pendidikan

Just another Blog UMY site

pendidikan anak

Posted by nitasukma 0 Comment

Atas dasar “dunia anak adalah dunia bermain”  dapat dipahami bahwa  anak belajar juga dengan cara bermain, termasuk belajar cerdas secara spiritual. Inilah sebabnya, mengapa banyak lembaga Taman Kanak-kanak (TK) atau Raudlatul Athfal (RA) sering menyebut pembelajaran di lembaganya dengan istilah “belajar seraya bermian.”

Oleh karena itu, pengembangan seluruh kecerdasan anak harus dengan permainan. Sebab, anak menjadi cerdas—termasuk cerdas secara spiritual—dengan bermain. Tetapi, selama ini permainan edukatif hanya mampu  mengembangkan kecerdasan kognitif intelektual. Sedangkan kecerdasan yang lain, khususnya kecerdasan spiritual elum tersentuh.

Pengembangan kecerdasan spiritual anak selama ini dilakukan dengan cara memperbanyak hafalan doa, ayat-ayat kitab suci, lagu-lagu religi, dan lain sebagainya. Tentu, cara-cara tersebut sangat jauh dari dunia anak, yakni bermain. Akibatnya, kecerdasan spiritual anak dimaknai secara salah kaprah. Oleh karena itu, pengembangan kecerdasan spiritual anak harus dengan permainan. Hanya saja, diperlukan permainan khusus yang dapat mengembangkan aspek kecerdasan spiritual ini. Nah, permainan edukatif yang secara khusus untuk pengembangan kecerdasan spiritual inilah yang saya sebut dengan istilah Spiritual Educational Games (SEG).

Categories: Uncategorized

PROFIL AKU

nitasukma


Popular Posts

hai friand!!!

asalammualaikum wr.wb allah telah memberikan kita satu tanda kebesarannya berupa ilmu ...

pendidikan anak

Atas dasar “dunia anak adalah dunia bermain”  dapat dipahami bahwa  ...

pendidikan anak usia

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang ...

peran orang tua dal

by Salamah Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga masyarakat dan ...

komunikasi dan pembe

Menurut J.A Devito komunikasi merupakan tindakan oleh satu orang atau ...