Farmer Till I Die

Just another Blog UMY site

TEKNOLOGI PASCA PANEN

Posted by Rachma Camelia Suratmi 0 Comment

TEKNOLOGI PASCA PANEN
Tugas tanaman sayur
Sayur Andewi

Disusun oleh:
Rachma Camelia Suratmi
20150210150
Agroteknologi C

Kepada
PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2017
A. SAYUR ANDEWI (ENDIVIA)

B. KEMASAN DAN KUALITAS
B.1. Pendahuluan
Tanaman andewi atau biasa disebut endivia (Cichorium endivia L.) merupakan termasuk sayur-sayuran pahit yang tergolong bersama sayuran pahit seperti daun sambiloto atau tanaman paria. Namun, tanaman ini tidak begitu pahit dan biasa dikonsumsi sebagai salad. Klasifikasi dari tanaman sayur andewi sebagai berikut:
Divisi : magnoliophyta
Kelas : magnoliopsida
Ordo : asterales
Famili : asteraceae
Genus : Chicorium
Spesies : Chicorium endivia
Andevi merupakan bagian dari keluarga selada. Terdapat dua varietas, yang pertama adalah varietas narrowleaved yang disebut curly endive. Varietas yang kedua disebut escarole dan memiliki daun lebih lebar. Kandungan dari sayuran andewi meliputi : Asam pantotenat, Thiamin, Niacin, Kalium, Mineral, Zat besi dan senyawa lainnya

B.2. Indeks Kemasakan
Indeks kematangan bergantung pada suhu, panen optimum. Suhu panen optimum sayur andevi adalah 20 sampai 30 hari setelah panen. Andewi dipanen saat daun luarnya tertekan dan padat sangat maksimal. Bagian basal daun terluar seharusnya berselubung dengan baik. Margin daun harus kurus dan halus. Pemanenan tepat waktu memaksimalkan potensi hidup lebih baik dibandingkan panen pada tahap perkembangan selanjutnya. Jika panen tertunda, panennya menjadi overmature dengan ketangguhan dan rasa pahit yang kuat. Dapat pula teerjadi kerusakan, kerusakan terutama disebabkan oleh pengeringan daun marjinal atau browning, yang bisa terjadi cepat.

B.3. Indeks Kualitas
Endivia dilihat dari indeks kualitasnya, berkualitas tinggi dengan turgid atau indeks vigor dengan daun luar yang saling tumpang tindih. Warnanya kuning muda di pinggir daun. Endivia seharusnya berat dalam ukurannya. Tip daun sebaiknya tidak menggulung dalam indicator kualitas ini.

C. LINGKUNGAN PENYIMPANAN DAN SIFAT KOMODITAS
C.1. Temperatur Optimum dan Freezing Injury
Temperatur dan Freezing Injury pada 0°C (32°F) dan 95 sampai 100% RH. Lebih baik apabila penyimpanan bisa mencapai 2 sampai 4 minggu pada 2 ºC (36° F), 1 sampai 2 minggu pada suhu 5ºC (41°F), dan 1 minggu atau kurang dari 15ºC (59°F). Terjadi sedikit penghijauan di 0°C (32°F), bahkan di hadapan cahaya, jadi terjadi perubahan warna daun menjadi hijau seiring dengan meningkatnya suhu. Freezing Injury pada -0,5°C (31°F).

C.2. Kelembapan Optimum
Kelembapan optimum pada andewi ini dapat dilihat pada tingkat temperature optimum yang dicapai. Kelembapan optimumnya dapat dilihat dari RH (Relative Humadity) atau kelembapan relative mencapai 100%.

C.3. Laju Respirasi
Suhu mg CO2 kg-1 h-1
0°C 2 sampai 3
5°C 5 sampai 6
10°C 12 sampai 14
15°C 20 sampai 22
20°C 35 sampai 38
Data dari Saltveit (2002, tidak dipublikasikan).
Sedangkan untuk mendapatkan mL CO2 kg-1 h-1 dibagi mg kg-1 h-1 didapatkan nilai senilai dengan 2,0 pada 0°C (32 F), 1,9 pada 10 ° C (50°F), dan 1,8 pada 20 ° C (68 ° F). Untuk menghitung produksi panas, 288 Perbanyak mg kg-1 h-1 dengan 220 untuk mendapatkan BTU per ton per hari atau dengan 61 untuk mendapatkan kcal per ton per hari.

C.4. Laju Produksi Etilen

Gambar 1. Ethylene production rates
Dari data yang didapatkan, bahwassanya laju produksi etilen yang dilihat dari tingkat produksi etilen terdapat dalam kategori sangat rendah. Sangat rendah disini mencapai 0,01-0,1. Hal tersebut juga dibarengi dengan sayur-sayuran yang lainnya. Sayuran mengandung etilen lebih rendah dibandingkan dengan komoditas buah-buahan.

Gambar 1. Ethylene sensitivity
Sedangkan dilihat dari produksi etilen yang sangat rendah dari gambar data sebelumnya, disini akan melihat sensitifitas atau kepekaan dari etilen. Kepekaan pada andewi atau endive termasuk dalam kategori moderate atau dalam kondisi sedang. Artinya apabila komoditas ini diberikan etlen maka akan memberikan efek yang sedang, tidak langsung merespon sepenuhnya namun juga tidak menolak dengn adanya pengaruh etilen yang diberikan.

C.5. Respon Terhadap Etilen
Etilen yang dihasilkan pada sayuran pada umumnya rendah seperti pada sayuran andewi atau endive ini. Berbeda dengan produksi etilen yang dihasilkan oleh buah-buahan. Hal tersebut juga berlaku pada respon terhadap etilen bahwasanya responnya tergantung dari komoditas, umur dan juga varietas produk hortikultura yang bersangkutan. Produksi etilen sangat rendah, namun terpapar. Artinya sensitifitas terhadap etilen juga berpengaruh terhadap busuk dan masak pada sayuran. Etilen dapat menghasilkan gangguan fisiologis seperti itu
Seperti russet spotting dan percepatan penuaan

C.6. Respon Terhadap Controlled Atmosphere
Dalam penanganan mengenai ini, Controlled Atmosphere dalam membantu penyimpanan hampir bisa digandakan dengan penyimpanan di 3 sampai 4% O2 dengan CO2 4 sampai 5%. Pada 0°C (32°F). CA (Controlled Atmosphere) digunakan guna memanipulasi keadaan penyimpanan agar daun tetap segar dan hijau dengan ketegaran (indeks vigor) yang tinggi.
Dalam tetap menjaga kondisi dingin untuk memaksimalkan penyimpanan dan umur simpan dan meminimalkan dehidrasi, jangan dicuci sampai benar-benar basah. Pengemasan dalam penyimpanan harus diperhatikan, karena daunnya sangat sensitive terhadap busuk daun maka penyimpanannya tidak terlalu lembab dan tidak terlalu panas.

D. KERUSAKAN FISIK DAN FISIOLOGIS
Kerusakan fisik dan fisiologis pada tanaman sayur ini kembali pada umumnya tanaman sayur lainnya. Biasanya gangguan meliputi inti coklat atau cekung, Blackheart, dedaunan berwarna merah muda, dan perubahan warna merah. Apabila sayur dipotong, jaringan yang telah memar atau dipotong serupa Dengan warna oranye kemerahan yang terjadi saat daun terpecah atau robek Gangguan tambahan termasuk russet bercak, pembentukan pertumbuhan seperti rambut ringan pada daun, dan daun penghijauan.
Penyebab lainnya yaitu kemerosotan susut berat yang terus berlanjut. Hal tersebut dikarenakan hilangnya turgor, dan layu. Dari segi fisik dan fisiologis yang rusak hendaknya di sortir dan di grading dengan dasar kelayakan jual sehingga tidak ikut terjual atau ada dalam pemasaran. Hal tersebut jika terjadi di lapangan bahwa yang rusak tercampur, tentu akan mengurangi nilai ekonomis.

E. KERUSAKAN KARENA PENYAKIT
Kerusakan karena penyakit tentunya karena adanya mikrobia yang ada dalam komoditas tersebut. Peluruhan yang paling umum adalah Erwinia carotovora, Botrytis cinerea, dan patogen lainnya seperti Phytophthora cryptogea, Sclerotinia sclerotiorum, Phoma exigua, dan beberapa Pseudomonas spp. Kerusakan-kerusakan yang terjadi tentu adanya organism penyakit yang menyerang, karena ketidak adanya kesegaran yang stabil pada sayuran dan dapat mengakibatkan turgor rendah, layu dan luka sehingga mudah terjangkit.
Andewi harus ditangani dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan mekanis, juga untuk meminimalkan perubahan warna dan masalah patologis. Suhu harus tetap rendah dan RH tinggi diperlukan untuk mencegah hilangnya turgor dan layu.

F. PUSTAKA
Anonim. 2017. Endive. Artikel Mengenai Deskripsi Endive. www.skh.com. Diakses pada 16 mei 2017.

Citra. 2011. Endivia Hijau Keriting yang Bermanfaat. https://citra417.wordpress.com/201 1/06/24/andewi­cichorium­endivia­si­hijau­keriting­yang­berkhasiat/. Diakses pada 16 mei 2017.

Hardenburg, R.E., A.E. Watada, and C.Y. Wang. 1986. The Commercial Storage of Fruits, Vegetables, and Florist and Nursery Stocks. Agriculture Handbook 66, U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service, Washington, DC.

Herregods, M. 1971. The effect of some factors on witloof during storage. Acta Hort. 20:36-42.

Roni. 2016. Andewi dan Cara Budidaya Andewi. http://agroteknologi.web.id/cara­budidaya­andewi­pada­dataran­tinggi/. Diakses pada 16 mei 2017.

USDA (United States Departmen of Agriculture). 2016. The Comercial Storage of Fruits, Vegetables and, Florist and Nursery Stocks. Agricultural Research Service. Agriculture handbook Number 66. Page 287.

Alamat blog :

TEKNOLOGI PASCA PANEN

Categories: Uncategorized
Profile photo of Rachma Camelia Suratmi

About Rachma Camelia Suratmi

Hai... My name is Rachma Camelia Suratmi. You can call me Rachma or Ama. I come from Tulungagung, East Java. I was born in Tulungagung also, on August 18th, 1996. My hobby is listening music and writing. Now, I'm study in Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), faculty "Pertanian", prodi "Agroteknologi". Now, I live in "Unires Putri UMY".

PROFIL AKU

Profile photo of Rachma Camelia Suratmi

Rachma Camelia Suratmi

Hai... My name is Rachma Camelia Suratmi. You can call me Rachma or Ama. I come from Tulungagung, East Java. I was born in Tulungagung also, on August 18th, 1996. My hobby is listening music and writing. Now, I'm study in Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), faculty "Pertanian", prodi "Agroteknologi". Now, I live in "Unires Putri UMY".


Popular Posts

Hidup petaniku

[caption id="" align="alignnone" width="468"] Penggarapan sawah oleh petani[/caption]   Seperti yang telah ...

Mengenal Arti Petani

  [caption id="" align="alignleft" width="150"] petani pada saat panen[/caption] Petani adalah seseorang ...

Peran Generasi Muda

PEMUDA GENERASI PENERUS PETANI Petani dan pemuda. Kelihatannya adalah dua hal ...

Penyelamatan Lingkun

DUNIA PERTANIAN PEDULI LINGKUNGAN Pertanian tak akan lepas dengan lingkungan. Petani ...

Pemanfaatan Blog unt

PEMANFAATAN BLOG UNTUK PERSONAL BRANDING Sekarang ini internet sangat merajalela, dalam ...