lombok

Hanya Blog UMY situs lain

story

Posted by Ummu Muti'ah 8 Comments

Jangan Tinggalkan Aku Ibu

                Disudut kelas ku merenung sendiri . Yang selalu terbayang hanyalah wajah ibuku yang terbaring lemah dirumah. Rasanya aku tak ingin meningalkannya walau hanya sedetikpun, ketika ibu dan bapak guru menjelaskan didepan kelas ku tak pernah berkonsentrasi dengan materi apa yang di terangkan. Terliah keringat menetes di leher teman, ada yang menguap karna hari itu cuaca sagat panas. Jam di dindingpun menunjukkan jam satu tak lama kemudian belpun berbunyi teman-temanpun bersorak-sorak kegirangan. Seseorang yang sangat aku kenal dan selalu mengenakan bros bermotif bunga mawar datang mendekati aku dan berkata: Rina ayo kita pulang kamu nglamun aja dari tadi emang ada masalah ya?? Aku berjanji tidak akan menceritakan ini semua kepada teman -temanku walaupun itu teman dekat aku sendiri, aku hanya menjawab Tidak apa-apa dita ayo kita pulang.

Sesampai aku di rumah aku langsung menuju tempat tidur ibu dan mempersiapkan obat-obat untuk ibu. Sudah satu bulan ibu  berbaring  diatas kasur, badannya pun semakin kurus, rambutnya pun banyak yang rontok. Setiap aku memandang dia air matakupun menetes . sudah banyak pengobatan alternative yang ibu lakukan mulai dari kerumah sakit, sampai pergi ke orang pintar. Sudah banyak biaya yang di habiskan oleh ibu tapi ayah tidak peduli yang penting ibu sembuh. Hari ini pun ayah berencana membawa ibu kerumah sakit untuk ronsen lagi, setiap ibu pergi ronsen dokter slalu memponis ibuku mengidap penyakit kista dan harus segera di operasi karna takut kistanya semakin besar setelah hasil ronsenya keluar tidak ada tanda-tanda ibu menidap penyakit ini. Hari ini juga sama ibu selalu di ponis mengidap penyakit dn harus di operasi ujung-ujungnya tidak ada penyakit yang di temukan di dalah tubuh ibu. Malam haripun tiba ‘aku sealu was-was kalau malam tiba. Setiap jam dua belas malam ibu selalu susah tidur, tangannya bergemetaran,suhu badannya mulai naik dan Ibu selalu mengerang kesakitan. Ibu selalu bilang kalau perutnya sakit sekali. Seketika itu airmataku pun tidak bisaa terbendung lagi sambil mengatakan ibu jangan tinggalkan aku. Malam itu ibu tidak bisa bicara apa-apa, semua orang berkumpu di rumahku, mulai dari adik kakak ibuku dan saudara-saudara yang lain dari ibu dan ayahku. Malam itu aku aku takut sekali aku terus berdoa Ya Alloh jangaanlah engkau ambil nyawa ibuku dan aku selalu yakin bahwa penyakit ibu pasti bisa di sembuhkan. lima jampun berlalu ibukupun membuka matanya ibupun lansung menggengam tanganku dan berkata tidurlah nak aku tidak akan meninggalkanmu.

Paginya pun sepertibiasa aku bangun tidur, membersihkan rumah sampai memasak buat ibu dan ayah kemudian aku mandi dan berangkat ke sekolah taklup aku mencium tangan ibu dan selalu menyemangati ibu ‘tenang aja Ibu kamu pasti sembuh, pasti ada obatnya’ akupun berangat sekolah. Seperti biasanya aku tidak bersemangat bila ada di sekolah yang terlintas hanyalah wajah ibu. pulang sekolah akupun seperti biasa menemani ibu. Di meja ibu terlihat racikan obat baunya kayak bau kayu manis dan campuran-campuran dedaunan, aku juga tidak tau itu apa. Setelah beberapa hari ibuku pun sudah bisa berjalan. Subhanalloh aku sangat  bersyukur padamu ya Alloh. Sampai sekarang penyakit ibu tidak kambuhlagi. Alhamdullillah segala puji bagimu ya Alloh.

Categories: My Written

PROFIL AKU

Ummu Muti'ah


Popular Posts

''PAPER''

THE FUNCTION OF LANGUAGE IN PRINCIPLE OF LEARNING LANGUAGE AND ...

''essay ab

                              Learning and Teaching Using Facebook Learning and teaching is an ...

some methodology in

                                                       ...

''Paper about Entrep

ENTREPRENEURSHIP                     ...

about language FUNCT

       Language is very important for everyone in the world. There ...