Catatan Mahasiswa FAI

Berbagi Wawasan Keislaman, Pendidikan Islam, FIkih dan lainnya

Setelah runtuhya Uni Soviet dan berakhirnya Perang Dingin, Amerika Serikat tampil sebagai super power tunggal yang hegemoninya pada setiap dimensi kehidupan manusia semakin kuat di seluruh dunia. Namun belakangan bangkitlah bebrapa kekuatan baru dari belahan timur yang perlahan menjadi saingan Amerika dan sekutu-sekutu baratnya. Kekuatan teresebut adalah Cina dan India, dua raksasa Asia yang rupanya mulai bangkit dari tidurnya. Adapun Indonesia yang pernah dijuluki Macan Asia kini kembali terpuruk menjadi macan ompong yang kekurngan gizi. Kita lalu bertanya-tanya, apakah mungkin Indoesia kembali bangkit dan bahkan sejajar dengan India, Cina atau Amerika? Jawabannya, hal itu sangat mungkin. Indonesia memiliki syarat-syarat untuk itu, dari segi Sumber Daya Alam, luas wilayah, kuantitas penduduk  dan jumlah generasi terpelajar, sebenarnya Indonesia memiliki kans yang sama untuk tampil mengemuka. Kekurangan yang masih dipelihara oleh bangsa Indonesia terletak pada minimnya sumber daya manusia yang unggul untuk mengelola potensi-potensi yang telah dimilikinya.

Dengan demikian, langkah urgen yang harus ditempuh untuk memajukan Indoesia adalah mengusahakan lahirnya generasi-generasi yang unggul. Langkah itu tidak dapat ditempuh selain melalui jalur pendidikan, yakni dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan yang berkualitas akan mencetak generasi masa depan yang juga berkulitas. Sebagai contoh pada tahun 1960-an Korea Selatan masih menjadi negara berkembang yang tidak diperhitungkan. Namun kini, Korea Selatan adalah salah satu negara industri yang disegani di tingkat global.  Peningkatan kualtias pendidikan adalah kunci keberhasilan Korea Selatan (Chatif, 2012 : xiii). Indonesia sebenarnya telah meraskan kemajuan luar biasa karena pendidikan walaupun memang belum maksimal. Pada tahun 1945 ketika kemerdekaan Republik ini diproklamirkan oleh Bung Karno, tingkat melek huruf rakyat Indonesia sangat kecil yakni hanya 15%. Lalu pada tahun 2010 tingkat melek huruf tersebut meningkat menjadi 92% bandingkan dengan India dan Mesir yang hingga kini tingkat melek hurufnya sebesar 66%.  Pada tahun 1950-an, melalui program Pengajar Tenaga Mahasiswa (TPM), mahasiswa turun tangan langsung untuk mencerdaskan rakyat.  Jumlah mahasiswa yang mengikuti program ini bertembah dengan cepat, dari 8 mahasiswa pada tahun 1952 meningkat pesat menjadi  1.418 mahasiswa pada tahun 1962. Mahasiwa-mahasiswa tersebut membantu pemerintah dalam pendirian SMA di tiap-tiap kabupaten. Hasilnya adalah meningkatnya jumlah kaum terdidik yang menjadi modal besar dalam pembangunan nasiona (Chatif, 2012 : xiv).

Semua contoh di atas mengarah pada satu kesimpulan bahwa pendidikan merupakan jalan untuk memajukan suatu bangsa. Pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran guru, guru adalah ujung tombak proses pendidikan.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia guru adalah manusia yang tugasnya (profesinya) mengajar, sedangkan menurut Vembrianto di dalam Kamus Pendidikan, guru adalah pendidik profesional di sekolah dengna tugas utama mengajar (Mahmud, 2012 : 103). Dari devenisi ini dapat terlihat bahwa seorang guru bukan hanya bertugas mentransfer pengetahuan melalui proses mengajar tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai luhur p

Guru adalah aktor utama perubahan

ada diri siswa-siswanya yang diwakili oleh tugasnya sebagai pendidik. Fakta di lapangan menunjukan kualitas guru di Indonesia belum bisa dikatakan baik, bahkan dari segi kuantitas pun masih kekurangan. 66% sekolah di daerah terpencil kekurangan guru, di perkotaan 21% sekolah mengalami nasib yang sama. Kualitas guru juga masih rendah, tidak ada provinsi yang mampu mencapai separuh dari indeks kualitas guru (Chatif, 2012 : xiv).  Untuk mengatasi masalah ini para ahli telah merumuskan banyak teori dan praktik untuk mencetak guru yang ideal.

About Ayub PAI

mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.....

PROFIL AKU

Ayub PAI

mengejar impian sederhana, menjadi pecinta semesta.....


Popular Posts

Kepemimpinan dan Per

oleh : Farida F. Azzukhruf Dalam diskursus feminisme dikenal istilah peran ...

Wanita Menjadi Imam

oleh : Ruroh. Pendahuluan Masalah perempuan nampaknya tetap akan menjadi aktual, ...

Hukum Pacaran dalam

Majelsi Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah pernah ditanya mengenai hukum pacaran ...

tukaran link / banne

assalamu alaikum, mari berbagi.. silakan komen di sini untuk tukaran link…. tapi ...

Beginilah Israel Men

Ditengah kecamuk pembantaian di Palestina, beragam pertanyaan tentu menyerang kesadaran ...