REST BLOG

Natural Disaster and Earthquake Engineering

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Posted by Restu Faizah Komentar Dimatikan

Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya anda membaca ini dulu.

Proses terjadinya gempa bumi

Pada tulisan terdahulu kita mengenal bumi yang terdiri dari 7 plat tektonik besar dunia dan beberapa plat tektonik kecil, dan  terbentuk dari material batuan yang keras dan rapuh. Sebenarnya setiap plat tektonik tersebut bergerak dengan arah dan kecepatan yang berbeda-beda sehingga terjadi tumbukan antar plat, tetapi akibat adanya gaya gesek antar  plat tersebut maka plat tidak bergeser satu sama lain. Kondisi tersebut akan menimbulkan adanya tumpukan energi pada pertemuan dua plat.

Suatu ketika apabila tegangan di sekitar pertemuan plat sudah tidak mampu ditahan oleh kekuatan gaya gesek tersebut, maka terjadilah fracture (retak) pada bagian yang lemah dan disebut fault (patahan).  Kemudian daerah patahan tersebut tiba-tiba mengalami slip  (bergeser) dan terjadilah gempa bumi.  Pada peristiwa tersebut terjadilah pelepasan energi yang sangat besar. Sebagai contoh, gempa 2001 Bhuj (India) melepaskan energi sebesar 400 kali kekuatan bom atom di Hiroshima tahun 1945.

 


Getaran yang sangat kuat itu kemudian menyebar sebagai gelombang gempa (Seismic Wave) hingga ke permukaan bumi. Setelah itu, penumpukan energi di sekitar pertemuan dua plat akan mulai terbentuk lagi, begitu seterusnya. Teori inilah yang disebut dengan Elastic Rebound Theory. Sehingga secara teori, gempa bumi pasti akan terjadi lagi pada tempat yang sama.

 

Type gempa bumi

Ada 2 type gempa bumi, yaitu Inter-plate Earthquakes (e.g., 1897 Assam (India) earthquake) dan Intra-plate Earthquakes (e.g., 1993 Latur (India) earthquake).

Disebut gempa Inter-plate apabila gempa terjadi di sepanjang batas pertemuan antara dua plat tektonik, seperti dijelaskan di atas. Sebagian besar gempa yang terjadi adalah gempa type inter-plate.

Tetapi ada beberapa gempa yang terjadi tidak di sepanjang pertemuan dua plat tektonik, melainkan pada bagian sebuah plat tektonik yang terletak jauh dari pertemuan dengan plat lainnya. Gempa type ini disebut dengan gempa Intra-plate.

 

Type Fault (patahan)

Pada kejadian gempa tersebut terjadi retak/pecah pada plat tektonik, dan terbentuklah fault (patahan). Ada 2 type fault, yaitu Dip slip Fault dan Strike Slip Fault.

Dip slip Fault adalah bentuk patahan dimana slip yang terjadi mempunyai arah ke atas dan ke bawah (vertikal). Sedangkan apabila arah slip ke samping, maka disebut Strike Slip Fault.

Animasi kejadian gempa bumi

Referensi:

Bolt,B.A., (1999), Earthquakes, Fourth Edition, W. H. Freeman andCompany, New York, USA

http://earthquake.usgs.gov/faq/

http://neic.usgs.gov/neis/general/handouts/general_seismicity.html

http://www.fema.gov/kids/quake.htm

***

 

About Restu Faizah

Restu Faizah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,

PROFIL AKU

Restu Faizah

Restu Faizah,
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,


Popular Posts

Menghitung PGA (Peak

Apa itu PGA? PGA yang merupakan singkatan dari Peak Ground Acceleration ...

MANFAAT BERSYUKUR

Manusia yang bersyukur akan merasakan tingginya perasaan positif, kepuasan hidup, ...

TRILOGI IBADAH

Edisi Khusus Syawal 1433 H... Sesungguhnya muara segala urusan manusia di ...

Wanita mau kemana?

Laki-laki dan wanita bagaikan siang dan malam Allah SWT menciptakan laki-laki ...

Rapid Visual Screeni

  Untuk mengidentifikasi tingkat risiko suatu bangunan terhadap ancaman gempa bumi, ...

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE