CATATAN GURU TPA: METODE PEMBELAJARAN IQRO’

Rabu, Desember 12, 2012

METODE PEMBELAJARAN IQRO’

(TINJAUAN BUKU IQRO’ JILID 1-6 )

Oleh: Rizqi Nurjannah

Membaca Al-Qur’an adalah sebuah kewajiban dan kebutuhan yang harus dikuasai oleh umat Islam seluruhnya. Karena Al-Qur’an adalah kitab suci kita sebagai orang muslim. Dengan demikian, pembelajaran membaca Al-Qur’an hendaknya dimulai semenjak dini. Salah satu metode yang digunakan dalam mempermudah mempelajari bacaan Al-Qur’an adalah dengan metode Iqro’. Metode yang telah digunakan oleh kebanyakan Taman Pendidikan Al-Qur’an dalam mempermudah mempelajari Al-Qur’an.

Pembelajaran Iqro’ hendaknya mendapat perhatian yang besar. Jika pengajarnya salah mengajarkan, maka berakibat buruk bagi santri dalam membaca Al-Qur’an. Dalam artikel ini, saya ingin menuliskan pokok-pokok metode yang harus diaplikasikan oleh para ustadz dan ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an pada khususnya dan setiap pengajar Al-Qur’an pada umumnya.

Prinsip Pembelajaran Iqro’ secara umum:

  1. Sistem belajar berprinsip CBSA (Cara Belajar Santri Aktif)

ð  Ustadz hanya menjadi penyimak. Tidak diperkenankan untuk menuntun/ mendikte santri dalam membaca.

ð  Jika anak belum mengetahui sama sekali, maka berilah contoh pada pokok pembahasan saja.

ð  Tujuannya agar santri berfikir mandiri dan mengerahkan segala kemampuan.

  1. Pengajaran Iqro’ itu secara privat (menyimak seorang demi seorang). Dapat dilakukan secara klasikal namun dengan buku Iqro’ yang khusus, atau tetap menggunakan jilid namun dikelompokkan per-jilid agar mudah pengajarannya.
  2. Dapat dilakukan dengan metode asistensi

ð  Bagi santri yang lebih tinggi jilidnya, dapat membantu ustadz untuk menyimak santri lain.

  1. Ustadz jangan banyak berkomentar. Untuk memberi motivasi bagi santri maka diperbolehkan untuk berkata, Ya bagus, terus, atau yang lainnya.
  2. Ulangi jika santri belum menguasai pelajaran yang dibaca.

ð  Jika santri lupa dengan pelajaran yang lampau, maka ingatkan  dengan menunjukkan pelajaran yang lalu tetapi ustadz tetap diam dan memerintahkan santri untuk membacanya sendiri.  

  1. Ustadz harus SABAR dalam menghadapi santri.
  2. Santri tidak perlu diberi tahu hukum bacaan, cukup cara membaca saja. Insya Allah nanti diberi tahu saat Tajwid atau tadarus, tetapi jika santri dirasa dapat memahami jika dijelaskan maka tak mengapa untuk diberitahukan.
  3. Ustadz harus menguasai materi Tajwid.
  4. 10 Sifat Buku Iqro:

®    Bacaan langsung

®    Cbsa (cara belajar santri aktif)

®     Privat / klasikal

®     Modul

®     Asistensi

®     Praktis

®     Sistematis

®     Variatif

®     Komunikatif

®    Fleksibel

Prinsip Pembelajaran Iqro’

  1. 1.    Jilid I
    1. Materi yang diajarkan:

-          Makharijul huruf yang tepat

-          Perbedaan cara membaca tiap huruf

  1. Hal yang perlu diperhatikan

-          Harus dibaca pendek semua

-          Tegurlah jika keliru, jika santri lupa maka ingatkan dengan isyarat/ tunjukkan pada huruf yang mirip atau mengurutkan dari huruf alif.

-          Jika kemampuan santri cepat memahami dan tanpa perlu membaca semuanya sudah mapan, maka diperbolehkan untuk diloncat-loncat membacanya.

-          Penyebutan huruf;

شَ à boleh dibaca SIA

ض à lebih diarahkan ke dho (kendor)

ظ à diarahkan ke huruf ذ

ق à diarahkan ke huruf KO, jangan خ

  1. 2.    Jilid II
    1. Materi yang diajarkan:

-          Cara penulisan huruf sambung (di depan, di tengah, di akhir kalimat)

-          Mad Thobi’i dan perbedaannya dengan tanpa Mad (panjang).

  1. Hal yang perlu diperhatikan:

-          Ustadz memperhatikan perkembangan santri. Jika jilid 1 masih ada yang belum mantap, maka ustadz dituntut untuk dapat memahamkan / memantapkannnya.

-          Santri harus dapat membaca panjang dan pendek sesuai tulisan.

-          Santri diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk membaca secara putus-putus agar santri tidak memanjangkan huruf yang seharusnya pendek.

  1. 3.    Jilid III
    1. Materi yang diajarkan:

-          Pengenalan harokat kasroh (hlm. 3)

-          Penulisan huruf ha dan ta jika di awal, tengah dan akhir kata.

-          Mad Thobi’i

®    Alif setelah huruf berharokat fathah ,

®    Ya sukun setelah huruf berharokat kasroh,

®    Huruf Ha + Ya sukun dibaca Hii, Ni + Ya sukun dibaca Nii

®    Harokat panjang (berdiri) sebagai pengganti huruf alif atau ya sukun. Jika harokat berdiri, maka ya tanpa titik dianggap tak ada (tidak berfaedah).

-          Pengenalan harokat dlommah (hlm. 16)

-          Mad Thobi’i

®    Wawu sukun setelah huruf berharokat dlommah,

®    Jika ada wawu sukun dan alif maka alif dianggap tidak ada (tidak berfaedah)

 

®    Harokat dlommah dibalik sebagai pengganti mad dengan wawu sukun

  1. Hal yang perlu diperhatikan:

-          Baca pelan asal benar.

  1. 4.    Jilid IV
    1. Materi yang diajarkan:

-          Harokat Tanwin  dan Sukun

®    Harokat Alif dibelakang fathah tanwin dianggap tidak ada (tidak membuat panjang bacaan)

®    Perbedaan fathah tanwin, dhommah tanwin, kasroh tanwin

-          Mad Thobi’i dan Mad Layyin

-          Hukum Bacaan Idzhar

®    Idzhar Syafawi (Mim sukun bertemu dengan huruf hijaiyah selain mim dan ba)

®    Idzhar Khalqi (Nun Sukun bertemu dengan huruf أ ح خ ع غ ه

®    Jika nun sukun bertemu dengan huruf wawu dan ya dalam 4 kata dalam Al-Qur’an (صِنْوَانٌ  قِنْوَانٌ  بُنْيَانٌ  دُنْيَا)  maka tetap dibaca idzhar

-          Hukum bacaan Qolqolah

®    Huruf BA JU DI THO QO disukunkan maka dibaca memantulkan.

 

-          Sifat Huruf yang selain qolqolah namun disukunkan…

-          Perbedaan antar huruf yang mirip sifatnya jika disukunkan, hamzah, ‘Ain, kaf, Qof sukun..

 

 

  1. Hal yang perlu diperhatikan:

-          Baca pelan asal benar

-          Makhorijul Huruf

-          Panjang dan pendeknya harus sesuai

  1. 5.    Jilid V
    1. Materi yang diajarkan:

-          Hukum Bacaan Alif lam

®    Alif lam yang bertemu dengan huruf Syamsiyah (huruf ta, tsa, da, dza, ro, za, sa, sya, sho, dlo, tho, dho, la, na) maka langsung ditasydidkan ke huruf syamsiyah dan alif lam dianggap tidak ada (hlm.14, 15).

®    Aif lam yang bertemu dengan huruf Qomariyah (selain huruf syamsiyah) maka dibaca alif lamnya.

-          Cara membaca jika ada mad thobi’i dan alif lalu huruf setelahnya adalah sukun maka dibaca tanpa memanjangkan.

 

-          Waqof diakhir kalimat

®    Mad ‘Aridh Lis sukun; Mad thabi’i yang diikuti huruf yang dimatikan karena waqof.

 

®    Mad ‘iwadh; jika waqof pada huruf yang diakhiri dengan huruf berharokat tanwin dan didepannya terdapat alif maka tanwin dihilangkan dan dibaca mad.

®    Bila diakhir kalimat itu huruf ha atau ta berharokat tanwin maka dibaca ha disukunkan.

-          Mad Wajib Muttashil dan Mad jaiz munfashil

®    Dalam jilid ini, keduanya disuruh membaca denga 5 harokat semua, untuk membedakan dengan mad thabi’i

-          Tasydid (hlm. 12, 16-20) è Cara membacanya dengan ditekan 2 harokat untuk masuk ke huruf yang bertasydid.

-          Idgham Bighunnah (Hukum bacaan nun sukun/tanwin bertemu dengan nun atau mim) (hlm.13)

-          Mim sukun bertemu dengan huruf ba maka dibaca dengung (hlm.21)

-          Surat Al-Mu’minuun ayat 1-11 (hlm. 23)

-          Cara Membaca kata Allah..

®    Jika didahului dengan huruf berharokat fathah (a) atau dlommah (u) maka dibaca Alloh (hlm. 24)

®    Jika didahului dengan huruf berharokat kasroh (i) maka dibaca Allah (hlm. 25)

-          Idgham bilaghunnah

®    Nun sukun/ tanwin bertemu dengan ro mka masuk dengan tanpa dengung (hlm. 26)

®    Nun sukun/ tanwin bertemu dengan lam maka masuk tanpa dengan dengung (hlm. 27-28)

-          Mad Lazim Kilmi Mutsaqqal : bertemunya huruf mad dengan huruf bertasydid dalam satu kata, maka panjangnya 6 harokat. (hlm. 29-30)

-

  1. Hal yang perlu diperhatikan:

-          Santri sabar dalam membaca dan mengulang pelajaran, agar lebih tepat membacanya.

 

  1. 6.    Jilid VI
    1. Materi yang diajarkan:

-          Hukum Bacaan Idgham bighunnah

®    Nun sukun/ tanwin bertemu dengan huruf WAWU maka dibaca masuk dengan dengung dan ditahan 2 harokat (hlm. 3 teorinya, 4 dan 5: contoh aplikasinya)

®    Nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf YA maka dibaca masuk dengan dengung (hlm. 6 : teori, hlm 7 dan 8: contohnya dalam bacaan)

-          Iqlab

®    (nun sukun atau tanwin bertemu huruf BA maka nun sukun atau tanwin dibaca MIM). (hlm. 9 teorinya, hlm. 10-11 : contoh aplikasinya dalam kalimat sederhana)

-          Ikhfa (nun sukun atau tanwin bertemu dengan 15 huruf Ikhfa maka dibaca dengung dan samar-samar) (hlm. 13-20)

-          Tanda-tanda Waqof (hlm. 21)

 

-          Cara membaca kalimat jika diwaqofkan:

®    Kalimat yang diakhiri dengan Tasydid pada huruf terakhirnya maka cara membacanya adalah dengan ditekan dan ditahan 2 harokat

®    Kalimat yang diakhiri dengan Mad Wajib Muttashil dan hamzah berharokat fathah tanwin maka hamzah dibaca panjang 2 harokat (AA)

®    Kalimat yang diakhiri dengan huruf yang berharokat namun sebelumnya huruf yang bersukun, maka huruf terakhir tetap dibaca pelan dan berharokat sukun

®    Kalimat diakhiri dengan Huruf Qolqolah yang bertasydid maka cara membacanya ditekan, ditahan 2 harokat dan diikuti qolqolah.

-          Cara membaca kalimat diawal surat

®    Jika huruf itu berharokat Layar maka dibaca huruf asalnya ketika ia tidak berharokat.

®    Jika huruf tersebut berharokat berdiri (mad Thabi’i) ,maka dibaca panjang 2 harokat saja.

®    Jika ada huruf yang ditasydid maka dibaca dengan menekan 2 harokat.

 

-          Materi Ebta adalah surat:

®    Al-Baqoroh : 1-2

®    Luqman : 12-19

®    Al-Baqoroh: 285-286

  1. Hal yang perlu diperhatikan:

-          Khusus bacaan Ikhfa, bila sekiranya belum menguasai boleh diluluskan. Karena insya Allah setelah tadarus beberapa juz dapat menerapkan.

-          Santri boleh membaca rangkaian kalimat dengan pelan asal benar.

 

Gambaran metode Iqro’ yang diajarkan pada Anak

 

2 Comments

  1. Surface mengatakan:

    L9irbk Im thankful for the post.Really thank you! Want more.

  2. tips about seo mengatakan:

    m7Tmu1 Fantastic post.Much thanks again.

Tinggalkan Balasan