Hello!

Hanya Blog UMY situs lain

Contoh Kata Penutup Makalah Kuliah

Posted by Rizkawati Harum Pradara 0 Comment

Salah satu penugasan yang kerap diterima di dunia perkuliahan adalah pembuatan atau penyusunan makalah. Bahkan, hampir setiap mata kuliah akan memiliki penugasan seperti ini, kecuali untuk mata kuliah praktikum yang akan lebih banyak mendapatkan tugas laporan. Makalah kerap dijadikan sebagai bahan penugasan karena hal ini akan membuat dosen lebih mudah dalam menilai beberapa aspek sekaligus dari seorang mahasiswa. Aspek teori, aspek penalaran, sekaligus aspek dalam menarik kesimpulan atas apa yang dipelajarinya dari makalah tersebut. Selain itu, makalah juga bisa digunakan sebagai aspek penilaian tulisan yang ada di dalam makalah tersebut. Makalah bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk pembuatan tugas akhir, karena tentu biasanya di tugas akhir atau skripsi tiap mahasiswa akan dihadapkan pada penugasan karya tulis, dan penulisan ini harus menggunakan gaya penulisan yang benar-benar sesuai dari kaidah yang berlaku. Sehingga, sangat penting bagi seorang mahasiswa untuk mulai belajar menulis menggunakan kaidah penulisan yang benar melalui penugasan makalah yang kerap diberikan. Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam gaya tulis penyusunan makalah, mulai dari kata pengantar hingga bab penutup. Salah satu bagian dari makalah yang biasanya membuat mahasiswa sedikit merasa kesulitan adalah bab penutup. Bab penutup sendiri bisa terdiri atas kesimpulan, saran, dan kata penutup. Pembuatan kata penutup harus sesuai dengan apa yang didapatkan oleh mahasiswa, dan untuk membuatnya pun perlu belajar dari berbagai contoh kata penutup makalah yang telah dibuat oleh orang lain yang terpercaya.

Dalam membuat sebuah kata penutup, para penulis makalah harus mencantumkan hasil dari apa yang dipelajari dan didapatkan pada makalah. Menulis kata penutup sebaiknya menggunakan kalimat yan  efektif dan berkesinambungan satu dengan yang lain, sehingga terhindar dari kesan memperumit dan bertele-tele. Selain itu, penutup tidak dianjurkan untuk menulis lebih dari dua halaman, karena hal ini akan terlalu panjang. Kata penutup akan menjadi sebuah kesimpulan dari semua perumusan makalah, mulai dari kata pengantar hingga pembahasan, sehingga tidak boleh terlalu panjang. Dalam menuliskan hasil, sebaiknya benar-benar fokus dengan apa yang ditulis dan akan lebih mudah bila membuat sebuah kerangka terlebih dahulu. Kerangka yang dimaksudkan adalah kerangka yang menuntun penulis atas apa saja yang akan dicantumkan pada kata penutup tersebut. Banyak mahasiswa yang kurang fokus dalam menulis kata penutup meskipun sudah banyak contoh kata penutup makalah yang sudah dilihat, dan ini tetap akan membuat penutup kurang ideal. Terlebih lagi, bila penulis justru bingung mengenai apa yang akan ditulis karena tidak benar-benar paham dengan isi makalah yang disusun, dan ini harus segera mendapatkan perhatian dengan menilik kembali makalah yang disusun dan memahami poin penting apa yang ada di dalamnya.

Selain fokus dalam membuat kata penutup, hal lain yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus adalah dalam pembuatan saran di dalam penutup tersebut. Contoh saran dalam makalah seperti berikut. Saran yang dituliskan seharusnya merupakan saran yang memiliki kaitan dengan makalah tersebut, dan bukan membahas hal yang lain. Jika memang akan menyampaikan beberapa motivasi bagi pembaca, maka buat saja motivasi yang benar-benar berkaitan dengan apa yang dibahas di dalam makalah tersebut. Kerap kali mahasiswa menulis saran hanya dengan motivasi saja, sehingga hal ini perlu dihindari dan lebih banyak belajar dari contoh kata penutup makalah lain.

Categories: Materi Kuliah