Catatan Mahasiswa FAI

Berbagi Wawasan Keislaman, Pendidikan Islam, FIkih dan lainnya

CURRIRE

Kurikulum dalam pandangan tradisional telah disampaikan pada postingan sebelumnya. Intinya bagi pandangan tradisiona, kurikulum adalah semua alat sekaligus materi untuk naik kelas dan dapat ijazah di lembaga-lembaga pendidikan. Sekarang mari kita simak pandangan modern tentang kurikulum. Kurikulum, kata Pratt (1980), adalah seperangkat rencana pendidikan formal maupaun training yang diorganisir dengan baik. Dalam pengertiannya si Pratt (ya Allah, nama ini kok aneh benar kedengarannya hehe) kurikulum haruslah terorganisasi dengna baik, bisa di sekolah juga pada tempa2 training non-formal.

Berbeda dengan pandangan tradisional, kurikulum dalam pandangan modern tidak hanya meliputi materi ajar di kelas-kelas yang pengap…tapi kurikulum, menurut si Yusuf dalam bukunya at-Tarbiyah wal Mujtama’,  adalah segala pengalaman dan uji coba dalam proses belajar-mengajar siswa di bawah bimbingan lembaga sekolah.

Jadi ada  yang disebut hidden curriculum, yakni aspek-aspe tertentu diluar materi yang “nyata” tetapi sangat mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Wah…misterius!.  hasil (sampingan) dari pendidikan dalam latar sekolah atau luar sekolah, khususnya hasil yang dipelajari tetapi tidak secara tersurat dicantumkan sebagai tujuanbegitu kata Martin Jane yang saya kutil dari Wikipedia. Haha..

Pandangan lain mengenai kurikulum juga bisa kita temukan di dalam Undang-Undang negara kita yang tercinta ini. Di dalam UU No 20/2003 tentang SPN (Standar Penggorengan Nasgor), disebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran. Serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.  (pasal 1 ayat 19). Tujuan kurikulum jika dalam UU tentu saja untuk mencapai Standar Pendidikan  Nasional. Pengembangannya mengacu pada satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Dari gagasan itu lah hahir KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pembelajaran…..yakkk gitu lah kira-kira ahaha

Sintesis Pengertian

Jadi…………………..dapat disimpulkan bahwa padangan lama menyatakan bahwa kurikulum hanyalah “mata pelajaran” yang disampaikan di kelas/sekolah. Sedangkan pandangan baru beranggapan bahwa kurkulum adalah “pengalaman” dan segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan peserta didik dan mengantisipasi perbubahan, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

 

 

Categories: Catatan Kuliah PAI

About Ayub PAI

mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.....

PROFIL AKU

Ayub PAI

mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.....


Popular Posts

Kepemimpinan dan Per

oleh : Farida F. Azzukhruf Dalam diskursus feminisme dikenal istilah peran ...

Wanita Menjadi Imam

oleh : Ruroh. Pendahuluan Masalah perempuan nampaknya tetap akan menjadi aktual, ...

Hukum Pacaran dalam

Majelsi Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah pernah ditanya mengenai hukum pacaran ...

tukaran link / banne

assalamu alaikum, mari berbagi.. silakan komen di sini untuk tukaran link…. tapi ...

Beginilah Israel Men

Ditengah kecamuk pembantaian di Palestina, beragam pertanyaan tentu menyerang kesadaran ...