Perekonomian Indonesia

Hanya Blog UMY situs lain

 

Pendahuluan

A.Latar Belakang

Neraca perdagangan pakai untuk gambaran bedanya selisih antara ekspor dan impor. Perbedaan tersebut dinamakan ekspor NETO. Jika neraca perdagangan nya positif berarti Negara tersebut ekspornya lebih tinggi dari pada impor yang bisa juga disebut dengan perdagangan yang surplus

Perdagangan internasional menimbulkan tentang banyak transaksi diberbagai satu Negara dengan yang lain. Kemudian transaksi tersebut di tulis dalam sebuah neraca salah satu bagian dari neraca tersebut ialah neraca perdagangan

Manfaat dari neraca perdagangan ialah :

  1. Sebagai pacuan kebijakan mana yang perintah ambil dan pihak yang terkait.
  2. Mengetahui seberapa besar pengeluaran dinegara.
  3. Menjadikan informasi jika diadakan kegiatan ekonomi internasional

Didalam miniriset ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara variable-variabel yang berkaitan dengan neraca perdagangan.

Maka, berdasarkan permasalahan yang dikemukakan tentang keterkaitan antara variabel impor,kurs dan utang luar negeri terhadap cadangan devisa. Yang dikarena masih banyak berbagai orang tidak mengetahui apakah variabel-variabel mempunyai keterkaitan atau hubungan spesifikasi tentang neraca perdagangan maka yang akan diteliti dan dibahas dalam tulisan ini adalah masalah neraca perdagangan dalam kaitannya dengan mengangkat judul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Neraca Perdagangan di Indonesia Periode 1988-2017”

 

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas permasalahan pokok yang akan yang akan ditelitiadalah sebagai berikut :

  1. Seberapa besar pengaruh impor yang masuk terhadap cadangan devisa periode 1988-2017 ?
  2. Seberapa besar pengaruh tingkat nilai tukar terhadap cadangan devisa periode 1988-2017 ?
  3. Seberapa besar pengaruh utang luar negeri terhadap cadangan devisa periode 1988-2017 ?

 

  • Batasan Masalah
  1. Untuk variabel dependent (Y) adalah neraca perdagangan menggunakan indicator cadangan devisa
  2. Untuk variabel independent adalah Impor (X1), Kurs (X2) dan Utang Luar Negeri (X3)

 

  • Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Seberapa besar pengaruh impor yang masuk terhadap cadangan devisa periode 1988-2017 ?
  2. Seberapa besar pengaruh nilai tukar terhadap cadangan devisa periode 1988-2017 ?
  3. Seberapa besar pengaruh utang luar negeri terhadap cadangan devisa periode 1988-2017 ?

 

  • Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah :

  1. Sebagai bahan informasi tambahan tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi neraca perdagangan di Indonesia periode 1988-2017
  2. Dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi peneliti lain yang akan mengadakan penelitian dalam ruang lingkup yang sama
  3. Dapat menambah pengetahuan bagi pembaca lain

 

Pembahasan

  1. Definisi Nilai Tukar(Kurs)

Nilai tukar atau juga sering disebut dengan kurs ialah niai tukar mata uang suatu Negara terhadap dinegara asing lain.

Pengertian yang lebih lengkap yaitu pertukaran antara 2 mata uang yang berbeda seperti perbandingan nilai/harga/antara kedua mata uang tersebut. Perselisihan nilai inilah yang disebut dengan kurs. Nilai tukar terkadang dapat berubah-ubah. Perubahan yang terjadi dalam kurs ini dapat berupa depresiasi & apresiasi.

Penurunan harga dollar Ameriks Serikat terhadap mata uang rupiah ialah disebut dengan depresiasi. Sedangkan kenaikan rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat ialah apresiasi.

Sejak 14 agustus 1997 indonesia memakai system kurs mengambang. System kurs mengambang penuh diterapkan yang menimbulkan depresiasi yang sangat buruk yang dikarenakan perubahan yang terjadi pada nilai tukar mata uang atau kurs valuta asing yang terjadi dengan berbagai hal.

Yaitu dengan cara pemerintah yang secara resmi oleh suatu Negara yang memakai sistem managed floating exchange rate atau bisa juga dengan besar kecilnya penawaran dan permintaan yang terjadi dalam pasar”market mechanism” dan terjadinya perubahan tersebut terjadi karena beberapa hal seperti :

(Aimon, 2013)

  1. Inflasi yang bisa lebih disaring berdasarkan sifatnya temporer atau permanen.

Peningkatan permintaan barang dan jasa dalam laju inflasi yang bersifat permanen. Berbeda dengan inflasi bersifat temporer yang dikarenakan gangguan sementara seperti kenaikan biaya energy,alat transportasi dan bencana yang terjadi.

  1. Jumlah Uang Beredar (JUB) ialah jumlah uang yang tersebar di masyarakat bisa berupa penawaran uang.

Jumlah uang yang beredar dalam didefinisikan dengan jumlah uang yang tersebar dimasyarakat bisa berupa uang tunai dan uang giral. Uang giral yang disimpan di tabungan perseorangan yang menyimpan di sebuah bank.

  1. Pendapatan Nasional.

Ekonomi maju dan berkembang serta rakyat yang sejahtera menjadi cita-cita dari seluruh negara di dunia. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, negara melalui pemerintah berusaha mengoptimalkan indikator-indikator yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Meski banyak indikator yang bisa digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, namun pada praktiknya yang menjadi tolok ukur adalah nilai PDB.

Sebagai pendapatan nasional, PDB diukur dalam satuan rupiah berdasarkan harga konstan. Sementara ukuran pertumbuhan ekonomi bukanlah dalam satuan rupiah, melainkan persentase. Jika persentase pertumbuhan ekonomi yang didapatkan adalah positif dan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, maka perekonomian negara tumbuh dan berkembang. Begitu juga sebaliknya, jika persentase pertumbuhan ekonomi menurun atau bahkan negatif, maka perekonomian negara mengalami kemunduran atau penurunan. Pertumbuhan ekonomi yang negatif akan mengindikasikan bahwa pendapatan nasional riil yang diperoleh negara pada periode tertentu lebih kecil atau rendah dibandingkan dengan periode yang lalu.(Muchlas & Alamsyah, 2015)

 

  1. Definisi Cadangan Devisa

Cadangan devisa atau yang biasa dikenal dengan sebutan simpanan mata uang asing yang di tangani sebuah bank sentral dan otoritas moneter. Simpanan mata tersebut bisa berupa asset atau harta dan aktiva dalam sebuah bank sentral yang tersimpan dalam bentuk berupa mata uang dollar,euro,rupiah dan mata uang yang lain yang tersimpan oleh bank sentral.

Mata uang tersebut dipergunakan agar ada jaminan disebuah mata local di Negara kita sendiri yang dimpan sendiri di bank sentral. untuk menjamin kewajibannya yaitu mata uang. cadangan devisa dipergunakan untuk membiayai Impor, jaminan untuk pembayaran impor tiga bulan mendatang, membayar utang luar negeri dan bunganya, mendukung terhadap stabilitas rupiah. (Atmadji 2004) Pengelolaan yang dilakukan oleh bank indonesia dilakukan dengan

berbagai cara, yaitu membeli, menjual, menepatkan devisa, dan surat-surat berharga lainnya secara tunai atau berjangka.  Dengan cadangan devisa yang teoritis yang memenuhi tujuan seperti :

  1. Likuid
  2. Mata uang asing yang mengalami denominasi
  3. Dibawah naungan otoritas moneter
  4. Bisa dipergunakan untuk menyelesaikan transaksi

internasional. Cadangan devisa dipengaruhi oleh adanya transaksi

internasional. (Sianturi 2011)

Menurut World Bank, berfungsi :

  1. Menjaga Negara dari gangguan luar seperti krisis mata uang.
  2. Ketersediaan cadangan devisa yang baik yang menjadikannya faktor terpenting. Baiknya pengkredutan agartingkat cadangan devisa nya baik agar peminjam juga mendapat pelayanan yang nyaman.
  3. likuiditas untuk mempertahankan nilai tukar.(Sayoga & Tan, 2017)

 

  1. Definisi Impor

Impor adalah sebuah kegiatan di bidang perdagangan yang kebanyakan berkecimpung di dunia intenasional dengan kegiatan yang bertujuan agar kegiatan membeli barang dari luar negeri terjadi karena beberapa faktor, sebuah negara akan melakukan kegiatan impor apabila negara tersebut mengalami kekurangan dalam segi kebutuhan dan tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada didalam negara tersebut, sehingga harus mendatangkan barang dari negara lain untuk bisa memenuhi kebutuhan di negara tersebut. Apabila pendapatan suatu negara semakin tinggi dan kemampuan negara dalam menghasilkan barang-barang tertentu semakin rendah, maka tingkat impor akan semakin tinggi karena negara tersebut hanya bergantung kepada cadangan devisanya saja, karena mereka menganggap cadangan devisa yang dimiliki masih bisa untuk membeli barang. (Ekonomi & Yuliadi, 2008)

Hubungan Antar Variabel

 

Pengaruh impor terhadap Cadangan Devisa Impor yang dilakukan oleh suatu negara tergantung dari seberapa banyak produk domestik bruto (PDB) yang dimiliki oleh negara tersebut. Cadangan devisa sangat berperan penting dalam sebuah transaksi impor. Impor dilakukan karena suatu negara tidak bisa mencukupi kebutuhan yang ada di dalam negeri sehingga mengharuskan untuk mengimpor barang dari luar negeri agar kebutuhan dalam negeri bisa tercapai. Apabila dalam kegiatan impor terdapat hambatanhambatan yang mana akan mempersulit bahkan menghambat perekonomian didalam suatu negara. Semakin majunya zaman maka semakin berkembang juga proses-proses antar negara yang pastinya setiap negara memiliki kelemahan yang mengharuskan impor barang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Apabila cadangan devisa yang dimiliki sedikit atau rendah, maka impor yang dilakukan juga akan sedikit yang mengakibatkan kebutuhan dalam negeri juga akan terhambat.

 

  1. Pengaruh IHK terhadap Cadangan Devisa Indeks harga konsumen mempunyai hubungan dengan ketersediaan cadangan devisa. Karena indeks harga konsumen adalah salah satu cara dalam mengukur tingkat inflasi di Indonesia. Ketika indeks harga konsumen meningkat akan menyebabkan adanya kenaikan inflasi. Pada saat inflasi meningkat biaya produksi dalam negeri akan meningkat yang menyebabkan harga barang untuk di ekspor menurun dan pendapatan dari hasil ekspor juga akan menurun yang membuat cadangan devisa berkurang.
  2. Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Cadangan Devisa Nilai tukar mata uang sangat penting bagi sebuah negara karena nilai tukar mata uang berguna pada saat melakukan transaksi internasional.

Pengaruh JUB Terhadap Cadangan Devisa Jumlah uang beredar yang meningkat memberikan dampak yang baik bagi perekonomian suatu negara dilihat dari segi pendapatan masyarakat. Apabila jumlah uang beredar meningkat berarti pendapatan masyarakat meningkat dan akan menyebabkan pendapatan nasional bertambah

 

Penutup

  1. Kesimpulan

Dalam melakukan estimasi VECM (Vector Error Correction Model), langkah pertama yang harus dilakukan, yaitu uji stasioneritas data, dan menentukan interval lag yang digunakan dalam penelitian. Dalam menentukan lag optimum, dalam penelitian ini ditunjukkan dengan nilai tertinggi dari sequential modified LR test statistic. Setelah mendapatkan panjang lag optimum, maka dilakukan uji kointegrasi (johansen’s cointegration) untuk melihat hubungan jangka panjang masing-masing variabel. Setelah mengetahui terdapat hubungan jangka panjang (kointegrasi), maka estimasi VECM layak untuk digunakan. Sebelum melakukan estimasi VECM, maka terlebih dahulu dilakukan uji stabilitas model untuk mengetahui hasil IRF dan VDC valid atau tidaknya. Setelah diketahui stabilitas model, maka dilanjutkan dengan melakukan uji kausalitas (granger causality test) untuk melihat pengaruh variabel independen (impor,cadangan devisa dan kurs) terhadap variabel dependen (impor).

  1. Saran

Dengan ditemukannya hubungan positif cadangan devisa dan kurs terhadap impor maka pemerintah wajib berhati-hati dalam menggunakan anggaran negara. Cadangan devisa dan kurs merupakan hal yang vital dalam pembangunan negara.  Jangan sampai Cadangan devisa,kurs dan impor digunakan dengan tidak sesuai seperti seharusnya, diselewengkan penggunaanya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

 Daftar Pustaka

2009, K. (2012). Universitas Sumatera Utara, 5, 2009–2011. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2

Aimon, H. (2013). Prospek Perdagangan Luar Negeri Indonesia – Amerika Serikat Dan Kurs. Jurnal Kajian Ekonomi, I(02), 207–221.

Basuki, A. T. (n.d.). Pengantar Ekonometrika (Dilengkapi Penggunaan Eviews) Agus Tri Basuki.

Basuki, A. T., & Prawoto, N. (2016). Analisis Regresi dalam Penelitian Ekonomi & Bisnis: Dilengkapi Aplikasi SPSS &Eviews. Rajawali Pers.

Ekonomi, J., & Yuliadi, I. (2008). ANALISIS IMPOR INDONESIA : Pendekatan Persamaan Simultan, 9(April), 89–104.

Lexy, M. (2018). Metode Penelitian. Penelitian, 34–45. https://doi.org/10.1177/097380101000400401

Muchlas, Z., & Alamsyah, A. R. (2015). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kurs Rupiah Terhadap Dolar Amerika Pasca Krisis (2000-2010). Jurnal JIBEKA, 9, 76–86.

Sanusi, A. (2011). Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

Sayoga, P., & Tan, S. (2017). Analisis cadangan devisa Indonesia dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Paradigma Ekonomika, 12(1), 25–30.

 Notoatmodjo, S. 2010. M. P. K. J. : R. C. (n.d.). Metodologi Penelitian Kesehatan Notoatmodjo Pdf Download 1 / 3, 1–3.

 

Categories: Tak Berkategori