5 Sifat dan Kebiasaan Orang Maluku

11 Sifat, Karakter dan Kebiasaan Orang Maluku | Salamadian

Memiliki Solidaritas Tinggi

Orang Maluku miliki rasa solidaritas tinggi khususnya jikalau berjumpa sesama orang Maluku. Mereka akan membantu teman, sahabat, saudara, sesama orang Maluku yang mengalami kesusahan. Apalagi jikalau berjumpa di tanah rantau. Hal ini jadi salah satu keuntungan berkenalan bersama orang Maluku. Apakah kamu juga miliki kawan dari tempat Maluku? Baca juga artikel tari cakalele dari maluku

Memiliki Tubuh Atletis

Postur tubuh orang Maluku umumnya berkulit gelap, rambut ikal, dan kerangka tulang yang kuat dan besar (atletis). Dengan ciri postur tubuh tersebut, secara fisik mereka lebih tegap dan atletis dibandingkan orang dari suku lain di Indonesia.

Hal ini dapat saja dilatarbelakangi dari situasi alam tempat Maluku yang bersifat kepulauan. Masyarakat Maluku punya kebiasaan jalankan kesibukan fisik layaknya berenang dan berlayar sehingga membantu postur tubuhnya, khususnya kaum laki-laki. Maluku juga merupakan provinsi yang miliki luas lautan daripada daratan.

Pemberani

Apakah kamu pernah berjumpa bersama orang Maluku? Mereka kondang tidak miliki rasa takut. Orang Maluku jikalau ia terasa dirinya berada di pihak yang benar, maka mereka akan selalu memperjuangkan kebenaran selanjutnya kendati nyawa taruhannya.

Hal ini juga dapat jadi orang Maluku terinspirasi tokoh sejarah, yakni Pattimura di dalam melawan penjajah. Jika udah terasa apa yang diperjuangkan adalah kebenaran, maka mereka akan totalitas di dalam perlihatkan keberaniannya. Baca juga artikel tari perang dari maluku

Memiliki Tradisi Pukul Sapu

Pukul sapu adalah rutinitas suku Maluku yang ditunaikan bersama memukul sapu lidi dari pohon enau selepas hari idul fitri. Pukul sapu ini merupakan rutinitas yang kerap ditunaikan penduduk Desa Mamala.

Kebiasaan ini ditunaikan sesudah satu minggu Idul Fitri oleh kaum pria dan ditunaikan bersama mengenakan celana pendek, kuncir kepala, dan juga bertelanjang dada. Biasanya mereka jalankan atraksi pukul memukul sapu lidi dari tulang daun pohon mayang atau pohon enau.

Nilai filosofis dari rutinitas ini adalah persaudaraan tidak lihat suku, agama, maupun golongan. Rasa sakit dapat dirasakan Bersama demi terwujudnya kehidupan yang selaras antar sesama, istilah mereka yakni sakit di kuku, rasa di daging.

Budaya Hawear

Hawear (sasi) merupakan budaya yang tumbuh dan berlaku di dalam kehidupan penduduk kepulauan Kei secara turun temurun. Dokumen tertulis, cerita rakyat, maupun yang lain merupakan prasarana untuk melestarikan budaya, salah satunya Hawear.

Sejarah Hawear ini di mulai dari seorang gadis yang diberikan daun kelapa kuning (janur kuning) oleh ayahnya, kemudian daun kelapa kuning selanjutnya disisipkan atau diikat di kain seloi yang dipakainya.

Gadis selanjutnya jalankan perjalanan panjang untuk menemui seorang raja. Maksud dari janur kuning selanjutnya sebagai tanda bahwa ia udah dimiliki oleh seseorang yang bertujuan sehingga ia tidak diganggu oleh barang siapa di dalam perjalanan.

Janur kuning selanjutnya diberikan oleh sang papa karena sang papa pernah diganggu oleh orang tak dikenal di dalam perjalanannya. Ini merupakan sistem Hawear yang masih ditunaikan cocok bersama maknanya hingga saat ini. Baca juga artikel tari perang maluku

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Lewat ke baris perkakas