Mungkin benar pepatah lama yang mengatakan bahwa “Sepandai-pandai tupai melompat suatu kala ia akan tajuh jua”. Dan itu pula yang terjadi padaku shubuh esok tadi, saat para jam’ah masjid tempatku tinggal khusyu’ berdiri menyembah kepada sang kholik pemilik semesta jagad ini. Sebuah suara pintu tertutup agak keras terdengar dari dalam ruang masjid, maklum jarak antara Masjid dengan ruang tempat tinggalku tak seberapa jauh kira-kira 3-5 meter saja. Dan suara ‘klek’ itu masih terngiang jelas ditelingaku tepat saat rokaat pertama berlangsung.
Riuh hatiku memilih untuk mengurungkan sholatku atau melanjutkannya, jelas bunyi suara ‘klek’ pintu itu mengindikasikan bahwa ada yang menutup dan membukanya. Aku faham betul dengan suara pintu itu, namun lagi-lagi aku memilih untuk berfikir positif dalam sholatku semoga itu hanya suara liar yang mengganggu khusyu’ sholatku. Dan sholatpun usai suara salam sang imam mengakhiri rangkaian sholat, kemudian seperti biasa aku tetap berada dalam ‘shof’ untuk sejenak berdzikir selepasnya. Dan aku masih menggenggam pendapat bahwa suara bunyi ‘klek’ saat sholat berlangsung itu hanyalah ilusi hayalku saja.
Entah apakah sholat shubuhku pagi ini ternilai khusyu’ atau justru sebaliknya, yang jelas pilihan untuk tetap melanjutkan sholat merupakan keputusan yang final menurutku. Apakah aku salah?
Ketika aku membuka pintu dan memasuki ruangan itu, ruangan kamarku sudah tidak sperti saat aku keluar terakhir kalinya. Celana panjang hitam yang semula tergantung sudah berada di tengah ruangan, mungkin ia mencari uang disaku itu. Baju batik biru yang semula tergantungpun terkulai lusuh dibawah. Ah jelas, apa yang ada dalam firasat hatiku saat sholat nyata terjadi fikirku lagi. Bahwa jelas ada seseorang yang telah memasuki kamarku, dan nyata memang itu terjadi.
Handphone merk Sony Ericson type J 301 raib yang seingatku semula berada diatas meja kecil belajarku. Speaker System (speaker Active) Z 103 bermerk Logitechpun amblas dibawanya pencuri itu. Serasa mimpi dan tak percaya rasa mataku melihatnya, beruntung tas berisi Note Book bermerk HP MINI 110-3504 TU milikku yang berada diatas kasur tak dibawanya juga. Didalam tas itu juga dompet berisi uang dan kartu ATM aku simpan. Dan STNK kendaraan sepeda motor milik temanku. Sedang kendaraan ada diluar kamar bersama sepeda motor milik beberapa jama’ah, sedang kunci sepeda motor tergantung di paku kecil disebelah meja.
Memang saat aku keluar meninggalkan ruang kamar, aku selalu mematikan lampu yang ada, hitung-hitung hemat energi. Dan itu pula yang mungkin membuat sang pencuri agak kesulitan mengenali ruanganku.
Aku tetap berdiri mencari apa yang hilang dari kamarku, sebuah kaca mata agak kusam terlihat tergeletak disudut meja kecil. Mungkin itu milik sang pencuri yang terjatuh saat gugup beraksi, atau untuk membuang jejak saja agar isu dapat dialihkan.
Sambil menghela nafas panjang dalam benakku berkata “kesalahan terbesarku pagi ini adalah tidak mengunci pintu itu. Padahal apabila aku mengunci pintu itu sebelumnya mungkin kejadian diatas tak terjadi”.
Sedikit sesal mewarnai pagiku hari ini, jelas semua nomer kontak yang biasa aku hubungi hilang ikut terbawa dalam memory card dan memory HP yang raib. Namun sesaat kemudian aku berfikir, bahwa semua ini terjadi atas kehendak-Nya dan tentu ada hikmah dibalik semua kehendak-Nya ini. Dan paling tidak esok hari aku akan sedikit lebih berhati-hati.
Sekian sedikit cerita haruku pagi ini, semoga tulisan ini memberi manfaat bagi seluruh pembaca yang budiman. Bahwa benar sebuah antisipasi dan kewaspadaan itu mesti selalu dilakukan.
January 26, 2012
Horaayy..there are 36 comment(s) for me so far ;)
dikhlaskan saja, Insya allah dapat gantinya nanti.
benar sekali antisipasi dan kewaspadaan memang harus selalu dilakukan
inget lagu dangdut yang gini gak ? “siang ku teledor malam ku teledor…. tttuuutt ttuuutt…” jangan nangis lah. . . besok beli lagi. masih banyak to hp yang masih buka kok hehehe… semau datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. ..
Sabar aja sobat mungkin itu bukan rejekinya sobat
Iya Mas penjual susu, aku juga inget lagu itu…Aku memang teledor pagi itu..
Iya Mas aku akan menerima nya dengan sabar…, terima kasih..
Semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik lagi Mas? Srandal butut saja bisa hilang di halaman masjid, apalagi barang berharga di sekitar masjid. Pencuri memang selalu menunggu lengah orang yang ingin diperdayainya.
Kalau barang yang dicuri itu bermanfaat bagi yang mencuri ikhlaskan saja. Toh perbuatan mencuri itu saat itu juga sudah dicatat file kejahatannya oleh malaikat Tuhan yang tidak tidur dalam mengawasi setiap hamba manusia. Tinggal di hari pembalasan kelak pencuri itu akan memanen hasil kejahatannya di mahkamah akherat yang tidak kenal sogokan dan suapan. Yang baik diganjar baik, yang jahat diberi balasan juga dan sudah tahu tempatnya.
wah, adakah orang yg kau curigai
mengingat ada kacamata kusam itu
bisa jadi itu dijadikan barang bukti sementara
semoga kau sabar ya
Allah kan menggantinya dg yg lebih baik
harus bisa mengambil hikmahnya…
sabar pak,
Kalaupun nantinya diketahui siapa pemilik kacamata itu atau ada yang mengaku, maafkan saja dan ikhlaskan. Terima kasih untuk kisah hikmahnya.
Terima kasih Mba Ely…
iya aku telah berusaha untuk mengikhlaskannya Mba..
Wah saya tidak punya gambaran tentang siapa kiranya yang mengambil Mas Achoey…
Iya Mas, terima kasih…
Oke Mas Kamal, semoga aku bisa mengambil hikmah itu…
Iya Mba Lia…terima kasih atas kunjungan Anda ..
Semoga kisah ini mengingatkan kita semua..
Ia kang sama-sama
semoga tak terulang kembali, bisa lebih hati-hati kemudian
paling tidak ada pelajaran yang bisa kamu ambil ya Ngim dari kejadian ini, tidak ada salahnya repot sedikit (mengunci pintu) hanya untuk berjagajaga saja
ya ngga apaapa, insyaAllah besok ada gantinya yang jauh lebih baik. kalau ngga kejadian begini kan kamu jadi ngga tahu rasanya kehilangan bagaimana, diikhlaskan saja
satu pelajaran buat kita, berhati2 dulu baru menyerahkan semuanya pada pemilik kehidupan … jadi pintu harus dikunci sebelum pergi, baru hati berasa tentram.
salam sukses, semoga Allah segera memberikan ganti yang baru yg jauh lebih bagus.
salam fitr4y
Mungkin ada yang kelupaan sampai-sampai kecurian begini… Maksudnya selain kunci pintu sih… Apa hayo? Mari introspeksi diri…
Diikhlaskan saja, akan ada ganti yang lebih baik dari Allah kalau kita ridho…
ikhlaskan saja mas.. saya tahu bagaimana rasanya, karena belum 1 bulan yang lalu saya juga kecopetan, hp, uang dan SIM pun raib.. awalnya kita sering menyesal dan mengeluh, coba gini, coba gini, harusnya tadi aku bla bla bla.. tapi kalo mo dituruti hanya akan membuat kita makin sakit hati.. belajar untuk menerima saja, berbesar hati..
Terima kasih Mba Fit..
Semua wejangan yang telah dibrikan akan selalu saya inget Mba..
Dan terima kasih telah berkenan berkunjung..
Wah kayaknya saya kurang bersyukur dan kurang bersohdaqoh Mas Dokter…
Ya terima kasih Mas dokter telah mengingatkan saya…
Iya terima kasih Mba Dhen, semua yang diajarkan akan dilaksanakan semaksimal mungkin..
Belajar berbesar hati seperti Mba Dhen.. Matur nuwunnn..
Iya deh Mba Miss, Matur nuwun atas segala yang telah diberikan dan jelas akan menambah saya berhati-hati lagi..
Matur nuwun Mba Miss..
Oke mas Narno terima kasih…
Mungkin denganbegini saya akan banyak belajar lebih berhati-hati..
Alhamdulillah … notebook dan kunci motor masih selamat,
semoga jadi kifarat bagi dosa-dosa terdahulu ya, Mas …
Dan, insya Allah semoga ada pengganti barang yang hilang dengan yang lebih baik
Mungkin sudah waktunya minta di ganti mas HP-nya….ikhlasin aja….:)
Yg namanya kejahatan pasti kan terungkap atau paling tidak ada balasannya.
sabar ya mas…orang pencuri hidupnya ngga bakal berkah…
Terima kasih atas supportnya Mba..
wah bener itu mas, emang hape jadul, itu juga miliktemen hehe..
makasih Mas..
Amin ya Robbal’alamin… Sebagai penggugur dosa…
Semoga diganti dengan yang lebih baik Mas El..
Saat ini memang waspada itu perlu, dimanapun kita berada.
Tapi percayalah, yang penting kita selamat, harta bisa dicari lagi.
wah sedang kena musibah toh. Sabar ya.. ikhlaskan.. InsyaAllah dpt gantinya.
Tmn ktrku jg abis kemalingan. Pdhl kamar kostnya udah dikunci. Dan peristiwa itu bikin dia trauma, mpe lgsg ambil keputusan pindah kost.
Semoga km baik2 aja ya..
Terima kasih Bu Guru, atas semuanya..
Iya Mba Cova, tapi aku udah relain ko.. lagian ga banyak yang dibawa..
Wah aku turut berduka atas kejadian yang menimpa temen Mba Cova..
Moga kita lebih hati-hati ya Mba Cova..