Diskon Akhir Tahun di Masa Pandemi, Haruskah Tetap Belanja?

December 10, 2020

Diskon Akhir Tahun di Masa Pandemi, Haruskah Tetap Belanja? Beberapa e-commerce dan marketplace biasanya gencar memberikan promosi pada akhir tahun. Selain untuk mengejar target penjualan, sekaligus untuk cuci gudang daripada barang-barang jualan tidak laku dan hanya menumpuk di tempat penyimpanan.

Jadi jangan heran jika hampir semua usaha memberikan diskon besar-besaran kepada konsumen Bahkan untuk membuat konsumen tertarik beberapa toko online pun bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk memberikan tambahan diskon atau cicilan ringan.

Namun, yang jadi bahan pertanyaan apakah memang harus tetap belanja di masa pandemi seperti saat ini? Terlebih ada banyak pinjaman online cepat cair dan mudah yang menawarkan berbagai promo yang menarik di akhir tahun.

Supaya tidak boncos pada tahun baru 2021 nanti, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti berikut ini:

  1. Kurangi belanja untuk gaya hidup

Mengingat Indonesia saat ini sedang mengalami masa resesi ekonomi, ada baiknya bersikap bijak dengan menahan belanja hanya untuk kebutuhan gaya hidup semata. Misalnya upgrade handphone baru atau hal-hal yang sifatnya hanya hiburan semata.

Beberapa pakar keuangan sudah mewanti-wanti agar masyarakat mulai mengencangkan ikat pinggang. Fokus saja untuk memenuhi kebutuhan pokok sembari menunggu ekonomi pulih kembali. Poin yang lebih penting untuk disiapkan justru pos atau anggaran dana darurat yang nantinya bisa dimanfaatkan dalam kondisi yang tidak diharapkan.

  1. Hindari utang jika untuk belanja konsumtif

Untuk sementara waktu kurangi belanja konsumtif apalagi dengan cara berutang. Kondisi resesi sekarang ini sangat tidak bijak jika menggunakan utang konsumtif meskipun lembaga keuangan yang dipilih menawarkan bunga rendah. Hal ini berkaitan dengan kondisi ekonomi Indonesia yang masih mengalami kontraksi dengan angka minus meskipun harapannya di kuartal keempat, bisa mencatatkan angka positif seperti yang diharapkan.

  1. Fokus dengan investasi jangka panjang

Selain mengurangi belanja konsumtif di masa pandemi, salah satu yang bisa dilakukan selain menyisihkan anggaran untuk dana darurat, juga memfokuskan dana untuk investasi jangka panjang misalnya dengan menabung saham. Beberapa saham blue chip, mengalami penurunan harga. Kondisi tersebut justru yang banyak dimanfaatkan oleh beberapa investor untuk mendulang keuntungan namun dalam proyeksi jangka panjang.

  1. Tetap belanja hanya untuk kebutuhan pokok

Ekonomi Indonesia akan mulai pulih jika terjadi transaksi di antara masyarakat. Oleh karena itu, jangan menyetop kebiasaan belanja, mulailah membelanjakan dana yang ada utamanya untuk kebutuhan pokok harian seperti beras, minyak, gula, tepung, dan barang-barang yang memang sudah menjadi kebutuhan dasar di rumah. Dengan cara seperti itu mudah-mudahan turut serta memperbaiki kondisi perekonomian Indonesia tumbuh kembali secara positif.

  1. Mulai mencari peluang usaha yang menguntungkan

Kondisi krisis justru kini malah menjadi berkah bagi sebagian orang. Misalnya tumbuh beberapa bisnis baru yang juga mendorong konsumsi sehingga bisa membantu memulihkan ekonomi Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi peluang emas bagi siapapun untuk membuka usaha atau memulai usaha di masa pandemi. Contoh sederhana seperti merebaknya usaha makanan beku yang memang banyak dicari karena masyarakat kini lebih memerlukan stok makanan yang tidak cepat basi di rumah agar tidak terlalu sering ke luar rumah kecuali jika dalam kondisi mendesak saja.

Alasan klasik tidak ada modal kini bisa dibantah dengan adanya pinjaman online cepat cair dan mudah seperti yang ditawarkan oleh Kredivo. Kredivo memberikan kredit limit cukup besar hingga Rp30 juta. Khususnya bagi masyarakat yang mendaftar sebagai member premium.

Kredit limit tersebut bisa digunakan untuk pinjaman modal usaha atau belanja secara grosir lewat merchant resmi yang sudah bekerja sama dengan Kredivo. Pembayaran bisa diangsur secara fleksibel mulai dari 3, 6 sampai dengan 12 bulan. Dengan begitu tidak ada alasan lagi tidak ada modal untuk membangun bisnis dari kecil.

 

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar