HADIST-HADIST TENTANG PESERTA DIDIK

  pendidikan islam   November 11, 2011

HADIST-HADIST TENTANG PESERTA DIDIK

 Pengertian Peserta Didik

Peserta didik dalam arti luas adalah setiap orang yang terkait dengan proses pendidikan sepanjang hayat, sedangkan peserta didik dalam arti sempit adalah setiap siswa yang belajar disekolah (Sinolungan, 1997). Departemen Pendidikan Nasional (2003) menegaskan bahwa, peserta didik adalah angota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Peserta didik usia SD/MI adalah semua anak yang berada pada rentang usia 6-12/13 tahun yang sedang berada dalam jenjang pendidikan SD/MI.

Peserta didik  merupakan subjek yang menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Penting anda pahami sebagai guru kelas SD bahwa pemahaman dan perlakuan terhadap peserta didik sebagai suatu totalitas atau kesatuan.

Sinolungan (1997) juga mengemukakan, manusia termasuk peserta didik adalah mahluk totalitas ”homo trieka”. Ini berarti manusia termasuk peserta didik merupakan mahluk religius yang menerima dan mengakui kekuasaan Tuhan atas dirinya dan alam lingkungan sekitarnya, mahluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam berinteraksi dan saling mempengaruhi agar berkembang sebagai manusia; serta mahluk individual yang memiliki keunikan (ciri khas, kelebihan, kekurangan, sifat dan kepribadian, dll.), yang membedakan dari individu lain.

Jadi dalam mempelajari dan memperlakukan peserta didik, termasuk peserta didik usia SD/MI hendaknya dilakukan secara utuh, tidak terpisah-pisah. Kita harus melihat mereka sebagai suatu kesatuan yang unik, yang terkait satu dengan yang lainnya.

Hadits-hadits tentang peserta didik

a.       Lafadz Hadit

(أ) عَنْ عَبْدِاللهِ ابْنِ مَسْعُوْدِقالَ:قَالَ النَّبيُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ حَسَدَ إِلاَّ فِي اثْنَتَيْنِ رَجُلُ اٰتاَهُ اللهُ مَالاَفَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي اْلحَقِّ وَرَجُلُ اٰتاَهُ اللهُ اْلحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِي بِهاَ وَيُعَلِّمُهَا (أخرجه الشيخان وابن ماجه وهده رواية االبخري:كتاب العلم:باب لإغتباط في العلم والحكمة)

 

b. Terjemah Hadits

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Tidak ada iri hati, kecuali kepada dua orang, yaitu orang yang diberi Allah harta kemudian dipergunakannya dalam kebenaran, dan orang yang diberi Allah hikmah(ilmu) kemudian dipergunakannya dengan baik dan diajarkannya.”

 

c. Kandungan Hadits

ü         Sebagai peserta didik hendaknya bersungguh-sungguh atau tekun dalam mencari ilmu baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan,

ü         Peserta didik diserukan agar menjadi ilmuan atau orang yang pintar sebelum ia menikah atau menjadi pemimpin,

ü         Peserta didik tidak diperbolehkan iri hati kepada orang lain kecuali dalam dua hal yaitu ilmu dan kebaikan,

ü         Peserta didik diserukan untuk berlomba-lomba belajar atau menuntut ilmu dalam suatu kebaikan,

ü         Sebagai peserta didik apabila telah mendapatkan ilmu,maka hendaknya ilmu tersebut dipergunakannya dengan baik dan diajarkannya kepada orang lain.

a. Lafadz Hadits
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ الزُّرَقِيِّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلِأَبِي الْعَاصِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا.

b. Terjemah Hadits

Hadis dari Abdullah ibn Yusuf, katanya Malik memberitakan pada kami dari Amir ibn Abdullah ibn Zabair dari ‘Amar ibn Sulmi az-Zarâqi dari Abi Qatadah al-Anshâri, bahwa Rasulullah saw. salat sambil membawa Umâmah binti Zainab binti Rasulullah saw. dari (pernikahannya) dengan Abu al-Ash ibn Rabi’ah ibn Abdu Syams. Bila sujud, beliau menaruhnya dan bila berdiri beliau menggendongnya. (al-Bukhari)

c. Kandungan Hadits

ü         Keteladanan mempunyai arti penting untuk  peserta didik,

ü         Keteladanan menjadi titik sentral untuk peserta didik,

 

a. Lafadz Hadits

 

(ب) عَنْ أَبِي مُسَى عَنِ النَّبِىّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ مَابَعَثِنيِ اللهُ بِهِ مِنَ اْلهُدَى وَاْلعِلْمِ كَمَثَلِ اْلغَيْثِ اْلكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضاَفَكاَنَ مِنْهاَنَقِيَّةُ قَبِلَتِ الماَءَ فَأَنْبَتَتِ الْكَلَلأَ وَاْلعُشْبَ الكَثِيرَ وَكَانَتْ مِنْهاَ أَجَادِبُ أَمْسَكَتِ اْلماَءَ فَنَفَعَ اللهُ بِهاَ النَّاسَ فَشَرِبُوْا وسَقَوْا وَزَرَعُوا وَأَصاَبَتْ مِنْهَا طَائِفَةَ أُخْرَى إنّمَا هِيَ قِيعَانُ لاَ تُمْسِكُ مَاءَ وَلاَ تُنْبِتُ كَلَلأَ فذَلكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فيْ دِينِ اللهِ ونَفَعَهُ مَا بَعَثنيِ اللهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْساَ ولمْ يَقْبَلْ هُدَي اللهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ (أخرجه الشيخان وأحمد وهده رواية البخري:كتاب العلم:باب فضل من علم وعلّم)

 

 

b. Terjemah Hadits

Dari Abu Musa RA, Katanya Nabi SAW bersabda, ”Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan, yang oleh karena itu Allah mengutus aku untuk menyampaikannya, seperti hujan lebat jatuh ke bumi; bumi itu ada yang subur, menyerap air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumput yang banyak. Ada pula yang keras tidak menyerap air sehingga tergenang, maka Allah memberi manfaat dengan hal itu kepada manusia. Mereka dapat minum dan memberi minum(binatang ternak dan sebagainya), dan untuk bercocok tanam. Ada pula hujan yang jatuh kebagian yang lain, yaitu diatas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. Begitulah perumpamaan orang yang belajar agama, yang mau memanfaatkan sesuatu yang oleh karena itu Allah mengutus aku menyampaikannya, dipelajarinya dan diajarkannya. Begitu pula perumpamaan orang yang tidak mau memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah, yang aku diutus untuk menyampaikannya.

 

c. Kandungan Hadits

ü      Seseorang atau peserta didik dianjurkan untuk menuntut ilmu dengan segera ,artinya tidak menunda-nunda waktu,

ü      Dengan ilmu agama kita bisa menghidupkan hati seseorang yang mati/keras,seperti hujan menghidupkan tanah yang mati,

ü      Orang/peserta didik yang alim hendaknya mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya kepada yang lain sehingga ilmunya tersebut dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

a. Lafadz Hadits

 

تَعَلَّمُوْاالْعِلْمَ ، فّإِنَّ تَعَلُّمُهُ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَتَعْلِيْمَهُ لِمَن ْ لاَ يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ ، وَإِنَّ الْعِلْمَ لَيَنْزِلُ بِصَاحِبِهِ فِى مَوْضِعِ الشَّرَفِ وَالرِّفْعَةِ ، وَالْعِلْمُ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ فِى الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ . (الربيع)

 

b.      Terjemah Hadits

Tuntutlah ilmu,sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’).

c.       Kandungan Hadits

ü         Menuntut ilmu sangatlah penting bagi peserta didik, maupun yang lainya, karna dengan menuntun ilmu yaitu salah satu cara pendekatan diri kepada ALLAH Azza wajalla, orang tua, maupun terhadap pendidik,

ü         Bagi peserta didik mengajarkan apa yang telah dia peroleh adalah sodaqoh,

ü         Sesungguhnya ilmu pengetahuan dan ALLAH Azza wajalla menetapkan derajat, kedudukan dan kemulian kepadanya,

ü         Ilmu adalh keindahan bagi perseta didik sendiri (secara umum) di dunia dan di akhirat.

a. Lafadz Hadits
لاَ تَعَلَّمَوْ ا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوْا بِهِ الْعُلَمَاءَ ، وَلاَ لِتُمَارُوْا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلاَ تَجْتَرِثُوْابِهِ فِى الْمَجَالِسِ اَوْ لِتَصْرِفُوْا وُجُوْهَ النَّاسِ إِلَيْكُمْ ، فَمَنْ فَعَلَ ذَالِكَ فَالنَّارَ فَالنَّارَ . (الترمذى وابن ماجة)

b. Terjemah Hadits

Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam mejelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka…neraka. (HR. Al-Tirmidzi dan Ibn Majah)

c.       Kandungan Hadits

ü         Bagi peserta didik tidak lah bagus baginya, menuntut ilmu hanya untuk membanggakanya terhadap orang yang berilmu dan untuk diperdebatkan terhadap kalangan orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui ilmu itu tersebut, demi menarik perhatian dari banyak pihak, kepadanya. Karna semua itu telah di janjikan baginya neraka jahanam yang menyala-nyala, sebab itu lah akan janji ALLAH Azz wajalla.

a.       Lafadz Hadits

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوْا ، قَالُوْا : يَارَسُوْلَ اللَّهِ ، وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ ؟ قَالَ : مَجَالِسُ الْعِلْمِ . (الطبرانى)

b.      Terjemah Hadits

Apabila kamu melewati taman-taman surge, minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,”Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-taman surga itu?” Nabi SAW menjawab,”majelis-majelis ta’lim.” (HR. Al-Thabrani).

c.       Kandungan Hadits

ü         Rasulullah SAW mengajarkan, bahwasanya mencari ilmu itu tidak lah bisa di batasi dengan satu acuan saja. Sama halnya dengan peserta didik, ataupun pendididk, dalam mendaptkan ilmu tidak lah cukup kepada satu tempat saja. Ini juga membirikan nilai positif terhadap perserta didik, untuk lebih mandiri, kereatif, dan inopatif lagi.

 

 

KESIMPULAN

Sebagai peserta didik hendaknya bersungguh-sungguh atau tekun dalam mencari ilmu baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan.

Sebagai orang yang alim atau pintar hendaknya ia mengajarkan dan mengamalkan ilmunya tersebut kepada orang lain agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat.

Sebagai peserta didik harus mampu memahami dan tau siapa dan apa yang diajarkan oleh pendidik. Peserta didik yang baik adalah peserta didik yang apat bmenerapkan ilmunya di dalam masyarakat dan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Sebagai peserta didik apabila telah mendapatkan ilmu,maka hendaknya ilmu tersebut dipergunakannya dengan baik dan diajarkannya kepada orang lain.

Sebagai orang yang alim/pintar hendaknya ia mengajarkan dan mengamalkan ilmunya tersebut kepada orang lain agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ibnu Hajar Al-Asqalani,2008,Fathul Bari’,cet-8,jilid 1,Jakarta:Pustaka Azam

Kitab Terjemah Sahih Bukhari

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE