Rumah Sakit bikin sakit???

Rumah Sakit sejatinya adalah Rumahnya Orang Sakit (Penyakit), dan tentunya semua orang tidak mau menjadi orang sakit atau terkena penyakit. Namun sepertinya hal itu tidak berlaku di tengah masyarakat kita, Bangsa Indonesia. Masyarakat kita terlihat tidak peduli akan kesehatan dirinya bahkan keluarganya saat berada di lingkungan Rumah Sakit. Setidaknya hal itulah yang saya amati selama saya bertugas di Rumah Sakit.

Mengapa saya katakan seperti itu? Ada beberapa fakta yang bisa kita amati bersama. Yang pertama tentunya dari segi para orang sehat yang pergi ke Rumah Sakit. Biasanya orang-orang sehat ini pergi ke Rumah Sakit sebagai pengantar atau penjenguk pasien. Mereka bersedia menempuh perjalanan sampai beberapa jam demi menjenguk atau mengantar kerabat atau kenalannya ke Rumah Sakit. Sesampainya di Rumah Sakit, akan terlihat bahwa orang-orang sehat ini akan berbondong-bondong masuk ke dalam Ruang Perawatan secara bersama-sama, bersalaman dengan yang sakit dan keluarganya. Setelah itu mereka akan berdoa bersama kemudian ijin pamit. Tentunya menjenguk orang sakit adalah ibadah, akan tetapi apakah setelah bersalaman tersebut mereka akan cuci tangan? Bahkan sering mereka membawa anaknya yang masih balita masuk ke ruang perawatan.

Yang kedua dari faktor pasien atau orang yang sedang sakit dan dirawat di Rumah Sakit itu sendiri. Seringkali pasien yang sudah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya akan meminta supaya dirawat lebih lama lagi dengan beberapa alasan yang biasa diungkapkan, seperti masih lemas, tidak ada yang menunggu, takut merepotkan dan lain sebagainya. Belum lagi para pasien ini biasanya hanya tiduran saja, tanpa mau bergerak untuk mobilisasi, tidak menjaga higienitas diri selama berhari-hari yang tentunya akan memperbesar resiko terkena penyakit Infeksi yang didapat di Rumah Sakit.

Fakta terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah orang-orang yang bekerja dengan sepenuh hati merawat orang-orang yang sedang sakit tersebut di Rumah Sakit. Meskipun telah disediakan berbagai macam alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan pemeriksaan, baju pelapis, kaca mata dan yang lainnya, beberapa dari petugas ini tidak mau memakainya secara rutin dengan berbagai macam alasan yang biasanya tidak berbeda jauh satu sama lain. Repot-lah, panas-lah, berembun-lah. Belum lagi budaya cuci tangan yang sudah sering didengungkan namun biasanya angkanya hanya baik di laporan kepatuhan cuci tangan saja.

Semua fakta diatas sejatinya akan memperbesar resiko orang-orang menjadi bertambah sakit saat di Rumah Sakit. Sudah menjadi kewajiban kita semua untuk saling mengingatkan budaya cuci tangan dengan cairan antiseptik yang telah disediakan di seluruh penjuru Rumah Sakit, menjaga kebersihan diri dan lingkungan di sekitar Rumah Sakit, memakai alat pelindung diri, serta menggaungkan budaya kepada masyarakat supaya jangan terlalu senang berlama-lama di Rumah Sakit walaupun Rumah Sakit-pun saat ini banyak yang terlihat dan berfasilitas seperti hotel berbintang guna mewujudkan istilah Health Tourism yang sedang ngehits di seluruh penjuru dunia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar