REST BLOG

Natural Disaster and Earthquake Engineering

Keberhasilan masa depan yang gemilang seseorang kadang dikarenakan petuah yang ditanamkan padanya pada waktu-waktu sebelumnya.

Adalah Nabi saw yang pernah menanamkan nasihat  luar biasa kepada Ibnu Abbas ra, saudara sepupu beliau. Saat itu Ibnu Abbas baru berusia 10 tahun.

Suatu hari Ibnu Abbas membonceng unta Nabi saw, dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh beliau untuk menanamkan beni-benih keyakinan yang akan sangat bermanfaat bagi masa depan anak tersebut. Beliau pun menyapanya dengan panggilan yang akrab, yaitu “Yaa ghulam (wahai nak)“, sebagaimana terdapat dalam hadits berikut:

“Nak, aku hendak mengajarimu beberapa kalimat:

Jagalah Allah, pasti Dia menjagamu.

Jagalah Allah, Dia senantiasa bersamamu.

Jika kamu memohon sesuatu, mohonlah kepadaNya.

Jika meminta pertolongan, minta tolonglah kepadaNya.

Ketahuilah, seandainya semua umat manusia bersatu untuk memberikan suatu kebaikan kepadamu, mereka tidak akan mampu, kecuali yang sudah ditetapkan Allah untukmu.

Dan seandainya semua umat manusia bersatu untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu, kecuali keburukan yang telah ditetapkan Allah untukmu.

Pena telah diangkat dan tinta telah kering.

(HR Tirmidzi, dia berkata, hadits ini hasan shahih)[1]

Akhirnya selang beberapa tahun kemudian, Ibnu Abbas dikenal di kalangan sahabat sebagai tokoh umat Islam, ulama, mufassir yang senantiasa menjadi rujukan pemikiran manusia.
Dari hal tersebut kita dapat mengambil kiat sukses memberi nasihat kepada anak, di antaranya:
  • Memiliki perhatian untuk mencetak generasi teladan
  • Menyampaikan kalimat/petuah yang akan kekal sepanjang masa, serta cara penyampaian yang baik dan tepat
  • Misi nasihat hendaknya menekankan pada penjagaan Allah: “Jagalah Allah, niscaya Ia menjagamu”, yaitu agar jangan sampai anak” kehilangan” Allah di hati dan akal pikirannya.
  • Meminta sesuatu dan memohon pertolongan hanya kepada Allah.

Hal-hal tersebut merupakan kaidah-kaidah agama yang sangat penting yang akan menjernihkan akal pikiran, menajamkan ingatan, menerangi akal, menguatkan aqidah serta menambah keyakinan.
Itulah perkara-perkara yang akan menerangi seseorang dari kekeruhan atau kegelapan di dunia dan akhiratnya.

***

[1]Riwayat lain menyebutkan, “Jagalah Allah, pasti kamu selalu bersamanNya. Kenalilah Allah di saat kamu lapang, pasti Dia mengenalimu di saat kamu susah. Ketahuilah, apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah, kemenangan seiring dengan kesabaran, jalan keluar seiring dengan cobaan, dan kemudahan seiring dengan kesulitan”.

NB: Gambar di atas bukan merupakan ilustrasi dari judul artikel/tulisan ini

Categories: hikmah

About Restu Faizah

Restu Faizah, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Popular Posts

Menghitung PGA (Peak

Apa itu PGA? PGA yang merupakan singkatan dari Peak Ground Acceleration ...

MANFAAT BERSYUKUR

Manusia yang bersyukur akan merasakan tingginya perasaan positif, kepuasan hidup, ...

TRILOGI IBADAH

Edisi Khusus Syawal 1433 H... Sesungguhnya muara segala urusan manusia di ...

Wanita mau kemana?

Laki-laki dan wanita bagaikan siang dan malam Allah SWT menciptakan laki-laki ...

Rapid Visual Screeni

  Untuk mengidentifikasi tingkat risiko suatu bangunan terhadap ancaman gempa bumi, ...

Sponsors

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE