Komunikasi Pendidikan

Tugas Komunikasi Pendidikan

Dosen Pengampu :Muh.Syamsudin, S.Ag., M.Ag.

Disusun Oleh :

 

Rina Alfian Ratminingsih    (20100720048)

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2012

 

 

Buku: Prof.Deddy Mulyana, 2010, Ilmu Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Halaman: 45-126

1) Hakikat, Definisi, dan Konteks Komunikasi

Kata komunikasi atau communication dalam bahasa inggris,dalam bahasa latin communis yang berarti “sama”. Communico,communication,atau communicare yang berarti “membuat sama”. Istilah pertama (communis) paling sering disebut sebagai asal kata komunikasi yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya yang mirip. Kata lain yang mirip dengan komunikasi adalah komunitas (community) yang juga menekankan kesamaam atau kebersamaan. Komunitas adalah sekelompok orang yang berkumpul atau hidup bersama untuk mencapai tujuan tertentu, dan mereka berbagi makna dan sikap.Komunikasi didefinisikan secara luas sebagai “berbagai pengalaman”.

v Keragaman dan kontroversi definisi komunikasi

Tahun 1976 Fank Dance dan Carl Larson telah mengumpulkan 126 definisi komunikasi yang berlainan. Dance menemukan 3 demensi konseptual penting yang mendasari definisi komunikasi. Dimensi-dimensi tersebut antara lain:

i.            Dimensi pertama adalah tingkat observasi atau derajat keabstrakannya.

ii.            Dimensi dua adalah kesengajaan. Sebagian definisi mencakup hanya pengiriman dan penerimaan pesan yang disengaja, sedangkan sebagian definisi lainnya tidak menuntut syarat ini.

iii.            Dimensi tiga adalah penilaian normatif.

Semua pakar komunikasi sepakat bahwa komunikasi mencakup perilaku sengaja yang diterima namun  meraka tidak sepakat perilaku lainnya yang dianggap sebagai komunikasi. Banyak definisi komunikasi bersifat khas mencerminkan paradigma atau perspektif yang digunakan ahli komunikasi dalam mendekati fenomena komunikasi. Beberapa ahli menggunakan istilah komunikasi untuk merujuk pada pihak-pihak yang berkomunikasi atau peserta komunikasi, jadi identik dengan komunikator bukan sebgai penerima pesan.

Tubbs dan Moss mendefinisikan komunikasi sebagai proses penciptaan makna antara dua orang (komunikator 1 dan komunikator 2) atau lebih. Sedangkan Gudykunts dan Kim mendefinisikan komunikasi (antarbudaya)sebagai “proses transaksional, simbolik yang melibatkan pemberian makna antara orang-orang (dari budaya yang berbeda).

v Tiga Konseptualisasi Komunikasi

  1. 1.    Komunikasi sebagai tindakan searah

Pemahaman komunikasi sebagai proses searah ini oleh Michael Burgoon disebut “definisi berorientasi sumber”. Definisi ini mengisyaratkan komunikasi sebagai semua kegiatan yang secara sengaja dilakukan seseorang untuk menyampaikan rangsangan untuk membangkitkan respons orang lain. Komunikasi dianggap tindakan yang disengaja untuk menyampaikan pesan demi memenuhi kebutuhan komunikator. Definisi berorientasi sumber ini juga mengabaikan sifat prosesural interaksi-memberi dan menerima-yang menimbulkan pengaruh timbal balik antara pembicara dan pendengar.

  1. 2.    Komunikasi sebagai interaksi 

Dalam arti sempit interaksi berarti saling mempengaruhi. Pandangan ini selangkah lebih maju dari pandangan pertama tadi yakni komunikasi sebagai tindakan satu arah namun pemahaman ini juga kurang memadai untuk menguraikan dinamika proses komunikasi karena mengabaikan kemungkinan bahwa orang-orang dapat mengirim dan menerima pesan pada saat yang sama.

Komunikasi ini dipandang sedikit lebih dinamis dari pada komunikasi sebagai tindakan satu arah. Salah satu unsur yang dapat ditambah dalam konsep ini adalah umpan balik yakni apa yang disampaikan penerima pesan kepada sumber pesan yang sekaligus digunakan sumber pesan sebagai petunjuk mengenai aktivitas pesan yang ia sampaikan sebelumnya,suatu pesan disebut umpan balik bila hal itu merupakan respons terhadap pesan pengirim dan bila mempengaruhi perilaku selanjutnya pengirim. Umpan balik juga tidak harus disengaja.

  1. 3.    Komunikasi sebagai transaksi   

Dalam konteks ini komunikasi adalah proses personal karena makna atau pemahaman yang kita peroleh pada dasarnya bersifat pribadi. Menggunakan pandangan ini tampak bahwa komunikasi bersifat dinamis. Pandangan inilah yang disebut komunikasi sebagai transaksi yang lebih sesuai untuk komunikasi tatap muka yang memungkinkan pesan atau respons verbal dan nonverbal bisa diketahui secara langsung. Kelebihan konseptualisasi komunikasi sebagai transaksi sebagai transaksi adalah bahwa komunikasi tersebut tidak membatasi kita pada komunikasi yang disengaja atau respons yang dapat diamati. Artinya komunikasi terjadi apakah para pelakunya menyengajakan atau tidak dan bahkan menghasilkan respons yang tidak dapat diamati. Dalam komunikasi transaksional komunikasi dianggap telah berlangsung bila seseorang telah menafsirkan perilaku orang lain, baik perilaku verbal ataupun perilaku nonverbal.

v Konteks-Konteks Komunikasi

Secara luas konteks disini berarti semua faktor di luar orang-orang yang berkomunikasi yang terdiri dari: 1) aspek bersifat fisik, 2) aspek psikologis.

Terdapat 6 tingkat komunikasi yaitu:

  1. Komunikasi Intrapribadi adalah komunikasi dengan diri sendiri. Contoh berfikir, komunikasi intrapribadi ini melekat pada dua orang,tiga orang dan seterusnya, karena sebelum berkomunikasi dengan orang lain biasanya berkomunikasi dengan diri sendiri hanya saja caranya sering tidak disadari.
  2. Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antar orang secara tatap muka yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara verbal maupun nonverbal. Bentuk khusus dari komunikasi ini adalah komunikasi diadik (komunikasi dua orang).

Ciri-ciri komunikasi diadik adalah pihak yang berkomunikasi berada dalam jarak yang dekat, pihak yang berkomunikasi mengirim dan menerima pesan secara stimultan dan spontan baik secara verbal ataupun nonverbal.

  1. Komunikasi Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama laindan memandang mereka sebagai bagian dari kelompokmeskipun memiliki peran yang berbeda.
  2. Komunikasi Publik adalah komunikasi antar seorang pembicara dengan sejumlah besar orang yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato,ceramah atau kuliah (umum). Komunikasi ini sering bertujuan memberikan penerangan, menghibur, memberikan penghormatan, atau membujuk.
  3. Komunikasi Organisasi terjadi dalam suatu organisasi bersifat formal dan juga informal dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari pada komunikasi kelompok.
  4. Komunikasi Massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa baik cetak maupun elektronik, biaya relatif mahal, yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditunjukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim dan heterogen.

2) Prinsip – Prinsip Komunikasi

Prinsip – prinsip komunikasi antara lain:

ü  Komunikasi Adalah Proses Simbolik. Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan Verbal) perilaku non verbal dan objek yang maknanyadisepakati bersama.

Lambang mempunyai beberapa sifat sebagai berikut:

Lambang bersifat sembarang, manasuka atau sewenang-wenang.

Lambang pada dasarnya tidak mempunyai makna: kitalah yang memberi makna pada lambang.

Lambang itu bervariasi

 

ü  Setiap Perilaku Mempunyai Potensi Komunikasi

ü  Komunikasi Punya Dimensi Isi dan Dimensi Hubungan

Dimensi isi disandi secara verbal, sementara dimensi hubungan disandikan secara nonverbal. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan.

ü  Komunikasi Berlangsung dalam Berbagai Tingkat Kesengajaan.

Komunikasi dilakukan dalam berbagai tingkat kesengajaan, dari komunikasiyang tidak disengaja sama sekali sehingga komunikasi yang benar-benar direncanakan dan disadari. Jadi niat atau kesengajaan bukanlah syarat mutlak bagi seseorang untuk berkomunikasi.

ü  Komunikasi Terjadi dalam Konteks Ruang dan Waktu.

Waktu juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan. Kehadiran orang lain sebagai konteks sosial juga akan mempengaruhi orang-orangyang berkomunikasi.

ü  Komunikasi Melibatkan Predeksi Peserta Komunikasi.

Prinsip ini mengasumsikan bahwa hingga derajat tertentu ada keteraturan pada perilaku komunikasi manusia.

ü  Komunikasi Bersifat Sistematik.

Setidaknya 2 sistem dasar beroperasi dalam transaksi komunikasi itu :

- Sistem Internal adalah seluruh sistem nilai yang dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi yang ia serap selama dalam berbagai lingkungannya.

ü  Semakin Mirip Latar Belakang Sosial Budaya Semakin Efekfiflah Komunikasi.

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya.

ü  Komunikasi Bersifat Nonsekuensial.

Beberapa pakar komunikasi mengakui sifat sirkuler atau dua arah komunikasi.

Komunikasi sirkuler ditandai beberapa hal berikut:

Orang yang berkomunikasi dianggap setara, dengan kata lain mereka mengirim dan menerima pesan pada saat yang sama.

Proses komunikasi berjalan timbal balik (dua arah)  karena itu modelnya pun tidak lagi ditandai dengan satu garis lurus bersifat linear (satu arah)

Dalam praktiknya kita tidak lagi membedakan pesan dengan umpan balik.

Komunikasi  yang terjadi sebenarnya jauh lebih rumit.

ü  Komunikasi Bersifat Prosesual, Dinamis dan Transaksional

Implikasi dari komunikasi sebagai proses yang dinamis dan transaksional adalah bahwa para peserta komunikasi berubah (dari sekedar berubah pengetahuan hingga berubah pandangan dunia dan perilakunya). Implisit dalam proses komunikasi sebagai transaksi ini adalah proses penyandian dan penyandian balik.

ü  Komunikasi Bersifat Irreversible

Suatu perilaku adalah peristiwa. Oleh karena merupakan peristiwa perilaku berlangsung dalam waktu dan tidak dapat “diambil kembali”.

Sifat Irreversible adalah implikasi dari komunikasi sebagai proses yang selalu berubah. Prinsip ini seyogianya menyadarkan kita bahwa kita harus berhati-hati untuk menyampaikan pesan kepada orang lainsebab efeknya tidak bisa ditiadakan sama sekali meskipun kita berupaya meralatnya.

ü  Komunikasi bukan Panasea untuk Menyelesaikan Berbagai Masalah

Komunikasi bukan Panasea (obat mujarab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu, karena persoalan konflik tersebut mungkin berkaitan dengan masalah struktural.

 

BUKU: John Fiske, 2012, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta:RajaGrafindo Persada

Halaman: 1-98

v TEORI KOMUNIKASI

Asal Mula

Teori komunikasi Matematis dari Shannon dan Weaver (1949;Weaver:1949b) sangat diterima secara luas sebagai salah satu dasar berkembangnya komunikasi. Teori ini adalah contoh yang jelas dari mahzab proses, yang memandang komunikasi sebagai transmisi pesan.

Model Shannon dan Weaver (1949; Weaver,1949B)

Model dasar mereka tentang komunikasi menampilkan komunikasi sebagai proses linear yang sederhana. Kesederhanaan dari model ini membuat banyak orang tertarik untuk menjiplak,selain itu sifat liner yang berpusat pada proses juga telah menarik banyak kritikus.

Shannon dan Weaver mengidentifikasikan tiga tingkatan permasalahan di dalam ilmu komunikasi. Permasalahan-permasalahan tersebut adalah

  1. Tingkat A (permasalahan teknis) adalah yang paling mudah dipahami dan merupakan asal mula pengembangan model sebagian upaya menjelaskan proses komunikasi.
  2. Tingkat B (permasalahan semantik): permasalahan semantik mudah untuk dipahami namun jauh lebih susah untuk dipecahkan dan mencakup dari makna kata.
  3. Tingkat C (permasalahan keefektifan): pada awalnya Shannon dan Weaver memandang komunikasi sebagai manipilasi atau propaganda.

 

Mereka menyatakan bahwa tingkatan tersebut tidak benar-benar terpisah satu sama lain namun saling berhubungan dan saling bergantung. Inti dari pembelajaran komunikasi pada masing-masing dan ketiga tingkatan tersebut adalah untuk memahami bagaimana kita meningkatkan akurasi dan efesiensi dari proses komunikasi.

 

Model Gerbner (1956)

Model dari Gerbner lebih kompleks dibandingkan model dari shannon dan weaver namun masih menggunakan kerangka model proses linear. Kelebihan dari model Gerbner yaitu modelnya menghubungkan pesan dengan ‘realitas’ dan konteks sehingga membuat kita bisa mendekati pertanyaan mengenai mengenai persepsi dan makna,dan model ini memandang proses komunikasi terdiri dari dua dimensi berbeda dimensi persepsi atau penerimaan dan dimensi komunikasi atau alat dan kontrol.

 

Model Lasswell (1948)

Dia berargumen bahwa untuk memahami proses komunikasi massa kita perlu untuk mempelajari masing-masing tahap dari model Lasswell:

Siapa

Berkata apa

Melalui saluran apa

Untuk siapa

Dengan efek yang seperti apa?

 

Model ini adalah versi verbal dari Model awal Shannon dan Weaver. Model ini masih linear melihat komunikasi sebagai transmisi pesan memunculkan ‘efek’ bukan makna. Efek menunjukkan sebuah perubahan yang dapat diamati dan diukur dari penerima yang disebabkan oleh elemen dari proses komunikasi yang bisa diidentifikasi.

 

Model Newcom (1953)

Newcom adalah salah satu yang memperkenalkan kepada kepada kita sebuah bentuk fundamental yang berbeda yaitu berbentuk segitiga. Signifikasi model ini adalah model pertama yang memperkenalkan peran komunikasi didalam sebuah masyarakat atau sebuah hubungan sosial. Bagi newcom peran tersebut sedarhana yaitu menjaga keseimbangan didalam sistem sosial.

 

Model Westley dan Maclean (1957)

Model Westley dan Maclean memperkenalkan sebuah elemen baru yang memiliki fungsi auditorial yaitu merupakan proses untuk menentukan apa dan bagaimana komunikasi dilakukan. Westley dan Maclean mengklim bahwa media massa memperluas pengalaman sosial dimana audiens membutuhkan untuk berhubungan dan juga menyediakan alat yang digunakan untuk melakukan hubungan dan orientasi.

 

Model Jakobson (1960)

Model ini memiliki beberapa kesamaan dengan model linear dan segitiga namun sebagai seorang ahli bahasa maka dia tertarik pada hal-hal seperti makna dan struktur internal dari pesan. Jakobson menjembatani kesenjangan antara kelompok-kelompok pemikir proses dan semiotik.

Model Jakobson memiliki dua yaitu: Model konstitutif (esensial) di dalam sebuah tindakan komunikasi, kemudian Model mengenai fungsi-fungsi yang dilakukan oleh masing-masing faktor di dalam tindakan komunikasi. Sejauh ini modelnya sudah sangat mudah dikenali,kemudian menambah 2 faktor lain yaitu: 1) kontak yang merupakan saluran yang bersifat fisik dan hubungan psikologis antara oenyampai dan faktor penerima. 2) kode, sebuah sistem makna milik bersama yang digunakan untuk menstrkturkan pesan.

 

 

 

 

Berikut gambar visualisasi dari model Jakobson (faktor-faktor pokok komunikasi)

 

Konteks

Penyampaian                    pesan                           penerima

——-

Kontak

Kode

 

 

Model Fungsi-Fungsi komunikasi

Referensial

Penyampaian                    Puitik                           Konatif

Photic

Meta-bahasa

 

 

v Komunikasi, Tanda dan Makna

Semiotik atau semiologi  adalah kajian mengenai tanda dan cara tanda-tanda tersebut bekerja.

Tanda dan makna

Konsep – konsep Dasar

Semua model mengenai makna secara luas memiliki bentuk yang hampir sama. Masing-masing berfokus pada 3 elemen antara lain: 1) tanda 2) acuan dari tanda dan 3) pengguna tanda.

 

 

 

 

 

Tags:

Satu Balasan ke “Komunikasi Pendidikan”

  1. Whаt an excеllent іnsріring post.
    I rеаlly аm sincеrеlу impresѕed when reaԁіng уour wгіting.
    You alwауѕ ρost useful iԁеas.
    Kеep it uр. Κeeρ blogging. Rеally looκing forωard to геading your next artiсle.

    mу blog :: Height Increase Insoles

Tinggalkan Balasan