Opini Mengenai Film The New Rules Of The World

mDampak Globalisasi diseluruh dunia adalah, mempertemukan seluruh ras dan golongan, menyatukan segala perbedaaan masyarakat pribumi. Memperluas teknologi, informasi, dan komunikasi seluruh Dunia tanpa ada pembatas yang mengikat. Namun, semua dampak tersebut, justru menimbulkan efek yang tragis bagi mereka yang tidak bisa menikmatinya. Lebih kepada pernyataan bahwa mereka yang miskin semakin miskin, sedangkan mereka yang kaya akan lebih kaya. Di Negara berkembang termasuk Indonesia, yang menjungjung ideologi pancasila, mengamalkan nilai-nilai nya, serta Undang-Undang Dasar RI 1945 sebagai konstitusi tertinggi di Indonesia, masih terkalahkan oleh rezim kapitalisme dunia Barat yang perlahan menguasai Tanah Air.

Dari dunia kecil yang tak terlihat, lebih dari 70 juta orang di Indonesia hidup dalam kondisi miskin, sedangkan pendapat Dunia menyatakan Indonesia termasuk Negara yang memiliki kemajuan ekonomi yang tinggi. Hal itu lebih terlihat dari pada keadaan sebenarnya yang dialami oleh masyarakat kecil dimana seluruh hidupnya mengabdi untuk bekerja sebagai budak di perusahaan asing. Kondisi penjajahan masih dirasakan oleh mereka yang hampir 24 jam setiap hari menjadi buruh untuk memenuhi pasar ekonomi Internasional. Banyak upah yang tidak sesuai standar UMR yang diterima mereka demi memenuhi keuntungan pabrik sendiri. Bahkan mereka hidup didalam kekuasaan yang tidak tercatat secara resmi. Hanya tuntutan dan hukuman yang diberikan, tanpa tahu alasan dan maksud yang jelas. Adanya backing dari pemerintah yang dengan senang hati menyambut kerjasama yang katanya akan membangun ekonomi Indonesia. Politik seperti itu sudah dilakukan semenjak kekuasaan Soeharto. Hubungan Luar Negeri, kerjasama ekonomi, investasi di gencarkan untuk masuk ke Indonesia, dimana pada kekuasaan Soekarno dilarang demi kemandirian bangsa Indonesia. Penguasa raksasa ekonomi dunia menjanjikan kemakmuran, lapangan pekerjaan, investasi untuk menciptakan infrastruktur di Indonesia yang selanjutnya akan dikuasai untuk memperkejakan warga pribumi.

Dari krisis ekonomi tahun 1998, kekuasaan Soeharto mualai berakhir yang menimbulkan dampak yang besar bagi sejarah Indonesia. Bnayak utang luar negeri yang harus dibayar oleh rakyat miskin untuk memenuhi kepuasan koruptor Negara. Masyarakat kecil, yang bekerja untuk Negara, dipaksa menanggung utang Negara pada Bank Dunia. Yang pada akhirnya, gaji yang diperoleh bahkan dari bunga pinjaman mereka sendiri. Kekuasaan ekonomi oleh Bangsa barat lebih tertuju pada masyarakat miskin. Sedangkan para penguasa pemerintah yang hanya menikmati uang rakyat tidak bertanggung jawab atas hukuman bagi mereka. Merampas uang hanya untuk memenuhi hubungan internasional yang tidak saling menguntungkan. Bahkan sampai sekarang, sejak kekuasaan Soekarno Indonesia mempunyai

tabungan diluar negeri yang masih disimpan oleh Bank Dunia. Lantas, dimana keberadaan uang tersebut, masih menjadi pertanyaan. Bahkan uang tersebut merupakan hasil dari ekonomi mandiri yang dibentuk oleh Soekarno untuk masyarakat Indonesia.

Pembangunan global yang dianjurkan untuk seluruh masyarakat Dunia, notabennya hanya untuk memperkaya mereka yang menguasai pasar internasional. Perusahaan yang berkuasa enggan memberikan jawaban untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang diakibatkannya. Pencarian kekuasaan tertinggi yang mereka rebut untuk melemahkan ekonomi menengah yang menjadi prioritas utama.

*** Salam pergerakan, demi Ekonomi Pembangunan yang Kreatif

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar