KOMUNIKASI DAKWAH

Islam adalah agama dakwah, yaitu agama yang mewajibkan pemeluknya untuk menyebarkan dan menyiarkan Islam kepada seluruh umat manusia. Hal itu bertujuan untuk merealisasikan fungsi kerisalahan dan fungsi kerahmatan, yaitu menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”.
Sebagai rahmat bagi seluruh alam, Islam dapat menjamin terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia apabila ajaran Islam yang mencakup seluruh aspek kehidupan dijadikan sebagai pedoman hidup dan dilaksanakan dengan sungguh – sungguh.
Pada hakikatnya dakwah adalah sebuah upaya untuk mengubah situasi-kondisi individu dan sosial budaya masyarakat. Perubahan tersebut dilakukan oleh subyek dakwah (mad’u) untuk mengarahkan dan membimbing masyarakat (objek dakwah) kearah yang lebih baik, yang disebut dengan dakwah amar ma’ruf nahi munkar . Dakwah Islam bersifat lemah lembut, maksudnya tidak ada pemksaan kepada siapapun untuk masuk Islam ataupun untuk melaksanakan ajaran – ajaran Islam yang di dakwahkan. Dakwah Islam dilakukan melalui metode Bil-Hikmah.
Dunia dakwah mengalami tantangan baik dari komponen masukan, proses, maupun keluaran. Salah satu tantangan dakwah yang terjadi adalah pada komponen masukan khususnya terkait dengan subyek dakwah. Yaitu perbandingan jumlah da’i laki – laki dengan perempuan, khususnya terkait dengan gender. Ada faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi seperti ini, baik berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal).
Dalam makalah ini penulis akan memaparkan tentang pengertian dakwah, gender, serta hal – hal yang berkaitan dengan komunikasi dakwah dan gender. Akan dibahas juga mengenai peran perempuan dalam dakwah. Hal inilah yang menjadi tantangan dakwah di masa sekarang, jumlah da’i perempuan jauh lebih sedikit di bandingkan da’i laki-laki.

A. PENGERTIAN DAN ESENSI DAKWAH ISLAM AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
Ditinjau dari segi bahasa, dakwah berarti : panggilan, seruan, atau ajakan. Bentuk kata tersebut dalam bahasa Arab disebut masdar. Sedang bentuk kata kerja atau fi’ilnya adalah : daa’a – yad’u yang berarti memanggil, menyeru, atau mengajak.
Pengertian dakwah menurut istilah : “upaya muslim untuk merealisasikan atau mengaktualisasikan fungsi kerisalahan dan kerahmatan, menjadikan Islam sebagai rahmat (penyejahtera, pembahagia, pemecah persoalan) bagi seluruh alam”.
Syekh Ali Mahfud mendefinisikan al-Dakwah Al-Islamiyah sebagai berikut : “Upaya membawa (mendorong) manusia kapada kebajikan, petunjuk, dan bimbingan-bimbingan ( Illahiyah), beramar ma’ruf nahi munkar, untuk menggapai keaberhasilan hidup dunia akhirat”.
Muhammad Natsir mendefinisikan dakwah sebagai : “Usaha-usaha menyerukan dan menyampaikan kepada perorangan, manusia, dan seluruh ummat konsepsi Islam tentang pandangan dan tujuan hidup manusia di dunia ini, yang meliputi amar ma’ruf nahi munkar, dengan berbagai media dan cara yang diperbolehkan”.
Menurut Amin Rais, “dakwah pada pokoknya berarti ajakan atau panggilan yang diarahkan pada masyarakat luas untuk menerima kebaikan dan meninggalkan keburukan. Dakwah merupakan usaha untuk menciptakan situasi yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam di semua bidang kehidupan”.
Prof. DR. Yunahar Ilyas menjelaskan arti dakwah sebagai berikut :“Dakwah ialah transformasi kebodohan kepada pengetahuan. Dari pengetahuan kepada ide. Dari ide menuju gerakan, kemudian kepada tujuan (ghayah) yaitu keridlaan Allah SWT”.
Dari definisi-definisi tersebut, meskipun terdapat perbedaan dalam perumusan, tetapi apabila di bandingkan satu sama lain dapatlah diambil kesimpulan sbb:
1. Dakwah merupakan proses penyelenggaraan suatu usaha atau aktivitas yang dilakukan dengan sadar dan sengaja.
2. Usaha yang dilakukan itu adalah berupa :
a. Mengajak orang untuk beriman dan mentaati Allah SWT untuk memeluk agama Islam
b. Amar ma’ruf, perbaikan dan pembangunan masyarakat (ishlah)
c. Nahi munkar
3. Proses penyelenggaraan usaha tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu, yaitu kebahagiaan dan kesejahteraan hidup yang diridhai oleh Allah SWT.
Dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar pada esensinya memiliki dua fungsi, sebagai berikut :
1. Fungsi kerisalahan dakwah
Dakwah merupakan peoses alih nilai (transfer of value) yang dikembangkan dalam rangka perubahan perilaku objek dakwah (mad’u).
2. Fungsi kerahmatan dakwah
Menjadikan Islam sebagai rahmat (penyejahtera, pembahagia, pemecah persoalan) bagi seluruh alam.
a. Menjabarkan nilai normatif Islam menjadi konsep – konsep yang operasional disegala bidang dan aspek kehidupan manusia.
b) Implementasi konsep – konsep tersebut dalam kehidupan aktual (individu, keluarga, dan masyarakat).
Para da’i hendaklah mampu merealisasikan dan memaksimalkan kedua fungsi dakwah tersebut sehingga tujuan untuk mewujudkan “khairu ummah” dapat terealisasikan.

B. DAKWAH SEBAGAI KEWAJIBAN BAGI SETIAP MUSLIM
Usaha atau aktivitas yang harus diselenggarakan dalam rangka dakwah amar ma’ruf nahi munkar mencakup segi – segi yang sangat luas. Meliputi usaha atau aktivitas mengajak orang yang belum memeluk Islam untuk masuk dan menerima Islam, usaha – usaha amar ma’ruf dan nahi munkar serta usaha – usaha perbaikan dan pembangunan (ishlah) dalam rangka realisasi ajaran Islam dalam segenap aspek kehidupan, yaitu sebagai pangamalan perintah – perintah dakwah yang terdapat dalam Al – Qur’an maupun sunnah Nabi Muhammad SAW.
Terdapat banyak sekali ayat Al- Qur’an dan Hadits yang berisi tentang kewajiban dakwah bagi umat Islam, antara lain:
a. QS. An – Nahl ayat 125

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.
b. QS. Ali – Imron 110
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”.
c. QS. Ali – Imron ayat 104
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung”.
Wallahu A’lam Bis showab.

C. DAFTAR PUSTAKA
Shaleh, Rosyad. Management Dakwah Islam. Jakarta : Bulan Bintang.
Munir, M. 2006. Metode Dakwah (edisi revisi, cetakan ke-2). Jakarta : Kencana.
Ismail, Nawari. 2010. Pergumulan Dakwah Islam dalam Konteks Sosial Budaya,
Analisis Kasus Dakwah. Yogyakarta : Pustaka Book Publisher
Hasan, Yusuf. A. 2009. Tanfidz Rakernas MAJELIS Tabligh & Dakwah Khusus Tahun 2009. Yogyakarta : MTDK PPM

You can leave a response, or trackback from your own site.
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE