ANJURAN MINUM TEH UNTUK PENDERITA THALASEMIA DI RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN

Kebumen, 05 September 2018

Penderita Thalasemia di RSUD dr. Soedirman Kebumen semakin bertambah banyak. Jumlah terakhir  sekitar 40-45 orang. Penderita terbanyak adalah anak-anak. Ada dari sebagian penderita thalasemia yang ternyata mereka adalah saudara kandung. Perlu diketahui, thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah berfungsi mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh anggota tubuh. Penderita thalasemia memiliki kadar hemoglobin yang rendah, oleh karena itu tingkat oksigen dalam tubuh penderita thalasemia juga lebih rendah. Pada penderita thalasemia, hemoglobin mengalami penghancuran (hemolisis). “Normalnya sel darah merah itu pecah 120 hari. Tapi pada orang thalassemia, pecahnya kurang dari 30 hari. Struktur sel darah merah pada penderita thalasaemia di tandai dengan kondisi sel darah merah yang mudah rusak, yaitu 3-4 kali lebih cepat dibandingkan sel darah merah normal, sebab umurnya lebih pendek dari sel darah merah normal. Akibatnya penderita harus menjalani transfusi darah seumur hidup. Efek dari pemberian transfusi darah yang rutin setiap bulan menyebabkan kadar besi dalam tubuh penderita thalasemia menjadi meningkat.

Sedangkan pembesaran limpa terjadi karena organ tersebut sulit untuk mendaur ulang sel darah yang memiliki bentuk tidak normal. Hal tersebut berakibat kepada meningkatnya jumlah darah yang ada di dalam limpa, sehingga membuat ukurannya menjadi lebih besar. Transfusi darah yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah sel darah sehat akan menjadi tidak efektif jika limpa telah membesar. Limpa akan menjadi terlalu aktif dan mulai menghancurkan sel darah yang sehat. Tindakan Splenectomy atau operasi pengangkatan limpa merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini. Kebanyakan pasien thalasemia yang dirawat di RSUD dr. Soedirman Kebumen, sudah mengalami pembesaran limpa. Tetapi banyak orang tua penderita thalasemia yang keberatan jika anaknya dilakukan tindakan Splenectomy .

Penderita thalasemia sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang tinggi zat besi dikarenakan penderita thalasemia sudah banyak kandungan zat besinya (efek dari pemberian transfusi darah yang rutin dilakukannya) dan makanan tinggi zat besi bisa menimbulkan berbagai masalah lain pada tubuh penderita thalasemia. Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita thalasemia seperti hati, semua sayuran berdaun hijau, kacang, tiram, semangka, kacang polong, dan beberapa makanan lainnya. Sedangkan makan dan minuman yang baik dikonsumsi oleh penderita thalasemia, yaitu :

  1. Teh dan Kopi

Meminum teh dan kopi setelah makan sangat baik dikonsumsi karena membuat tubuh kehilangan Fe. Tanin dan phitat yang ada pada teh dan kopi serta kalsium dan fosfor dalam susu dapat mengikat zat besi sehingga sulit diserap. Minum banyak teh dan kopi setiap hari khususnya bersama dengan makanan adalah sumber antioksidan yang sangat baik.

  1. Produk Susu

Berbagai jenis produk susu seperti keju, yogurt dan susu murni bisa menurunkan penyerapan zat besi dalam. Selain itu, kalsium juga penting untuk mencegah osteoporosis Varietas lemak yang lebih rendah dari susu seperti skim dan semi skim serta keju rendah lemak juga bisa dikonsumsi karena mengandung kalsium yang tinggi.

  1. Daging Putih

Mengkonsumsi daging putih seperti ayam dan ikan yang mengandung kadar zat besi yang lebih sedikit dibandingkan dengan daging merah.

  1. Makanan Mengandung Vitamin E

Vitamin E merupakan sumber antioksidan yang sangat penting sebab penderita thalasemia memiliki darah lebih rendah. Beberapa sumber vitamin E terbaik yang bisa dikonsumsi diantaranya adalah minyak zaitun, safflower, palem dan juga kedelai.

  1. Kunyit

Kunyit pada makanan mengandung curcuminoids yang tinggi akan antioksidan. Dalam penelitian ditemukan jika curcuminoids dalam kunyit sangat ampuh untuk memperbaiki kerusakan oksidatif yang terjadi pada penderita thalasemia beta.

  1. Makanan Mengandung Vitamin D

Vitamin D juga sangat baik dikonsumsi penderita thalasemia karena efektif dalam membantu penyerapan dan juga asimilasi kalsium dalam tubuh penderita thalasemia. Beberapa makanan tinggi vitamin D yang baik dikonsumsi adalah susu kedelai dan juga minyak ikan.

  1. Kuning Telur

Dalam kuning telur mengandung zat yang bisa mencegah penyerapan zat besi bernama phosvitin. Phosvitin ini nantinya akan menghambat penyerapan zat besi hingga mencapai 30% sehingga menjadi makanan baik bagi penderita thalasemia.

Dengan informasi diatas, semoga bisa diterapkan dan dilaksanakan oleh penderita thalasemia sehingga kandungan zat besinya tidak terlalu tinggi. Selain dianjurkan mengkonsumsi makanan dan minuman diatas, di RSUD dr. Soedirman Kebumen juga diberikan obat kelasi besi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar