lombok

Hanya Blog UMY situs lain

Entrepreneur”

Posted by Ummu Muti'ah 7 Comments

kewirausahaan-300x206A,pengertian kewirausahaan birokrasi
Birokrasi berasal dari kata bureaucracy dalam bahasa inggris bureau dan cracy, diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer.Ada pun pendapat lain tentang birokrasi sebagia berikut:
1. Birokrasi harus dicerna sebagai satu fenomena sosiologis. Dan birokrasi sebaiknya dipandang sebagai buah dari proses rasionalisasi.
2. Konotasi atau anggapan negatif terhadap birokrasi sebenarnya tidak mencerminkan birokrasi dalam sosoknya yang utuh. Birokrasi adalah salah satu bentuk dari organisasi, yang diangkat atas dasar alasan keunggulan teknis, di mana organisasi tersebut memerlukan koordinasi yang ketat, karena melibatkan begitu banyak orang dengan keahlian-keahlian yang sangat bercorak ragam.
3.ada tiga kecenderungan dalan merumuskan atau mendefinisikan birokrasi, yakni: pendekatan struktural, pendekatan behavioral (perilaku) dan pendekatan pencapain tujuan
B, Karakteristik Birokrasi
1. Menurut Dennis H. Wrong ciri struktural utama dari birokrasi adalah: pembagian tugas, hirarki otorita, peraturan dan ketentuan yang terperinci dan hubungan impersonal di antara para pekerja.
2. Karakteristik birokrasi menurut Max Weber terdiri dari: terdapat prinsip dan yurisdiksi yang resmi, terdapat prinsip hirarki dan tingkat otorita, manajemen berdasarkan dokumen-dokumen tertulis, terdapat spesialisasi, ada tuntutan terhadap kapasitas kerja yang penuh dan berlakunya aturan-aturan umum mengenal manajemen.
3. Ada dua pandangan dalam merumuskan birokrasi. Pertama, memandang birokrasi sebagai alat atau mekanisme. Kedua, memandang birokrasi sebagai instrumen kekusaan.
Pentingnya birokrasi.
1.Teori yang lama memandang birokrasi sebagai instrumen politik. Tetapi dalamperkembangan selanjutnya, teori tersebut ditolak, dengan menyatakan pentingnyaperanan birokrasi dalam seluruh tahapan atau proses kebijakan publik.
2.Menurut Robert Presthus, pentingnya birokrasi diungkapkan dalam peranan-nyasebagai “delegated legislation”, “initiating policy” dan”internal drive for power,security and loyalty”.A
3.Dalam membahas birokrasi ada tiga pertanyaan pokok yang harus diperhatikan, bagaimana para birokrat dipilih apakah peranan birokrat dalam pembuatankeputusan, dan bagaimana para birokrat diperintah.
Dalam hubungannyadengan pertanyaan kedua, hal pertama yang perlu disadari adalah ada perbedaanantara proses pembuatan keputusan yang aktual dengan yang formal. Dalamkenyataan birokrat merupakan bagian dari para pembuat keputusan.
4. Pentingnya peranan birokrasi amat menonjol dalam negara-negara sedangberkembang di mana mereka semuanya telah memberikan prioritas kegiatannyapada penyelenggaran pembangunan nasional.
C.adapun langkah-langkah pengembangan kewirausahan sebagi berikut
1. Meningkatkan kemampuan kewirausahaan
Untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan dilakukan melalui langkah langkah:
a. mengembangkan kewirausahaan bagi para pengusaha dan calon pengusaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan terutama melalui peningkatan etos kerja, kreativitas dan inovasi, produktivitas, kemampuan membuat keputusan dan mengambil risiko, serta kerjasama yang saling menguntungkan dan dengan menerapkan etika bisnis.
b. Meningkatkan kinerja perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional terutama melalui; penciptaan lapangan kerja baru, penciptaan barang dan jasa yang lebih bermutu dan atau lebih beragam, peningkatan daya saing perusahaan, baik di pasar dalam negeri ataupun di pasar Internasional.
c. Mengembangkan kewirausahaan masyarakat luas yang diharapkan akan mendorong peningkatan kegiatan dan kinerja usaha dan ekonomi masyarakat melalui peningkatan etos kerja, disiplin efisiensi, dan produktivitas nasional.
d. Menyebarluaskan asas pokok kewirausahaan sebagai pedoman praktis bagi semua pihak yang berminat dan terkait dengan pengembangan kewirausahaan serta bagi yang ingin mengetahui, menghayati lebih mendalam dianjurkan untuk mengikuti kegiatan pembudayaan kewirausahaan.
2. Membudayakan kewirausahaan
Membudayakan kewirausahaan ialah mengarahkan wirausaha terutama kepada kegiatan ekonomi yang rasional, menguntungkan, berkelanjutan, dan dapat ditiru oleh masyarakat. Langkah untuk pencapaiannya dilakukan melalui:
1. Kegiatan ekonomi yang rasional terutama kegiatan-kegiatan yang ditangani atau diorganisasikan dalam perusahaan. Dengan demikian, sifat rasional dari kegiatan tersebut dapat diukur dengan ukuran kinerja yang lazim.
2. Menawarkan kegiatan pada masyarakat yang menguntungkan bagi peserta program dan masyarakat pada umumnya.
3. Menawarkan kegiatan yang berkelanjutan dan dapat ditiru oleh masyarakat. Di samping itu membudayakan kewirausahaan harus secara intensif, komprehensif, dan terpadu, yang pencapaiannya dilakukan melalui :
1. Skala prioritas sasaran.
2. Persiapan dan perencanaan yang baik, dengan memperhatikan efektivitas dari berbagai kegiatan.
3. Kegiatan secara komprehensif dan terpadu, mencakup kegiatan pra pelatihan,pelatihan, bimbingan dan konsultasi, magang dan studi banding, promosi dan temu usaha, serta peningkatan akses pasar dan pemberian bantuan perkuatan secara selektif,
4. Penekanan pada kesesuaian kondisi dinamis masing-masing peserta atau kelompok peserta program yang dibina,
5. Kegiatan peningkatan semangat, sikap dan perilaku kewirausahaan.
3. Memberdayakan sumber daya
Mendayagunakan sumberdaya adalah menggunakan sumber daya yang tersedia, baik yang ada pada Departemen maupun Instansi yang terkait dan masyarakat serta teknologi informasi.
Langkah-langkah yang dilakukan:
a. Sumberdaya yang tersedia di berbagai Departemen/Instansi Pemerintah berupa aparat pembina (termasuk penyuluh, konsultan dan widyaswara), sarana dan prasarana, serta anggaran perlu dikerahkan dan didayagunakan dengan baik untuk melaksanakan dan menunjang pengembangan kewirausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Sumberdaya utama untuk membudayakan kewirausahaan pada para pengusaha kecil dan koperasi pada khususnya adalah para pengusaha itu sendiri melalui upaya pengembangan diri sambil melaksanakan kegiatan usaha atau learning by doing.
4. Mendayagunakan sumberdaya
Menggunakan sumber daya yang tersedia, baik yang ada pada Departemen maupun Instansi yang terkait dan masyarakat serta teknologi informasi.
Langkah-langkah yang dilakukan:
a. Sumberdaya yang tersedia di berbagai Departemen/Instansi Pemerintah berupa aparat pembina (termasuk penyuluh, konsultan dan widyaswara), sarana dan prasarana, serta anggaran perlu dikerahkan dan didayagunakan dengan baik untuk melaksanakan dan menunjang pengembangan kewirausahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
b. Sumberdaya utama untuk membudayakan kewirausahaan pada para pengusaha kecil dan koperasi pada khususnya adalah para pengusaha itu sendiri melalui upaya pengembangan diri sambil melaksanakan kegiatan usaha atau learning by doing.
5. Memberdayakan Koperasi Simpan Pinjam dan Lembaga Keuangan Mikro
Dalam upaya mempermudah akses calon wirausaha baru terhadap sumbersumber permodalan untuk modal kerja, sebaiknya lembaga keuangan mikro dan koperasi simpan pinjam diberdayakan. Dengan tersebarnya koperasi-koperasi diharapkan kesulitan permodalan yang dihadapi oleh wirausaha. Oleh karena itu lembaga keuangan mikro perlu diberdayakan agar lebih mampu melayani calon anggota, dan anggotanya.
Soal kedua
Masa depan koperasi mengisyaratkan untuk menata diri dengan menjadi lebih dinamis melalui keunggulan kreativitas dan inovasi. Kompetisi bisnis membutuhkan jiwa kewirausahaan dari setap orang di dalam perusahaan. Kempuan menjadi wirauaha perusahaan akan menjadi faktor kunci dalam menjamin kelangsungan hidup dan keberhasilan peningkatan kinerja perusahaan.
Ketika sebuah perusahaan besar yang mapan dengan birokrasinya mencoba menjalankan gaya menejemen intrapreneurship,maka mereka akan dihadang oleh tantangan besar dari kebiasan kerja birokrasi yang mapan dan kuat dengan tata kelolanya.
Unsur kunci dari intrapreneurhip diperusahaan yang mapan adalah kemampuan kemimpinan yang kuat bersama budaya integritas,untuk mendukung kecepatan dari setiap peroses pengmbilan keputusan. Termasuk kesiapan menciptakan jiwa-jiwa kewirausahaan di dalam perusahaan.
Sekarang in isemua perusahaan besar memimpikan untuk memiliki para kariyawan yang berjiwa intrapreneurship di dalam perusahaan.persolanya,melaksanakan konsep entrapreneurship di perusahaan besar milik publik.
Intraprneuership di sebuah perusahaan besar dan mapan dibutuhkan keperibadian dan mental di luar kerativitas,termasuk bersedia mengambil resiko dan mendorong ide unik, memiliki ketekunan untuk menunggu persatujun manejemen senior untuk menciptakan dan melincurkan produk atau jasa.dan setiap proktif untuk melihat hasil akhir dengan cara kerja yang etis dari integrits pribadi yang tinggi.studi kasus:provinsi NTBadaah salah satu contoh biokrasi terbaik di indonosia provinsi sumbar endiri terus mempekuat proses refrmasi birokrasi melalui sektor prtanian,perikanan,sumber daya manusia,usaa kecil dan menengah

Categories: kewirausahaan

PROFIL AKU

Ummu Muti'ah


Popular Posts

''PAPER''

THE FUNCTION OF LANGUAGE IN PRINCIPLE OF LEARNING LANGUAGE AND ...

''essay ab

                              Learning and Teaching Using Facebook Learning and teaching is an ...

some methodology in

                                                       ...

''Paper about Entrep

ENTREPRENEURSHIP                     ...

about language FUNCT

       Language is very important for everyone in the world. There ...