Persiapan Menghadapi Gempa Dengan Rumah Tahan Gempa

January 29, 2021

Persiapan Menghadapi Gempa Dengan Rumah Tahan Gempa – Pada awal tahun 2021,tepatnya tanggal 14 Januari 2021, Indonesia kembali dikejutkan dengan munculnya gempa berkekuatan besar. Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 5.9 melanda kota Mamuju dan Majene di provinsi Sulawesi Barat terjadi pada pukul 13:31 WITA. Gempa besar ini cukup membuat kaget dan mengejutkan penduduk setempat.

Keesokan harinya, Jumaat tanggal 15 Januari 2021, kembali kota Mamuju dan Majene diterpa gempa dengan kekuatan yang lebih kuat lagi. Data yang terekam menunjukkan gempa yang melanda kota Mamuju berkekuatan magnitudo 6,2, lebih kuat dari gempa sehari sebelumnya. BMKG memberikan laporan bahwa lokasi gempa berada timur laut Mamuju, tepatnya berjarak 6km saja. Dengan kedalaman gempa yang hanya 10 km, maka gempa ini termasuk kedalam golongan gempa dangkal. Gempa dangkal adalah jenis gempa yang paling dapat memberikan kerusakan bagi bangunan.

Gempa tidak berhenti sampai disini. Di hari Sabtu 16 Januari 2021 jam 6.32 pagi, kembali melanda gempa di kota Mamuju. Gempa kali ini tercatat lebih kecil dari 2 gempa sebelumnya. Gempa terbesar di hari ini tercatat magnitudo 5.0 dengan periode getar 5-7 detik.

Dengan hantaman tiga gempa bumi besar, membuat kota Mamuju dan Majene porak poranda. Tercatat ribuan rumah menderita kerusakan rumah, rumah mewah, kehancuran perkantoran, jalan, jembatan hingga fasilitas militer. Kerugian yang diakibatkan oleh gempa tercatat sebesar lebih dari 830 milyar, yang merupakan total kerugian di kedua kota tersebut.

Kejadian ini menjadi wake up call bagi kita semua masyarakat Indonesia. Fakta bahwa kepulauan Indonesia berada di kerak bumi diatas lapisan magma yang terus bergerak kembali muncul kembali. Pergerakan magma yang kuat akan dapat mengerakkan lempeng kerak bumi atau dapat menembus jalur magma untuk keluar melalui kawah gunung berapi.

Sebagai tindakan pencegahan akan kerugian dan bahaya yang lebih besar lagi yang diakibatkan dari gempa, pemerintah Indonesia telah memberikan pedoman bagi masyarakat agar aman dalam membangun bangunan rumah atau gedung.

Pemerintah mengeluarkan panduan membangun rumah tahan gempa yang diterbitkan melalui standar nasional Indonesia nomer 1726 (SNI 1726) yang mempunyai judul “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Nongedung“.

Peraturan ini merupakan peraturan yang diadopsi dari peraturan sama yang di Amerika Serikat. Tim ahli penyusun SNI 1726 melakukan modifikasi pada beberapa bagian agar lebih sesuai dengan kondisi, ciri khas gempa, metoda kerja dan jenis material bangunan yang umum ditemukan di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan yang menerapkan SNI gempa baru mencakup pembangunan gedung bertingkat tinggi saja. Hal ini disebabkan salah satunya sebagai syarat pengurusan ijin membangun bangunan dari pemerintah daerah. Sedangkan bagi pembangunan rumah tinggal masih belum banyak yang mau mengadopsi acuan sni gempa ini.

Hal ini terungkap dari pembicaraan dengan PT AMP kontraktor rumah mewah jakarta yang diwakilkan oleh Priambodo Yoga, “Kebanyakan para calon pemilik rumah khawatir untuk membangun sesuai dengan sni karena beranggapan anggaran biaya bangun akan lebih besar”. ”Padahal membangun rumah tahan gempa tidak semahal perkiraan kebanyakan orang, terdapat perbedaan hanya pada detailing struktur bangunan rumah . Untuk pos anggaran terbesar bangun rumah tetap terletak pada komponen material finishing rumah” lanjutnya.

Pada dokumen SNI gempa tersebut juga diberikan keterangan mengenai daerah rawan gempa yang ada di Indonesia. Secara keseluruhan pulau pulau di Indonesia terdapat daerah rawan gempa, yang berbeda beda derajat bahayanya. Hanya pulau kalimantan saja yang relatif aman dari bahaya gempa.

Terkait bila lokasi yang hendak dibangun berada di daerah rawan gempa, Priambodo Yoga dari kontraktor jakarta kembali mengingatkan “Untuk saudara kita yang akan membangun bangunan yang terletak pada area rawan gempa, sebaiknya gunakan SNI gempa sebagai acuan untuk membangun rumah. Sehingga anda mempunyai rumah tahan gempa yang lebih handal menghadapi bahaya gempa. Untuk itu bisa melakukan konsultasi mengenai  struktur bangunan kepada kontraktor rumah di lokasi rumah anda. Para kontraktor rumah akan mengerti mengenai kondisi geologi daerah anda.”

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar