Perekonomian Indonesia

Hanya Blog UMY situs lain

Uji Kompetensi 1 Perekonomian Indonesia

Posted by Rahvi Nazal Perdana 0 Comment

Nama             : Rahvi Nazal Perdana

NIM                : 20160430246

 

  1. How is the Economy condition of Indonesia in last 5 years? Please explain by using data!
  2. In this 4th Industry revolution era, how is the opportunity of Indonesia to become developed country?
  3. Please explain how does politics affect economic outcomes? Give examples!
  4. Please give the data of your province budget! And explain!
  5. Explain types of currency system exchange and give the example!

 

 

 

 

 

 

 

 

Answer:

  1. Data Pertumbuhan
Tahun Pertumbuhan Ekonomi %
2013 5,78
2014 5,02
2015 4,79
2016 5,02
2017 5,07

 

Sumber: BPS

Dari data tersebut bahwa pertumbuhan ekonomi indonesia bergerak sangat menurun namun di tahun 2016 naik tidak signifikan. Pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi indonesia yang di targetkan pemerintah di angka 6,8% namun pada akhir tahun pertumbuhan ekonomi indonesia hanya di angka 5,78%, lalu di tahun 2014 berganti rezim dari SBY ke Jokowi, pemerintah SBY mentargetkan perekonomian indonesia di angka 5,5% namun di lihat dari pertumbuhan ekonomi tahun 2013 begerak turun cukup tajam di angka 5,02%. Di awal tahun pemerintahan Jokowi menaikkan target pertumbuhan ekonomi indonesia yaitu sebesar 5,7% namun kenyataan terbalik sangat jauh dari target pemerintah dan pertumbuhan ekonomi indonesia terus melanjutkan penurunan di tahun 2015 di angka 4,79%. Tahun 2016 pemerintah menurunkan target pertumbuhan ekonomi di angka 5,2% namun tetap tidak sesuai target pemerintah yaitu di angka 5,02% dan di tahun 2017 pemerintah tetap menggunakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu sebesar 5,2% namun tetap tidak sesuai target dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2017 sebesar 5,07%.

 

  1. Revolusi industri 4.0 di ambang mata dan mendorong permasalahan serta peluang baru. Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan pentingnya bangsa ini menyiapkan generasi baru menyambut revolusi digital tersebut. Pemerintahan Jokowi juga telah mengeluarkan peta jalan bagi industri Indonesia dengan memfokuskan lima sektor industri.

 

Di tahun 2045, Indonesia akan menghadapi tantangan dari risiko-risiko pasar finansial global yang meliputi penjualan mobil akan terhenti, komunikasi akan menjadi bebas biaya, mobil akan terbuat dari baja daur ulang, industri baja menjatuh, mobil listrik dengan 18 komponen menjadi marak di pasar sehingga mengancam keberlangsungan produksi mobil BBM.

Dalam menyikapi tantangan global tersebut, yang pertama perlu dilakukan adalah bagaimana mengeliminasi gangguan yang berpotensi menghambat kemajuan bangsa. Isu intoleransi harus segera diredam dengan merangkul perbedaan-perbedaan.

 

Sebagai aset pemersatu bangsa yang meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia. Pembangunan infrastruktur adalah bagian dari pembangunan peradaban. Hingga tahun 2019, total infrastruktur yang dibangun berjumlah 12 proyek nasional dan 240 proyek daerah tersebar dari barat sampai ke timur. Hal ini bukti kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Munculnya teknologi baru dalam data sains, kecerdasan buatan, revolusi industri memaksa pergeseran bagaimana kita bekerja, berkomunikasi dan memperoleh informasi. Perubahan ini sedang terjadi, misalnya sistem pendidikan, kesehatan dan lainnya. Memungkinkan lahirnya pekerjaan baru dan menggeser pekerjaan lama. Perlu dilakukan pemetaan pekerjaan baru yang meningkatkan daya saing dan persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di bidang pendidikan.

Sumber terobosan riset dan pengembangan mendukung revolusi industri 4.0. Sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing faktor utama mendukung revolusi industri 4.0.

 

Sumber: ksp.co.id

 

 

  1. Dalam tinjauan ekonomi politik, memang terdapat kait mengait antara bidang politik dan keamanan dengan ekonomi. Keduanya saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Ada beberapa pandangan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang kokoh dibutuhkan stabilitas politik dan keamanan. Para pengambil kebijakan bidang ekonomi dan bidang politik tergantung satu sama lain dan keduanya adalah pelaku utama sistem ekonomi politik. Keputusan yang diambil oleh para pengambil kebijakan, dan karena itu perkembangan dan hasil seluruh sistem, tergantung pada aturan dan institusi yang membentuk kerangka dasarnya. Perilaku ekonomi, dengan kata lain, dapat dipengaruhi dengan mengubah aturan dan institusi. Dunia politik sangat berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi suatau bangsa atau daerah. Contoh saja ketika memasuki tahun politik 2019 akan berdampak pada perekonomian, dimana seperti pendapatan usaha konveksi meningkat karena menerima pesanan dari partai-partai atau calon-calon legislative dan capres cawapres.

 

  1. Jawa Tengahmengalami tren penurunan selama periode 2014-2017. Pada 2014, rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap pendapatan daerah mencapai 65,42% dari Rp 15,52 triliun, kemudian turun menjadi 64,8% (Rp 16,82 triliun) pada 2015, lalu menjadi 58,79% (Rp 19,63 triliun) pada 2016. Lalu, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2017, rasio tersebut kembali turun menjadi 50,9% dari pendapatan daerah senilai Rp 23,47 triliun.

 

Meskipun terdapat peningkatan sebesar 16,7% dari realisasi tahun sebelumnya, target PAD Jawa Tengah pada 2017 sebenarnya mengalami penurunan menjadi Rp 11,9 triliun dari target tahun sebelumnya yang mencapai Rp 12,29 triliun. Penurunan target PAD ini menunjukkan pesimisme pemerintah dalam membuat rencana proyeksi pendapatan, padahal tren ekonomi yang terjadi di Jawa Tengah mengalami peningkatan setiap tahunnya.

 

PAD dapat digunakan sebagai indikator mengukur tingkat kemandirian daerah. Semakin tinggi nilai PAD, maka ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat akan semakin berkurang. Menurut data Badan Pusat Statistik PAD Jawa Tengah pada 2015 berhasil terealisasi sebesar 90,36%. Kemudian capaian tersebut mengalami peningkatan menjadi 93,54% dengan nilai sebesar Rp 11,54 triliun pada 2016.

 

  1. Kurs atau Nilai Tukar merupakan sebuah kunci bagi suatu Negara untuk berinteraksi di dunia luar. Sistem pembayaran dalam atau luar negeri mau tidak mau harus terikat dengan nilai tukar.

 

Jenis-jenis Kurs:

  • Kurs tetap

Kurs tetap merupakan sistem nilai tukar dimana pemegang otoritas moneter tertinggi suatu negara (Central Bank) menetapkan nilai tukar dalam negeri terhadap negara lain yang ditetapkan pada tingkat tertentu tanpa melihat aktivitas penawaran dan permintaan di pasar uang. Jika dalam perjalanannya penetapan kurs tetap mengalami masalah, misalnya terjadi fluktuasi penawaran maupun permintaan yang cukup tinggi maka pemerintah bisa mengendalikannya dengan membeli atau menjual kurs mata uang yang berada dalam devisa negara untuk menjaga agar nilai tukar stabil dan kembali ke kurs tetap nya. Dalam kur tetap ini, bank sentral melakukan intervensi aktif di pasar valas dalam penetapan nilai tukar.

 

  • Kurs Mengambang terkendali

Penetapan kurs ini tidak sepenuhnya terjadi dari aktivitas pasar valuta. Dalam pasar ini masih ada campur tangan pemerintah melalui alat ekonomi moneter dan fiskal yang ada. Jadi dalam pasar valuta ini tidak murni berasal dari penawaran dan permintaan uang.

 

  • Kurs Mengambang bebas

Kurs mengambang bebas merupakan suatu sistem ekonomi yang ditujukan bagi suatu negara yang sistem perekonomiannya sudah mapan. Sistim nilai tukar ini akan menyerahkan sleuruhnya kepada pasar untuk mencapai kondisi equilibrium yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal. Jadi dalam sistem nilai tukar ini hampir tidak ada campur tangan pemerintah

 

 

 

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Rahvi Nazal Perdana


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Tugas Resume 1

My 10 expectations after finish this semester: Dapet nilai yang ...

Uji Kompetensi 1 Per

Nama             : Rahvi Nazal Perdana NIM                : 20160430246   How is the ...

Annotated Bibliograp

Annotated Bibliography Benefit in Kind   Rahvi Nazal Perdana (20160430246)     Bonita Regina, Saleh Soeaidy, ...