dewiutaris1

Hanya Blog UMY situs lain

UK3

Posted by 20160430304 0 Comment

BAB I

PENDAHULUAN

 

            Investasi merupakan salah satu cara perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan kas jika terjadi surplus. Dengan berinvestasi maka dana yang terdapat dalam kas perusahaan tidak menganggur. Investasi dapat dimaksudkan sebagai akumulasi dari suatu bentuk aktiva untuk memperoleh manfaat dimasa yang akan datang.
            Dengan adanya investasi maka perusahaan mengharapkan beberapa keuntungan yakni terjaminnya manajemen kas, terciptanya hubungan yang erat dan memperkuat posisi keuangan suatu perusahaan. Investasi merupakan unsur yang sangat penting dalam perusahaan.  Aktivitas  investasi yang dilakukan oleh perusahaan akan dijadikan sebagai dasar penilaian manajemen kas perusahaan.

            Penilaian kinerja perusahaan ini sebagian atau seluruhnya dapat dinilai dari penggunaan kas untuk investasi. Bagi perusahaan investasi adalah cara untuk menempatkan kelebihan dana sedangkan untuk perusahaan lainnya investasi merupakan sarana untuk mempererat hubungan bisnis atau memperoleh suatu keuntungan perdagangan. Apapun motivasi perusahaan dalam melakukan investasi, investasi tetap merupakan sarana dalam menentukan posisi keuangan perusahaan.


 

BAB II

PEMBAHASAN

            Investasi sering disebut juga dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal merupakan suatu komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Tabungan dari sektor rumah tangga yang melalui institusi intitusi keuangan akan mengalir ke suatu sektor perusahaan. jika para pengusaha menggunakan uang tersebut untuk membeli barang-barang modal , pengeluaran tersebut dinamakan dengan investasi.

 

Fungsi Investasi

1. Fungsi Investasi yaitu suatu pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang modal dan sebuah peralatan produksi yang  bertujuan untuk mengganti dan menambah suatu barang-barang modal dalam suatu perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa depan.

2. Fungsi Investasi yang kedua yaitu kurva yang menunjukkan sebuah hubungan antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional.

Fungsi investasi yang satu ini dibedakan menjadi dua yakni :

l  Sejajar dengan sumbu datar

l  Bentuknya naik ke atas ke sebelah kanan

 

Jenis-Jenis Investasi

1. Jenis Investasi berdasarkan Asetnya
Jenis investasi yang berdasarkan asetnya yaitu penggolongan investasi dari segi aspek modal atau kekayaan. Investasi berdasarkan asetnya terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut :

l  Real Asset yaitu investasi yang berwujud seperti gedung-gedung, kendaraan dan lain-lain.

l  Financial Asset yaitu dokumen (surat-surat) klaim tidak langsung dari pemegangnya terhadap sebuah aktivitas riil pihak yang menerbitkan sekuritas tersebut.

2. Jenis Investasi berdasarkan Pengaruhnya
Jenis investasi menurut pengaruhnya yaitu investasi yang didasarkan pada suatu faktor-faktor yang memengaruhi atau tidak berpengaruh dari suatu kegiatan investasi. Jenis investasi yang berdasarkan pengaruhnya bisa dibagi lagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

l  Investasi Autonomus yaitu investasi yang tidak dipengaruhi pada tingkat pendapatan, yang sifatnya spekulatif. Contohnya seperti pembelian surat-surat berharga.

l  Investasi Induced yaitu investasi yang dipengaruhi oleh kenaikan permintaan akan barang dan jasa dan dalam tingkat pendapatan. Contoh investasi ini yaitu penghasilan transitori, yakni suatu penghasilan yang diperoleh selain dari bekerja, seperti bunga dan sebagainya.

3. Jenis Investasi berdasarkan Sumber Pembiayaannya
Jenis investasi berdasarkan sumber pembiayaannya ini merupakan investasi yang didasarkan pada sebuah asal-usul investasi yang diperoleh. Jenis investasi ini bisa dibagi lagi menjadi dua macam, yakni investasi yang bersumber dari modal asing dan investasi yang bersumber dari modal dalam negeri.

4. Jenis Investasi berdasarkan bentuknya.
Jenis investasi yang berdasarkan bentuknya merupakan investasi yang didasarkan pada suatu cara menanamkan investasinya. Jenis investasi ini bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :

l  Investasi Portopolio yaitu dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat berharga, contohnya seperti pada saham dan obligasi.

l  Investasi langsung yaitu bentuk investasi yang dilakukan dengan membangun, membeli total, atau mengakuisi sebuah perusahaan.

5. Jenis Investasi berdasarkan jenisnya

l  Investasi Tabungan

Merupakan jenis investasi yang dilakukan dengan menyimpan sejumlah uang di bank, uang ini dapat dipergunakan di kemudian hari dan nilainya akan bertambah karena terdapat bunga bank.

l  Investasi Deposito

Deposito adalah penyimpanan uang untuk waktu tertentu, jika uang diambil sebelum waktu kesepakatan maka akan mendapat penalti atau denda. Bunga yang diterima dari deposito ini lebih besar dari tabungan.

l  Investasi Reksadana

Reksa dana merupakan tempat menghimpun dana pribadi pada suatu perusahaan tertentu yang kemudian uang itu akan digunakan untuk investasi oleh manajer investasi berpengalaman. Jadi untuk reksadana anda tidak perlu belajar tentang investasi, cukup mempercayakan uang anda kepada profesional yang telah menggeluti bidang tersebut untuk waktu yang cukup lama.

l  Investasi Obligasi

Obligasi adalah memberikan utang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah, nantinya pihak penghutang akan memberikan bunga atas uang yang dipinjam untuk jangka waktu tersebut.

l  Investasi Saham

Saham adalah surat berharga yang menjadi bukti bahwa anda memiliki kepemilikan atas suatu perusahaan. Saham yang kita tanamkan akan dijadikan modal untuk pengembangan perusahaan. Pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari dividen (pembagian sebagian laba perusahaan sesuai dengan nilai sahamnya).

l  Investasi Emas

Emas adalah salah satu logam mulia yang harganya terus naik setiap tahun, oleh karena itu investasi emas juga diminati banyak kalangan. Investasi dilakukan dengan membeli emas, kemudian menjualnya ketika harga emas sedang pada puncaknya.

l  Investasi Properti

Investasi properti adalah investasi terhadap barang tertentu. Properti yang paling sering dijadikan media investasi adalah rumah dan tanah. Barang tak bergerak ini harganya juga cenderung naik setiap tahunnya, oleh karena itu rumah dan tanah banyak dijadikan investasi

 

TUJUAN DAN MANFAAT INVESTASI

1. Bagi Investor

l  Mendapatkan penghasilan tetap untuk setiap periode tertentu atas aset yang telah diinvestasikan.

l  Mengotrol perusahaan melalui investasi yang diberikan.

l  Menjaga hubungan baik dengan perusahaan tersebut atau cabang perusahaan itu.

2. Bagi Penerima Investasi

l  Mendapatkan dana khusus yang akan digunakan untuk mengembangkan usahanya.

l  Menjamin ketersediaan bahan baku dari investor.

l  Menambah kekurangan modal.

 

PROSES INVESTASI

1. Menentukan Tujuan Investasi (Define your Financial Goal)

Pada tahapan pertama dalam investasi, kita harus menentukan tujuan dari investasi dan berapa banyak modal yang akan diinvestasikan. Dua hal paling fatal yang perlu ditentukan dalam tahapan ini adalah menentukan :

l  Tingkat Pengembalian yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu

l  Ketersediaan Modal yang dimiliki

2. Melakukan Analisa Diri dan Dampak Investasi (Risk Profile)

Setelah menentukan tujuan anda, langkah selanjutnya adalah anda harus mengenal diri dan karakter anda terlebih dahulu. Tujuan dari hal ini adalah agar anda memiliki gambaran akan apa yang harus anda lakukan dalam menghadapi masalah dan menghadapi resiko dari investasi terrsebut. 

3. Menabung dan Akumulasi Dana (Saving and Accumulated)

Banyak investasi yang membutuhkan dana yang besar, oleh karena itu sangat disarankan agar anda menabung terlebih dahulu, selain untuk modal, tabungan anda juga dapat menjadi cadangan apabila mengalami kerugian.

4. Perdalam Ilmu Anda

Pelajari, pahami, dan ikutilah terlebih dahulu perkembangan dari investasi yang hendak anda lakukan. Pengetahuan dan kemampuan anda dalam bidang keuangan akan sangat berharga untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan pemula.

5.Buatlah Rencana yang Matang

6. Pilih Jenis Investasi

Pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan karakter, ideologi, kepercayaan, dan kemampuan anda. Lebih baik jika anda menginvestasikan dana anda kepada perusahaan yang meliputi topik yang menarik bagi anda, sehingga anda tahu perkembangan terbaru dari topik tersebut, kemudian dapat menerapkan pengetahuan itu dalam bentuk investasi.


 

 

7.Alokasikan Dana untuk Beberapa Perusahaan

Bagi pemula yang baru pertama kali memulai bisnis ini, sebaiknya jangan menginvestasikan seluruh modal anda pada satu perusahaan saja. Melainkan anda harus mencoba beberapa perusahaan demi meminimalisir kerugian. Sangat bergantung kepada satu perusahaan tertentu mudah membuat anda bangkrut seketika karena nasib investor ditentukan hanya oleh 1 perusahaan.

8. Pemantauan dan Penyesuaian (Monitoring and Adjustment)

Lakukan evaluasi terhadap hasil investasi yang telah anda lakukan, analisa kekurangan anda. Kemudian gunakan ilmu yang telah anda dapatkan dalam melakukan investasi selanjutnya.

9. Reinvestment

Lakukan investasi lagi dari keuntungan yang anda peroleh untuk dapat menunjang segala kehidupan anda.

 

Nilai tercatat Investasi

Investasi Lancar

            Terdapat pendapat berbeda mengenai nilai tercatat yang tepat untuk investasi lancar. Ada yang menekankan bahwa untuk laporan keuangan yang dipersiapkan menurut biaya perolehan aturan umum tentang biaya dan nilai bersih yang direalisasi yang mana yang lebih rendah dapat diterapkan pada investasi; dan karena kebanyakan investasi lancar dapat dipasarkan; nilai tercatatnya adalah biaya atau nilai pasar mana yang lebih rendah. Dengan kata lain metode ini memberikan nilai neraca yang wajar (prudent) dan tidak menyebabkan pengakuan keuntungan yang tidak direalisasi  dalam penghasilan.

            Pendapat lain mengenai investasi lancar yang merupakan subtitusi kas adalah menilainya dengan nilai wajar, yakni dengan nilai pasar. Perusahaan tidak memperhatikan unsur harga perolehan melainkan kas yang dapat diperoleh dengan menjualnya kembali. Persediaan dengan investasi lancar merupakan hal yang berbeda. Investasi lancar dapat dengan mudah dijual sedangkan laba tidak dapat diakui sebelum penjualan persediaan dipastikan.

            Perhatian perusahaan biasanya langsung pada nilai keseluruhan dari portofolio investasi lancar, dan bukan pada investasi individual, karena investasi tersebut dimiliki secara kolektif sebagai tempat penyimpanan kekayaan. Maka sejalan dengan pandangan ini, investasi dicatat pada biaya atau nilai pasar yang mana yang lebih rendah dinilai pada suatu portofolio agregat, dalam total atau dengan kategori investasi, dan tidak pada basis investasi individual. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa penggunaan dasar portofolio menghasilkan kerugian yang dikompensasi dengan keuntungan yang tidak direalisasi.

 

Investasi Jangka Panjang

            Investasi jangka panjang biasanya dicatat pada biaya perolehan. Tetapi jika terjadi penurunan yang tidak bersifat sementara dalam penilaian investasi jangka panjang  tersebut, nilai tercatat dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut. Indikator nilai suatu investasi dapat diperoleh dengan mengacu pada nilai pasarnya, aktiva dan kinerja investee serta arus kas yang diharapkan dari aktivitas tersebut. Resiko dan jenis serta penyertaan (stake) investor pada investe juga diperhitungkan. Pembatasan distribusi oleh investee tersebut atau pelepasan investasi oleh investor mungkin mempengaruhi investasi. Contoh : pembayaran dividen atau pembayaran kembali investasi.

            Banyak investasi jangka panjang yang secara individual penting bagi perusahaan yang melakukan investasi. Nilai tercatat dari investasi jangka panjang karenanya, biasanya ditentukan secara individual. Namun, dari beberapa negara, sekuritas ekuitas mudah dipasarkan yang diklasifikasikan sebagai investasi jangka panjang dapat dinilai menurut yang terendah antara biaya dan nilai pasar yang ditentukan pada basis portofolio. Dalam hal ini, penurunan sementara dan pemulihan atas penurunan tersebut dimasukkan dalam ekuitas.

            Penurunan selain penurunan sementara dalam nilai tercatat investasi jangka panjang dibebankan pada laporan laba rugi. Penurunan nilai tercatat dapat dipulihkan jika selanjutnya terdapat kenaikan dalam nilai invetasi tersebut, atau jika alasan penurunan tersebut tidak relevan lagi. Pemulihan tersebut tidak boleh menyebabkan nilai investasi melebihi biaya perolehannya semula (original cost).

            Investasi properti lazim dicatat sebagai investasi jangka panjang kecuali apabila dimaksudkan untuk dimiliki dalam waktu satu tahun atau kurang. Investasi properti tidak boleh disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap dan tidak boleh disusutkan.

 

Pelepasan Investasi dan Pemindahan investasi

            Pelepasan investasi dapat terjadi karena penjualan, kerusakan, bencana, peraturan pemerintah dan sebagainya sehingga tidak dapat digunakan lagi oleh perusahaan. Pada penjualan suatu investasi, selisih antara nilai tercatat dan hasil neto, diakui pada laporan laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian penjualan.

 

            Setiap penurunan nilai pasar investasi lancar yang dicatat pada yang terndah antara biaya dan nilai pasar pada dasar portofolio dilakukan terhadap biaya perolehan secara agregat; investasi individual tetap dicatat pada biaya. Dengan demikian, laba atau rugi penjualan suatu investasi individual didasarkan pada biaya perolehan; namun penurunan agregat pada nilai pasar dari portofolio tersebut ditentukan.

            Kadang-kadang investasi jangka panjang direklasifikasi sebagai investasi lancar. Pemindahan tersebut dilakuakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai tercatat jika investasi lancar dicatat pada nilai terendah antara biaya dan nilai pasar. Investasi yang direklasifikasi dari lancar ke jangka panjang masing-masing dipindahkan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai pasar.

 


 

BAB III

PENUTUP

 

            Investasi merupakan salah satu cara perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan kas jika terjadi surplus. Dengan berinvestasi maka dana yang terdapat dalam kas perusahaan tidak menganggur. Investasi dapat dimaksudkan sebagai akumulasi dari suatu bentuk aktiva untuk memperoleh manfaat dimasa yang akan datang.
            Investasi lancar atau investasi jangka pendek merupakan investasi yang dapat segera dicairkan dan dimaksudkan dimiliki selama setahun atau kurang. Investasi jangka panjang merupakan investasi yang dimaksudkan untuk memperoleh pendapatan tetap dan untuk menguasai atau mengendalikan perusahaan tersebut.

            Sebuah perusahaan yang membedakan antara aktiva lancar dan tak lancar dalam laporan keuangannya harus menyajikan investasi lancar sebagai aktiva lancar dan investasi jangka panjang sebagai aktiva non lancar. Investasi yang diklasifikasikan sebagai aktiva tak lancar harus dicatat dalam neraca berdasarkan biaya perolehan , kecuali jika harga pasar investasi jangka panjang menunjukkan penurunan nilai dibawa biaya perolehan secara signifikan dan permanen, perlu dilakukan penyesuaian atas nilai investasi tersebut. Penilaian dalam hal ini dilakukan untuk masing-masing investasi secara individual.

            Biaya perolehan suatu investasi mencakup biaya perolehan lain disamping harga beli, seperti komisi broker, jasa bank dan pungutan bursa efek. Piutang bunga, royalti, dividen, dan sewa sehubungan dengan suatu investasi dianggap sebagai hasil (return) investasi tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://dokumen.tips/documents/investasi-makalahdoc.html

http://shantycr7.blogspot.com/2013/06/materi-makalah-investasi-lengkap-dan.html

https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-fungsi-tujuan-dan-jenis-investasi-beserta-5-manfaatnya-terlengkap/

http://www.ilmudasar.com/2017/09/Pengertian-Tujuan-Tahapan-dan-Macam-Jenis-Investasi-adalah.html

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

20160430304


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

UK3

BAB I PENDAHULUAN               Investasi merupakan salah satu cara perusahaan dalam mengoptimalkan ...