lombok

Hanya Blog UMY situs lain

Posted by Ummu Muti'ah 0 Comment

Resensi

Judul Buku      : Kuliah Fiqih Ibadah

Penulis             : Syakir Jamaludin, MA

Terbit               : LPPI UMY

Cetakan           : I, Juni 2008

Halaman          : 298islam

  OLEH: HAMBA ALLAH

 

 

Bab 1 pendahuluan

  1. Pengertian fiqh, syari’ah dan ushul fiqh

Kata fiqh secara bahasa berarti pengetahuan atau pemahaman, baik pahaman itu secara mendalam maupun dangkal. Adapun fiqh menurut istilah adalah “ilmu tentang hukum-hukum syar’I yang praktis yang di ambil dari dalil-dalilnya yang terperinci. Dengan demikian dapat di simpulkan  bahwa fiqh bukanlah hukum syar’I itu sendiri, tetapi interprestasi terhadap hukum syar’i.

Syari’ah adalah titah allah yang berhubungan dengan perbuatan para mukallaf, baik berupa tuntutan (untuk melaksanakan atau meningggalkan), pilihan, maupun berupa wadh’I (syarat, sebab, halangan, sah, batal, dan rukhshah)”.

Ushul fiqh yang secra bahasa berarti dasar-dasar fiqh. Hal-hal yang di bicarakan dalam ushul fiqh adalah kaidah-kaidah fiqhiyyah, kaida-kaidah ushuliyyah, kaidah-kaidah bahasa, dan metode-metode dalam berijtihad.

  1. Pembagian fiqh

Bila di tinjau dari lapangan hukumnya maka fiqh di bagi menjadi dua macam yaitu”

  1. Fiqh ibadah yaitu perbuatan dan perkataan para mukallaf yang berhubungan langsung dengan allah SWT.
  2. Fiqh mu’amalat yaitu perkataan dan perbuatan para mukallaf yang berkaitan dengan sesamanya.
  3. Sumber dan dasar hokum islam

Sesungguhnya sumber hokum islam hanya ada dua yakni al-qur’an dan al-sunnah.

  1. Tujuan hokum islam

Tujuan disyariatkannya hokum dalam islam adalah untuk meralisir kemashlahatan manusia dan sekaligus menghindarkan kemadlaratan.

  1. Asas-asas hokum islam

Meniadakan kesempitan.,Menyedikitkan beban. Berangsur-angsur dalam menetapkan hokum,Sejalan dengan kemashlatan manusia dan Mewujudkan keadilan yang merata.

  1. Kaidah fiqhiyyah dan kaidah ushuliyyah

Kaidah fiqhiyyah adalah kaidah atau teori yang dirumuskan oleh fiqh yang bersumber dari syari’at dengan didasarkan pada asas dan tujuan persyari’atan

  1. Metode penetapan hokum islam

Metode penetapan hukum islam adalah dengan cara Qiyas atau analogi, istihsan, istishlah

  1. Menyelesaikan dalil-dalil yang ‘Bertetangan’

Dengan cara Al-jam’u wa al-tawfiq(pengkompromian), mencari dalilyang sama kuat.

Bab 2 pengantar ibadah

  1. Pengertian ibadah

Ibadah secara bahasa berarti taat, tunduk, hinna dan pengabdian.

Pembagian ibadah:Ibadah khashsah (ibadah khusus) dan Ibadah amah (ibadah umum)

  1. Prinsip-prinsip ibadah adalah ibadah adalah hanya menyembah kepada Allah SWT,Tanpa perantara.,Harus ikhlas yakni murni hanya mengharap ridha Allah SWT.,Harus sesuai dengan tuntunan.,Seimbang antara unsur jasmani dengan rohani dan Mudah dan meringankan.

Bab 3 thaharah

  1. Pengertian

Secara bahasa, thahara berarti suci dan bersih. Menurut istilah, thaharah adalah mensucikan diri dari najis dan hadats yang menghalangi shalat dan ibadah-ibadah sejenisnya dengan air atau tanah, atau batu. Hokum thaharah (bersuci) adalah wajib,

  1. Alat bersuci

Alat untuk bersuci terdiri dari air, debu, dan batu atau benda padat lainnya.Air,Debu dan Batu atau benda padat lainnya selain tahi dan tulang.

  1. Najis dan hadast

Najis adalah segala kotoran seperti tinja, kencing, darah (termasuk nanah), daging babi, bangkai ( kecuali bangkai ikan, belalang dan sejenisnya), liur anjing dan lain-lain.

  1. Wudlu
  2. Niat berwudlu karena Allah swt semata dengan mengucapkan bismillah.(HR. Nasa’i& Ibn Khuzaimah)
  3. Membasuh tangan tiga kali sambil menyela-nyelai jari-jemarinya.
  4. Berkumur-kumur secara sempurna sambil memasukkan air ke hidung kemudian kemudian menyemburkannya sebanyak tiga kali.
  5. Membasuh wajah tiga kali secara merata sambaial mengucek ujung bagian dalam kedua mata.
  6. Membasuh tangan kanan sampai siku tiga kali, kemudian tangan kiri dengan cara yang sama.
  7. Mengusap kepala sekaligus dengan telinga, cukup satu kali.
  8. Membasuh kaki kanan sampai duaaa mata kaki sambil menyela-nyelai jemari sebanyak tiga kali, kemudian kaki kiri dengan gerakan yang sama
  9. Tertib, sesuai dengan keumuman lafal hadis: “ mulailah dengan apa yang dimulai Allah” (HR. Imam Nasa’I, Ahmad dan Daraquthni).
  10. Setelah wudlu mengucapkan “ saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu hamba utusan-Nya.

Hal-hal yang membatalkan wudhu

  1. Keluarnya sesuatu dari dua lobang bawah yakni qubul dan qubur baik karena berhadast kecil maupun berhadast besar.
  2. Tidur nyenyak dalam keadaan berbaring
  3. Menyentuh kemaluan tanpa alas atau pembatas
  4. Hilang akal, seperti ; gila, pingsan atau mabuk
  5. Bersetubuh
  1. Mandi

Tata cara mandi

  1. Mencuci kedua tangan
  2. Mencuci kedua fajrin dengan tangan kiri
  3. Berwudhu seperti biasa untuk sholat
  4. Menyiram air ke kepala secara merata(keramas) sambil mengucek sampai dasar kulit kepala
  5. Menyiramkan air ke seluruh badan sampai merata yang dimulai dari kanan kemudian kiri.
  6. Tayamum

Tayamum dilakukan sebagai pengganti wudlu dan mandi besar bila ada halangan, seperti sakit atau ketiadaan air untuk bersuci. Hal-hal yang membatalkan tayamum,

Semua hal yang membatalka:n wudhu Menemukan air suci sebelum shalat dan Habis masa berlakunya.

Bab.4.SHALAT

  1. Arti dan Kedudukan Shalat

Dalam bahasa shalat berarti doa atau rahmat.  Menurut istilah shalat adalah ‘suatu ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan tertentu dengan takbir dan ditutup dengan salam. Di dalam islam, shalat mempunyai arti penting dan kedudukan yang istimewa, antara lain:Shalat merupakan ibadah yang pertama kali di wajibkan oleh Allah SWT,Shalat merupakan tiang utama. Dan Shalat merupakan amalan yang pertama kali di hisab pada hari kiamat

B.Hukum Meninggalkan Shalat

Bagi muslim yang sudah baliqh dan sudah dewasa jika meninggalkan shalat dengan sengaja di hukumi syirik dan kufur.:

C.Fungsi dan Hikmah meninggalkan Shalat: Untuk mengingat Allah SWT,Shalat yang di lakukan secara intensif akan mendidik dan melatih seseorang menjadi tenang dalam menghadapi masalah dan tidak menjadi kikir jika mendapat nikmat dari Allah SWT,Mencegah perbuatan keji dan mungkar dan Shalat dan sabar berfungsi sebagai

D.Syarat Sahnya Shalat:Sudah masuk waktu ,Suci dari nakjis dan hadats kecil dan besar,Menutup aurat.dan Menghadap ke arah Masjidil-Haram

  1. Azan dan Iqmah

Azan adalah pemberitahuan tentang telah masuknya waktu shalat fardlu dan sekaligus ajakan untuk mendirikan shalat dengan lafal yang khusus.Iqamah adalah mengucapkan lafal-lafal tertentu sebagai tanda bahwa shalat akan segera di dirikan. Lafal iqamah adalah sebagai berikut:

F.Tata Cara Shalat Nabi SAW: Niat di dalam hati karena Allah Semata,Berdiri sempurna menghadap qiblat.Bertakbir dengan mengucap Allahuakbar,Pandangan kearah tempat sujud,Kemudia membaca doa iftitah,Membaca Surat Al-Fatihah,Ruku’,I’tidal,Sujud,Duduk dan Salam

  1. Sujud Sahwi dan Sujud Tilawah: Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan karena lupa atau ragu dalam shalatnya dan Sujud Tilawah adalah sujud yang dilakukan didalam maupun diluar shalat karena mendengar ayat sajadah dalam pembacaan Al-Qu’ran

H.Dzikir dan Doa setelah Shalat

Selesai Shalat kita di anjurkan untuk duduk sejenak sambil melafalkan istighfar 3x, setelah itu membaca Subhanallah 33x, Allahu Akbar 33x, kemudian di sempurnakan dengan membaca tahlil 1x.

I.Jama’ dan Qashar

Menjamak shalat adalah mengumpulkan dua shalat fardu dalam satu waktu, sedangkan mengqasar adalah memendekkan jumlah raka’at shalat dari empat menjadi dua rakaat. Dan adapun shalat yang boleh di Jama’ adalah Shalat Djuhur dengan Ashar, dan antara shalat magrib dengan isya.

  1. Shalat Jama’ah
  • Tata Cara Shalat Jama’ah dan Merapatkan Shaf:

1.Shalat fardu sebaiknya di kerjakan di mushalla atau di masjid

2.sebelum takbir,  imam harus mengatur syhaf ma’mum terlebih dahulu

3.apabila imam sudah bertakbir maka ma’mum segera bertakbir dan jangan sekali-kali mendahului gerakan imam

4.hendaknya ma’mum memperhatikan dengan tenang bacaan ma’mum

  1. bila keadaan ma’mum bermacam-macam, hendaknya imam memilih bacaan yang ringan
  2. jika ada ma’mum yang telambat hendaknya ia harus bertakbir lalu mengikuti gerakan imam.

7.jika imam lupa dalam gerakan shalat, maka ma’mum mengingatkan dengan ucapan subhanallah

  1. dilarang lewat di dekat orang shalat

9.Selesai shalat henndaknya imam menghadap ma’mum

  1. Shalat Jum’at

Shalat jum’at adalah shalat yang di lakukan di hari jum’at dan pada waktu shalat djuhur. shalat ini terdiri dari dua raka’at dan di laksanakan secara berjama’ah

  1. Shalat-Shalat Sunnat

Shalat sunat di sebut juga shalat tathwwu’ atau shalat nawafil. Shalat sunnat Mu’akkadah( shalat ini sangat di tekan kan oleh nabi) antara lain:

  1. Arti zakat

Secara bahasa zakat diartikan berkah, tumbuh subur dan bekembang, suci, dan penyucian. Dan di dalam Al-quran ada beberapa terminologi yang bisa di gunakan untuk menjelaskan kata zakat.:sadaqah adalah pemberian yang bersifat sunnat,Nafaqah atau infaq artinya sama denga sadqah yakni pemberian yang bersifat sunnat, Haq (kewajiban atau kebenaran) dan Afwu( maaf)

  1. Filosofi Zakat

Dalam ajaran Islam, hartakekayaan dan segala sesuatu yang ada di bumi ini adalah milik Alla SWT, sedangkan manusia hanya merekayasa bahan mentah yang telah di siapkan Allah. Karena ia milik Allah maka salah satu perintah-Nya adalah memberikan sebagian harta itu kepada yang membutuhkannya. Sebagaiman di sebutkan dalam beberapa ayat dalam A-quran seperti QS,Al-Nur/24:33, QS.Al-Hasyr/59:7, QS. Al-Muhammad/47:36:37, dan QS. Al-Tawbah.

C.Syarat-Syarat Wajib Zakat,Muslim,Merdeka,Harta itu mencapai Nishab,.Harta itu sampai Haul dan.Harta itu adalah miliknya sepenuhnya/sempurna.

  1. Macam –Macam zakat :Secara garis besar zakat di bagi menjadi dua yaitu Zakat jiwa dan Zakat harta.
  2. Harta wajib dizakatkan dan besar zakatnya.
  3. Emas, yang wajib di zakatkan adalah emas murni yang sudah mencapai nishab 20 dinar atau sama dengan 85 gram2 dan sudah mencapai haul(satu tahun).
  4. Perak, jika seseorang telah memiliki perak seberat 595 gram dan telah mencapai masa satu tahun maka ia wajib mengeluarkan zakat sebanyak 2,5%.
  5. Binatang Ternak. Seperti Unta, kambing, Sapi dan kerbau apabila jumlah binatang ternaknya mencapai ratusan maka binatang ternaknya wajib di Zakatkan
  6. Hasil Tanaman, jika kita memiliki tanah atau yang di sewakan menghasilkan nilai yang berekonomis , maka nisab tanaman tersebut adalah lima wasaq.
  7. Hasil Perniagaan, adapun nisab zakat emas yakni 85 gram dan sudah mencapai haul maka zakatnya 25%.
  8. Barang Tambang (ma’din) dan harta temuan (rikaz)

Zakat yang diperselisihkan kewajiban zakatnya.Zakat tanah yang di sewakan dan Zakat investasi gedung.

  1. Zakat penghasilan (profesi):besar zakat penghasilan yang harus di keluarkan adalah 2,5% yang di ambil dari kelebihan harta setelah di kurangi pengeluaran pokok selama 1 tahun.
  2. Golongan yang berhak menerima zakat adalah Faqir ,Miskin,Amil ,Muallaf ,Raqib, Gahrim Sabillilah dan Ibn Sabil
  3. Pengelolaan Zakat adalah Al-Quran hanya menetapkan bahwa amil pengelola zakat berhak menerima zakat dan adanya perintah Nabi SAW untuk mengambil sebagian harta dari orang kaya.

I.Zakat dan Pajak

Meskipun ada persamaan namun sisi perbedaan antara zakat dan pajak ternyata lebih banyak antara lain:

  1. Zakat adalah kewajiban terhadap agama yang di tetapkan berdasarkan Al-quran sedangkan pajak adalah kewajiban terhadap negara yang di tetapkan oleh pemerintah.
  2. Karena zakat adalah kewajiban terhadap agama maka konskwensinya adalah akan mendapat dosa dan sangsi dari Allah SWT sedangkan pajak bila diabaikan maka sangsinya adalah sangsi dunia (penjara)
  3. Zakat hanya bagi umat islam yang berkecukupan sedangkan pajak untuk semua baik muslim mupun non muslim
  4. Obyek sasaran zakat seperti yang di atur dalam Al-quran terbatas pada delapan golongan, sedangkan pada pajak di tunjukkan pada seluruh rakyat.

J.Hikmah Zakat

  1. Mengikis dan melepaskan sifat kekikiran dan ketergantungan terhadap aspek materi yang sering membelenggu jiwa seseorang
  2. Mencitakan ketenangan dan ketenteraman baik pada muzakki-nya maupun pada mustahik-nya.
  3. Mengembangkan segala hal yang baik tidak hanya secara ekonomi individual tetapi juga secara spritual dan secara sosial.
  4. Membebaskan diri muzakki dari pedihnya dan panasnya api neraka.

Bab 6.Puasa

  1. Pengertian

Pengertian puasa secara bahasa menahan diri dari sesuatu. Puasa menurut syar’i adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari sejak terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari yang disertai niat.

  1. Rukun dan Syarat Puasa

Rukun puasa yaitu, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari sejak teerbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari.

Adapun syarat puasa biasa, ulama fiqh biasa membaginya menjadi dua, yakni syarat wajib dan syarat sah puasa. Syarat wajib puasa, yaitu:Muslim,.Mummayiz dan Kuat berpuasa (qadir)

Syarat sah puasa, yaitu:

  1. Bagi wanita, harus suci dari haid, nifas ataupun walidah.
  2. Dikerjakan pada hari yang diperbolehkasn puasa.
  3. Hal-hal yang membatalkan dan yang mengurangi nilai puasa

Adapun yang membatalkan puasa:Makan.,Minum,Hubungan seksual,Muntah dengan sengaja, Keluar darah haid dan nifas sebagai konsekwensi dari syarat sahnya puasa.,Gila saat sedang puasa

  1. Adab berpuasa
  2. Niat karena Allah semata.
  3. Makan sahur..
  4. Menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan atau mengurangi nilai puasa.
  5. Berbuka puasa denngan segera.
  6. Berbuka dengan makanan dan minuman yang manis-manis dan jangan berlebihan.
  7. Memberikan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa.
  8. Shalat berjama’ah di masjid.dan Lakukan amalan-amalan utama di bulan Ramadhan, yaitu:Shalat tarawih berjama’ah,Tadarus Al-Qur’an,Dzikir/Do’a,Perbanyak shadaqah di bulan Ramadhan,Pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hendaklah lebih mengencangkan ibadah kita kepada Allah SWT dengan cara beri’tikaf (berdiam) di masjid untuk berdzikir dan berfikir (tafakkur) sampai magrib malam ‘Idul Fitri.
  9. Macam-macam Puasa:
  10. Puasa Wajib:Puasa Ramadhan ,Puasa Qadla’, Puasa Kifarat dan Puasa Nadzar
  11. Puasa Sunat:Puasa 6 hari di bulan Syawal,Puasa Senin dan Kamis,Puasa Arafah,Puasa Asyura
  12. Puasa Makruh: Puasa sepanjang masa/seumur hidup Puasa Wishal ,Puasa pada hari Jum’at dan Sabtu,Puasa sehari menjelang
  13. Puasa Haram:Puasa pada 2 hari raya ,Puasa pada hari Tasyrik : 11, 12, dan 13 Dzulhijah Puasa sunat bagi wanita yang tidak diizinkan suaminya Puasa yang dapat membinasakan jiwa.
  14. Halangan puasa

Secara garis besar, halangan berpuasa dapat dibagi menjadi dua, yaitu :Bagi orang yang sakit haid,musafir, jika dia tidak kuat berpuasa Bagi orang yang berat berpuasa, missal lanjut usia, sakit yang mustahil sembuh, wanita hamil/menyusui anaknya.

  1. Orang mati tapi punya hutang puasa

Mengenai hal ini, ada dua pendapat yang popular di kalangan ulama fiqih, yaitu :Walinya wajib berpuasa untuk menggantikan utang puasa yang ditinggalkan si mati dan Walinya tetap wajib menggantikan puasa si mati.Cara menggantikannya cukup dengan car amembayaar fidyah.

  1. Hikmah Puasa, puasa berfungsi mendidik dan melatih manusia agar terbiasa mengendalikan hawa nafsu yang ada dalam diri setiap individu dan puasa bisa mempertinggi kekuatan dan ketahanan jasmani kita, karena umumnya penyakit bersumber dari makanan dan sebenernya Allah SWT menciptakan makhluk-Nya termasuk manusia sudah ada kadarnya.

Bab.7 Haji

  1. Pengertian:haji adalah menyengaja pergi menuju Makkah dengan maksud mengerjakan ibadah thawaf, sa’I, wuquf di Arafah, bemalam di Muzdalifah, Mabit di Mina, dan ibadah-ibadah lain yang ditentukan untuk memenuhi perintah Allah dan mengharapkan ridha-Nya.
  2. Hukum Haji adalah wajib dilaksanakan setiap muslim baligh dan berakal merdeka dan mempunyai kesanggupan
  3. Rukun dan Wajib Haji :Ihram ,Wuquf di Arafah,Tawaf ifadhah,Sa’i,Tahallul
  4. Yang termasuk wajib haji adalah:Ihram dari Miqat,Wuquf sampai terbenam matahari,Bermalam di Muzdalifah,Melempar jamarat,Mabit di Mina dan Thawaf Wada’
  5. Ihram ialah niat memulai menunaikan ibadah haji atau umrah, sebagaimana takbir dalam shalat. Ihram ini wajib dikerjakan dari batas-batas tempat dan waktu tertentu yang dinamakan miqat.:Miqat Zamani dan Miqat Makani
  6. Tata Cara Berihram
  7. Sebelum memakai pakaian ihram disunnahkan terlebih dahulu melakukan sunah fithrah, mandi, menyisir rambut, memakai wangi-wangian di tubuh.
  8. Memakai pakaian ihram
  9. Melakukan shalat sunnah ihram dua rakaat di miqat
  10. Melafazhkan niat umrah atau haji atau kedua-duanya.
  11. Membaca talbiyah dalam perjalanan menuju Makkahatau menuju Mina dan Arafah
  12. Larangan-larangan dalam Ihram:Memakai wangi-wangian,Menggunting rambut dan kuku dan Memburu atau membunuh binatang buruan, dll.
  13. Macam –Macam Haji:Tamattu’,Ifrad,Qiran
  14. Thawaf
  15. Sa’I
  16. Tahallul
  17. Wuquf di Arafah
  18. Bermalam di Muzdalifah
  19. Melempar Jamarat dan Mabit di Mina
  20. Menyembelih Hadyu atau DAM
  21. Thawaaf Ifadhah dan Sa’i
  22. Thawaf Wada’
  23. Ibadah dan Ziarah di Madinah

Kelebihan Buku yang berjudul ‘’KULIAH FIQIH IBADAH’’ membahas tentang tuntunan ibadah sesuai dengan tuntunan Nabi SAW juga tentang pedoman atau prinsip ibadah supaya diterima oleh Allah SWT. Buku ini mampu memberikan penjelasan secara terperinci terhadap masalah-masalah beribadah yang selama ini menjadi kontroversi dikalangan masyarakat.Di dalam buku ini dijelaskan tata cara ibadah yang benar baik itu dari ibadah yang wajib ataupun yang sunnah. Selain itu, kelebihan buku ini adalah hukum Islam disajikan secara sistematis, rinci, dan jelas dalam kitab fiqh dan Penulis menuliskan sebuah permasalahan yang sedang terjadi di saat ini yang dapat diterima oleh pembaca, sedangkan penulis dapat meyakinkan pembaca dengan memberikan sumber al-quran dan hadist secara benar. Buku ini juga tidak luput dari kukurangan kekurangan buku ini adalah penulis hanya menyajikan argumen penyelesaian dari satu paham, tidak menyelesaikannya secara mendalam, dan buku ini tidak dilengkapi dengan ilustrasi gambar yang memadai agar pembaca pun tidak merasa bosan saat membacanya dan menurut ku buku ini cukup Mahal dan mungkin kalangan menengah dan ke bawah tidak bisa menjangkau buku ini.

Buku ini sangat cocok untuk para remaja khususnya mahasiswa dan umumnya masyarakat untuk pendalam agama islam. Diajurkan untuk mahasiswa dalam proses perkuliahan. Buku ini juga bagus sebagai pengantar untuk masyarakat umum untuk lebih mendalami dan memahai ibadah serta mampu menjalankan ibadah-ibadah terlebih lagi ibadah yang wajib dengan benar dan sesuai tata aturan yang benar sehingga ibadahnya bisa dilaksanakan dengan sempurna.

Categories: my assignment

PROFIL AKU

Ummu Muti'ah


Popular Posts

''PAPER''

THE FUNCTION OF LANGUAGE IN PRINCIPLE OF LEARNING LANGUAGE AND ...

''essay ab

                              Learning and Teaching Using Facebook Learning and teaching is an ...

some methodology in

                                                       ...

''Paper about Entrep

ENTREPRENEURSHIP                     ...

about language FUNCT

       Language is very important for everyone in the world. There ...