<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Raih Syurga</title>
	<atom:link href="http://blog.umy.ac.id/nangim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.umy.ac.id/nangim</link>
	<description>Ibadah Menuju Syurga</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 14:46:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Kalah Biasa, Menang Tak Pernah</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/30/kalah-biasa-menang-tak-pernah/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/30/kalah-biasa-menang-tak-pernah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 14:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ulang Tahun Republik Indonesia(HUT RI). Kesebelasan. Cerita. Kelakar. Contestasi. Kompetisi. Strategi PERMAINAN. Strategi. Kecurangan. OLAH RAGA. BUNUH DIRI. SEPAK BOLA.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[Adalah wajar apabila dalam sebuah kompetisi/pertandingan seluruh pemain mendambakan kemenangan. Namun satu hal yang tidak boleh terlupakan oleh setiap  pemain ketika telah memasuki kancah pertandingan, yakni dalam setiap pertandingan harus ada salah satu yang menang atau kalah.  Dalam sebuah kontes tidak hanya  kalah dan menang saja yang dicari. Sebuah kontes diadakan bukan semata-mata sebagai kontestasi, <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/30/kalah-biasa-menang-tak-pernah/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A</strong>dalah wajar apabila dalam sebuah kompetisi/pertandingan seluruh pemain mendambakan kemenangan. Namun satu hal yang tidak boleh terlupakan oleh setiap  pemain ketika telah memasuki kancah pertandingan, yakni dalam setiap pertandingan harus ada salah satu yang menang atau<span id="more-283"></span> kalah.  Dalam sebuah kontes tidak hanya  kalah dan menang saja yang dicari. Sebuah kontes diadakan bukan semata-mata sebagai kontestasi, adalah banyak hal yang dapat terambil dari sana. Terdapat  nilai persahabatan, kerukunan, kerja sama, nilai kesetia kawanan sosial serta sebagai pemenuhan hak atas gelar mahkluk sosial yang kita sandang. Tidak dikatakan menang jika kita merasa paling tangguh dibanding lawan, kita mesti mengingat tanpa sang lawan, kita tidak dikatakan apa-apa.</p>
<p>Jika setiap kontestan memahami akan maksud dan tujuan laiknya paparan diatas, maka tidak akan pernah kita jumpai kecurangan, percekcokan, dll dalam sebuah kontes yang ada. Adalah wajar apabila setiap kontestan memiliki strategi dalam meraih sebuah kemenangan, namun bukan masuk dalam kategori licik ataupun curang.</p>
<p>Sekitar 15 (lima belas) tahun yang lalu sekitar tahun 1997 pada saat saya duduk di kelas 4 SD, sebuah kompetisi sepak bola persahabatan antar sekolah pada saat memperingati Hari ulang Tahun Republik indonesia (HUT RI) digelar. Kompetisi di ikuti oleh beberapa sekolah di daerahku. Seperti semua permainan yang ada, kami telah mempersiapkan segala sesuatunya dukungan dari  para gurupun  jelas terlihat.</p>
<p>Singkat Cerita, pertandingan berlangsung imbang, namun sesaat sebelum perminan berakhir seorang teman menendang bola dengan lambung, hasrat hati diarahkan kedepan namun alhasil bola mengarah kebelakang dan tepat ditengah mistar gawang dan sang penjaga gawang kami luput menyelamatkannya bola itu. Dan skor 1-0 itu berakhir hingga permainan usai.</p>
<p>Wajah layu nampak jelas terlihat pada seluruh anggota kesebelasan yang kami miliki. Terang saja, kemenangan yang sebelumnya diharap berganti dengan pukulan keras yang justru datang dari teman satu team kami sendiri. Meski kami sepenuhnya sadar bahwa apa yang terjadi bukan merupakan unsur kesengajaan dari teman kami. Bapak Tukirin., Spd guru olah raga kami segera mengumpulkan anggota kami, kemudian beliau mengatakan <em>“kalah biasa menang tak pernah”</em>. Kelakarnya menyadarkan kami akan makna sebuah pertandingan, meski kami pulang dengan kekalahan.</p>
<p>Begitulah ceritaku, lantas bagaimana kisah rekan-rekan yang berhubungan dengan HUT RI..?</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/30/kalah-biasa-menang-tak-pernah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>48</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kicau Pencuri Di Shubuh Hari</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/26/kicau-pencuri-di-shubuh-hari/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/26/kicau-pencuri-di-shubuh-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 14:43:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Preventif]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan. Hand Phone. Kaca Mata. Antisipasi. Mengunci Pintu. Cerita Shubuh.]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan fatal]]></category>
		<category><![CDATA[kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah sedih di shubuh hari]]></category>
		<category><![CDATA[Pencuri]]></category>
		<category><![CDATA[sedia payung]]></category>
		<category><![CDATA[tips kewaspadaan]]></category>
		<category><![CDATA[untukmu teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin benar pepatah lama yang mengatakan bahwa “Sepandai-pandai  tupai melompat suatu kala ia akan tajuh jua”. Dan itu pula yang terjadi padaku shubuh esok tadi, saat para jam’ah masjid tempatku tinggal khusyu’ berdiri menyembah kepada sang kholik pemilik semesta jagad ini. Sebuah suara pintu tertutup agak keras  terdengar dari dalam ruang masjid, maklum jarak antara <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/26/kicau-pencuri-di-shubuh-hari/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>M</strong>ungkin benar pepatah lama yang mengatakan bahwa <span style="text-decoration: underline">“S<em>epandai-pandai  tupai melompat suatu kala ia akan tajuh jua”.</em></span><em> </em>Dan itu pula yang terjadi padaku shubuh esok tadi, saat para jam’ah masjid tempatku tinggal khusyu’ berdiri menyembah kepada sang <em>kholik</em> pemilik semesta jagad ini. Sebuah suara pintu tertutup agak<span id="more-277"></span> keras  terdengar dari dalam ruang masjid, maklum jarak antara Masjid dengan ruang tempat tinggalku tak seberapa jauh kira-kira  3-5 meter saja. Dan suara <em>‘klek’ </em>itu masih terngiang jelas ditelingaku tepat saat rokaat pertama berlangsung.</p>
<p>Riuh hatiku memilih untuk mengurungkan sholatku atau melanjutkannya, jelas bunyi suara <em>‘klek’</em> pintu itu mengindikasikan bahwa ada yang menutup dan membukanya. Aku faham betul dengan suara pintu itu, namun lagi-lagi aku memilih untuk berfikir positif dalam sholatku semoga itu hanya suara liar yang mengganggu khusyu’ sholatku. Dan sholatpun usai suara salam sang imam mengakhiri rangkaian sholat, kemudian seperti biasa aku tetap berada dalam <em>‘shof’ </em>untuk sejenak berdzikir selepasnya. Dan aku masih menggenggam pendapat bahwa suara bunyi <em>‘klek’</em> saat sholat berlangsung itu hanyalah ilusi hayalku saja.</p>
<p>Entah apakah sholat shubuhku pagi ini ternilai khusyu’ atau justru sebaliknya, yang jelas pilihan untuk tetap melanjutkan sholat merupakan keputusan yang final menurutku. Apakah aku salah?</p>
<p>Ketika aku membuka pintu dan memasuki ruangan itu, ruangan kamarku sudah tidak sperti saat aku keluar terakhir kalinya. Celana panjang hitam yang semula tergantung sudah berada di tengah ruangan, mungkin ia mencari uang disaku itu. Baju batik biru yang semula tergantungpun terkulai lusuh dibawah. Ah jelas, apa yang ada dalam firasat hatiku saat sholat nyata terjadi fikirku lagi. Bahwa jelas ada seseorang yang telah memasuki kamarku, dan nyata memang itu terjadi.</p>
<p>Handphone merk Sony Ericson type J 301  raib yang seingatku semula berada diatas meja kecil belajarku. Speaker System (speaker Active) Z 103 bermerk Logitechpun amblas dibawanya pencuri itu. Serasa mimpi dan tak percaya rasa mataku melihatnya, beruntung tas berisi Note Book bermerk HP MINI 110-3504 TU milikku yang berada diatas kasur tak dibawanya juga. Didalam tas itu juga dompet berisi uang dan kartu ATM aku simpan. Dan STNK kendaraan sepeda motor milik temanku. Sedang kendaraan ada diluar kamar bersama sepeda motor milik beberapa jama’ah, sedang kunci sepeda motor tergantung di paku kecil disebelah meja.</p>
<p>Memang saat aku keluar meninggalkan ruang kamar, aku selalu mematikan lampu yang ada, hitung-hitung hemat energi. Dan itu pula yang mungkin membuat sang pencuri agak kesulitan mengenali ruanganku.</p>
<p>Aku tetap berdiri mencari apa yang hilang dari kamarku, <span style="text-decoration: underline">sebuah kaca mata agak kusam terlihat tergeletak disudut meja kecil</span>. Mungkin itu milik sang pencuri yang terjatuh saat gugup beraksi, atau untuk membuang jejak saja agar isu dapat dialihkan.</p>
<p>Sambil menghela nafas panjang dalam benakku berkata “kesalahan terbesarku pagi ini adalah tidak mengunci pintu itu. Padahal apabila aku mengunci pintu itu sebelumnya mungkin kejadian diatas tak terjadi”.</p>
<p>Sedikit sesal mewarnai pagiku hari ini, jelas semua nomer kontak yang biasa aku hubungi hilang ikut terbawa dalam memory card dan memory HP yang raib. Namun sesaat kemudian aku berfikir, bahwa semua ini terjadi atas kehendak-Nya dan tentu ada hikmah dibalik semua kehendak-Nya ini. Dan paling tidak esok hari aku akan sedikit lebih berhati-hati.</p>
<p>Sekian sedikit cerita haruku pagi ini, semoga tulisan ini memberi manfaat bagi seluruh pembaca yang budiman. Bahwa benar sebuah antisipasi dan kewaspadaan itu mesti selalu dilakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/26/kicau-pencuri-di-shubuh-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PEKERJAAN TERBAIK Sepanjang Zaman</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/24/pekerjaan-terbaik-sepanjang-zaman/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/24/pekerjaan-terbaik-sepanjang-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 11:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Elit. Mahkota.]]></category>
		<category><![CDATA[Employe. Pekrjaan Terbaik. Teman Sejati. Standar. Presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Skill.Sabar. Belajar.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kelakar masyarakat sering kali menamakan pekerjaan sebagai tukang cukur merupakan pekerjaan terbaik atau pekerjaan yang memiliki derajat paling tinggi. Mungkin yang menjadikan pekerjaan ini menjadi perkerjaan paling bergengsi adalah  lahan (obyek) pekerjaan ini adalah bagian tubuh manusia yang paling tinggi pula yakni bagian kepala. Kita tahu banyak orang akan merasa tersinggung apabila mahkota (kepalanya) <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/24/pekerjaan-terbaik-sepanjang-zaman/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>D</strong>alam kelakar masyarakat sering kali menamakan pekerjaan sebagai tukang cukur merupakan pekerjaan terbaik atau pekerjaan yang memiliki derajat paling tinggi. Mungkin yang menjadikan pekerjaan ini menjadi perkerjaan paling bergengsi adalah  lahan (obyek) pekerjaan ini adalah bagian tubuh manusia yang paling<span id="more-275"></span> tinggi pula yakni bagian kepala.</p>
<p>Kita tahu banyak orang akan merasa tersinggung apabila mahkota (kepalanya)  hanya tesenggol meski secara tidak sengaja sekalipun. Sebab dalam banyak pandangan orang, itu merupakan sebuah perendahan martabat atau cenderung kepada penghinaan. Tidak semua orang dapat dengan leluasa memegang kepala seseorang seperti tukang cukur. Mulai dari kawula alit (rakyat biasa) hingga para elit, bahkan kepala presiden sekalipun. Nah mungkin inilah alasan mengapa tukang cukur menjadi pekerjaan paling bergengsi.</p>
<p>Pekerjaan tukang cukur diprediksi akan menjadi pekerjaan terbaik hingga sampai kapanpun. Kecuali ada alat yang memang dibuat khusus untuk memotong rambut dengan berbagai gaya/model yang sesuai dengan apa yang diinginkan, sehingga pada pelaksanaanya tidak membutuhkan tenaga manusia lagi. Tinggal memasukkan kepala kesuatu alat dan keluar saat keluar sudah dalam keadaan rapi..</p>
<p>Kemarin ada seorang teman yang sedang mencari/mendaftar perkerjaan sebagai tukang cukur  di salah satu tempat potong rambut yang sedikit sudah punya nama diJogja. Temanku ini sebelumnya adalah seorang tukang potong rambut, hanya saja pada 1 (satu) bulan kedepan ia belum dapat berkerja seperti biasanya. Disebabkan lokasi tempat ia semula berkerja akan dipindah dan saat ini proses pembangunan lokasi yang baru belum selesai. Dan untuk menambah pemasukan selama 1 (satu) bulan  ini ia pun bermaksud mendaftar menjadi tukang cukur ditempat lain.</p>
<p>Syarat yang harus ditempuh adalah membawa model yang mau dipotong sebagai kelinci percobaan, dan saat praktek mencukurnya akan diuji langsung oleh <em>‘owner’</em> usaha potong rambut ini. Singkat cerita, model yang pertama dibawanya tidak menghasilkan ia untuk diterima dan selanjutnya model kedua adalah saya.</p>
<p>Saat proses cukur dimulai ia terlihat grogi/<em>nervous </em>dan suara kecemasan nampak terlihat jelas. Maklumlah sedang diuji begitu. Dan bisa ditebak ia pun akhirnya belum lulus untuk kedua kalinya.</p>
<p>Banyak hal dapat saya ambil dari kejadian ini, bahwa tidak mudah kiranya mencari perkerjaan, dan kiranya saya harus punya keahlian saat nanti lulus dari kuliah sehingga ada suatu hal yang dapat saya jual. Ternyata masih banyak hal yang mesti ia benahi dalam proses  mencukur baik pra dan pasca, berikut beberapa wejangan dari bapak owner yang langsung menguji temanku.</p>
<p>1. mencukur adalah pekerjaan mulia dan ia harus dikerjakan dengan lemah lembut dan dari hati.</p>
<p>2. Selalu memposisikan diri sebagai orang yang dicukur, sehingga gaya yang diinginkanm oleh konsumen selaras dengan keinginannya.</p>
<p>3. Dalam mencukur harus ada komunikasi yang aktif antara pelanggan dengan yang mencukur.</p>
<p>4. Setiap sebuah usaha didirikan tentu ada standart prosedur, dan dengan bijak sang owner mengatakan bahwa temanku belum masuk dalam standar yang ada dalam usaha yang dibangunnya itu, “jadi mungkin perlu banyak belajar lebih lagi”. Jelasnya.</p>
<p>Sebagai seorang teman, saya juga sedih ketika melihat temanku menarik nafas panjang tanda apa yang ia upayakan hari ini belum sesuai harapan. Tak banyak yang dapat aku perbuat. Dan kiranya pelajaran berharga ini akan aku simpan untuk aku jadikan guru dalam menapaki kehidupanku esok hari.</p>
<p>Semoga tulisan ini sedikit memberi manfaat bagi pembaca yang budiman..</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/24/pekerjaan-terbaik-sepanjang-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERBURU KEADILAN DI BELANTARA INDONESIA</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/21/berburu-keadilan-di-belantara-indonesia/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/21/berburu-keadilan-di-belantara-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 20:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[bui]]></category>
		<category><![CDATA[Elit politik]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM RIMBA. KETIMPANGAN.]]></category>
		<category><![CDATA[HUTAN BElantara..]]></category>
		<category><![CDATA[Jerat hukum]]></category>
		<category><![CDATA[KORUPSI. Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Pencuri]]></category>
		<category><![CDATA[Pengadilan Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[PISAU. BERBURU. HUTAN]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Hukum di negeri ini mungkin hampir mati, terutama bagi kaum ‘kawula alit’ (rakyat jelata) yang mengharapkan keadilan. Bagi yang merasa sebagai rakyat jelata tentu hukum tidak berlaku dan tidak ada lagi. Sebab penegakan hukum di negeri ini hanya memandang sebelah mata bagi mereka kaum jelata. Hukum hanya akan “tajam kebawah dan tumpul keatas” hukum <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/21/berburu-keadilan-di-belantara-indonesia/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>H</strong>ukum di negeri ini mungkin hampir mati, terutama bagi kaum <em>‘kawula alit’</em> (rakyat jelata) yang mengharapkan keadilan. Bagi yang merasa sebagai rakyat jelata tentu hukum tidak berlaku dan tidak ada lagi. Sebab penegakan hukum di negeri ini hanya memandang sebelah mata bagi mereka kaum jelata.<span id="more-273"></span> Hukum hanya akan <em><span style="text-decoration: underline">“tajam kebawah dan tumpul keatas”</span></em> hukum di Indonesia justru terkesan sebagai sumber ketidakadilan itu sendiri, kebanyakan hukum di negeri ini berpihak kepada kekuasaan dan modal, bukan lagi berpihak pada kebenaran. Keadilan hanya ditentukan oleh kepentingan, uang, kekuasaan dan jabatan saja.</p>
<p>Kondisi ini menjadikan hukum di Indonesia menjadi seperti <em><span style="text-decoration: underline">‘hukum rimba’,</span></em> yang mana siapa yang kuat dialah yang menang. Ini terlihat pada proses penyelesaian hukum yang melibatkan para elit penguasa sebagai terdakwanya. Dapat kita lihat setiap para pembesar negeri yang bersalah (mencuri/korupsi) mereka hanya akan dihukum beberapa saat saja dan di jerat dengan pasal lentur atau pasal negosiasi dan pasal deal-dealan politik. Lain halnya dengan masyarakat kecil yang bermasalah dengan hukum. Ia akan dijerat dengan pasal baja/besi beton yang tak punya belas kasihan dan kaku.</p>
<p>Putusan yang dijatuhkan kepada pelaku kejahatan yang menyangkut rakyat jelata selalu bersifat legalistik, putusan hukum yang dijatuhkan terkesan kaku dan hakim tidak dapat memahami arti dan makna akan kearifan yang terkandung dalam aturan hukum yang ada. Indriyanto mengatakan, Semestinya hakim mengambil pendekatan keadilan restoratif (<em>restorative justice</em>) dalam memutuskan kasus ringan yang dilakuakan oleh masyarakat. Sehingga dalam memutuskan kasus pidana tentang pencurian kakao, pisang dan sandal jepit tidak lantas seenak hati sang hakim.</p>
<p>Hakim dituntut untuk arif dalam menilai kerugian dan dampak yang di timbulkan oleh pencurian yang  terjadi. Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia, Amir Syamsudin sedang memikirkan payung hukum terkait para pelaku pidana dalam kasus kecil/ringan yang terjadi dimasyarakat.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya berikut beberapa perbandingan kasus hukum yang terjadi antara kaum elit dan kaum papa:</p>
<p><strong> </strong><strong>A.      </strong><strong>JERAT HUKUM KAUM ELIT</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="32"><strong>No</strong></td>
<td valign="top" width="119"><strong>NAMA</strong></td>
<td valign="top" width="208"><strong>KASUS</strong></td>
<td valign="top" width="198"><strong>JERAT HUKUM Dan WAKTU</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="32">1</td>
<td valign="top" width="119">ARTALYTA SURYANI</p>
<p>&nbsp;</td>
<td valign="top" width="208">Penyuapan dalam kasus</p>
<p>BLBI yang</p>
<p>melibatkan pemilik BDNI</td>
<td valign="top" width="198">Pada 7/2008</p>
<p>5 th penjara pengadilan</p>
<p>Tipikor Jakarta, bebas setelah</p>
<p>2/3 massa hukuman</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="32">2</td>
<td valign="top" width="119">AGUSRIN</p>
<p>M NAJMUDIN</td>
<td valign="top" width="208">Korupsi dana bagi hasil</p>
<p>PBB 2006</p>
<p>-2007 senilai Rp 21,3 Miliar</td>
<td valign="top" width="198">Pada 5/2011</p>
<p>Divonis bebas PN Jakarta</p>
<p>Pusat</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="32">3</td>
<td valign="top" width="119">EEP HIDAYAT</p>
<p>(Bupati Subang)</td>
<td valign="top" width="208">Korupsi biaya pemungutan PBB Rp 14 miliar</td>
<td valign="top" width="198">Pada 8/2011</p>
<p>Divonis bebas PN Tipikor</p>
<p>Bandung</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="32">4</td>
<td valign="top" width="119">MOCHTAR MUHAMMAD</p>
<p>(wali kota Bekasi)</td>
<td valign="top" width="208">Suap anggota DPRD Rp 16 Miliar. Penyalahgunaan uang</p>
<p>makan minum Rp  639 juta,</p>
<p>suap pila adipura 2010 Rp 500</p>
<p>juta dan suap BPK Rp 400 juta</td>
<td valign="top" width="198">Pada 10/2011</p>
<p>Divonis bebas PN Tipikor</p>
<p>Bandung</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="32">5</td>
<td valign="top" width="119">ANDI AHMAD</p>
<p>SAMPOERNA JAYA</p>
<p>(mantan Bupati</p>
<p>Lampung Tengah)</td>
<td valign="top" width="208">Korupsi APBD senilai Rp 28</p>
<p>Miliar</td>
<td valign="top" width="198">Pada 10/2011</p>
<p>Divonis bebas oleh PN Tanjung Karang</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="32">6</td>
<td valign="top" width="119">14 Anggota DPRD</p>
<p>KUTAI KERTA</p>
<p>NEGARA</td>
<td valign="top" width="208">Korupsi dan APBD KUKAR 2005 sebesar Rp 2,6 Miliar</td>
<td valign="top" width="198">Pada 10/2011</p>
<p>Divonis bebas PN Samarinda</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="32">7</td>
<td valign="top" width="119">OEI SINDHU</p>
<p>STEFANUS Direktur PT</p>
<p>Karunia Prima</p>
<p>Sedjati</td>
<td valign="top" width="208">Korupsi sistem informasi</p>
<p>Adminiistrasi Kependidikan</p>
<p>(SIAK) Online Kabupaten Cilacap</p>
<p>Rp 16,7 Miliar</td>
<td valign="top" width="198">Pada 10/2011</p>
<p>Divonis bebas PN Semarang</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><strong>B.      </strong><strong>JERAT HUKUM KAUM PAPA</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="28"><strong>NO</strong></td>
<td valign="top" width="123"><strong>NAMA</strong></td>
<td valign="top" width="208"><strong>KASUS</strong></td>
<td valign="top" width="202"><strong>JERAT HUKUM Dan WAKTU</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">1</td>
<td valign="top" width="123">AMINAH (55)</td>
<td valign="top" width="208">Pencurian tiga buah Kakao</p>
<p>Rp 2.100 di Darmakradenan,</p>
<p>Ajibarang, Kabupaten</p>
<p>Banyumas</td>
<td valign="top" width="202">Pada 10/2009</p>
<p>Divonis 1bulan 15 hari oleh PN Purwekerto</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">2</td>
<td valign="top" width="123">MANISIH (39)</p>
<p>SRI SURATMI (19)</p>
<p>JUWONO (16)</p>
<p>RUSNOTO (14)</td>
<td valign="top" width="208">Pencurian satu karung plastik buah Kapuk/Randu Rp 12.000 di Batang, Jateng.</td>
<td valign="top" width="202">Pada 2/2010</p>
<p>Divonis 24 hari di PN Batang</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">3</td>
<td valign="top" width="123">AGUS BUDI</p>
<p>SANTOSO (25)</td>
<td valign="top" width="208">Pencurian seekor ayam jago di Balen, Bojonegoro Jatim</td>
<td valign="top" width="202">Pada 9/2010</p>
<p>Di PN Bojonegoro</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">4</td>
<td valign="top" width="123">SUPRIYADI (40)</td>
<td valign="top" width="208">Pencurian dua batang Singkong dan satu batang bambudi Pasuruan Jatim</td>
<td valign="top" width="202">Pada 10/2010</p>
<p>I bulan 30 hari kurungan oleh PN Bangil</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">5</td>
<td valign="top" width="123">AMIRAH</td>
<td valign="top" width="208">Pekerja Rumah Tangga yang dituduh mencuri sarung bekas seharga Rp 3.000 Di Pamekasan Jatim</td>
<td valign="top" width="202">Pada 7/2012</p>
<p>Dipenjara 3 Bulan 24 hari</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="28">6</td>
<td valign="top" width="123">AAL (15)</td>
<td valign="top" width="208">Pencurian Sandal diPalu Sulteng</td>
<td valign="top" width="202">Pada 1/2012</p>
<p>Dinyatakan bersalah dan di kembalikan ke orangtuanya di PN Palu</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Sumber: Litbang kompas dan harian kompas edisi 6 Januari 2012</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dari tabel diatas jelas bahwa hukum di Indonesia selalu dan selalu tajam kebawah. Hukum identik hanya berlaku bagi orang-orang kecil yang jelas-jelas membutuhkan keadilan akan tetapi yang terjadi adalah mereka justru terexploitasi oleh hukum itu sendiri. Ketika hukum berhadapan langsung dengan para elit negeri ini, maka hukum akan tumpul, tak bertaji dan tak memiliki fungsi sebagaimana mestinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/21/berburu-keadilan-di-belantara-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Warga Negara Terbaik Lewat Bebek</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/18/menjadi-warga-negara-terbaik-lewat-bebek/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/18/menjadi-warga-negara-terbaik-lewat-bebek/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 23:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Donal Duck. Club Disney. Film Kartun. Film Anak Terbaik. Warga Negara Yang Baik. Exploitasi.]]></category>
		<category><![CDATA[Menu Spesial. Bebek goreng. Memasak.]]></category>
		<category><![CDATA[steyrotype. Disiplin. Setia Kawan. Kesetia Kawanan Sosial. Toleransi.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Bebek,,, ya siapa yang tak mengenal hewan unik ini. Kita semua telah mengetahui mulai dari kalangan anak-anak, ibu-ibu, remaja putri, hingga para chef rumah makan tentu tak asing lagi dengannya. Jika anak-anak familier dengannya lewat  Film Kartun ‘Donal Duck’ dalam  ‘Club Disney’. Berbeda dengan para Chef dan Ibu-ibu rumah tangga serta remaja putri, mereka  akrab <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/18/menjadi-warga-negara-terbaik-lewat-bebek/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bebek,,, ya siapa yang tak mengenal hewan unik ini. Kita semua telah mengetahui mulai dari kalangan anak-anak, ibu-ibu, remaja putri, hingga para chef rumah makan tentu tak asing lagi dengannya. Jika anak-anak familier dengannya lewat  Film Kartun <em>‘Donal Duck’</em> <span id="more-266"></span>dalam  <em>‘Club Disney’. </em>Berbeda dengan para Chef dan Ibu-ibu rumah tangga serta remaja putri, mereka  akrab dengannya lewat mengolah masakan dan menu-menu keseharian yang mereka olah.<em> </em></p>
<p>Bebek mempunyai rasa daging yang lezat dan gurih, sayangnya dibalik kelezatan yang dapat kita rasakan darinya ia pun masih harus menanggung beban atas atribut yang disematkan oleh bebrapa orang kepadanya. Mau tidak mau ia harus ia masih harus menerima bulan-bulanan sebagian oknum yang mengexploitasi nama besarnya sebagai bebek.</p>
<p>Istilah <em>‘<span style="text-decoration: underline">membebek’</span> </em> itulah yang saya maksud. Entah dari mana asal mulanya istilah membebek ini muncul, dan mengapa mesti  hewan ini yang menjadi korbannya. Seperti kita tahu bahwa setiap kita mendengar kata membebek, maka tak pelak <em>steyrotype</em> buruklah (citra negatif) yang akan terbayang dalam benak kita. Seolah-olah apapun yang dilakukan oleh sang bebek selalu dalam kategori salah dan salah. Padahal jika kita dapat sedikit jeli, maka akan kita dapati banyak makna dan pelajaran yang dapat terpetik dari perangainya yang dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang.</p>
<p>Bebek memiliki perilaku disiplin yang tinggi dalam banyak hal. Iapun memiliki rasa kesetia- kawanan yang tinggi terhadap sesama kawanannya, punya rasa senasib-sepenanggungan, hormat-menghormati antar sesama kawanannya dan selalu taat akan aturan yang berlaku. Perilaku disiplin dapat kita lihat saat sang penggembala memberikan isyarat kepadanya, maka apa yang menjadi isyarat sang penggembala akan segera dan selalu dilaksanakan. Ini dapat kita lihat saat para kawanan bebek  berjalan ditepi jalan atau bahkan saat menyeberang jalan. Para kawanan akan selalu berada ditepi jalan dan saat menyeberangpun ia dapat melaksanakan dengan mengindahkan apa, dan kapan saat perintah isyarat diberikan.</p>
<p>Pernahkah kita mendengar para bebek berseteru antar kawanannya, sepeti apa yang terjadi saat ini dengan bangsa Indonesia. Antar suku yang satu dengan yang lain saling adu keunggulan dan saling melukai. Pernahkah kita mendengar para bebek saling sikut-sikutan antar sesama bebek, seperti para pembesar negeri ini yang berusaha menggulingkan antara satu dengan yang lain dan lupa akan kepentingan bersama yang ada.</p>
<p>Ada dua perspektif dalam melihat istilah <em>‘membebek’</em>. <em>Pertama,</em> membebek sebagai perilaku ikut-ikutan dalam hal melakukan kesalahan. <em>Kedua</em> membebek dalam makna luas yakni ikut-ikutan kepada kepatuhan, ketaatan, kedisiplinan, kebersamaan, ketertiban serta sikap positif yang lainnya. Maka, jelas sudah saat ini. Dimana <em>membebek</em> kepada hal-hal yang baik justru menjadi sebuah keniscayaan dan keharusan untuk dilakukan bagi kita yang mengaku sebagai warga negara yang baik. Semoga kita tidak malu lagi membebebek kepada hal-hal yang mengarah kepada kebaikan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/18/menjadi-warga-negara-terbaik-lewat-bebek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Kedisiplinan</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/17/meningkatkan-kedisiplinan/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/17/meningkatkan-kedisiplinan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jan 2012 23:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Preventif]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Cita-cita terbaik. Disiplin. Traffic light. Badan Perpustakaaan Dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DIY. Toleransi. Generasi Muda TERBAIK. Universitas Swasta terbaik.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Sedikit berbagi ceritaku hari ini. Tidak seperti biasanya, pagi ini aku telah siap untuk melengkapi referensi skripsiku. Dengan doa dihati, hari ini aku berencana mencarinya ke Badan Perpustakaaan Dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DIY. Sepeda motor(pinjaman) telah dicuci, mesinpun sedari pagi  telah dipanaskan, semua siap dan akhirnya tombol starter tertekan oleh Jempol jari tangan kananku&#8230; <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/17/meningkatkan-kedisiplinan/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit berbagi ceritaku hari ini.</p>
<p>Tidak seperti biasanya, pagi ini aku telah siap untuk melengkapi referensi skripsiku. Dengan doa dihati, hari ini aku berencana mencarinya ke Badan Perpustakaaan Dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DIY. Sepeda motor(<span style="text-decoration: line-through">pinjaman</span>) telah dicuci, mesinpun sedari pagi  telah dipanaskan, semua siap dan akhirnya<span id="more-261"></span> tombol starter tertekan oleh Jempol jari tangan kananku&#8230; Tujuan awalku yakni menuju kampus, sebab untuk mendapatkan izin meminjam atau membaca di PERPUSDA DIY harus menyertakan rekomendasi dari kampus terlebih dahulu. Dan setelah mendapat rekomendasi yang dbutuhkan akupun langsung segera menuju pada lokasi yang akan dituju.</p>
<p>Diperjalanan, seperti biasa masih saja banyak aku jumpai pelanggaran/kesalahan yang dilakukan oleh beberapa pengendara kendaraan baik mobil maupun pengendara sepeda motor. Kesalahan yang biasa dan sengaja dilakukan adalah melanggar marka pembatas, mendahului/berbelok tanpa sebelumnya memberi aba-aba lampu, tidak menyalakan lampu bagi sepeda motor dan tentunnya banyak lagi kesalahan yang semestinya tidak dilakukan oleh pengendara baik sengaja ataupun lupa. <strong>Sebab sekecil apapun kesalahan yang dilakukan akan berpotensi pada kecelakaan yang tentu saja dapat menimbulkan korban dan berpotensi menambah kemacetan arus lalulintas.</strong></p>
<p>Memang kejadian seperti demikian sudah mendarah daging di Indonesia, serasa sulit untuk barang sedikit berubah dan membenahinya. Kedisplinan yang ada serasa terabaikan, kedisiplinan hanya cukup diketahui dalam ranah kognitif saja belum/tidak terefleksikan pada perilaku atau psikomotor. Harapannya hanyalah tertumpu pada generasi selanjutnya agar lebih memiliki budaya disiplin demi kemajuan bangsa ini.</p>
<p>Seperti biasanya saat tiba di simpangan perempatan jalan kami diberhentikan oleh warna merah lampu trafic light tanda berhenti.  <span style="text-decoration: underline">Dan seperti yang kita ketahui bahwa sistem yang ada dalam ‘traffic light’ sama seperti arah putaran jarum jam. Yakni kita akan mendapat giliran melaju saat setelah sebelah yang berada disisi kanan kita telah melaju</span>. Setelah sesaat menunggu, warna lampu yang paling disuka oleh para pengendara menyala. Dan apa yang terjadi dengan hari ini? Ternyata dari sisi arah jalan sebelahpun lampunya menyala  hijau pula. Ini terbukti karena dari sisi arah jalan tersebut kendaraanpun ikut melaju. Dan tentu saja kemacetan ditengah-tengah perempatan jalan tak terlakkan lagi. Dan yang paling disayangkan.. Tak ada seorang petugaspun yang berjaga disana, yang paling tidak memberi aba-aba dengan suara peluit kesayangannya itu.</p>
<p>Namun dengan sedikit saling toleransi yang dimilliki para pengendara dan jerit suara klakson yang bersahutan, akhirnya kami dapat melewati perempatan yang  sudah gaduh sepagi itu. Meski dengan menyisakan tanya dalam benak kami masing-masing. Mengapa itu bisa terjadi..?? Tapi sesaat pertanyaan itu dijawab sendiri oleh kami “ah mungkin hanya waktu itu saja”.<em> </em></p>
<p>Singkat cerita, saatnya pulang tiba.. Dan apa yang terjadi  saat aku melewati perempatan yang pagi tadi semula akau lewati..?! Ternyata kejadian yang sepagi tadi telah terjadi ternyata terulang kembali sore ini. Akhirnya saya yakin benar bahwa sedari pagi ‘traffic light’ itu mengalamii kerusakan ( error). Demikian kisahku&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/17/meningkatkan-kedisiplinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS MENJAGA KESELAMATAN DIRI</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/12/tips-menjaga-keselamatan-diri/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/12/tips-menjaga-keselamatan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 22:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Preventif]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Acara TV. ACARA TERBAIK. Peringatan. Peringatan terbaik. Pencuri]]></category>
		<category><![CDATA[Alun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[Angkot]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan/trotoar]]></category>
		<category><![CDATA[Kendaraan Umum (Bus]]></category>
		<category><![CDATA[Kereta Api.Very). ALAT TRANSPORTASI. Moda Transportasi. Antisipasi. ANTISIPASI TERBAIK.]]></category>
		<category><![CDATA[Mall]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[Pencopet]]></category>
		<category><![CDATA[Penjambret. KUNCI PENGAMAN KENDARAAN. Mobil. MOBIL mewah. Perhiasan terbaik. Perhiasan mewah. Perhiasan. Perhiasan mencolok. Tips KEAMANAN KENDARAAN. UNIVERSITAS TERBAIK.UNIVERSITAS SWASTA TERBAIK DIJ]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Makan]]></category>
		<category><![CDATA[Stasiun]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Parkir]]></category>
		<category><![CDATA[Terminal]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Ringan. Tips KESELAMATAN. TIPS keselamatan DIRI.PEPATAH. Menjaga keamanan. PIHAK BERWAJIB. Niat. KESEMPATAN TERBAIK. BANG NAPI. Tindak Kejahatan. Tips BEPERGIAN. Stasiun TV SWASTA.]]></category>
		<category><![CDATA[Toliet Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[&#160; “Kuda lari dapat dikejar hati orang siapa tahu”. Mungkin pepatah itu mesti menjadikan pengingat bagi kita bahwasanya dalam setiap hal kita mesti waspada akan keadaan orang-orang sekitar kita. Picik memang ketika kita berfikiran demikian, namun beberapa pendapat mengatakan bahwa ‘waspada boleh curiga jangan’. Nah dengan meningkatkan kewaspadaan maka, kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi kepada <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/12/tips-menjaga-keselamatan-diri/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="color: #ff00ff">“Kuda lari dapat dikejar hati orang siapa tahu”. </span></strong>Mungkin pepatah itu mesti menjadikan pengingat bagi kita bahwasanya dalam setiap hal kita mesti waspada akan keadaan orang-orang sekitar kita. Picik memang ketika kita berfikiran demikian, namun beberapa pendapat mengatakan bahwa<span style="color: #ff00ff"> ‘<span style="text-decoration: underline">waspada boleh curiga<span id="more-257"></span> jangan’</span></span>. Nah dengan meningkatkan kewaspadaan maka, kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi kepada kita akan dapat di cegah atau di antisipasi sebelum semuanya terjadi.</p>
<p>Sering sebagian orang  lupa dan lengah akan keselamatan barang-barang yang ia miliki atau barang pribadi yang dikenakan dalam kehidupan sehari-seharinya. Baik berupa kendaraan, perhiasaan dan lain sebagainya. Ia lupa bahwa ada banyak orang yang jahat mengincar barang yang ia miliki itu, terlebih pada saat berada ditempat-tempat umum seperti Terminal, Pasar, Mall, Bandara, Stasiun, Masjid, Rumah Makan, Jalan/trotoar, Tempat Parkir, Toliet Umum, Alun-alun, Kendaraan Umum (Bus, Angkot, Kereta Api) dan seluruh tempat yang diperuntukkan untuk umum.</p>
<p>Lokasi-lokasi umum yang telah tersebut diatas sangat berpotensi besar digunakan untuk beraksi para pelaku kejahatan seperti (Pencuri, Pencopet, Penjambret, dan masih banyak lagi awalan <strong>Pe-</strong> yang menjadi awalan bagi pelaku kejahatan). Bahkan tempat yang kita anggap paling aman sekalipun seperti Masjid justru menjadi tampat paling nyaman bagi pencuri untuk melangsungkan segala aksinya tanpa sedikitpun kecurigaan dari kita. Intinya kapan dan dimanapun hendaknya kita selalu waspada atas segala kemungkinan buruk yang tidak kita inginkan terjadi pada diri kita.</p>
<p>Sedikit tips bagi kita untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi pada kita:</p>
<ol>
<li>Usahakan untuk tidak memakai aksesori/perhiasan yang  mencolok atau menarik perhatian bagi pelaku kejahatan/tidak mengenkan perhiasan secara berlebihan.</li>
<li>Usahakan bepergian selalu disertai oleh teman ataupun pihak keluarga terlebih bagi kaum wanita.</li>
<li>Usahakan tidak membawa uang cash dalam jumlah banyak atau jika memungkinkan saat mengambil uang dalam jumlah banyak selalu disertai oleh pihak berwajib.</li>
<li>Usahakan tidak menenteng tas dengan sembarangan terutama bagi kaum wanita saat berada diatas sepaeda motor (resiko penjambretan).</li>
<li>Usahakan sealau menitipkan barang pada penitipan barang pada jasa penitipan resmi.</li>
<li>Usahakan untuk meminta karcis penitipan.</li>
<li>Selalu mengunci kendaraan dengan kunci ganda, baik pada kendaraan roda dua atau roda empat (kunci steer) saat ditinggalkan.</li>
<li>Tidak meninggalkan barang-barang berharga diMobil.</li>
<li>Tidak bepergian ketika malam hari.</li>
<li>Segera laporkan segala bentuk tindak kejahatan kepada pihak berwajib.</li>
</ol>
<p>Tentu masih ingat dengan jargon <strong>BANG NAPI</strong> dalam sebuah acara disalah satu stasiun TeleVisi kita, dalam sapa akhirnya bang napi selalu mengatakan “<strong>kejahatan terjadi bukan hanya karena adanya NIAT PELAKU saja, akan tetapi karena adanya KESEMPATAN. WASPADALAH..!! WASPALAH..!!</strong><strong>”.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/12/tips-menjaga-keselamatan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PAWARTOS LELAYU</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/11/pawartos-lelalyu/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/11/pawartos-lelalyu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 04:01:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Berita kematian. Hari kiamat. Universitas terbaik.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kita mahluk yang terlahir dimuka bumi ini maka kita akan meninggalkan dunia ini pula. Alloh SWT menjelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Imran ayat 185 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/11/pawartos-lelalyu/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>B</strong>agi kita mahluk yang terlahir dimuka bumi ini maka kita akan meninggalkan dunia ini pula.</p>
<p>Alloh SWT menjelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Imran ayat 185</p>
<p><em>“<span style="text-decoration: underline">Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati</span>. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu<span id="more-239"></span>. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”</em>.</p>
<p>Tidak terasa hampir  separuh bulan tahun 2012   kita lewati, dengan demikian hari demi hari jatah usia yang kita miliki berkurang pula. Dan tidak dapat dipungkiri, sebagai mahkluk hidup yang berjiwa maka kitapun akan merasakan maut/kematian. Sekedar berbagi bahwa sebagai mahasiswa yang tinggal dimasjid seringkali saya mendapat tugas mengumukan berita kematian (<em>Jawa: pawartos lelayu</em>)melalui pengeras suara Masjid.</p>
<p>Karena persatuan antar desa dijogja sangat kuat maka tak ayal apabila ada anggota masyarakat yang meninggal maka dengan cepat berita menyebar kesetiap masjid-masjid yang ada disekitar wilayah sekitar. Berita berupa selebaran yang kemudian diumumkan melalui pengeras suara Masjid. Biasanya berita kematiaan ini dibacakan saat pagi hari sebelum aktivitas masyarakat berlangsung. Ini dimungkinkan agar pemberitahuan ini dapat didengar atau diterima oleh banyak orang.</p>
<p>Sesaat setelah selebaran dibagikan oleh petugas maka akan terdengar jelas  kumandang bersahutan pemberitaan  dari corong pengeras suara Masjid. Pawartos lelayu  atau dalam bahasa Indonesia <em>warta</em> sedangkan <em>lelayu</em> bisa diartikan <em>duka/kematian</em>.  Dengan adanya pawartos lelayu maka memudahkan berita lekas tersebar. Dan dimunkinkan para penta’ziah akan datang kerumah duka saat prosesi perawatan zenazah mulai dari memandikan, mengkafani dan menyolatkannya.</p>
<p>Kadang saya berfikir, banyak sudah nama-nama almarhum/ah yang telah saya umumkan dengan usia diahkir mereka yang bervariasi, lantas kapan tiba waktunya saya akan diumumkan..? Semoga saja umur yang diberukan olehNya buat diriku masih panjang, amin..</p>
<p>Saya sadar jika waktu yang digariskan telah tiba, maka tak dapat lagi waktu itu untuk dimajukan maupun ditangguhkan walau sesaat. Sekedar mengajak kepada seluruh pembaca, bahwa mengingat akan kematian adalah mempersiapkan kehidupan kita selanjutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/11/pawartos-lelalyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PETANI</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/06/petani/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/06/petani/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 13:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Petani. Cerita. Cerita Kelaparan. Mentari. Mentari pagi. Ucapan terima kasih. TNI AU Iswahyudi. TNI AD. Penari. Pahlawan. Pahlawan bangsa. Harapan. Mimpi. Penembak jitu. Tentara. Prajurit sejati. Pilo]]></category>
		<category><![CDATA[TIPS TERBAIK.UNIVERSITAS ERBAIK.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Bak penari, gerakan tanganmu piawai Tak peduli peluh berkejaran basahi bumi. Semilir sang bayu ikut bersatu Mewarnai canda ria daun padi Yang tak lelah menari Menjawab harapmu.. Petani.. Dibuai suara desingan peluru TNI AD Tepatkan sasaran tembak. Dihujani suara auman walet besi, TNI AU Iswahyudi Yang sesekali bermanufer cantik Melenggak-lenggok.. Menambah riuh harimu. Sejauh mata <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/06/petani/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Bak penari, gerakan tanganmu piawai</p>
<p align="center">Tak peduli peluh berkejaran basahi bumi.</p>
<p align="center">Semilir sang bayu ikut bersatu</p>
<p align="center">Mewarnai canda ria daun padi</p>
<p align="center">Yang tak lelah<span id="more-236"></span> menari</p>
<p align="center">Menjawab harapmu..</p>
<p align="center">Petani..</p>
<p align="center">Dibuai suara desingan peluru TNI AD</p>
<p align="center">Tepatkan sasaran tembak.</p>
<p align="center">Dihujani suara auman walet besi, TNI AU Iswahyudi</p>
<p align="center">Yang sesekali bermanufer cantik</p>
<p align="center">Melenggak-lenggok..</p>
<p align="center">Menambah riuh harimu.</p>
<p align="center">Sejauh mata memandang..</p>
<p align="center">Warna hijau berselimut pematang.</p>
<p align="center">Aku yakin,</p>
<p align="center">Bangsa ini tak mungkin kelaparan karenamu</p>
<p align="center">Petani..</p>
<p align="center">Kau keluar saat mentari masih bermimpi</p>
<p align="center">Dan melangkah pulang saat petang.</p>
<p align="center">Terima kasih..</p>
<p align="center">Terima kasih teruntuk engkau, dari kami.</p>
<p align="right"><em> </em></p>
<p align="right"><em>Dibawah Langit Magetan, 4 Januari 2012</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2012/01/06/petani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>54</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MUHASABAH DIRI</title>
		<link>http://blog.umy.ac.id/nangim/2011/12/28/muhasabah-diri/</link>
		<comments>http://blog.umy.ac.id/nangim/2011/12/28/muhasabah-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Dec 2011 02:40:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>choirunnangim</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Preventif]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[EVALUASI TERBAIK. UNIVERSITAS TERBAIK.]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Keras. Alloh SWT. Petuah. Petuah terbaik. Nasehat. Nasehat Terbaik. Menjadi manusia Haram. Makna Kata Haram. Steyrotipe. Mahkluk Jin. Manusia terbaik. Petani. Pedagang. MUHASABAH. Akhir Tahun. T]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.umy.ac.id/nangim/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Petuah atau nasehat ini berasal dari beliau ulama kenamaan Ibnu Qoyyim. Mari kita perhatikan apa yang beliau torehkan untuk kita. Setidaknya terdapat 4 (empat) muhasabah yang beliau wariskan bagi kita agar mudah dalam menjalani kehidupan baik didunia dan akhirat, diantaranya adalah: 1. Muhasabah Fardlu (wajib) Perkara wajib apa sajakah yang sudah dapat kita kerjakan. Sebab <a href="http://blog.umy.ac.id/nangim/2011/12/28/muhasabah-diri/">[Selengkapnya...]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>P</strong>etuah atau nasehat ini berasal dari beliau ulama kenamaan Ibnu Qoyyim. Mari kita perhatikan apa yang beliau torehkan untuk kita. Setidaknya terdapat 4 (empat) muhasabah yang beliau wariskan bagi kita agar mudah dalam menjalani kehidupan baik didunia<span id="more-230"></span> dan akhirat, diantaranya adalah:</p>
<p>1. Muhasabah Fardlu (wajib)</p>
<p>Perkara wajib apa sajakah yang sudah dapat kita kerjakan. Sebab dengan melaksanakan hal-hal yang wajib tentu akan lebih baik dibanding dengan hanya sekedar menghindarkan diri dari hal-hal yang haram.</p>
<p>2. Muhasabah Haram</p>
<p>Perkara haram apa sajakah yang sudah dapat kita lakukan dan kita tinggalkan.</p>
<p>Sedikit kritik kepada kebanyakan dari kita yang <span style="text-decoration: underline">kurang tepat dalam mengartikan makna haram</span>. Mayoritas dari kita memaknai kata haram selalu identik dengan hal-hal yang menakutkan.</p>
<p>Sesungguhnya makna kata haram itu adalah mulia, sebagaimana dapat kita temui dengan adanya tanah haram, maka kemudian artinya menjadi tanah yang mulia atau dimuliakan oleh Alloh SWT, dsb.</p>
<p>Makna kata haram adalah mulia, jadi dengan kita meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Alloh SWT maka secara otomatis kita akan menjadi orang yang mulia. Baik mulia dimata manusia sendiri, terlebih lagi dalam pandangan Alloh SWT.</p>
<p>3. Muhasabah anggota badan</p>
<p>Sudah  berapa  tahunkah usia yang telah kita lalui.? Tentu saja dengan bertambahnya usia, maka berkurang pula kesempatan hidup kita dalam mnghirup nafas didunia ini. Mungkin tinggal hitungan bulan, minggu, atau bahkan dalam hitungan jam saja.</p>
<p>Berapa banyak orang lain dan orang disekitar kita yang telah kita lukai hati, perasaan bahkan fisiknya oleh karena anggota badan yang kita miliki. Dan apakah usia yang kita lewati itu telah kita gunakan sebaik-baiknya sesuai dengan perintah Alloh SWT atau justru sebaliknya.</p>
<p>4. Muhasabah mengenai tujuan hidup</p>
<p>Dalam Al-Qur’an dijelaskan.</p>
<p><em>“Dan tidaklah Alloh SWT menciptakan jin dan manusia kecuali supaya kita menyembah padaNya”.</em></p>
<p><em></em>Kepenatan dan segala macam permasalahan hidup yang ada kadang membuat manusia terlena dan cenderung lupa akan makna hidup yang sebenarnya.  Alloh SWT sama sekali tidak melarang segala bentuk pekerjaan yang kita kerjakan dan punyai. Dengan satu syarat pekerjaan itu merupakan perkerjaan yang bukan larangan agama. Selebihnya kita justru diwajibkan untuk mencari penghidupan dunia dengan semaksimal mungkin dengan skill yang kita miliki dan semangat kerja keras agar menjadi manusia yang kuat secara jasmani dan rohani.</p>
<p>Maka dalam menjalani apapun pekerjaannya usahakan diniatkan untuk Alloh SWT semata. Pekerjaan yang kita jalani adalah sambilan. Jadi pedagang sambilan, jadi Guru sambilan. Jadi kontraktor sambilan, jadi Petani, jadi Pegawai dan jadi apapun sambilan. Bukan lantas mengerjakan dengan seenaknya sendiri (sambilan), melainkan sambilan dalam arti bahwa yang lebih kita prioritaskan adalah beribadah, menyembah, patuh akan perintah/ larangan dan selalu tunduk kepadaNya. Bukan justru sebaliknya.</p>
<p>Semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan kita bersama dan kemudian menjadi pemicu bagi kita  untuk selalu berusaha menjadi manusia sesuai, seperti apa  yang diharapkan oleh sang Kholik yaitu Alloh SWT. <em>Amin Ya Rabbal ’alamin</em>..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.umy.ac.id/nangim/2011/12/28/muhasabah-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

