TUGAS BAB I DAN BAB III

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PERIOPERATIF

 DI RUANG  TERATAI  RSUD  Dr.  SOEDIRMAN  KEBUMEN 

DALAM MENURUNKAN BIAYA PERAWATAN

 

A.    BAB I

Saya akan melakukan penelitian tentang evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien perioperatif di ruang Teratai RSUD dr. Soedirman Kebumen dalam menurunkan cost perawatan. Penggunaan antibiotik di masyarakat  saat ini kurang terkendali, mereka masih bebas membeli resep antibiotik di apotik tanpa resep dokter.

Resistensi antimikroba adalah masalah yang meningkat di negara-negara berkembang dan penggunaan antibiotik tersebar luas. Meluasnya penggunaan antibiotik yang tidak tepat merupakan isu besar dalam kesehatan masyarakat dan keselamatan pasien. Antibiotik telah menyelamatkan jutaan nyawa dan mengubah pengobatan modern, tetapi ternyata begitu menjadi kurang efektif dan karenanya sumber daya semakin terbatas. Terlalu sering penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan risiko infeksi, pasien menjadi resistensi antibiotik dan atau sejumlah masalah lainnya termasuk biaya perawatan meningkat karena pasien akan tinggal di rumah sakit lebih lama (Johns, 2016).

Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan di dunia terkait dengan banyaknya kejadian infeksi bakteri. Seringkali penggunaan antibiotik dapat menimbulkan masalah resistensi dan efek obat yang tidak dikehendaki, oleh karena itu penggunaan antibiotik harus mengikuti strategi peresepan antibiotik. Resistensi antibiotik sekarang menjadi masalah utama yang dihadapi penyedia layanan kesehatan dan pasien.

Resistensi antibiotik merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan global, keamanan pangan, dan pembangunan saat ini. Resistensi antibiotik dapat mempengaruhi siapa pun, dari segala usia, di negara mana pun.

Infeksi pada sayatan bedah sering mengakibatkan penyembuhan luka yang buruk, dan salah satu faktor utama untuk infeksi luka adalah penggunaan agen antimikroba. Penggunaan antibiotik secara rasional adalah salah satu faktor kunci untuk mencegah infeksi daerah operasi (IDO)

Kejadian infeksi daerah operasi (IDO) di RSUD dr. Soedirman Kebumen pada tahun 2018 masih dalam standar, yaitu mencapai 0,23 %. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu penggunaan antibiotik yang masih tinggi pada pasien perioperatif, yaitu sebesar 83 %. Penggunaan antibiotik di RSUD  dr. Soedirman Kebumen belum pernah dilakukan evaluasi, untuk itu peneliti tertarik untuk melakukan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien perioperatif di Ruang Teratai yang dilakukan dengan menggunakan metode audit kuantitas dan kualitas. Dimana audit kuantitas penggunaan antibiotik dilakukan untuk mengevaluasi jenis dan jumlah antibiotik yang digunakan, sedangkan audit kualitas penggunaan antibiotik untuk mengetahui apakah penggunaan antibiotik sudah rasional dan bijak.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan antibiotiknya sudah rasional dan bijak. Dengan penggunaan antibiotik yang rasional dan bijak, harapannya pasien menjadi lebih aman karena tidak terjadi  resistensi antibiotik sehingga dapat menurunkan biaya perawatan pasien. Selain tujuan tersebut, ada beberapa manfaaat yang didapatkan dalam penelitian  ini, yaitu :

  1. Didapatkan data pola penggunaan antibiotik pada pasien perioperatif  di Ruang Teratai RSUD dr. Soedirman Kebumen baik kuantitas maupun kualitas.
  2. Menjadi bahan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien perioperatif di Ruang Teratai RSUD dr. Soedirman Kebumen yang sesuai dengan Panduan Praktek Klinik (PPK).
  3. Meminimalkan morbiditas dan mortalitas akibat infeksi bakteri resisten.
  4. Menyediakan dan menjaga effektivitas antibiotik untuk keperluan terapi dan profilaksis.

 

BAB III

Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian Mixed Method  model Sequential explanatory. Metode penelitian kombinasi model sequential explanatory, dicirikan dengan pengumpulan data dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, dan diikuti dengan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap kedua, guna memperkuat hasil penelitian kuantitatif yang dilakukan pada tahap pertama, sehingga diperoleh analisis yang komprehensif guna menjawab masalah penelitian (Creswell, 2009).

Pengumpulan dan analisis data kuantitatif peneliti menggunakan desain observasional deskriptif  pendekatan retrospektif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap rekam medis  semua pasien BPJS 3 yang dirawat di ruang Teratai RSUD dr. Soedirman Kebumen pada bulan Januari-Maret 2019, yang dilakukan operasi Bedah Umum serta mempunyai rekam medis yang menggunakan antibiotik.

Sedangkan pengumpulan dan analisis data kualitatif menggunakan desain penelitian Focus Group Discussion (FGD) atau Diskusi Kelompok Terarah (DKT). Focus Group Discussion (FGD) merupakan teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. Peneliti memakai desain dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti. Deskriptif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif (Sugiono, 2010).

  •  Menurut Arikunto (2006), populasi penelitian dalam penelitian ini adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi untuk metode kuantitatif adalah rekam medis semua pasien BPJS 3 yang dirawat di ruang Teratai RSUD dr. Soedirman Kebumen pada bulan Januari-Maret 2019, yang dilakukan operasi Bedah Umum serta mempunyai rekam medis yang menggunakan antibiotik. Penulis mengambil populasi penelitian dari jumlah rekam medis semua pasien BPJS 3 yang dilakukan operasi Bedah Umum di ruang Teratai RSUD  dr. Soedirman Kebumen pada  Tahun 2018 yaitu sejumlah 928. Sedangkan untuk metode kualitatif populasinya adalah semua dokter spesialis Bedah Umum yang menjadi tenaga tetap, semua Apoteker, serta manajemen rumah sakit di RSUD dr. Soedirman Kebumen.

Menurut Sugiyono sampel adalah bagian atau jumlah dan karakteritik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misal karena keterbatan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti akan mengambil sampel dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (Sugiyono, 2016).

  • Pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap rekam medis  semua pasien BPJS 3 yang dirawat di ruang Teratai RSUD  dr. Soedirman Kebumen pada bulan Januari-Maret 2019, yang dilakukan operasi Bedah Umum serta mempunyai rekam medis yang menggunakan antibiotik. Mengingat jumlah pasien bedah umum di ruang Teratai RSUD dr. Soedirman Kebumen dalam 1 tahun sangat banyak, yaitu mencapai 928 pasien, maka dalam penelitian ini peneliti akan mengambil sampel dengan menggunakan rumus Slovin.

.

Pada penelitian ini, peneliti menghendaki tingkat kesalahan 5% sehingga memiliki tingkat akurasi 95%. Karena jumlah populasi 928 dan tingkat kesalahan yang dikehendaki peneliti adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan jika dihitung menggunakan Rumus Slovin, yaitu :

N

=

928

=   279.5  =    280 sampel

1 + N (e)2

1 + 928 (0.05)2

  • Dengan demikian sampel pada penelitian ini adalah rekam medis semua pasien BPJS 3 yang dirawat di ruang Teratai RSUD dr. Soedirman Kebumen pada bulan Januari-Maret 2019, yang dilakukan operasi Bedah Umum serta mempunyai rekam medis yang menggunakan antibiotik.dengan jumlah sebanyak 280. Untuk menghindari bias, maka ditentukan kriteria-kriteria sebagai berikut :

1.  Kriteria Inklusi :

  • Rekam medis pasien BPJS 3
  • Rekam medis pasien yang dirawat di ruang Teratai yang telah diprogram operasi Bedah Umum dan menggunakan antibiotik
  • Rekam medis pasien dewasa (usia  20 – 60 tahun) yang ditulis dengan jelas dan terbaca
  • Rekam medis pasien yang waktu perawatannya maksimal tujuh hari setelah dilakukan operasi

2.  Kriteria Eksklusi :

  • Rekam medis yang data penggunaan antibiotiknya tidak terdokumentasi dengan lengkap
  • Rekam medis pasien dengan jenis operasi kotor
  • Rekam medis yang ada diagnosa tambahan ko-morbiditas (DM, hipertensi, hipertiroid, gagal ginjal, lupus, dll)

Partisipan adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto, 2006). Dalam penelitian ini penarikan partisipan/ informan menggunakan teknik purposive sampling (non probability sampling) yaitu tehnik penetapan partisipan dengan cara memilih partisipan diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti (Nursalam, 2003).

Menurut Arikunto (2006), syarat-syarat dalam menentukan sampel adalah :

  • Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi. Subyek yang diambil sebagai sampel merupakan subyek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi (key subjectis). Penentuan karakteristik populasi.

Adapun kriteria partisipan/ informan yang terjaring yaitu :

 1. Kriteria Inklusi :

  •  Dokter Spesialis Bedah Umum yang berstatus pegawai tetap di RSUD dr Soedirman Kebumen yang bersedia menjadi partisipan dalam penelitian.
  • Apoteker di RSUD dr Soedirman Kebumen yang bersedia menjadi partisipan dalam penelitian.
  • Manajemen di RSUD dr Soedirman Kebumen yang bersedia menjadi partisipan dalam penelitian.

2.  Kriteria Eksklusi :

  • Dokter Spesialis Bedah Umum, Apoteker, maupun manajemen rumah sakit. di RSUD  dr. Soedirman Kebumen yang sedang menjalani cuti/ sakit/ dinas luar dan atau tugas belajar.
  •  Penetapan jumlah partisipan tidak diarahkan dalam jumlah tetapi berdasarkan pada asas kesesuaian dan kecukupan sampai mencapai saturasi data artinya bahwa dengan menggunakan partisipan selanjutnya, boleh dikatakan tidak lagi diperoleh tambahan informasi baru yang berarti atau mengulang data yang sudah ada (Saryono, 2010). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan lima partisipan untuk memperoleh data.

 Sampling

  • Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif (Margono, 2004).
  • Peneliti dalam pengumpulan data kuantitatif menggunakan Tehnik Random Sampling,  harapannya agar masing-masing individu memiliki kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel, dan sampel ini dapat digeneralaisasi pada populasi yang lebih luas. Sedangkan sampling dalam pengumpulan data kualitatif, peneliti memilih individu-individu/ partisipan yang benar-benar telah mengalami/ merasakan fenomena utama.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi Penelitian

  • Penelitian akan dilakukan di RSUD dr. Soedirman Kebumen.

Waktu Penelitian

  • Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juni  2019.

Variabel Penelitian

Variabel Bebas (Independen)

  • Evaluasi penggunaan antibiotik

Variabel Terikat  (Dependent)

  • Biaya Perawatan

Definisi Operasional

Variabel

Definisi

Skala

Evaluasi penggunaan antibiotik

Evaluasi penggunaan antibiotik yang bertujuan untuk melihat gambaran penggunaan antibiotik  yang dapat dilihat dari jenis antibiotik, rute pemberian, dosis, frekuensi, durasi pemberian, dan saat pemberian antibiotik serta kesesuaian penggunaan antibiotik dibandingkan dengan standar yang berhubungan dengan jumlah antibiotik dapat dinilai dengan melihat data dari form penggunaan antibiotik dan rekam medik pasien untuk melihat perjalanan penyakit.

Rasio

Biaya perawatan

Biaya yang dikeluarkan untuk membayar semua layanan perawatan yang diterimanya.

Rasio

 Instrumen Penelitian

  • Dalam mengumpulkan data dengan cara apapun, selalu diperlukan suatu alat yang disebut instrumen pengumpulan data. Instrumen penelitian merupakan alat pada waktu penelitian dengan menggunakan suatu metode (Arikunto, 2006).

Instrumen penelitian pada studi kuantitatif

  • Menggunakan tools ceck list

Instrumen penelitian pada studi kualitatif

Instrumen penelitian yang akan digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data yaitu :

  • Peneliti (instrumen utama penelitian)

Dalam proses pengumpulan data penelitian kualitatif, manusia/peneliti berfungsi sebagai instrumen utama dalam penelitian dan pelaksanaannya dibantu oleh pedoman pengumpulan data (Saryono, 2010).

Pedoman Diskusi Kelompok Terarah (FGD)

  • Bertujuan untuk menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kalompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu.
  • FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti. Deskriptif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif (Sugiono, 2010).

Alat perekam

  • Alat perekam berguna sebagai alat bantu pada saat wawancara mendalam berlangsung agar peneliti dapat berkonsentrasi pada proses pengambilan data tanpa harus berhenti untuk mencatat jawaban-jawaban dari partisipan. Dalam pengumpulan data, alat perekam baru dapat dipergunakan setelah mendapat ijin dari partisipan.

Catatan lapangan (field note)

  • Catatan lapangan berguna untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan data yang diperlukan selama melakukan penelitian.

Tehnik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data pada studi kuantitatif

Bahan

  • Rekam medik pasien yang masuk kriteria inklusi.

Alat

  • Lembar pencatatan data.
  • Jenis data
  • Data yang didapat merupakan data sekunder
  • Cara Kerja
  • Pemilihan subyek yang masuk kriteria inklusi.

Subyek yang masuk kriteria inklusi akan dicatat :

Nama

  1. Nomor catatan medik dan register
  2. Usia
  3. Jenis kelamin
  4. Tanggal masuk dan keluar dari ruang
  5. Jenis, dosis, frekuensi dan durasi antibiotik perioperatif yang didapat
  6. Pengolahan data kuantitas dan kualitas penggunaan antibiotik

Tehnik pengumpulan data pada studi kualitatif

Tehnik pengumpulan data secara primer (langsung) yaitu :

Melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan informan/ partisipan yang sesuai dengan kriteria inklusi. Teknik ini digunakan untuk mengungkap permaknaan dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari permaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap focus masalah yang sedang diteliti (Sutopo, 2006: 73).

FGD adalah kelompok diskusi bukan wawancara atau obrolan. Tanpa sebuah FGD berubah wujud menjadi kelompok wawancara terfokus (FGI-Focus Group Interview). Hal ini terjadi apabila moderator cenderung selalu menkonfirmasi setiap topik satu per satu kepada seluruh peserta FGD. Semua peserta FGD secara bergilir diminta responnya untuk setiap topik, sehingga tidak terjadi dinamika kelompok. Komunikasi hanya berlangsung antara moderator dengan informan A, informan A ke moderator, lalu moderator ke informan B, informan B ke moderator, dst. Kondisi idealnya, informan A merespon topik yang dilemparkan moderator, disambar oleh informan B, disanggah oleh informan C, diklarifikasi oleh informan A, didukung oleh informan D, disanggah oleh informan E, dan akhirnya ditengahi oleh moderator kembali. Diskusi seperti itu sangat interaktif, hidup, dinamis.

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara :

  • Peneliti mendapat surat ijin untuk melakukan studi pendahuluan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dan RSUD  dr. Soedirman Kebumen dan sekaligus ijin penelitian.
  • Peneliti mendapat persetujuan dari partisipan/ informan tentang kesediannya untuk menjadi partisipan dan memberitahukan bahwa penelitian ini tidak berdampak buruk pada partisipan.
  • Pelaksanaan diskusi terarah dibuat pedoman diskusi  untuk mempermudah pelaksanaan. Dalam pedoman diskusi diuraikan mengenai perkenalan dari peneliti, tujuan, prosedur, perkenalan dari peserta partisipan, mendiskusikan persepsi dokter spesialis bedah umum tentang penggunaan antibiotik pada pasien perioperatif. Serta pertanyaan mengenai masukan atau saran untuk mengatasi masalah-masalah penggunaan antibiotik yang tidak bijak.

Tahap-tahap kegiatan penelitian sebagai berikut :

Tahap persiapan

  • Meliputi pengecekan alat bantu penelitian dan pengecekan alat perekam untuk memastikan alat perekam berfungsi dengan baik.

 Tahap pra pelaksanaan

  • Dimulai dengan pengumpulan data primer yang dilakukan melalui kegiatan pra lapangan dan melakukan pencatatan selama penelitian berlangsung pada saat pelaksanaan FGD. Peneliti mengadakan pendekatan kepada calon partisipan yang sudah ditetapkan sesuai dengan kriteria partisipan. Pendekatan ini bertujuan untuk menjalin hubungan saling percaya antara peneliti dengan partisipan dan merencanakan waktu pelaksanaan FGD.

Tahap pelaksanaan

  • Setelah kegiatan pra lapangan, peneliti mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan partisipan/ informan yang sesuai dengan kriteria inklusi. Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan pada bulan Juni 2019 setelah sebelumnya diberikan undangan pada partisipan/ informan yang sesuai dengan kriteria inklusi. Focus Group Discussion (FGD) dilakukan di ruang Rapat Direktur RSUD  dr. Soedirman Kebumen, setelah mendapat kesepakatan waktu dari partisipan/ informan yang sesuai dengan kriteria inklusi. Peneliti merangkap sebagai moderator dan sebagai pencatat selama pelaksanaan diskusi berlangsung, pelaksanaan kurang lebih selama 60 menit. Partisipan dalam posisi duduk di kursi. Selama diskusi berlangsung dilakukan perekaman dengan menggunakan handphone. Setiap partisipan diminta untuk mengeluarkan pendapat terhadap pertanyaan yang dilontarkan oleh peneliti secara bebas dan terbuka.

Pengolahan Data

Pengolahan data dengan cara :

  • Mengorganisasikan dan mentranskrip hasil Focus Group Discussion (FGD) kemudian dianalisis dan dilakukan interpretasi sehingga diperoleh gambaran mengenai penggunan antibiotik pada pasien perioperatif di  ruang Teratai  RSUD dr. Soedirman Kebumen.

Penyajian Data

 Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk narasi.

 Analisis Data

  • Data yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam dinalisis secara kualitatif. Data diorganisasikan dan ditranskrip dengan bantuan program Nvivo 12. Setelah data ditranskrip kemudian dilakukan open coding yang selanjutnya diklasifikasikan menjadi kategori-kategori untuk memperoleh kategori ini (core categories).

 Uji Kredibilitas dan Uji Dependability

  • Kredibilitas adalah apakah proses dan hasil penelitian dari responden sebagai partisipan/ informan  dapat diterima dan dipercaya. Pada penelitian ini uji kredibilitas menggunakan hasil rekaman dan triangulasi sumber (triangulation) yaitu pengecekan silang atas sumber informasi untuk mencocokkan/sebagai pembanding beberapa temuan-temuan/data terhadap isu  pokok/data yang dibahas dalam wawancara mendalam (Saryono, 2010).
  • Dependability adalah suatu  derajat konsistensi dan stabilitas data atau proses penelitian/ temuan, dalam mengumpulkan data, membentuk, dan  menggunakan konsep-konsep ketika membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan. Uji dependability berguna untuk menetapkan apakah instrumen penelitian yang digunakan dapat digunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh partisipan yang sama akan menghasilkan data yang konsisten. Dalam penelitian deskriptif kualitatif menggunakan uji dependability penyimpulan (Saryono, 2010). Dalam penelitian ini  uji dependability melakukan kegiatan auditing (pemeriksaan) dengan melibatkan seseorang yang berkompeten dibidangnya yaitu dengan pembimbing selaku nara sumber (Saryono, 2010).

Etika Penelitian

Etika dalam penelitian meliputi :

Informed Consent

  • Tujuannya agar partisipan mengetahui maksud dan tujuan penelitian serta dampak yang diteliti selama pengumpulan data. Lembar persetujuan diberikan kepada partisipan dan disertai judul penelitian. Jika subyek bersedia menjadi partisipan, maka harus menandatangani lembar persetujuan menjadi partisipan Jika subyek tidak bersedia menjadi partisipan, maka peneliti tidak memaksa dan tetap menghargai hak-hak mereka.

Anonimity

  • Untuk menjaga kerahasiaan identitas partisipan, peneliti tidak akan memberi nama partisipan dalam pengolahan data penelitian hanya memberi nomor atau kode partisipan.

Confidentiality

  • Peneliti menjamin kerahasiaan dari hasil penelitian baik informasi maupun masalah-masalah lainnya, semua informasi yang telah dikumpulkan di jamin kerahasiaannya oleh peneliti. Hanya kelompok tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar