Pedulilah Rumah Sakit-ku

Setelah di bagian pertama tulisan ini saya menyebutkan ada 3 fakta yang menyebabkan salahnya paradigma masyarakat terhadap Rumah Sakit, pada tulisan ini saya akan menyebutkan beberapa fakta lain yang dapat saya amati.

Fakta selanjutnya adalah menyangkut manajemen Rumah Sakit. Tidak semua manajemen Rumah Sakit sudah benar-benar peduli dengan kesehatan orang sehat maupun para pasien yang berada di lingkungan Rumah Sakit. Dibuktikan dengan masih banyaknya Rumah Sakit yang belum terakreditasi oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit. Padahal sudah selayaknya semua Rumah Sakit harus memiliki standar yang sama dalam memberikan pelayanan kepada semua penghuninya. Entah karena ketidaksiapan pihak Manajemen ataupun keengganan dari mereka. Padahal di standar nasional akreditasi Rumah Sakit yang terbaru sudah mengacu kepada standar akreditasi internasional yang sangat menekankan pentingnya patient safety dan infection control.

Tak luput dari pandangan saya adalah fakta bahwa Pemerintah Republik Indonesia, melalui Dinas Kesehatannya, walaupun sudah berusaha keras untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit di wilayahnya masing-masing, masih terlihat kurang peduli akan tingkat keamanan dan kenyamanan para penghuni dan pengunjung Rumah Sakit. Dalam mensurvey, memberikan ijin dan menetapkan kelas Rumah Sakit seringkali sangat longgar dalam menganalisis dan memberikan peniaian. Hal ini dapat kita lihat bersama betapa banyak dan menjamurnya Rumah Sakit di kawasan pusat keramaian dan perkotaan dan betapa sulitnya mencari Rumah Sakit di daerah yang jauh dari pusat keramaian atau perkotaan. Begitu pula dalam hal penilaian tipe dan kelas Rumah Sakit, sering kita jumpai bangunan Rumah Sakit yang tidak terlihat seperti Rumah Sakit pada umumnya. Dalam menyikapi semua fakta yang telah saya paparkan di atas, tentunya harus kita lakukan pembenahan supaya Rumah Sakit bisa menjadi suatu Rumahnya penyakit, dimana penyakit itu hanya akan menetap disana, dan orang yang keluar dari Rumah Sakit semuanya bisa tetap atau menjadi sehat, tidak malah menjadi sakit atau lebih sakit dibandingkan dengan kondisi saat dia masuk ke Rumah Sakit. Para penjenguk akan menjenguk sesuai dengan jam besuk yang telah ditetapkan, tidak membawa anak dibawah usia 12 tahun, dan bersedia masuk ruang perawatan secara bergantian serta menjaga higienitas dirinya. Para pasien yang sedang sakit harus bersemangat untuk bisa cepat sembuh dan keluar dari Rumah Sakit. Para pegawai Rumah Sakit bersedia untuk selalu memakai alat pelindung diri dan menjaga agar dirinya senantiasa bersih dan higienis. Jajaran manajemen akan selalu peduli dan berlomba-lomba memberikan fasilitas pelayanan yang sesuai standar akreditasi. Dan yang terakhir tentunya Pemerintah Republik Indonesia bisa bersungguh-sungguh untuk memperhatikan kesehatan para penduduknya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar