YANG PERLU DIWASPADAI JIKA ANAK MENGALAMI DIARE

Yogyakarta, 06 September 2018

Diare adalah gejala kelainan pencernaan berupa buang air besar dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair dengan frekuensi lebih dari 3 x sehari pada anak sehingga mengacu kehilangan cairan dan elektrolit. Diare ada 2 jenis, yaitu :

  1. Diare akut merupakan diare yang disebabkan oleh virus rotavirus yang ditandai dengan buang air besar lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya biasanya 3 kali atau lebih dalam sehari dan berlangsung kurang dari 14 hari.
  2. Diare kronis yaitu diare yang berlangsung lebih dari dua sampai empat minggu.

Penyebab Diare pada Anak-Anak 

  1. Infeksi saluran pencernaan. Virus adalah penyebab paling umum diare pada anak, tetapi juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit.
  2. Malabsorbsi karbohidrat : disakarida (intoleransi laktosa, maltosa, dan sukrosa), mosiosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa, dan galatosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering karena intoleransi laktasi.
  3. Keracunan makanan bisa disebabkan oleh karena makanan basi atau beracun.
  4. Penggunaan antibiotik
  5. Alergi makanan

Gejala Diare yang Harus Kita Waspadai

  1. Awalnya anak cengeng, gelisah, suhu tubuh biasanya meningkat, nafsu makan berkurang atau tidak ada.
  2. Kemudian disertai diare, tinja cair, mungkin disertai lendir atau lendir darah.
  3. Warna tinja makin lama berubah kehijau-hijauan karena bercampur empedu.
  4. Anus dan daerah sekitarnya lecet karena sering buang air besar dan tinja makin lama semakin asam sehingga banyak asam laktat yang berasal dari latosa yang tidak di absorbsi oleh usus selama diare.
  5. Gejala muntah dapat muncul sebelum atau sesudah diare dan dapat disebabkan karena lambung turut meradang atau akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.
  6. Bila anak banyak kehilangan cairan dan elektrolit, pada bayi mata dan ubun-ubun cekung.
  7. Selaput lendir bibir dan mulut serta kulit tampak kering.

Seringkali diare yang dialami oleh anak-anak disebabkan oleh virus, sehingga kita tidak perlu tergesa-gesa dan panik untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan. Yang harus kita lakukan pertama yaitu difokuskan pada rehidrasi dengan cara memberi cairan  dan elektrolit untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Berikan oralit atau kuah sop sesuai jumlah cairan yang hilang, kalau tidak ada bisa diberikan larutan gula-garam setiap kali anak buang air besar. Jika anak masih menyusui, maka terus berikan ASI padanya. ASI harus diberikan lebih sering dari biasanya untuk mengganti cairan yang hilang ketika anak diare

Bila anak Anda diare disertai muntah, awali pemberian asupan cairan secara sedikit demi sedikit yaitu satu sendok teh (5 ml) selama lima menit, kemudian Anda bisa menaikkan jumlahnya perlahan-lahan. Setelah itu bila anak benar-benar tidak lagi muntah, jumlah cairan tidak perlu dibatasi. Tetapi jika  anak-anak yang mengalami diare disertai dehidrasi berat maka harus segera dibawa ke rumah sakit.

Gejala dan tanda-tanda dehidrasi yang berbahaya pada anak, yaitu :

  1. Mulut kering
  2. Buang air kecil sedikit atau urine berwarna kuning gelap
  3. Sedikit atau tidak ada air mata saat anak menangis
  4. Lemas
  5. Kulit kering dan ujung-ujung jari teraba dingin

Akibat diare, kehilangan cairan dan elektrolit secara mendadak dapat terjadi berbagai komplikasi, adapun Komplikasi dari Diare, sebagai berikut :

  1. Dehidrasi (ringan, sedang, berat, hipotonik, isotonik atau hipertonik).
  2. Renjatan hipovolemik.
  3. Hipokalemia (dengan gejala miteorismus, hipotoni otot, lemak, bradikardia, perubahan elektrokardiagram).
  4. Intoleransi sekunder akibat kerusakan vili mukosa usus dan defisiensi enzim laktasi.
  5. Kejang-kejang pada dehidrasi hipertonik.
  6. Malnutrisi energi protein (akibat muntah dan diare, jika lama atau kronik).

Prinsip supaya Anak Terhindar dari Diare

Karena mencegah diare pada anak lebih baik mencegah daripada mengobati. Prinsip ini tentu juga berlaku untuk diare pada anak. Beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak kita terhindar dari diare.

  1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, serta setelah buang air besar dan kecil.
  2. Tidak sembarangan mengonsumsi makanan yang tidak terjamin kebersihan dan kesehatannya.
  3. Tidak mengonsumsi air yang tidak matang.
  4. Memisahkan makanan yang matang dan yang mentah.
  5. Selalu memasak menggunakan bahan dasar yang masih segar.
  6. Menyimpan makanan di lemari pendingin dan tidak terlalu lama membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari.
  7. Menghindari penggunaan handuk dan peralatan makan yang sama jika ada keluarga yang mengalami diare.
  8. Membersihkan toilet dengan disinfektan setelah buang air besar.
  9. Istirahat yang cukup.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar