INDONESIA BERTANI

Just another Blog UMY site

SAYURAN DAUN ( KUBIS )

Posted by RAFIG ABDUL MAJID 0 Comment
  1. KEMASAKAN DAN KUALITAS

B.1. Pendahuluan

Kol atau kubis ( Brassica oleracea ) merupakan tanaman sayur famili Brassicaceae berupa tumbuhan berbatang lunak. Mulanya kol merupakan tanaman pengganggu (gulma) yang tumbuh liar disepanjang pantai laut Tengah, di karang-karang pantai Inggris, Denmark dan pantai Barat Prancis sebelah Utara. Kol mulai ditanam di kebun-kebun Eropa kira-kira abad ke 9 dan dibawa ke Amerika oleh emigran Eropa serta ke Indonesia abad ke 16 atau 17. Tanaman  kubis  hanya  dapat  berproduksi  satu  kali  setelah  itu  akan  mati. Pemanenan  kubis  dilakukan  pada  saat  umur  kubis  mencapai  60 –70  hari  setelah tanam. (Maspary, 2010)

Kubis  memiliki  ciri  khas  membentuk  krop.  Pertumbuhan  awal  ditandai dengan pembentukan daun secara normal. Namun semakin dewasa daun-daunnya mulai melengkung ke atas hingga akhirnya tumbuh sangat rapat. Pada kondisi ini petani biasanya menutup krop dengan daun-daun di bawahnya supaya warna krop makin  pucat.Apabila  ukuran  krop  telah  mencukupi  maka  kubis  siap  dipanen. Kubis segar mengandung banyak vitamin, seperti vitamin A B, C dan E. tingginya kandungan vitamin C  pada kubis dapat mencegah timbulnya sariawan. Vitamin-vitamin  ini  sangat  berperan  dalam  memenuhi  kebutuhan  manusia. Mineral  yang banyak dikandung adalah kalium, kalsium, fosfor, natrium, dan besi. Kubis segar juga  mengandung  sejumlah  senyawa  yang  merangsang  pembentukan  glutation, zat  yang  diperlukan  untuk  menonaktifkan  zat  beracun  dalam  tubuh  manusia. (Maspary, 2010)

JENIS-JENIS KUBIS

  1. Kubis Krop (Brassica oleracea L. var. cagitata L)Daunnya membentuk  krop  (telur)  dan  berwarna  putih  sehingga  sering  disebut kubis telur atau kubis putih.
  2. Kubis Kailan (Brassica oleracea L. Var. gennipera D.C)Daunnya tidak membentuk krop dan berwarna hijau.
  3. Kubis Tunas (Brassica oleracea L. var. gennipera D.C)Tunas samping  dapat  membentuk  krop,  sehingga  dalam  satu  tanaman  terdapat  beberapa krop kecil.
  4. Kubis Bunga (Brassica oleracea L. var. bathytis L)Jenis ini  bakal  bunganya  mengembang,  merupakan  telur  yang berbentuk kerucut dan berwarna putih kekuning-kuningan yang bunganya berwarna hijau.

SYARAT TUMBUH

1.Tanaman   kubis   tumbuh   baik   pada   tanah   gembur,   mudah   menahan   air(sarang) dan tanah tersebut banyak mengandung humus.

2.Menghendaki   iklim   dengan   suhu   relatif   rendah,   kelembaban   tinggi   dan tumbuh  baik  pada  ketinggian  1000-2000  dpl  serta  beberapa  jenis  misalnya  KK Cross, KY Cross cocok untuk dataran rendah.

 

B.2. Indeks kemasakan

Tanaman  kubis  dapat  dipetik  kropnya  setelah  besar,  padat  dan  umur  berkisar  antara  3-4  bulan  setelah  penyebaran  benih.  Hasil  yang  didapat  rata-rata  untuk kubis telur 20-60 ton/ha dan kubis bunga 10-15 ton/ha. Menurut witono dkk, (2004) ciri-ciri kemasakan kubis yaitu:

  1. Krop kubis mengeras ditandai dengan cara menekan krop kubis.
  2. Daun berwarna hijau mengkilap.
  3. Daun paling luar sudah layu.
  4. Besar krop kubis telah terlihat maksimal.

 

B.3. Indeks kualitas

Menurut standar US 1945 indeks kualitas dari kubis adalah Kematangan dan kokoh, kompak, seragam  ukuran, tidak bertunas, warna hijau, bebas penyakit-hama. Dan menurut standar CA 1983 Sesuai dengan dan diklasifikasikan dalam klasifikasi komersia (bambang, 2013 ).

 

 

  1. LINGKUNGAN PENYIMPADAN DAN SIFAT KOMODITAS

C.1. Temperatur optimum dan freezing injury

Suhu dibawah 0o C akan membuat produk mengalami kerusakan suhu beku. Sedangkan pada suhu 1o C – 5C akan mengakibatkan kerusakan produk yaitu kerusakan suhu rendah. Penyimpanan produk dengan suhu 6o C – 10o C merupakan suhu yang relatif baik untuk penyimpanan produk hortikultura. Suhu 11o C – 15o C merupakan suhu dimana produk akan lebih cepat mengalami proses respirasi namun pada suhu tersebut ada juga produk hortikultura yang cocok untuk disimpan. Suhu 18o C – 24o C merupakan fase pemasakan produk atau fase respirasi yang sejalan dengan suhu sedangkan pada suhu diatas 35o C merupakan fase kerusakan produk akibat suhu tinggi (winarno, 2002).

C.2. kelembapan optimum

Penyimpanan kubis brussel dapat dimaksimalkan pada suhu rendah 00C dengan kelembaban relative sekitar 95%. Dengan kondisi ini, kualitas kol brussel dapat bertahan baik selama 3-5 minggu. Meskipun sayuran Brussels memiliki lapisan lilin yang cukup besar pada bagian daunnya, brussel dapat menjadi lembek karena kehilangan air jika kelembaban relative tinggi tidak terjaga. Penyimpanan dengan suhu diatas 50C dan dapat menyebabkan menguningnya selebaran daun luar.

C.3. Laju respirasi

Kubis burssel sprouts merupakan sayuran yang memiliki tingkat respirasi yang tinggi. Tingginya laju respirasi pada sayuran ini dapat dihitung dari pengukuran suhu dalam 1-2 hari panen.

 

Temperature 00C 50C 100C 150C 200C
(320F) (410F) (500F) (590F) (680F)
ml CO2/kg hr 5-15 11-24 20-40 30-50 45-75

 

C.4. Laju produksi etilen

Sayuran kubis brusell sprout merupakan sayuran dari golongan kubis-kubisan atau kol yang mudah rusak karena tingkat laju produksi etilen yang tinggi. Kubis brussel sangat sensitive terhadap produksi etilen sehingga lebih baik dilakukan pendinginan dengan suhu yang rendah yaitu dibawah 50C sesegera mungkin apabila sayuran tersebut dipanen dalam kondisi panas atau hangat. Sayuran kubis brusell sprout yang didinginkan pada suhu dibawah 50C akan mengalami penghambatan produksi etilen atau produksi etilen berkurang, namun apabila komoditas memiliki suhu diatas 50C maka penampakan fisik sayuran tersebut yang berupa daun luarnya akan lebih cepat berwarna kuning.

C.5. respon terhadap etilen

Sayuran kubis merupakan sayuran yang memiliki tingkat laju produksi etilan sangat tinggi dan sangat peka terhadap adanya etilen. Respon terhadap etilen pada sayuran ini akan terjadi pada suhu yang tinggi dengan penampakan fisik daun luarnya berwarna kekuningan. Adanya daun menguning dan absorpsi daun adalah gejala paling umum karena terjadi cidera etilen.

C.6. respon terhadap control atmosphere

Kubis yang ditujukan untuk penyimpanan jangka panjang sangat dianjurkan untuk memakai penyimpanan Controlled Atmosphere sehingga kualitas dan harga jualnya menjadi kompetitif. Simpan kubis pada suhu 0-1ºC, kelembaban relatif 95-98%, dalam ruang penyimpanan CA dengan proporsi oksigen 3-5% dan CO2 5-7%. Proporsi tersebut telah ditemukan untuk meningkatkan kualitas penyimpanan kubis (Agblor and Waterer, 2001).

Ketika kubis diberi perlakuan Controlled Atmosphere maka akan didapat beberapa keuntungan, beberapa diantaranya adalah mengontrol penyakit oleh fungi, mengontrol kerusakan fisiologis, retensi warna hijau cerah, mempertahankan kerenyahan dan falvor yang segar, dan mengurangi kerugian akibat susut dan pemangkasan.


 

  1. KERUSAKAN FISIK DAN FISIOLOGIS

Salah satu kerusakan fisik yang sering terjadi pada kubis yaitu luka pada jaringan kubis yang diakibatkan oleh gesekan atau tekanan selama proses penyimpanan. Luka pada jaringan kubis akan menyebabkan berkurangnya keutuhan sel dan akan merambat pada keusakan fisiologis dari kubis itu sendiri seperti meningkatnya laju respirasi, degradasi membran lipid, reaksi pencoklatan, dan laju transpirasi yang pada akhirnya berdampak pada penurunan mutu produk.

Respirasi merupakan proses pernafasan dan metabolisme dengan menggunakan O2 dalam pembakaran senyawa makromolekul seperti karbohidrat, protein dan lemak yang akan menghasilkan CO2, air, dan sejumlah energi. Respirasi yang dilakukan oleh buah akan menghasilkan panas yang mana sangat penting dalam menghitung kebutuhan refrigerasi dan ventilasi selama penyimpanan. Laju perusakan komoditas biasanya berbanding lurus dengan laju respirasinya.

 

  1. KERUSAKAN KARENA PENYAKIT

Kerusakan karena penyakit dapat disebabkan karena adanya serangan mikroba seperti bakteri dan jamur. Bakteri pada komoditas kubis l yang mengakibatkan terjadinya kerusakan berupa pembusukan antara lain Erwinia spp., Pseudomonas spp., dan Pectobacterium carotovorum. Pembusukan dari serangan bakteri tersebut dapat disebabkan karena adanya penyimpanan yang terlalu lama. Bakteri dapat ditemukan pada bagian pangkal tetapi juga bisa mempengaruhi selebaran luar.

Kerusakan akibat dari Pseudomonas syringae pv., Maculicola merupakan penyakit yang terjadi pada waktu pra-panen. Penyakit ini dapat meningkat dan meluas pada waktu pascapanen. Penyakit akibat Pseudomonas syringae pv., Maculicola ditandai dengan adanya bintik-bintik ungu pada daun. Penyakit ini dapat meningkat pada kondisi dingin dan basah selama pertumbuhan serta adanya kelembaban yang tinggi pada kemasan.

Categories: Uncategorized

PROFIL AKU

RAFIG ABDUL MAJID


Popular Posts

Hello world!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

manfaat budidaya per

Budidaya tanaman dengan cara vertikultur mempunyai banyak manfaat yang tidak ...

PERANCANG MASA DEPAN

Saat ini bisa dikatakan bahwa pertanian Indonesia dalam kategori buruk, ...

LINDUNGI DUNIAKU

Saat ini lingkungan sekitar kita telah banyak mengalami banyak kerusakan. ...

KEGIATAN POSITIF PEN

saat ini kemajuan iptek telah berkembang pesat ke semua daerah ...