ekonomi publik

Hanya Blog UMY situs lain

UK 1

Posted by Nur Syafii Ar Rasyid 0 Comment

Nama   : Nur Syafi’I Ar Rasyid

Nim     : 20160430137

  1. Kondisi Perekonomian Indonesia dalam 5 tahun terakhir
  2. Tahun 2013

Dilansir dari laman kementrian koordinator bidang perekonomian Indonesia Kepala BPS, Suryamin, mengatakan membaiknya perekonomian beberapa Negara terutama Amerika Serikat dan China juga berdampak pada perekonomian Indonesia yang turut membaik. “Artinya ekonomi global berdampak pada perekonomian Indonesia, terutama untuk ekspor dan untuk beberapa sektor yang lain seperti wisatawan mancanegara juga sudah menunjukan peningkatan yang berarti,” ujarnya dalam jumpa pers digedung BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2014).

 

Lebih lanjut ia mengatakan semua sektor ekonomi pada 2013 ini mengalami pertumbuhan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 10,19 persen, dan terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian 1,34 persen.

Sementara untuk sektor yang berkontribusi  besar pada pertumbuhan ekonomi 2013 adalah sektor Industri pengolahan dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,42 persen dan diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor pengangkutan dan komunikasi. “Masing-masing memberikan sumber pertumbuhan masing-masing 1,07 persen dan 1,03 persen,” ujarnya.

 

BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2013 tumbuh sebesar 5,72 persen. Namun jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, pencapaiannya  melambat sebesar 1,42 persen.

 

“Kuartal IV sedikit menunjukan penurunan 1,42 persen. Memang pada kuartal IV ini berdasarkan pengalaman kuartal III memang selalu lebih bagus dari kuartal IV untuk setiap tahunnya,”  tuturnya.

 

Penurunan pertumbuhan di kuartal IV ini disebabkan sektor pertanian mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 22,84 persen karena siklus musiman. Dan sektor-sektor lainnya mengalami pertumbuhan yang positif.

 

Menurut Kepala BPS, secara keseluruhan pengeluaran struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga sebesar 5,28 persen, pengeluaran komsumsi pemerintah mencapai 4,87 persen,  investasi sebesar 4,71 persen, ekspor menyumbang 5,30 persen dan impor sebesar 1,21 persen.

 

  1. Tahun 2014

Dilansir dari situr Wold Bank Pertumbuhan ekonomi tahun 2014 diperkirakan mencapai 5,1 persen, lebih rendah dari 5,2 persen yang sebelumnya diperkirakan. Demikian terungkap pada laporan Indonesia Economic Quarterly, edisi Desember 2014, yang dikeluarkan Bank Dunia, berjudul Membawa Perubahan.

 

Pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat mengakibatkan turunnya harga-harga sejumlah komoditas Indonesia, selain juga memperkecil hadirnya peluang-peluang baru. Namun estimasi pertumbuhan yang mengecil ini dapat berbalik arah, bila investasi melampaui harapan pada tahun 2015.

 

“Pembelanjaan pasar domestik di Indonesia yang bertahan tinggi terus menopang pertumbuhan. Jika Indonesia memperkuat fondasi ekonomi yang lain dan memperkuat iklim investasi, Indonesia dapat mendorong kembali laju pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih pesat,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves di Jakarta.

 

Namun banyak tantangan lain yang harus dihadapi. Misalnya, sampai akhir bulan Oktober, penyerapan belanja modal Pemerintah (capital expenditure) hanya 38 persen dari persiapan pendanaan untuk tahun 2014 — jauh di bawah angka pada tahun 2012 dan 2013 untuk periode yang sama.

 

Defisit neraca berjalan berkurang, namun sedikit, yakni di angka USD 6,8 milyar atau 3,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan ketiga tahun ini. Penurunan secara bertahap diperkirakan akan terus berlangsung, dan defisit neraca berjalan diperkirakan mencapai 2,8 persen pada tahun 2015

 

Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memberi dampak kepada inflasi, namun dampak tersebut bersifat sementara. Inflasi diperkirakan akan mencapai 7,5 persen pada tahun 2015, dan menurun pesat sebelum akhir tahun 2015, bila tidak ada gejolak lain.

 

Penghematan fiskal berjumlah lebih dari Rp100 Triliun dari penyesuaian harga BBM kini memberikan ruang kepada Pemerintah untuk menambah belanja publik bagi sektor-sektor yang prioritas, seperti pelayanan kesehatan. Indonesia  menghabiskan hanya 1,2 persen dari PDB untuk pelayanan kesehatan; salah satu alokasi kesehatan terendah bila dibandingkan negara-negara lain di dunia.

 

“Pembelanjaan yang lebih baik, termasuk untuk pelayanan kesehatan dan program-program perlindungan sosial, dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan yang telah melambat beberapa tahun terakhir. Tanpa dukungan tambahan ini terhadap upaya pengentasan kemiskinan, tingkat kemiskinan di Indonesia – yang kini 11,3 persen – akan tetap berada di atas 8 persen pada 2018 sekalipun,” kata Ndiame Diop, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia.

 

  1. Tahun 2015

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan lebih tinggi, yaitu tumbuh pada kisaran 5,4-5,8%. Berbeda dengan 2014, di samping tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, tingginya pertumbuhan ekonomi di 2015 juga akan didukung oleh ekspansi konsumsi dan investasi pemerintah sejalan dengan peningkatan kapasitas fiskal untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif, termasuk pembangunan infrastruktur.

Dari Segi Properti

Dan tidak kalah seksinya jika membahas perkembangan ekonomi dari segi properti, seperti psatnya pertumbuhan pusat perbelanjaan di JABODETABEK dan beberapa kota besar seperti Bandung dan Surabaya. Berdasarkan riset Boston Consulting Group, Indonesia saat ini memiliki 45 juta orang yang tergolong dalam kelas menengah yang memiliki kebiasaan membelanjakan uangnya di luar kebutuhan utama, hal inilah yang memicu pertumbuhan pusat perbelanjaan tersebut. Namun tidak berhenti di pertumbuhan pusat perbelanjaan saja. Pertumbuhan positif pun diperkirakan akan dialami semua bagian sektor seperti apartemen, perkantoran komersial, hotel, maupun kawasan industri.

Dari Segi Industri Petrokimia

Industri petrokimia di Indonesia masih dalam tahap berkembang. Konsumsi per kapita saat ini rendah dibandingkan dengan Negara lainnya di ASEAN. Meskipun permintaan yang rendah, namun tingkat pertumbuhan yang terjadi tergolong sehat pada 5 – 8% per tahun yang diperkirakan akan maju.

Dari Segi Gas Alam

Indonesia memproduksi sekitar 3 triliun kubik gas alam setiap tahunnya dan itu mengalami pertumbuhan baik sekitar 2,5 – 3,0% setiap tahunnya. Gas alam menyumbang 25% dari pasokan energy dalam negeri. Indonesia sendiri merupakan salah satu eksportir terbesar gas alam cair di dunia. Permintaan domestik untuk gas alam diperkirakan akan lebih besar dari pasokan domestic di tahun-tahun mendatang karena produsen gas dapat menuntut harga yang lebih tinggi di pasar internasional.

 

  1. Tahun 2016

Badan Pusat Statistik (BPS) melansir pertumbuhan ekonomi RI selama tahun 2016 mencapai 5,02 persen, naik dari pertumbuhan ekonomi 2015 yang hanya 4.88 persen. Namun demikian, pencapaian tersebut tidak sesuai dengan target pemerintah yang mematok angka 5,2 persen pada APBN-P 2016. Adapun Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 12.406 triliun dan PDB per kapita Rp 47,9 juta. “Sumber pertumbuhan masih sama,” ujar Kepala BPS Suharyanto di Kantor BPS, Jakarta, Senin (6/2/2017). Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2,72 persen atau berkontribusi 56,5 persen. Sepanjang 2016, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,01 persen. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menjadi sumber pertumbuhan selanjutnya sebesar 1,45 persen, atau berkontribusi 32,57 persen. Sepanjang 2016, PMTB tumbuh 4,48 persen. Adapun konsumsi Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT) mampu tumbuh paling tinggi mencapai 6,62 persen. Sementara itu sumber pertumbuhan ekonomi lainnya yakni ekspor, konsumsi pemerintah dan impor justru tumbuh negatif -1,74 persen, -0,15 persen, dan -2,27. Berdasarkan lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 0,92 persen. Adapun perdagangan 0,53 persen, kontruksi 0,51 persen, dan sektor informasi dan komunikasi 0,42 persen.

 

  1. Tahun 2017

Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan, produk domestik bruto ( PDB) atau pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun 2017 mencapai 5,07 persen. Angka ini, menurut BPS, merupakan angka pertumbuhan ekonomi tertinggi sejak tahun 2014 silam. Kepala BPS Suhariyanto menyebut, angka pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017 tersebut lebih rendah dari target yang dipasang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni 5,2 persen. Namun demikian, ia optimistis ekonomi Indonesia ke depan bisa tumbuh lebih tinggi. “Memang masih di bawah target 5,2 persen, tapi angka ini cukup bagus. Kita tentunya berharap pada kuartal berikutnya pertumbuhan ekonomi kita makin meningkat, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/2/2018). Suhariyanto menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 merupakan angka tertinggi sejak tahun 2014. Sekedar informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2014 sebesar 5,01 persen, tahun 2015 sebesar 4,88 persen, dan tahun 2016 sebesar 5,03 persen. Baca juga: BI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,1 Persen di Tahun 2017 “Artinya hasil pembangunan infrastruktur mulai bergulir,” tutur Suhariyanto. Ia menyebutkan, sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 adalah industri pengolahan, yakni 0,91 persen. Selain itu, disusul sektor konstruksi sebesar 0,67 persen, perdagangan 0,59 persen, dan pertanian 0,49 persen.

 

  1. Peluang Indonesia dalam revolusi industry 4.0

 

Dilansir Liputan6.com Revolusi industri 4.0 di ambang mata dan mendorong permasalahan serta peluang baru. Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan pentingnya bangsa ini menyiapkan generasi baru menyambut revolusi digital tersebut. Pemerintahan Jokowi juga telah mengeluarkan peta jalan bagi industri Indonesia dengan memfokuskan lima sektor industri.

 

“Kita juga harus manfaatkan peluang atau aset yang ada untuk memaksimalkan peluang,” kata Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko dalam orasi ilmiah yang mengusung tema Menjaga Kedaulatan Bangsa di Tengah Tantangan dan Peluang Revolusi Industri 4.0 di Wisuda Universitas Terbuka Tahun 2018 di Balai Sidang Universitas Terbuka, Tangerang Selatan, Selasa, 3 Juli 2018.

 

Dalam menyikapi tantangan global tersebut, yang pertama perlu dilakukan adalah bagaimana mengeliminasi gangguan yang berpotensi menghambat kemajuan bangsa. Isu intoleransi harus segera diredam dengan merangkul perbedaan-perbedaan.

 

“Siapkah Indonesia memanfaatkan peluang digitalisasi? Akankah kedaulatan bangsa terjaga? Apa yang perlu kita siapkan mulai hari ini?” tanya Moeldoko yang juga alumni Universitas Terbuka.

 

“Yang dilakukan untuk menghadapi tantangan itu kolaborasi antara pemerintah-masyarakat-pelaku-usaha,” imbuhnya.

 

Moeldoko menyinggung infrastruktur yang dibangun oleh pemerintahan Joko Widodo sebagai aset pemersatu bangsa yang meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia. Pembangunan infrastruktur adalah bagian dari pembangunan peradaban.

 

Hingga tahun 2019, total infrastruktur yang dibangun berjumlah 12 proyek nasional dan 240 proyek daerah tersebar dari barat sampai ke timur. Hal ini bukti kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

  1. Bagaimana politik mempengaruhi hasil ekonomi

 

Bagi saya Politik adalah kegiatan dalam suatu sistem pembangunan negara melalui pembagian-pembagian kekuasan atau pendapatan untuk mencapai tujuan yang telah di sepakati dan melaksanakan tujuan tersebut. Kancah dunia politik di Indonesia sangat berpengaruh besar terhadap kemajuan ekonomi bangsa ini. Seperti kita ketahui dengan adanya campur tangan antara dunia politik di pemerintahan akan menghasilkan suatu perjanjian atau kerjasama dengan Dunia Internasional.

Dalam berbisnis sangatlah penting mempertimbangkan risiko politik dan pengaruhnya terhadap organisasi. Hal ini patut dipertimbangkan karena perubahan dalam suatu tindakan maupun kebijakan politik di suatu negara dapat menimbulkan dampak besar pada sektor keuangan dan perekonomian negara tersebut. Risiko politik umumnya berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan di suatu negara.

Setiap tindakan dalam organisasi bisnis adalah politik, kecuali organisasi charity atau sosial. Faktor-faktor tersebut menentukan kelancaran berlangsungnya suatu bisnis. Oleh karena itu, jika situasi politik mendukung, maka bisnis secara umum akan berjalan dengan lancar. Dari segi pasar saham, situasi politik yang kondusif akan membuat harga saham naik. Sebaliknya, jika situasi politik tidak menentu, maka akan menimbulkan unsur ketidakpastian dalam bisnis.

Dalam konteks ini, kinerja sistem ekonomi-politik sudah berinteraksi satu sama lain, yang menyebabkan setiap peristiwa ekonomi-politik tidak lagi dibatasi oleh batas-batas tertentu Sebagai contoh, IMF, atau Bank Dunia, atau bahkan para investor asing mempertimbangkan peristiwa politik nasional dan lebih merefleksikan kompromi-kompromi antara kekuatan politik nasional dan kekuatan-kekuatan internasional.

Tiap pembentukan pola bisnis juga senantiasa berkait erat dengan politik. Budaya politik merupakan serangkaian keyakinan atau sikap yang memberikan pengaruh terhadap kebijakan dan administrasi publik di suatu negara, termasuk di dalamnya pola yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi atau perilaku bisnis.

Terdapat politik yang dirancang untuk menjauhkan campur tangan pemerintah dalam bidang perekonomian/bisnis. Sistemnya disebut sistem liberal dan politiknya demokratis. Ada politik yang bersifat intervensionis secara penuh dengan dukungan pemerintahan yang bersih. Ada pula politik yang cenderung mengarahkan agar pemerintah terlibat atau ikut campur tangan dalam bidang ekonomi bisnis.

 

  1. Anggran Provinsi saya dan penjelasannya

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

RINGKASAN APBD

TAHUN ANGGARAN 2018

Kode Rekening Uraian Jumlah

1 2 3

4 PENDAPATAN 24.413.659.858.000

4.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 12.994.933.643.000

4.1.1 Pendapatan Pajak Daerah 10.840.111.435.000

4.1.2 Hasil Retribusi Daerah 105.103.744.000

4.1.3 Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 449.098.025.000

4.1.4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 1.600.620.439.000

4.2 DANA PERIMBANGAN 11.363.269.415.000

4.2.1 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 954.366.898.000

4.2.2 Dana Alokasi Umum 3.652.586.431.000

4.2.3 Dana Alokasi Khusus 6.756.316.086.000

4.3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 55.456.800.000

4.3.1 Pendapatan Hibah 21.956.800.000

4.3.7 Dana Insentif Daerah 33.500.000.000

5 BELANJA 24.993.659.858.000

5.1 BELANJA TIDAK LANGSUNG 18.253.540.993.000

5.1.1 Belanja Pegawai 6.021.320.139.000

5.1.4 Belanja Hibah 5.619.493.523.000

5.1.5 Belanja Bantuan Sosial 48.292.000.000

5.1.6 Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa 4.589.057.727.000

5.1.7 Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa 1.955.377.604.000

5.1.8 Belanja Tidak Terduga 20.000.000.000

5.2 BELANJA LANGSUNG 6.740.118.865.000

5.2.1 Belanja Pegawai 788.247.128.000

5.2.2 Belanja Barang dan Jasa 4.089.585.028.000

5.2.3 Belanja Modal 1.862.286.709.000

SURPLUS / (DEFISIT) (580.000.000.000)

6 PEMBIAYAAN DAERAH 580.000.000.000

6.1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH 650.000.000.000

6.1.1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya 300.000.000.000

6.1.2 Pencairan Dana Cadangan 350.000.000.000

6.2 PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH 70.000.000.000

6.2.2 Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah 70.000.000.000

PEMBIAYAAN NETTO 580.000.000.000

6.3 Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SILPA) 0

 

  1. Fungsi Dari APBN di Indonesia dan berikan contohnya
  • APBNmempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi. …Fungsi pengawasan, berarti anggaran negara harus menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  • Fungsi APBN menurut Undang-Undang No. 17 Pasal 3 Ayat 4 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara, menjelaskan APBN/APBD mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi.

    Fungsi otorisasi mengandung arti bahwa anggaran negara manjadi dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan.
    b. Fungsi perencanaan mengandung arti bahwa anggaran negara manjadi pedoman bagi manajemen dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan.
    c. Fungsi pengawasan mengandung arti bahwa anggaran negara manjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintahan negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
    d. Fungsi alokasi mengandung arti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian.
    e. Fungsi distribusi mengandung arti bahwa kebijakan anggaran negara harus memerhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
    f. Fungsi stabilisasi mengandung arti bahwa anggaran pemerintah menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian.

    Fungsi APBN ini bersifat kondisional artinya sesuai dengan kondisi perekonomian yang dihadapi. Pada saat kondisi resesi sebaiknya pemerintah menempuh politik anggaran defisit (deficit budget) untuk mendorong sisi permintaan. Anggaran defisit berarti pengeluaran pemerintah lebih besar dan penerimaan. Adapun ketika dalam kondisi ekonomi membaik (recovery) ditempuh anggaran surplus, yang berarti pos penerimaan lebih besar dari pengeluaran. Kebijakan ini bertujuan untuk menekan laju inflasi. Pilihan lain adalah anggaran berimbang (balance budget), artinya penerimaan pemerintah sama dengan pengeluarannya.

Tapi yang kita ambil pointnya fungsi APBN sebagai berikut :

  1. Sebagai alokasi
  2. Sebagai distribusi
  3. Sebagai stabilisasi
  4. Sebagai pengawasan
  5. Sebagai Perencanaan

Sebagai otoritas

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Nur Syafii Ar Rasyid


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

nur syafii ar rasyid

Nama: Nur Syafi’I Ar Rasyid Nim : 20160430137 UK 1 Menurut anda ...

Annotated Bibliograp

BELANJA E-GOVERNMENT A.    PENGARUH ANGGARAN BERBASIS KINERJA TERHADAP KINERJA PROGRAM PENINGKATAN ...

UK 1

Nama   : Nur Syafi’I Ar Rasyid Nim     : 20160430137 Kondisi ...

UK 1

Nama   : Nur Syafi’I Ar Rasyid Nim     : 20160430137 Kondisi ...