Guruku Tauladanku

  Uncategorized   November 7, 2011

Dalam salah satu kitab yang membahas akhlak seorang guru yaitu تيسير الخلّاق karangan Hafidz Hasan Al-Mas’udi. Dalam kitab itu disebutkan bahwa guru itu adalah sebagai contoh atau suritauladan bagi muridnya. Sehingga apa yang dikatakan dan apa yang diperbuat harus berhati-hati jangan sampai menjadi contoh yang buruk bagi anak didiknya. Apabila guru mencontohi yang tidak baik maka murid juga akan menirunya.

Dalam kitab tersebut dikatakan bahwa guru harus memiliki sifat mahmudah. Sifat mahmudah yaitu sifat yang terpuji. Imam Al-Ghazali telah menyebutkan sepuluh sifat Mahmudah.

1) Ikhlas

2) Khauf ( Takut )

3) Zuhud

4) Sabar

5) Syukur

6) Taubat

7) Tawakkal

8) Mahabbah ( Kasih Sayang )

9) Ridha

10) Zikrul Maut ( Mengingati Mati )

Selain itu guru memandang peserta didik yang banyak dengan pandangan psikologis. Sehingga mengetahui karakteristik(perbedaan-perbedaan) peserta didik yang satu dengan yang lainnya. Kebaikan akhlak/teladan guru kepada muridnya merupakan kata
yang luas yang meliputi beberapa segi, diantaranya :

1) Menghormati dan menghargai murid

2) Berperilaku adil diantara murid

3) Memberi perhatian kepada murid

4) Tawadlu’ (rendah hati) Kelembutan adalah perpaduan hati, ucapan, dan perbuatan dalam upaya menyayangi, menjaga perasaan, melunakkan dan memperbaiki orang lain.

Kelembutan adalah kebersihan hati dan keindahan penyajian yang diwujudkan
dalam komunikasi lisan dan badan. Bukanlah kelembutan bila ucapannya lembut
tapi isinya penuh dengan kata-kata kasar menyakitkan. Bukan pula kelembutan
bila menyampaikan kebenaran tapi dengan caci maki dan bentakan. Lisan dan pembicaraan merupakan salah satu barometer penilaian terhadap kepribadian seseorang. Oleh karena itu, salah satu kewajiban guru adalah menjaga lisan dan pembicaraannya.

Demikian dasar-dasar yang harus dipegangi oleh setiap guru. Sehingga tercapai tujuan pendidikan yaitu menuju perubahan yang lebih baik (kecerdasan maupun kepribadiannya). Karena apabila hanya tercapai kecerdasan maka tidak ada gunanya , dan begitu pula sebaliknya. Trimakasih semoga bermanfaat.

Leave a Reply