh pisau hukum yang hanya tajam bagi orang kecil…

choirunnangim wrote on January 24, 2012 - 4:08 pm
#34

iya Mas.. Matur nuwun..

choirunnangim wrote on January 28, 2012 - 9:22 pm
#35

susahnya cari ke adilan di tanah air memang kadang :\

roller blind wrote on July 12, 2013 - 9:12 am
You can leave a response, or trackback from your own site.

Write Your Comment

Comment Guidelines: Basic XHTML is allowed (a href, strong, em, code). All line breaks and paragraphs will be generated automatically.

You should have a name, right? 
Your email address, I promised I won't tell it to anyone. 
If you have a web site or blog, you can type the URL right here. 
This is where you type your comments. 
Remember my information for the next time I visit.