“Kenalan Sama Sapi Yuk”

14 January 2021

Sapi adalah hewan ternak anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae. Sapi yang telah dikebiri dan biasanya digunakan untuk membajak sawah dinamakan lembu. Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai pangan manusia. Hasil sampingannya seperti kulit, jeroan, tanduk, dan kotorannya juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia. Di sejumlah tempat, sapi juga dipakai sebagai penggerak alat transportasi, pengolahan lahan tanam (bajak), dan alat industri lain (seperti peremas tebu). Karena banyak kegunaan ini, sapi telah menjadi bagian dari berbagai kebudayaan manusia sejak lama.

Sapi merupakan mamalia berkaki empat dengan tapak belah. Kebanyakan sapi memiliki tanduk. Walaupun demikian, seleksi genetik telah membuat sapi tanpa tanduk tersebar di mana-mana.

Sebagai hewan ruminansia, sapi memakan dan mencerna tumbuhan melalui fermentasi dalam sistem pencernaannya. Lambung sapi terdiri atas empat ruangan, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Pakan yang telah difermentasi dalam rumen kemudian diregurgitasi (dikembalikan ke mulut) untuk dikunyah lagi. Proses pengunyahan kembali inilah yang disebut ruminasi.

Selain kawin secara alami, pada sapi juga dilakukan inseminasi buatan (IB) untuk pemuliaan hewan. IB dilakukan dengan menempatkan semen dari sapi jantan ke dalam rahim sapi betina pada masa estrus. Masa kebuntingan pada sapi berlangsung sekitar 9 bulan. Terkadang, terjadi kesulitan melahirkan yang disebut distokia. Di beberapa daerah di Indonesia, anak sapi yang baru lahir disebut pedet. Secara alami, pedet akan menyusu selama 7-8 bulan sebelum disapih.

Manusia memelihara sapi untuk mengambil produknya dan menggunakan tenaganya. Berdasarkan manfaat yang diambil, sapi peliharaan dapat digolongkan menjadi sapi potong, sapi perah, dan sapi pekerja. Biasanya, ras sapi tertentu cenderung dimanfaatkan untuk hal tertentu, misalnya sapi limousin merupakan sapi pedaging sedangkan sapi holstein merupakan sapi perah. Selain daging dan susu, bagian tubuh sapi yang bernilai ekonomis yaitu kulit, tanduk, dan tinjanya.

Peternakan sapi dapat dilakukan secara ekstensif (di luar) maupun intensif (di kandang). Pada peternakan ekstensif, sapi dibiarkan berkeliaran di lahan penggembalaan; sedangkan pada peternakan intensif, sapi dipelihara dalam kandang dan semua kebutuhannya disediakan oleh manusia. Peternakan intensif yang dilakukan untuk kebutuhan industri disebut peternakan pabrik. Sistem pemeliharaan ekstensif dan intensif dapat dikombinasikan, misalnya pada peternakan keluarga yang sapi-sapinya kadang dibiarkan mencari makan sendiri dan kadang diberikan pakan yang telah disiapkan. Sistem campuran ini disebut peternakan semi-intensif.

8 Comments

  • Gilang 24 January 2021 at 8:04 am

    Kak mau tanya, apa yang dimaksud hewan ruminansia ya ?

    • Nindha Puput Dwiastuti 24 January 2021 at 11:13 am

      Penjelasan secara singkatnya kurang lebih seperti ini kak, hewan ruminansia itu hewan yang mencerna makanannya dalam dua langkah: pertama dengan menelan bahan mentah, kemudian mengeluarkan makanan yang sudah setengah dicerna dari perutnya dan mengunyahnya lagi. Semoga membantu 🙂

  • yana 24 January 2021 at 8:49 am

    wah jadi tau tentang sapi, semangat untuk nulis kedepannya

  • Yanti Yunita 24 January 2021 at 9:42 am

    Suka daging sapi nggak kak?

  • Dhea Dwi Kania 24 January 2021 at 12:22 pm

    wii jadi bisa kenal sapi lebih jauh wkwkw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar