Riswan Hidayat

Berpikir Terbuka Dan Menerima Perbedaan

Rambu  adalah salah satu alat perlengkapan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai(dalam hal ini di  masjid UMY). Saya memakai pengertian istilah rambu lalulintas  yang sudah umum dipakai dan saya terapkan istilah rambu tersebut  dalam wilayah masjid.

Banyak sekali petunjuk di dalam Masjid UMY, ketika kita masuk misalnya dari arah utara akan segera kita jumpai  petunjuk di pintu

lalu rambu penunjuk kearah kamar mandi seperti  gambar di bawah.

 

 

 

 

 

Ada juga hal yang tidak lucu disini semisal contoh dalam kamar mandi putra terdapat peringatan dan larangan seperti gambar di atas. Dalam rambu tersebut terdapat tulisan larangan juga  himbauan untuk:

  1. Gunakan air seperlunya
  2. Matikan keran jika selesai digunakan
  3. Jangan berlama-lama di kamar mandi
  4. Jangan buang bekas pembalut/softex di lobang WC
  5. Jika akan buang air, maka duduk dan jongkoklah (duduk terus jongkok apa piye karepe?)
  6. Siram segala najis/kotoran sampai benar-benar bersih

Yang cukup lucu adalah larangan nomor empat., bagaimana mungkin dalam Kamar Mandi Putra ada larangan tersebut. Atau saya yang tidak gaul sehingga tidak tahu , kalau ada pria yang memakai softek atau pembalut?  hehehe

Kemudian selanjutnya yang tidak kalah lucu adalah larangan nomor lima.  Jika akan buang air , maka duduk dan jongkoklah. Perrtanyaannya adalah: Apakah larangan ini hanya khusus ditujukan untuk orang yang berada dalam kamar mandi? Ataukah bagi semua yang akan bunag air di ruangan Toilet?  Bila memang hanya untuk orang yang dalam kamar mandi alangkah menggelikan ketika disamping kamar mandi akan kita jumpai tempat buang air berdiri, seperti foto di samping .

Demikianlah, lalu  apa yang dapat kita simpulkan dari sekedar contoh atas? Ya sebelum melakukan sesuatu sekecil apapun itu harus kita pikirkan dahulu dengan jernih dan tenang sehingga tidak akan ada hal- hal yang membuat kita kelihatan tidak pintar,. Hehe . Tapi lepas dari semua itu, inmi  hanya sekedar pendapat saya, dan saya tidak melarang anda membenarkan rambu- rambu diatas atau malah anda sama sekali tidak peduli dengannya. Semua orang mempunyai pikiran sendiri-sendiri dan bebas untuk menggunakannya baik sedikit atau tak berpikir sama sekali, bebas kok .  Salam.

Categories: Masjid Ahmad Dahlan

PROFIL AKU

Profile photo of riswanhidayat

riswanhidayat


Popular Posts

pelatihan membuat bl

pelatihan membuat blog. pelatihan membuat blog. pelatihan membuat blog. pelatihan ...

Piknik Ke Makam Seni

Tanggal merah kemarin  pas Libur Kenaikan Yesus Kristus,  kami (saya ...

Rumah Budaya Tembi

Di Rumah Budaya Tembi setiap bulan purnama (sudah berjalan ke ...

Ketika Jam Di Masjid

            Di Masjid Ahmad Dahlan UMY sudah beberapa bulan ini ada ...

Hati Hati Atas Baran

Ini adalah tulisan kelanjutan soal rambu rambu di masjid yang ...